URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
Hari ini: Selasa, 2 September 2014 - Pejuang Islam, melestarikan kemurnian Ahlussunnah wal Jamaah
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Sekilas Profil
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV NU GARIS LURUS
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
SY. LUKMAN HAKIM YANG MULIA 
  Penulis: Pejuang Islam  [24/8/2014]
   
SINKRETISME MEMBAHAYAKAN AKIDAH ISLAM 
  Penulis: Pejuang Islam  [20/8/2014]
   
AYOO PERBUDAK DUNIA... ! 
  Penulis: Pejuang Islam  [18/8/2014]
   
JENJANG PERKEMBANGAN ANAK 
  Penulis: Pejuang Islam  [16/8/2014]
   
GURU PENGAJAR vs GURU PENDIDIK 
  Penulis: Pejuang Islam  [12/8/2014]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Selasa, 2 September 2014
Pukul:  
Online Sekarang: 11 users
Total Hari Ini: 828 users
Total Pengunjung: 1631884 users
 
 
Untitled Document
 PROFIL - Profil Asshofwah 
Profil Haiah Asshofwah
MENGENAL LEBIH DEKAT KEGIATAN ALUMNI ABUYA ASSAYYID MUHAMMAD BIN ALWI ALMALIKI ALHASANI


Bismillaahir rahmaanir rahiim

Alhamdulillaah, was shalaatu was salaamu ‘alaa rasuulillah, sayyidinaa Muhammadibni Abdillaah, wa ‘alaa aalihi washahbihi wa man waalaah.

Haiah Asshofwah adalah wadah bagi perkumpulan alumni Ma’had Abuya Assayyid Muhammad Bin Alwi Almaliki Alhasani yang mayoritas berdomisili di Indonesia. Terlahirnya Haiah Asshofwah, tiada lain adalah karena perintah dari Almaghfurlah Guru Besar Arrabbani Abuya Assayyid Muhammad Bin Alwi Almaliki Alhasani, nawwarallahu dhariihau.

Berawal dari saran putra Abuya -demikianlah panggilan akrab beliau- yang sekarang menjadi khalifah sepeniggalan beliau, yaitu Assayyid Ahmad Bin Muhammad Bin Alwi Almaliki Alhasani, kepada salah satu dari alumni periode pertama, Muhammad Ihya Ulumiddin, dan periode kedua, Ali Karrar Sinhaji, agar segenap alumni yang berada di Indonesia membentuk sebuah wadah yang berfungsi mengontrol dan mengawasi aktifitas mereka, sehingga diharapkan nantinya dapat mengetahui peran mereka dalam mengemban kewajiban berdakwah, tarbiyyah, dan ta’lim. Saran tersebut langsung mendapat tanggapan positif dari Almaghfurlah Guru Besar Arrabbani Abuya Assayyid Muhammad Bin Alwi Almaliki Alhasani.

Dukungan yang dilanjutkan dengan perintah dari Abuya ini, tidak lepas dari posisi dan sikap beliau, yang tidak hanya mendidik santrinya saat mereka berada di pangkuannya saja. Namun, beliaupun masih mengawasi, mengontrol, membimbing, menilai, menasehati, dan menegur para santrinya meski mereka telah berada di medan dakwah yang jauh sekalipun. Beliau selalu menanyakan kondisi santri kepada siapa saja yang mengenalnya, guna mengetahui keberadaan aktifitas dan suluk mereka dalam mengemban ilmu. Sungguh merupakan suatu keberuntungan yang tiada ternilai bagi santri yang berharap meningkatkan ilmu, taqwa, istiqamah, dan shilah ruhiyyah mendapatkan bimbingan dan perhatian yang begitu besar.

Dengan melalui proses dan tahapan demi tahapan, pada akhirnya wadah alumni tersebut disepakati dengan nama Haiah As Shofwah Li Khirrij Abuya Assayyid Muhammad Bin Alwi Almaliki Alhasani, yang untuk berikutnya secara simpel disebut HAIAH ASSHOFWAH. 

