URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV GARIS LURUS
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
MENYERTAI SAFARI DAKWAH SANG GURU TERCINTA, ABUYA DR. SAYYID AHMAD BIN MUHAMMAD ALWI ALMALIKI (MAKKA 
  Penulis: Pejuang Islam  [13/7/2017]
   
MENDAMPINGI SAFARI DAKWAH SANG GURU TERCINTA, ABUYA DR. SAYYID AHMAD BIN MUHAMMAD ALWI ALMALIKI -2  
  Penulis: Pejuang Islam  [12/7/2017]
   
RANGKUMAN SAFARI DAKWAH ABUYA DR. SY. AHMAD BIN MUHAMMAD ALWI ALMALIKI (MAKKAH) DI JOHOR MALAYSIA (1 
  Penulis: Pejuang Islam  [11/7/2017]
   
BEDANYA KAWAN YANG BAIK DAN KAWAN YANG BURUK 
  Penulis: Pejuang Islam  [7/7/2017]
   
TERKIKISNYA UKHUWWAH ISLAMIYAH DI AKHIR ZAMAN 
  Penulis: Pejuang Islam  [2/7/2017]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Rabu, 26 Juli 2017
Pukul:  
Online Sekarang: 2 users
Total Hari Ini: 278 users
Total Pengunjung: 3523726 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - KREATIFITAS SANTRI
 
   
Jangan Katakan Cinta Bila Kau Tak Cinta 
Penulis: Muhammad Fadhil (SUMBA-NTT) [ 16/9/2016 ]
 


                  Jangan Katakan Cinta Bila Kau Tak Cinta

                                            Muhammad Fadhil (SUMBA-NTT)

Sebagai seorang yang mengakui bahwa dirinya adalah seorang muslim, maka wajib baginya untuk mencintai Nabi yang agung, sang pembawa risalah keselamatan, yang menyatukan manusia dari ufuk barak hingga ufuk timur, dialah Rasulullah SAW yang dilahirkan dari rahim yang suci lagi terjaga, yang dibesarkan oleh orang orang yang lemah lembut, yang memiliki sifat yang begitu sempurna hingga ketika ditanya sayyidatuna Aisyah ra seperti apa akhlak beliau, ia menjawab :adalah akhlak beliau itu alquran, begitu juga al Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi mengatakan dalam kitab beliau: betapa agung akhlak beliau hingga tidak sanggup kitab besar untuk memuat seluruh kesempurnaan beliau. Dan juga as-Syekh Umar Baradja mengatakan: Nabi SAW  adalah manusia yang paling bagus akhlaknya.

Kenapa kita harus cinta kepada beliau, hingga menjadikan beliau sebagai kekasih sejati sekaligus idola yang nomor wahid dibanding cinta kita kepada segala sesuatu yang lain?   Ketahuilah bahwa cinta kepada Nabi adalah lebih utama dari pada kecintaan kepada yang lainnya, bahkan oarang tua.Rasul bersabda:

 tidak beriman dengan sempurna salah seorang di antara kalian hingga aku menjadi lebih ia cintai dari pada kedua orang tuanya, anaknya, dan semua manusia

Rasul tidak melarang kita untuk mencintai selain beliau, bahkan beliau menganjurkan kepada kita untuk terus mempererat hubungan di antara sesama kaum muslimin dengan tetap menjunjung tinggi   syariat Allah SWT, tapi kita juga harus tahu bahwa cinta kepada rasul wajib berada di atas semua itu. Ketahuilah tidak ada yang sia-sia disisi Allah apa yang telah kita berikan terhadap Rasul, khususnya rasa cinta kita kepada beliau. Jangankan kita sebagai manusia, Allah dan para malaikat pun sangat mencintai Nabi, hingga banyak ayat di dalam al quran dimana Allah SWT memuji Nabi-Nya yang tercinta itu, tidak hanya itu bahkan Allah memuji beliau dengan memberikan sebagian sifat-sifat kepada rasul. As- Syekh Umar Baradja mengatakan:

sungguh Allah SWT telah memuji rasul dengan firmannya: sesungguhnya engkau(Muhammad) memiliki Akhlak yang agung

Coba kita perhatikan, dalam ayat diatas Allah mengapa Allah tidak menggunakan kata mulia atau bagus, tapi mengapa kata agung yang digunakan? Jawabannya adalah karena beliau adalah orang yang dicintai, dipuji bahkan diagungkan, tidak hanya dibumi bahkan di langitpun beliau selalu diagungkan.

