URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV GARIS LURUS
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
KH. LUTHFI BASHORI MENASEHATI ROMI PPP 
  Penulis: Pejuang Islam  [17/11/2017]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [16/11/2017]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [15/11/2017]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [14/11/2017]
   
WANITA HEBAT, ST. UMMU SULAIM 
  Penulis: Pejuang Islam  [13/11/2017]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Selasa, 21 November 2017
Pukul:  
Online Sekarang: 5 users
Total Hari Ini: 692 users
Total Pengunjung: 3666885 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - KREATIFITAS SANTRI
 
   
P E N T I N G N Y A A K H L A K 
Penulis: Ahmad Mukmin [ 16/9/2016 ]
 
P E N T I N G N Y A   A K H L A K

Ahmad Mukmin

Sesungguhnya Allah menciptakan manusia di alam dunia ini dengan segala keutamaannya, yaitu dengan akal, lisan, agama, dan akhlak. Begitu juga dengan agama, Allah menjadikan Islam sebagai agama yang mulia, sehingga Islam menempatkan akhlak  pada tempat yang mulia pula.

Islam mewajibkan bagi setiap pemeluknya untuk menjalani hidup dengan akhlak, baik secara individu maupun bermasyarakat. Karena sesungguhnya akhlak adalah pokok dari kehidupan orang itu sendiri. Oleh karena itu, apabila seorang manusia tidak menggunakan akhlaknya dengan baik, maka ia bisa membahayakan dirinya sendiri, dan juga akan merusak hubungannya dengan orang lain dalam amalan dan tingkah lakunya.

Sehingga, begitu penting dan urgennya akhlak ini, ilmu pun tidak bisa menjamin seseorang akan sebuah kesuksesan dunia dan akhiratnya apabila tidak diimbangi dengan akhlak atau budi pekerti yang mulia. Sebagai mana yang dikatakan oleh pemimpin Mesir, Sa`dun Zahlul,

"Kami tidak membutuhkan banyaknya ilmu, akan tetapi kami membutuhkan banyaknya akhlakul karimah (budi pekerti yang mulia).

Pada zaman yang sudah tidak menentu dan penuh dengan fitnah ini, para generasi muda, khususnya generasi muda Islam di Indonesia, sudah enggan untuk mengenal akhlak, apalagi mempelajarinya. Padahal disebutkan dalam sebuah hadits, Rasul SAW bersabda

"Aku tidaklah diutus menjadi rasul kecuali untuk menyempurnakan akhlak yang mulia". Berdasarkan hadits tersebut, tampaklah betapa pentingnya bagi generasi muda Islam untuk memiliki akhlak yang mulia.

Membahas tentang hal ini, Rasulullah SAW pernah bersabda yang artinya, "Paling banyaknya perkara yang menjadi penyebab manusia dimasukkan kedalam surga adalah dengan takwa kepada Allah dan dengan akhlak yang mulia". Begitu juga para ulama zaman dahulu, mereka menulis dalam kitab  kitabnya tentang pentingnya berakhlakul karimah (budi pekerti yang baik).

Sebagaimana yang di katakan oleh shahibul madzhab, Abu Abdillah Muhammad bin Idris As Syafii, yang masyhur dengan sebutan Imam Syafii, beliau berkata, "Tidaklah Allah memberikan kepada seseorang dengan suatu pemberian yang lebih utama dari akal dan adabnya akhlaknya. Keduanya(akal dan akhlak) itu merupakan simbol bagi kehidupan seorang pemuda. Apabila ia tidak memiliki keduanya, maka sesungguhnya kematian itu lebih layak baginya".

Al Ustad Umar bin Ahmad Baraja, beliau menjelaskan tentang pentingnya akhlak yang baik, beliau mengatakan, "Sesungguhnya akhlak yang baik adalah sebab kebahagiaanmu di dunia dan akhirat, Allah meridlaimu, keluargamu mencintaimu dan juga semua manusia akan mencintaimu. Serta kamu akan hidup dengan mereka dengan keadaan mulia. Begitu pula sebaliknya, akhlak yang buruk adalah penyebab dari kehancuranmu di dunia dan akhirat, Allah murka kepadamu, keluargamu marah kepadamu,  dan juga semua manusia akan marah kepadamu. Serta kamu hidup di antara mereka dengan keadaan terhina".

Sesungguhnya manusia tidaklah dilihat dari bagusnya wajah(ketampanan) dan bagusnya pakaian, akan tetapi mereka dilihat dan dinilai dari budi pekertinya. Pujangga islam mengatakan, "Wajah tampan tidaklah mampu membawa manfaat kepada seorang pemuda apabila akhlak mereka telah rusak". Begitu juga ilmu, tidaklah bermanfaat apabila tidak disertai dengan akhlak yang mulia.

Oleh karena itulah, Imam Abu Abdurrahman Abdullah Ibnu Mubarok Al Handholi mengatakan, "Saya lebih menginkan sedikitnya ilmu dengan disertai adab dari pada banyaknya ilmu tanpa memiliki adab(akhlak). Dan juga dikatakan oleh ulama yang lain, "Apabila anda belajar satu bab dari pada adab(akhlak), maka lebih aku cintai dari pada anda belajar tujuh puluh bab dari beberapa bab tentang ilmu".

Apabila kita renungkan dan kita amati nasihat-nasihat para ulama di atas, alangkah pentingnya bagi para generasi muda dengan sebuah adab(akhlak).

Dari banyaknya akhlak-akhlak yang perlu kita perbaiki, disini kami akan menulis apa yang harus dilakukan  seorang penuntut ilmu kepada gurunya. Seorang thalibul ilmi(penuntut ilmu), harus tunduk dengan nasihat-nasihat gurunya, dan melaksanakan perintah  perintahnya, bukan takut karena hukuman, akan tetapi semata-mata melaksanakanya karena kewajiban, sebagai mana tunduknya orang sakit kepada dokternya, menerima apa saja yang di katakannya.


                                        

 
 
Kembali Ke atas | Kembali Ke Index Kreatifitas Santri
 
 
 
  Situs © 2009-2017 Oleh Pejuang Islam