Terbentuknya wadah ini, tentunya sangat positif bagi upaya menyatukan langkah alumni dalam berta’awun mengemban potensi dakwah, tarbiyah, taklim, dan iqtishodi mereka. Demikian pula segala problema, pengaduan, dan persoalan yang kerap datang dari para alumni yang baru datang ke tanah air, nantinya juga dapat tersalurkan melalui wadah ini, dan tentunya juga akan segera ditangani dengan bimbingan dan saran dari para pendahulunya.

Nama, tempat, dan waktu:
Organisasi ini bernama Hai’ah Asshofwah. 
Organisasi ini berkedudukan di Negara Indonesia, dan bermarkaz di Jl.Mandalawangi no 09 Malang Jawa Timur, yang selanjutnya disebut Maktab Haiah Asshofwah, dan bercabang di berbagai tempat yang disesuaikan dengan keberadaan Nuqoba’ ,yang selanjutnya disebut Maktab Far’iy, yaitu:
a. Ma’had Al Hawi Jakarta (Maktab Far’iy I)
b. Ma’had Al Anwar Sarang Rembang (Maktab Far’iy II)
c. Ma’had Darussalam Surabaya (Maktab Far’iy III)
d. Ma’had Darul Lughoh wa Dakwah Bangil Pasuruan (Maktab Far’iy IV)
e. Ma’had S.Muhammad Alwi Almaliki Alhasani Bondowoso (Maktab Far’iy V)
f. Ma’had Langitan Babat Lamongan Jatim (Maktab Far’iy VI)
g. Ma’had MISDAT Pamekasan Madura (Maktab Far’iy VII)
h. Ma’had Nurul Ulum Malang (Maktab Far’iy VIII)
i. Ma’had Arriyadl Palembang (Maktab Far’iy IX) 
Organisasi ini diwujudkan guna membangun komunikasi dan hubungan antara alumni dengan Abuya, dan para dzurriyah beliau, dan sebagai wadah guna memperkokoh ukhuwah antar alumni. 
Organisasi ini berdiri di Surabaya pada tanggal 18 Rabiul Awal 1424 H, atau bertepatan tanggal 21 januari 2003M, dan dideklarasikan di Bondowoso pada tanggal 25 Shafar 1425 H, bertepatan tanggal 15 April 2004 M, untuk jangka dan waktu yang tidak ditentukan lamanya.

Asas Organisasi
Organisasi ini berasaskan Islam. 
Organisasi ini beraqidah Ahlu Sunnah wal Jama’ah.

Sifat Organisasi
Bersifat koordinatif, komunikatif dan regulative. 
Berdiri mandiri, tidak terkait dengan organisasi massa tertentu. 
Netral dan independent, tidak bersifat politis, serta tidak berafiliasi dengan partai politik tertentu. 
Berkiprah dalam kegiatan dakwah, tarbiyah, taklim, dan pengembangan potensi serta pengawasan intern alumni. 

Visi Organisasi 
Terwujudnya pola pikir dalam pengembangan ilmu, tarbiyah dan dakwah sesuai metode (manhaj) Almaghfurlah Guru Besar Arrabbani Abuya Assayyid Muhammad Bin Alwi Almaliki Alhasani.

Misi Organisasi
Melakukan koordinasi, komunikasi dan kerja sama antar alumni untuk melaksanakan pengajaran ilmu, dakwah dan tarbiyah. 
Menjadikan pusat informasi yang menjembatani hubungan antara khalifah Abuya denga segenap alumni. 
Memberdayakan potensi yang dimiliki masing-masing alumni secara optimal dan terarah.

Keanggotaan 
Anggota Khusus: adalah segenap alumni (santri) yang pernah belajar/ menimba ilmu dari Abuya, dan Khalifah beliau Assayyid Ahmad Bin Muhammad Almaliki Alhasani. 
Anggota Luar Biasa: adalah segenap muhibbin, muayyidin, dan musa’idin yang telah mendapat persetujuan dari dewan pengurus.

