URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV ONLINE
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
ISRTI TAK CIUM BAU SURGA (Bag-2) 
  Penulis: Pejuang Islam  [23/7/2021]
   
MEMAKMURKAN MASJID ITU DICINTAI ALLAH 
  Penulis: Pejuang Islam  [22/7/2021]
   
ISTRI TAK CIUM BAU SURGA? (Bag-1) 
  Penulis: Pejuang Islam  [23/7/2021]
   
JUJUR vs KHIANAT 
  Penulis: Pejuang Islam  [16/7/2021]
   
PEMBAGIAN ILMU YANG BERMANFAAT (1) 
  Penulis: Pejuang Islam  [16/7/2021]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Sabtu, 31 Juli 2021
Pukul:  
Online Sekarang: 3 users
Total Hari Ini: 51 users
Total Pengunjung: 5396175 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - KARYA ILMIAH USTADZ LUTHFI BASHORI
 
 
DANA HALAL vs DANA HARAM 
Penulis: Pejuang Islam [ 14/2/2021 ]
 
DANA HALAL vs DANA HARAM

Luthfi Bashori


Sayyidina Abu Hurairah menerangkan, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Apabila Allah menghendaki kebaikan terhadap seorang hamba, maka Allah akan menjadikan kekayaan ada pada dirinya, sedangkan ketakwaan berada di dalam hatinya. Namun apabila Allah menghendaki keburukan terhadap seorang hamba, maka Allah akan menjadikan kemiskinan berada di hadapan matanya.” (HR. Imam Hakim).

Orang kaya yang diberinya petunjuk dan taufiq untuk selalu bersyukur kepada-Nya, adalah termasuk orang yang sangat beruntung. Karena ia sudah diberi kenikmatan di dunia, jika ia pandai, maka kekayaannya itu akan dipergunakan untuk bekal menuju kehidupannya kelak di akhirat.

Banyak orang yang mengatakan, bahwa harta benda itu tidak akan dibawa mati. Tapi tak jarang adanya orang kaya yang mampu berpikir positif demi kemashlahatan akhirat, mereka berkeyakinan, bahwa harta miliknya akan dibawa mati.

Adapun caranya, dengan berusaha sebanyak-banyaknya untuk menginfaqkan harta yang melimpah itu demi kepentingan agama Islam. Misalnya ikut menyumbang pembangunan pesantren, ikut berinfaq saat ada renovasi masjid, tidak pelit terhadap kalanghan fakir miskin, dan sangat dermawan terhadap pendanaan bagi segala hal yang terkait dengan perjuangan umat Islam.

Jika orang kaya itu menjadi hamba yang bersyukur, berarti ia rela dengan apa yang diberikan oleh Allah kepadanya, dan menjadilah ia sebagai orang yang kaya diri, hatinya tidak terikat dengan harta yang dimiliki, hingga dirinya menjadi figur yang dermawan.

Apabila orang tersebut bersyukur kepada Allah, berarti di dalam hatinya telah tertanam rasa taqwa kepada Allah, karena kedua hal tersebut berkaitan erat sekali, sebagaimana Allah berfirman yang artinya: “Karena itu bertakwalah kepada Allah, agar kalian mensyukuri (nikmat)-Nya.” (QS. Ali ‘Imran).

Akan tetapi sebaliknya, jika Allah menghendaki keburukan bagi seorang hamba, niscaya Allah akan menjadikan orang tersebut tidak pandai bersyukur. Sekalipun Allah telah memberinya rezeki yang banyak, ia tetap merasa tidak pernah puas dengan apa yang telah dimiliki, sehingga jadilah ia sebagai orang yang miskin diri dan tidak pernah puas dengan rezeki halal yang dimilikinya.

Mata dan hatinya hanya dipergunakan untuk meraup harta, harta dan harta. Ia pun tak peduli apakah yang dikejar itu harta halal atau harta haram. Bahkan segala cara pun akan ia tempuh.

Mau korupsi, merampok, melilap, money laundry, merebut harta syubhat, terima uang sogokan, bangga dengan ‘hadiah’ uang dari pihak kaum kafir musuh Islam atau dari pihak penganut aliran sesat dan lain sebagainya. Orang yang seperti ini, kelak saat mati akan berbau busuk, sebusuk perilakunya.

   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
 
Kembali Ke atas | Kembali Ke Index Karya Ilmiah
 
 
 
  Situs © 2009-2021 Oleh Pejuang Islam