URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV GARIS LURUS
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
MENYERTAI SAFARI DAKWAH SANG GURU TERCINTA, ABUYA DR. SAYYID AHMAD BIN MUHAMMAD ALWI ALMALIKI (MAKKA 
  Penulis: Pejuang Islam  [13/7/2017]
   
MENDAMPINGI SAFARI DAKWAH SANG GURU TERCINTA, ABUYA DR. SAYYID AHMAD BIN MUHAMMAD ALWI ALMALIKI -2  
  Penulis: Pejuang Islam  [12/7/2017]
   
RANGKUMAN SAFARI DAKWAH ABUYA DR. SY. AHMAD BIN MUHAMMAD ALWI ALMALIKI (MAKKAH) DI JOHOR MALAYSIA (1 
  Penulis: Pejuang Islam  [11/7/2017]
   
BEDANYA KAWAN YANG BAIK DAN KAWAN YANG BURUK 
  Penulis: Pejuang Islam  [7/7/2017]
   
TERKIKISNYA UKHUWWAH ISLAMIYAH DI AKHIR ZAMAN 
  Penulis: Pejuang Islam  [2/7/2017]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Rabu, 26 Juli 2017
Pukul:  
Online Sekarang: 3 users
Total Hari Ini: 280 users
Total Pengunjung: 3523730 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - GALERI SASTRA
 
 
KEUTAMAAN ISTIGHFAR 
Penulis: Sonhaji [ 3/4/2009 ]
 

                                                  KEUTAMAAN ISTIGHFAR

                                                                Sonhaji 

Diceritakan bahwa pada jaman tabi’in, terdapat salah satu ulama yang ’arif billah, beliau bernama Imam Hasan Albashri. Beliau adalah figur pemimpin yang sangat bijaksana dan dermawan, beliau juga sangat disegani oleh masyarakat. Di dalam membimbing masyarakatnya Imam Hasan Albashri menemukan banyak sekali permasalahan-permasalahan yang sangat komplek . Maka secara arif, beliau menempatkan diri sebagai tempat rujukan bagi siapa saja yang ingin berkonsultasi serta meminta solusi kepada Imam Hasan Albashri. 

Pada suatu hari, Imam Hasan Albashri didatangi oleh tiga orang. Adapun tujuan ketiga orang ini tiada lain adalah meminta solusi kepada Imam Hasan Albashri, dan ketiga orang ini mempunyai masalah yang berbeda beda. Tatkala orang pertama menghadap, maka ditanyalah oleh Imam Hasan Albashri, Hai Fulan ada gerangan apa kamu kesini ? Orang ini menjawab, Begini wahai Imam, di daerah saya sudah beberapa bulan ini musim kemarau, dan masyarakat kebingungan, karena sudah tidak pernah bercocok tanam lagi. Maka apa yang harus kami lakukan agar daerah kami bisa terguyur hujan, sehingga kegiatan kami bisa kembali normal seperti semula?. Imam Hasan Albashri menjawab, Ajaklah masyarakat di daerahmu agar berdzikir dengan membaca kalimat istighfar. Setelah mendengar jawaban dari Imam Hasan Albashri, maka pulanglah orang tersebut. 

Giliran orang kedua menghadap Imam Hasan Albashri, seperti biasanya orang ini ditanya dulu oleh beliau, Ada gerangan apa kamu ke sini hai Fulan? Kemudian orang tadi menjawab: Wahai Imam, tujuan saya ke sini ingin minta solusi, sekarang ini saya sudah bertahun-tahun menikah, tapi masih belum mempunyai anak,,saya bingung apa yang harus saya lakukan? Kemudian Imam Hasan Albashri menjawab: Hai Fulan, bacalah istighfar kepada Allah sebanyak-banyaknya setiap hari. Setelah mendapat jawaban itu orang tadi langsung pulang. 

Orang yang ketiga si kaya yang pailit, akhirnya mendapat giliran untuk menghadap kepada Imam Hasan Albashri. Seperti sebelumnya beliau bertanya, Hai Fulan, ada gerangan apa kamu kesini ? Kemudian dijawab, Wahai Imam, saya sudah puluhan kali mencoba untuk bangkit dalam pekerjaan saya, tetapi hasilnya masih nihil, apa yang harus saya lakukan? Beliau menjawab, Perbanyaklah baca istighfar setiap hari dan beristiqamahah. Maka orang inipun langsung pulang. 

Selang beberapa saat, ketiga orang yang berkonsultasi kepada Imam Hasan Albashri ini tanpa sengaja berkumpul di sebuah tempat. Kemudian merekapun saling menceritakan pengalaman masing-masing, seningga mereka menjadi keheranan, karena merasa aneh, mengapa Imam hasan albashri member jawaban yang sama terhadap tiga persoalan yang berbeda-beda.

Dengan perasaan yang sedikit penasaran, maka ke tiga orang ini kembali mendatangi rumah Imam Hasan Albashri dan menanyakan, Wahai Imam, kedatangan kami bertiga ini ingin menanyakan tentang jawaban atas masalah kami ini berbeda, tapi mengapa Tuan memberikan solusi yang sama pada kami. Mendengar orang tadi tersenyum sambil mengucakan:, Apa kalian tidak mengetahui firman Allah SWT yang artinya, istighfarlah kalian ini kepada tuhanmu, sesunggunya Dia Maha Pengampun, (Jika kalian memperbanyak istighfar) niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat (ini jawaban untuk yang mengharapkan turun hujan), dan memperbanyak harta (ini jawaban untuk yang pailit), dan (mengirim) anak anak (ini jawaban untuk yang mandul), dan mengadakan pula di dalamnya untuk kalian sungai-sungai. ( Q.S. Nuh : 9-11). 

Dengan mengetahui jawaban tersebut, maka ke tiga orang ini merasa lega dan mengucapkan terima kasih kepada beliau seraya berkata : Wahai Imam, insya Allah akan kami amalkan. 

Dengan mengetahui cerita di atas, hendaklah kita sadar bahwa diri kita yang penuh dengan kesalahan, diri kita yang sangat lemah, yang hampir setiap harinya berbuat dosa, untuk itulah mari kita perbanyak bacaan istighfar kepada Allah. Semoga dengan membaca kalimat istighfar, dosa-dosa kita diampuni oleh Allah, dan kesulitan-kesulitan kita dipermudah. Amin ya rabbal alamin.  
   

Medio awal April 2009, Ribath almutradla.
   



 
 
Kembali Ke atas | Kembali Ke Index Galeri Sastra
 
 
 
  Situs © 2009-2017 Oleh Pejuang Islam