Ustadz Luthfi dalam acara pelantikan pengurus Haiah Asshofwah, ikatan alumni ma’had Assayid Muhammad bin Alwi Almaliki Makkah.



Ustadz Luthfi Bashori, saat wuquf di Arafah bersama Guru Besar Assayyid Muhammad Alwi Almaliki, Makkah, menjelang kepulangan ke tanah air, setelah 8 tahun belajar di Ma’had Almaliki, Makkah th 1983-1991 M 



                                             PROFIL HAI’AH AS SHOFWAH
                                       

                                     (Catatan al Katib al Aam Hai’ah As Shofwah)


Sebuah wadah organisasi alumnus al Maghfurlah Abuya Sayyid Muhammad bin Alawi al Maliki al Hasany yang di dirikan atas idzin dan restu guru besar imam Ahlu Sunnah wal Jamaah abad 21 sebagai wujud kepedulian beliau terhadap perkembangan Da’wah dan Pendidikan Islam di segenap penjuru dunia khususnya di Indonesia.
Berangkat dari ide mulia kholifah al Maghfurlah, Sayyid Ahmad bin Abuya Muhammad Alawi al Maliki al Hasany saat kunjungan Dakwah bersama ayahanda tercinta di Malaysia di akhir tahun 1423 H. kemudian al maghfurlah mengamanahkan tugas agung ini kepada akhina Ihya’ Ulumiddin dan akhina Ali Karrar Sinhaji, agar keduanya segera merembukannya kepada segenap alumnus sekembalinya dari negeri jiran tersebut. 
Pujuk di cinta ulam tiba, segenap alumnus menyambutnya dengan penuh antusias keberadaan amanah mulia tersebut, karena di yakini akan menjadi sebuah wadah pemersatu alumni yang dapat merekatkan ukhuwah, visi & misi perjuangan di bawah naungan Manhaj Dakwah Abuya al Maghfurlah.
Pada tahun berikutnya, tepatnya di Malaysia pula, Ustadz Muhammad Ihya’ Ulumiddin dan al ustadz Ali Karrar mengajukan konsep awal berikut nama nama pengurus wadah alumni tersebut kepada guru besar al Maghfurlah, selanjutnya oleh beliau konsep tersebut di sempurnakan dengan menetapkan tujuan terbentuknya wadah alumni dan menyesuaikan struktur nama nama kepengurusan sebagaimana yang beliau isyarahkan.
Dan beliau memberi nama wadah alumni ini dengan : 
“ HAI’AH AS SHOFWAH LI KHIRRIJ ABUYA SAYYID MUHAMMAD ALAWI AL MALIKI ALHASANY“

                                               

                                             SUSUNAN PENGURUS AS SHOFWAH


                                              DEWAN LAJNAH HAI’AH AS SHOFWAH


Lajnah Istisyariyah

Sholeh al-Idrus
Muhammad al-Haddad
Ahmad Barakwan
Abdul Qadir al Haddad al-Hawi
Abdullah Baqir Atthas
Ubaidillah Faqih
Zainuddin

Lajnah Syar’iyyah

Ali Imron
Najih Maimun
Hasan Tuba
Thohir al-Kaff
Hamid Naqib
Thoyfur Mawardi
Miqdad Baharun


Lajnah Syuro

Abdullah Mulakhelah
Abd. Mu’iz Tr.
Luthfi Bashori
Husein bin Aqil
Mahfudz Syaubari
Saiful Islam
Sadid Jauhari


Lajnah Riqobah
Abdul Qodir al-Haddad
Idrus al-Jufri
Abdurrahman as-Seggaf
Naufal al-Kaff
Labib Shodiq
Ali bin Husein al-Jufri
Farouq Alawi