Oleh karena itu mencintai Nabi SAW harus kita pupuk dari sakarang, karena Nabi bukan sembarang orang. Al Iman Al Bushiri mengatakan: Nabi Muhammad adalah  manusia tidak seperti manusia, beliau adalah intan, sedangkan manusia seperti batu kali. Juga mengenai cinta kita kepada beliau, kita dijanjikan sesuatu yang cukup menggembirakan hati, dalam sebuah hadist beliau bersabda:

barang siapa yang cinta kepaku maka kelak ia akan bersamaku di surga
Surga, bukan tawaran yang main-main, Rasul mana yang seperti ini, amat cinta kepada orang yang mencintainya hingga-hingga kita ditawari surga. Sungguh bukan main sayang dan cintanya Nabi kita kepada kita.

Kendati demikian, perlu kita camkan juga bahwa Cinta kepada Nabi SAW tidak hanya sekedar keluar dari bibir semata, tapi cinta kepada Nabi butuh bukti yang menggambarkan kalau kita memang cinta mati kepada beliau. Bagaimana bisa seorang yang mengatakan cinta tidak mau mengikuti apa yang dilakukan oleh orang yang ia cintai. Semua orang tahu, bahwa bila seorang cinta terhadap sesuatu pasti yang ditiru adalah orang yang ia cintai. Maka itulah cinta kepada Rasul pun harus meniru segala aspek kehidupan Beliau. Baik akhlak Beliau, cara bergaul dan lain sebagainya. Allah berfirman yang artinya:

katakanlah (muhammad): jika kalian mencintai Allah maka ikutilah aku, niscaya Allah mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian

Ketahuilah, Rasul sangat penyayang kepada umatnya, maka orang yang cinta kepada beliau harus juga bisa meniru beliau. Rasul tidak suka mencela sesuatu, baik yang hidup maupun yang mati, baik yang bernyawa atau tidak, baik yang kecil atau besar. Ini semua, karena misi Rasul diutus oleh Allah adalah menjadi rahmat. Allah berfirman yang artinya:
tidaklah kami mengutusmu (Muhammad)melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam

Maka kita sebagai seorang muslim yang cinta kepada beliau patutlah untuk meneruskan misi tersebut. Dan juga rasul di utus adalah untuk memperbaiki akhlak yang kurang baik. Bila kita melihat ada saudara kita yang akhlaknya kurang baik, kita sampaikan misi ini dan lain-lainya yang tidak dapat kami sebutkan seluruhnya.

Maka kami al faqir mengajak kepada Anda semua untuk betul-betul memposisikan Nabi Muhammad SAW pada posisi nomor wahid (pertama), kita jadikan beliau sebagai suri tauladan yang utama, Allah berfirman yang artinya:

pasti sungguh didalam diri rasulullah terdapat suri tauladan yang baik
Mari kita selalu memupuk rasa cinta ini dalam diri kita, tidak hanya sesaat tetapi untuk seterusnya hingga ajal menjemput kita.

Begitu juga kita pupuk cinta ini pada anak-anak kita, saudara-saudara kita, teman-teman kita dengan menjadikan beliau sebagai idola nomor wahid (pertama). Begitu pula kita pupuk cinta terhadap keluarga beliau dan juga cintailah Al quran yang menjadi petunjuk bagi seluruh umat manusia yang mana wahyu inilah yang telah diajar oleh beliau rasulullah kepada kita semua. Maka pada akhirya kami sebagai penulis memohon maaf atas segala kekurangan kami.



Inilah yang dapat kami goreskan. mudah-mudahan tulisan ini menjadi bukti akan kecintaan kami pada beliau dan selebihnya, Allahlah yang maha Tahu...

(Santri PIQ)
 

 
 
Kembali Ke atas | Kembali Ke Index Kreatifitas Santri
 
 
 
  Situs © 2009-2017 Oleh Pejuang Islam