URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV GARIS LURUS
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [27/8/2017]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [27/8/2017]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [27/8/2017]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [27/8/2017]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [27/8/2017]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Jumat, 22 September 2017
Pukul:  
Online Sekarang: 5 users
Total Hari Ini: 47 users
Total Pengunjung: 3593713 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - KREATIFITAS SANTRI
 
   
Santri Ribath yang kaya dengan pengalaman 
Penulis: Salim [ 16/9/2016 ]
 
       Santri  Ribath yang kaya dengan pengalaman

                                                           Salim

Kota Singosari dikelilingi oleh banyak pondok pesantren, dan setiap pondok pesantren memiliki kelebihan masing-masing.  Misalnya, di dalam bidang bahasa Arab, ilmu tajwid, fiqh dll. Salah satu pondok pesantren tersebut adalah Ribath Almurtadla Al-islami yang diasuh KH. Luthfi Bashori. Pesantren ini memiliki kelebihan yang berbeda dari pondok pesantren lainnya, yaitu mengajarkan keahlian dalam  berpidato.

Dakwah atau langsung terjun kemasyarakat, dan mengarang artikel adalah salah satu progam yang dimiliki pesantren Ribath. Hal ini ditujukan agar para santri mempunyai banyak pengalaman dan keterampilan ketika sudah keluar dari pesantren dan berdakwah kepada masyarakat. Satu hal yang sangat menyenangkan pada progam pesantren ini ialah kegiatan TARBIYYAH IJTIMAIYYAH (pendidikan kemasyarakatan ) atau disingkat dengan tar-ij. Kegiatan ini bertujuan untuk membentuk para santri, agar di saat mereka kembali ke rumah masing-masing, dapat menjadi santri yang mampu  bermasyarakat dan berdakwah dengan baik.

Kegiatan Tar-ij ini dilaksanakan minimal setahun satu kali, namum umumnya adalah tiga kali dalam setahun. Karena Ribath tidak mengenal pelulusan santri pada tiap tahun, maka setiap santri yang pernah mengenyam satu tahun di Ribath, pasti pernah terlibat dalam kegiatan Tar-ij.

Sebelum terjun ke lapangan para santri diberi waktu selama satu bulan untuk menyiapkan materi pidato sebanyak-banyaknya, dikarenakan pengalaman tar-ij pada setiap santri, sangat berbeda-beda. Umumnya santri baru belum siap untuk menyampaikan pidato di depan masyarakat, karena itu pada sesi karantina pra Tar-ij, mereka digodok terlebih dahulu di Ribath.  Dalam masa satu bulan itu juga para santri diberi kesempatan untuk mempratekkan bahan pidato yang sudah dipersiapkan di depan teman-temanya secara bergiliran. Dengan berbagai persiapan ini maka para santri akan semakin siap ketika berada di tengah masyarakat.

Ketika para santri sudah  berkumpul secara lengkap dengan berbagai persiapanya, maka mereka diberangkatkan ke lokasi tujuan. Setelah tiba di tempat tujuan, semuanya saling bahu-membahu dan kompak dalam tugasnya misalnya mulai menurunkan dan menata peralatan, kitab, alat musik (banjari atau gambus), bantal, selimut dan baju dan sebagainya. Setelah semuanya beres, maka diadakan musyawarah untuk pembagian lokasi dakwah selama kegiatan TARBIYYAH  IJTIMA`IYYAH. Misalnya, pembagian mushalla perkelompok dan pembagian prakarya.

Kegiatan yang dilakukan para santri  pertama kali dengan masyarakat ialah memperkenalkan diri dan menginfokan kepada masyarakat tentang apa saja kegiatan tar-ij . Perkenalan ini biasanya bertempat  di masjid dan waktunya setelah maghrib. Pada hari kedua, kegiatan Tar-ij sudah berjalan sesuai jadwal.

Dimulai dari bangun tidur para santri bersiap-siap untuk berangkat ke mushalla untuk melaksanakan shalat shubuh bersama masyarakat dengan kelompoknya masing-masing. Setelah shalat, jika ada kesempatan maka mengisi kuliah shubuh, kemudian mengadakan rutinan tadaarus Al-quran sampai jam 06.00, lantas kembali ke markaz yaitu tempat penginapan untuk sarapan pagi.

Seusai makan, mereka dibagi perkelompok  untuk belajar wiraswasta dari masyarakat, yang disesuaikan keadaan masyarakat setempat, dengan tujuan magang kerja selama Tar-ij. Adapun, menurut pengalaman yang sudah dilakukan adalan belajar sablon, kaligrafi tulisan arab, gula kacang, keripik, perah susu sapi, mebel, bengkel dll. Adapun belajar wiraswasta ini dijadwalkan sampai jam 11.00. Dari kegiatan ini  para santri akan memperoleh banyak pengalaman untuk bekal kerja ketika kelak mereka pulang.

Kemudian shalat dhuhur, makan siang dan istirahat sampai menjelang ashar. Setelah berjamah shalat ashar di masjid atau mushalla masing-masing, mereka membawa kitab fiqih praktis ke tiap-tiap rumah warga yang terjangkau untuk diberikan kepada masyarakat, dan sekaligus para santri berlatih menerangkan ilmu fiqih kepada masyarakat. Aktifitas ini diistilahkan dengan dakwah door to door.

Jika terdapat pertanyaan dari masyarakat yang sulit dijawab, maka pertanyaan itu dibawa pulang ke markaz untuk dimusyawarahkan bersama-sama, dalam dicarikan jawabannya dari kitab-kitab fiqih yang lebih lengkap, seperti fathul qarib, kifayatul akhyar, nailur raja, taqriiratus sadidah. Setelah itu para santri kembali ke markaz penginapan untuk melihat jadwal pidato dan menyiapkan bahan pidato yang akan disampaikan setelah shalat Maghrib.

Acara bakdal isyak adalah menyesuaikan kegiatan keagamaan masyarakat setempat. Jika ada pengajian, maka para santri ikut bergabung. Jika tidak ada kegiatan di masyarakat pada malam hari, maka dipergunakan untuk evaluasi bersama-sama terhadap kegiatan dalam sehari itu.

 
 
Kembali Ke atas | Kembali Ke Index Kreatifitas Santri
 
 
 
  Situs © 2009-2017 Oleh Pejuang Islam