Pengurus Tanfidzi

Al-Amin al-Aam : M. Ihya Ulumiddin
Naibul Amin : Zaini Baharun
Katib Aam : M. Ali Rahbini
Naib Katib : Ahmad Zaki
Amunus Shunduq : Zubair Abd. Aziz & Tholaat
Keuangan : Salim Barakwan & Labib Shodiq
Juru Bicara : Abdullah Abdurrahman Mulakhelah




Job dan distrik niqobah


Malang : Penerbitan Majalah
Malang, Kepanjen, tulungagung, kediri, treggalek, blitar

Pasuruan: Cetak kitab
Pasuruan, probolinggo, pandaan, bangil, mojokerto

Bondowoso: 
Bondowoso, jember, situbondo, besuki, kraksaan, bali, lumajang

Surabaya:
Surabaya, gresik, sidoarjo

Lamongan:
Lamongan, tuban, bojonegoro

Madura:

Jateng Utara:
Rembang, pati, demak, kudus, purwodadi, blora.

Jateng selatan:
Banyumas, cilacap, banjarnegara, wonosobo, sidareja

Jateng tenggara
Pekalongan, pemalang, tegal, brebes

DIY:
Yogyakarta, purworejo, magelang, solo, salatiga

Jakarta:
Jakarata, bogor, tangerang, bekasi, depok.

                       TUGAS DAN KEBIJAKAN PENGURUS MARKAZ  HAI’AH AS SHOFWAH

I. Membuka kantor kantor dan melantik pengurus cabang.

Sebagaimana tertuang dalam Refisi AD/ART Hai’ah As Shofwah, organisasi alumni ini bersifat koordinatif dalam setiap langkah dan pengembangannya, untuk itu di bentuklah cabang cabang Hai’ah As Shofwah (selanjutnya di sebut dengan ‘Maktab Far’iy’ ) di setiap daerah, hal ini di harapkan agar setiap alumni dapat mengembangkan potensi dan spesifikasi yang di miliki masing masing alumni. Namun demikian tetap berada dalam koordinasi Pengurus Markas Hai’ah As Shofwah. 
Dan sampai saat ini telah di resmikan lima Maktab Far’iy dari dua belas Maktab Far’iy yang ada, yaitu :

1. Maktab Far’iy I bertempat di Pondok Pesantren Al Hasani Kebomas Gresik Jawa Timur.
2. Maktab Far’iy II bertempat di Pondok Pesantren Langitan Babat Lamongan Jawa Timur.
3. Maktab Far’iy III bertempat di Pondok Pesantren Al Anwar Sarang Jawa Tengah.
4. Maktab Far’iy IV bertempat di Pondok Pesantren Nurul Ulum Kacuk Malang Jawa Timur.
5. Maktab Far’iy V bertempat di Pondok Pesantren Darut Tauhid –MISDAT, Lenteng Pamekasan Jawa timur.
6. Maktab Far’iy VI bertempat di Pondok Pesantren Darul Lughah wad Da’wah, Raci Bangil Pasuruan
7. Maktab Far’iy VII bertempat di PP. Sayyid Muhammad bin Alawi al Maliki, Koncer Darul Aman Bondowoso. 

II. Menggali potensi alumnus daerah melalui dua pilar khidmah 

Di setiap Maktab Far’iy memiliki tugas dan wewenang yang sama / baku sebagaimana yang telah di atur dalam AD / ART Hai’ah As Shofwah edisi Refisi, juga di samping itu pula memiliki keragaman tugas yang nantinya menjadi ciri khas masing masing kantor cabang tersebut . Dua pilar tugas ( khidmah ) tersebut adalah :

 1. Tauhidul Manhaj dalam :
  a. Dakwah dan Pendidikan 
  b. Pengembangan ekonomi
  c. Peradapan Islam & hubungan sosial  

2. Tafri’ ul Hidmah ( Pendelegasian tugas Daerah ) yang beragam yang di sesuaikan pada potensi daerah alumni itu sendiri, contoh :

