URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV GARIS LURUS
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [17/5/2017]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [16/5/2017]
   
SEBAIK-BAIK ORANG BERDOSA ADALAH YANG BERTOBAT 
  Penulis: Pejuang Islam  [6/5/2017]
   
KEUTAMAAN KALIMAT LA ILAHA ILLALLAH 
  Penulis: Pejuang Islam  [3/5/2017]
   
BACAAN DUA KALIMAT TASBIH YANG SANGAT BESAR PAHALANYA 
  Penulis: Pejuang Islam  [1/5/2017]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Minggu, 28 Mei 2017
Pukul:  
Online Sekarang: 5 users
Total Hari Ini: 54 users
Total Pengunjung: 3446242 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - KREATIFITAS SANTRI
 
   
Generasi Islam 
Penulis: Salim [ 16/9/2016 ]
 

                              Generasi Islam

                                                   Salim

Jika kita lihat di pinggir jalan ada orang mabuk, dan kita Tanya mereka apa agamany? Pasti manjawab Islam. Jika pada hari jum`at kita lewat di suatu keramaian yang mereka tidak melaksanakan shalat jum`at. Kita Tanya agama mereka dan mereka menjawab Islam. Benarkah Islam seperti ini?

Pertanyaan diatas menunjukan bahwa Islam di Indonesia khususnya, mengalami kemerosotan. Terutam dalam tingkah laku. Hal ini disebabkan karena mereka terpengaruh oleh budaya-budaya kafir, mereka meniru gaya berpakaiannya, menghiasi tubuh dengan tato, meminum minuman keras dan lain sebagainya yang kesemuanya merupakan perbuatan yang sangat dilarang oleh agama Islam.

Musuh-musuh umat Islam tidak akan tinggal diam, mereka akan selalu meluncurkan strateginya untuk merusak generasi Islam dan menghancurkan agama Islam. Mereka menganggap bahwa generasi kaum muslimin sangat mudah dipengarui, karena pengetahuan Islamnya sangat minim sekali disebabkan para muda dan mudi umat Islam enggan untuk mengkajinya.

Adapun cara yang mereka gunakan untuk merusak ajaran agama Islam bermacam-macam, sebagaimana telah disebutkan oleh prof. Abdurahman Hasan Habanakah dalam bukunya yang berjudul METODE MERUSAK BUDAYA BARAT bahwa salah satu metode yang mereka gunakan adalah dengan cara mengirimkan orang-orang mereka ke negara-negara Islam dengan membawa senjata-senjata ilmu pengetahuan dan moderenisasi, seperti musik, tato, mode, sport dan sebagainya. Selain itu, mereka juga mempengaruhinya dengan pergaulan bebas, free sex dan gaya hidup yang serba mewah, indah dan lezat, sehingga orientasi mereka hanya kenikmatan dunia saja tanpa memikirkan kehidupan akhirat.}

Dari sini kita bisa tahu betapa banyak serangan-serangan orang-orang kafir yang diluncurkan kepada umat Islam untuk merusak agama Islam. Dan tanpa kita sadari budaya mereka telah bercampur-baur dengan budaya Islam, sehingga sangat sulit membedakan antara budaya Islam dengan budaya kafir yang banyak berasal dari barat, seperti Amerika dan Eropa. Akhirnya, umat Islam terutama pemuda-pemudinya terpedaya dan melakukan budaya kafir tersebut, karena mereka mengira itu adalah budaya baru Islam.

Budaya kafir itu juga sekarang telah meracuni keluarga dan kerabat kita, mereka lebih suka mengikuti gaya hidup ala barat dan sedikit demi sedikit  menghilangkan cara hidup Islami yang telah diajarkan oleh Rasulullah saw. Kita melihat berapa banyak rumah tangga kaum muslimin yang memiliki kitab suci Al-Quran, tetapi fenomenanya mereka tidak membacanya bahkan diletakan begitu saja, sampai-sampai Al-Quran itu berdebu karena tidak pernah dibuka apalagi dibaca. Kita sebagai umat Nabi Muhammad SAW akankah diam begitu saja melihat fenomena semua itu terjadi dan melalaikan pesan-pesan beliau untuk mengagungkan Al-Quran, padahal Al-Quran itu adalah firman Allah SWT yang diturunkan kepada beliau untuk dibaca dan direnungi makna-makna yang terkandung di dalamnya.

Maka, mulai sekarang kita harus membentengi diri kita sendiri dan keluarga kita dari pengaruh budaya kafir dan menghiasi keluarga kita dengan kehidupan yang penuh dengan nuansa keIslaman serta mengajarkan kepada mereka terutama anak-anak dan adik-adik kita budaya Islam supaya mereka tidak terpengaruh dengan budaya kafir tersebut. Apa jadinya agama ini kalau mereka sampai terpengaruh, pasti Islam akan hancur dalam waktu dekat.

 Hendaknya kita juga mengirim anak-anak dan adik-adik kita ke pondok pesantren, dan membangkitkan  motifasi yang tinggi kepada diri mereka untuk belajar ilmu agama dengan sungguh. Suatu saat jika mereka telah menyelesaikan belajarnya dan kembali pulang, mereka bisa membentengi keluarganya bahkan masyarakat disekitarnya dari budaya kafir, kerusakan moral dan faham-faham yang menyimpang dari agama Islam (faham ahlussunnah wal jama`ah). Akan tetapi apabila tidak ada generasi Islam yang mau memperdalam agamanya, maka agama Islam akan menjadi agama yang lemah dan mudah dihancurkan oleh orang-orang kafir. Karena tidak akan ada lagi yang akan mengobarkan panji-panji Islam yang dibawa Nabi besar Muhammad SAW.

(Penulis adalah alumni Ribath Almurtadla)

 
 
Kembali Ke atas | Kembali Ke Index Kreatifitas Santri
 
 
 
  Situs © 2009-2017 Oleh Pejuang Islam