URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV ONLINE
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
ISRTI TAK CIUM BAU SURGA (Bag-2) 
  Penulis: Pejuang Islam  [23/7/2021]
   
MEMAKMURKAN MASJID ITU DICINTAI ALLAH 
  Penulis: Pejuang Islam  [22/7/2021]
   
ISTRI TAK CIUM BAU SURGA? (Bag-1) 
  Penulis: Pejuang Islam  [23/7/2021]
   
JUJUR vs KHIANAT 
  Penulis: Pejuang Islam  [16/7/2021]
   
PEMBAGIAN ILMU YANG BERMANFAAT (1) 
  Penulis: Pejuang Islam  [16/7/2021]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Sabtu, 31 Juli 2021
Pukul:  
Online Sekarang: 5 users
Total Hari Ini: 55 users
Total Pengunjung: 5396190 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - KARYA ILMIAH USTADZ LUTHFI BASHORI
 
 
SUNNAH MENGHORMATI JENAZAH 
Penulis: Pejuang Islam [ 23/3/2021 ]
 
SUNNAH MENGHORMATI JENAZAH

Luthfi Bashori


Dalam riwayat Imam Bukhari dan Muslim disebutkan, bahwa Rasulullah SAW mengajarkan kepada umat Islam, tentang pentingnya menghormati jenazah, sebagaiman beliau bersabda:

“Bila seseorang dari kalian melihat iringan pengantar jenazah, padahal ia bukan termasuk orang yang berjalan mengiringinya, maka hendaklah ia berdiri hingga ia sendiri yang meninggalkannya, atau jenazah itu yang meninggalkannya, atau hingga jenazah itu diletakkan (dalam kubur) sekalipun belum melewatinya.”

Hadits ini menerangkan tentang etika seorang muslim sewaktu melihat iringan jenazah lewat di hadapannya, sedangkan ia bukan termasuk orang yang sedang mengantarkannya, maka hendaklah ia berdiri demi menghormati jenazah tersebut.

Menghormati seseorang yang dianggap mulia dengan cara berdiri itu memang termasuk perintah Rasulullah SAW, sebagaimana saat Sayyidina Sa’ad bin Mu’adz pimpinan Bani Quraidhah datang, maka beliau SAW memeerintahkan kepada Bani Qiraidhah, “Quumuu ilaa sayyidikum (Berdirilah untuk pemimpin kalian) !”

Sayyidina Thalhah bin Ubaidillah RA pernah berdiri dan beranjak meninggalkan Rasulullah SAW yang semula duduk bersama, demi menyambut kedatangan Shahabat Ka’ab bin Malik, untuk menyalami dan mengucapkan selamat atas diterima taubatnya oleh Allah SWT, lantas Sayyidina Thalhah bin Ubaidillah duduk kembali dan Rasulullah SAW tidak melarang maupun menginkarinya.

Jadi, menghormati orang yang dianggap mulia dengan cara berdiri itu dapat dilakukan, baik orang yanmg dianggap mulia tersebut dalam keadaan masih hidup maupun saat menjadi jenazah, bahkan berdiri khusus untuk jenazah yang sedang lewat itu, tidak ada syarat apakah yang digotong dalam keranda itu termasuk orang mulia atau untuk setiap jenazah muslim?

Secara dhahir, bahwa setiap jenazah muslim yang akan dikuburkan, dan digotong melewati umat Islam yang sedang berada di pinggir jalan, maka hendaklah umat Islam tersebut berdiri demi melaksanakan Sunnah Nabi Muhammad SAW.

   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
 
Kembali Ke atas | Kembali Ke Index Karya Ilmiah
 
 
 
  Situs © 2009-2021 Oleh Pejuang Islam