Maktab Far’iy II : Devisi Audio Visual
Maktab Far’iy III : Devisi terjamah kitab Karangan Abuya
Maktab Far’iy VI : Devisi Buletin Bulanan Mafahim
Maktab Far’iy V : Devisi Nasyrah
Maktab Far’iy VI : Devisi Cetak Kitab
Maktab Far’iy VII : Devisi Muwasholat  


                                           METODE ( MANHAJ ) DAKWAH AS SHOFWAH


Dalam pengembangan Hai’ah As Shofwah itu mempunyai ciri tersendiri, sesuai dengan metode dakwah yang telah di gariskan oleh Guru Besar al Maghfurlah Abuya Sayyid Muhammad Alawi al Maliki al Hasany sebagaimana tertuang dalam tausyiah yang beliau tulis sendiri tertanggal 26 syawwal 1424 H. yaitu : 
Hai’ah As Shofwah hendaknya bergerak dalam bidang :

a. Khidmatul ilmi / pengabdian terhadap ilmu. 
b. Al Tsaqofah / sosialisasi peradapan Islam & keberlangsungannya.
c. Tartib umur Dakwah / modifikasi Metode Dakwah Islamiyah.

Dan ketiganya harus bersifat :

I. Al Bu’du anil Irhab / jauh dari terror
II. Al Bu’du anil Syiddah / jauh dari kekakuan
III. Al Bu’du anil ghildzah / jauh dari kesembronoan  
IV. Al Bu’du anil jafwah / jauh dari kejumudan 
V. Suluk fi sabili al rifqi / berkembang penuh keluwesan                                                                       VI. Al Ihsan / penuh kebaikan
VII. Al Rahmah / dan penuh kasih sayang.  

                                   `  PENJELASAN MAKNA AL BAU’DU ANIL IRHAB ’ 

Sehubungan adanya tausyiah abuya yang beliau tulis sendiri ketika meresmikan berdirinya Hai’ah As Shofwah Li Khirrij Abuya Sayyid Muhammad Alawi al Maliki al Hasany tertanggal 26 Syawal 1424 H.yang di antara isi tausyiah beliau adalah :
………………………………………………………………………………
Dan Tepatnya pd hari selasa tanggal 06 februari 2007 H, kami mendapatkan sebuah pertanyaan dari salah satu anggota Front Pembela Islam (FPI) Pamekasan terkait dengan tausyiah abuya di atas, pertanyaanya ialah : “ apakah esensi dari tausyiah abuya tersebut merupakan ciri khas Hai’ah As Shofwah dalam memperuangkan Islam, atau memang pada hakekatnya abuya al Maghfurlah tidak membenarkan aksi terror yang dilakukan oleh sebagian kelompok Islam yang dengan ber argument pada QS. Al Anfal : 60.

Adapun jawaban kami adalah sebagai berikut :

I. Kedudukan dalam memperjuangkan agama perlu adanya klasifikasi yang masing masing terdapat perbedaan metode penerapannya ;
1. Kedudukan ( Maqom ) Dakwah : yaitu seorang Dai berusaha mengajak orang lain (al Mad’u) agar kembali terhadap ajaran al Qur’an dan as Sunnah, disini di butuhkan adanya tiga tahapan :
a. Tahapan Bil Hikmah, artinya seorang Dai mempergunakan argumentasi dalil yang signifikan ( qot’ie ) guna menghapus keraguan al mad’u terhadap apa yang di sampaikannya.
b. Tahapan Mauidzah Hasanah, artinya seorang Dai mempergunakan gambaran argomentasi dalil sebagai pembelajaran yang baik dan di harapkan dapat memuaskan perasaan al Mad’u.
c. Tahapan Jadilhum billati hia ahsan, artinya seorang Dai mengajak al mad’u untuk berdialoq ( berdebat )dengan tujuan guna menjelaskan suatu kebenaran hakiki ketika di rasa al Mad’u telah mulai melawan / menentang argomentasi yang telah di sampaikan sebelumnya.  

