URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV GARIS LURUS
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [13/11/2017]
   
HARTA HALAL vs HARTA HARAM 
  Penulis: Pejuang Islam  [11/11/2017]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [11/11/2017]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [10/11/2017]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [10/11/2017]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Sabtu, 18 November 2017
Pukul:  
Online Sekarang: 3 users
Total Hari Ini: 612 users
Total Pengunjung: 3663048 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - KREATIFITAS SANTRI
 
   
BENARKAH SABAR ITU ADA BATASNYA? 
Penulis: M. Hadi al Bukhori [ 21/2/2017 ]
 
BENARKAH SABAR ITU ADA BATASNYA?

M. Hadi al Bukhori

Kesabaran terdiri dari pengetahuan, keadaan dan amal. Pengetahuan di dalamnya seperti pohon, keadaan seperti ranting-ranting dan amal seperti buah. Maka kita ketahui bahwa maslahat keagamaan terdiri dalam kesabaran yang menimbulkan kekuatan dan dorongan untuk melakukan hal-hal yang mengarah kedalam kesabaran.

Adapun kesabaran dalam beribadah, hendaklah seseorang bersabar beberapa hari maka akan bahagia selama-lamanya, kesabaran terbesar adalah sabar dalam menahan diri/sabar bila diganggu  orang dengan perkataan atau perbuatan.

Seorang sahabat Nabi SAW berkata, “Kami tidak menganggap iman seseorang sebagai iman bila ia tidak sabar dikala menghadapi gangguan.”  Allah SWT berfirman, “Dan kami sungguh-sungguh akan bersabar terhadap gangguan-gangguan yang kamu lakukan kepada kami, dan hanya kepada Allah sajalah hendaknya orang-orang bertawakkal.” (QS. Ibrahim, 12) Kesabaran ini kadang dilakukan atas perbuatan itu dengan menahannya, dan terkadang sabar dari pembalasanya, kedua hal ini menunjukkan kesempurnaan iman.

Di dalam kitab hadits Shohih Bukhori, hadits ke 550 disebutkan yang artinya: Ibnu Abbas ra. berkata: Umaiyyah bin Hishn ketika datang ke madinah tinggal di rumah kemenakannya Al Hur Qasy dan ini termasuk orang-orang yang menjadi penasehat umar. Sebab Umar memang sengaja mengangkat penasehat-penasehatnya dari orang-orang yang pandai dalam al Quran, baik tua atau muda. Maka Uyainah berkata kepada kemenakannya, “Wahai kemenakanku, engkau yang terkemuka di  depan Amirul Mukminin, maka mintakan ijin untukku menghadap kepadanya. Al Hur membawa pamannya itu menghadap ke Amirul Mukminin Umar. Ketika bertamu dengan umar, maka uyainah berkata,” wahai putra Umar bin Khothab, engkau tidak memberi yang cukup buat kami dan tidak menghukum dengan adil.
Maka marahlah Umar hingga hampir saja ia dipukulnya. Namun, Al Hur segera berkata, Wahai Amirul Mukminin, sesungguhnya Allah telah berfirman dalam surat ke-7 ayat 199-Ambillah hati orang dengan suka memaafkan dan anjurkan kebaikan dan abaikan orang-orang yang bodoh,- Sedangkan orang ini termasuk bodoh.” Demi Allah, seakan-akan Umar belum pernah mendengar ayat ini, padahal ia selalu teliti dalam setiap pembacaannya terhadap Al Quran.”

Ya Ikhwan, bahkan semua ayat-ayat Al Quran tidak memberi batas dalam kesabaran, begitu juga dengan hadits-hadits Nabi saw. Lantas bagaimana dengan orang-orang berkata, “Sabar, Sabar, Sabar itu ada batasnya.” Maka AWAS, itu adalah pemahaman yang SALAH! Bahkan ada hadits Nabi yang menyebutkan, “Barang siapa yang bersabar maka dia akan beruntung.”   

 
 
Kembali Ke atas | Kembali Ke Index Kreatifitas Santri
 
 
 
  Situs © 2009-2017 Oleh Pejuang Islam