2. Kedudukan Nahi Mungkar : Yaitu Melarang perbuatan mungkar yang telah di yaqini keberadaanya, dalam hal ini terdapat empat tahapan sebagai berikut :
a. Menjelaskan hakekat kemungkarannya
b. Memberi saran dan masukan agar berhenti dari perbuatan mungkar
c. Di ulang kembali dengan nada ucapan tegas agar al Mad’u berhenti dari perbuatan mungkar.
d. Memberhentikan perbuatan mungkar yang tengah berlangsung.  
3. Kedudukan ( maqom ) perang : yaitu sebuah pertarungan fisik guna mempertahankan martabat yang di belanya. 

Dengan adanya ulasan di atas, maka dapat di simpulkan bahwa : (1)Hai’ah As Shofwah yang telah di cetuskan keberadaannya oleh Abuya al Maghfurlah adalah sebuah organisasi perjuangan Islam bermetodekan Dakwah, (2). kebijakan ini juga merupakan ciri khas beliau dalam berjuang yang lebih memilih metode Dakwah dari pada metode yang lain. Dan untuk lebih jelasnya silakan anda telaah dua kitab beliau, Al Qudwah al Hasanah dan al Qhuluw. (3). Tidak kami temukan satupun dari berbagai kitab literature tafsir yang ada, seperti al Qurthubi dll yang menafsirkan kalimah “ Irhab “ dengan mengadakan terror, menakut nakuti atau apalagi dengan menebarkan aksi pembunuhan yang bukan pada sasarannya.  


  ( by : al Katib al Aam as Shofwah )



                                                             Profil Majalah Mafahim

Landasan Berfikir (المصدر الفكري)
Prof. DR. Abuya Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki al-Hasani al-Idrisi, atau yang lebih akrab dengan panggilan Abuya al-Maliki adalah figur ulama Ahlussunnah wal Jamaah abad 21 yang menguasai hampir semua disiplin ilmu agama. Perjalanan dan pengembaraan beliau dalam menuntut ilmu mencerminkan sosok ulama yang kompeten dibidangnya serta memiliki obsesi (himmah) besar terhadap ilmu. Beliau telah melanglang buana, mengitari hampir seluruh penjuru negeri Islam, lalu singgah di setiap tempat yang bertabur benih-benih ilmu. Mulai dari kota Makkah al-Mukarramah tempat kelahiran beliau, hingga Mesir, Maroko, India, Indonesia, dan beberapa penjuru negeri lainnya, beliau menimba dan memetik ilmu. Dan beliaupun menjadi muara dari aliran ilmu yang menganak sungai di setiap tempat di mana beliau singgah.


Abuya al-Maliki kemudian menjadi sosok yang nyegoro (bahrul ulum). Keteguhan pendiriannya bak karang membatu di tengah hempasan badai yang menghantam. Keluasan ilmunya laksana samudera nan luas membentang tak bertepi. Keagungan pribadinya meneguhkan wawasannya sebagai ulama yang ‘ibnu madzahib al-arba’ah’. Abuya menguasai hampir interdisiplin dari berbagai cabang ilmu agama. Kemampuan beliau dalam bidang tafsir, akidah, fikih, tasawuf, sejarah, dan berbagai cabang ilmu lainnya, terekam rapi dalam setiap karya-karya beliau yang bertebaran.


Lebih dari tiga dasawarsa lamanya, Abuya al-Maliki menularkan potensi keilmuannya kepada para generasi Muslim yang datang dari berbagai bangsa. Sebagai seorang ilmuwan yang go internasional, beliau mampu menelorkan pemikiran-pemikirannya yang brilian, aktual, inovatif, dinamis, dan mendunia. Karya-karya beliau layak dikonsumsi di mana dan kapan saja, bahkan oleh siapa saja yang haus akan pencerahan agama. Tidak hanya oleh para pengagumnya, tetapi orang-orang yang selama ini berseberangan akan ‘angkap topi’, salut akan kejeniusan beliau. Membaca karya-karyanya seperti sedang berdialog dengan seorang ulama lintas generasi.
Kitab-kitab karya beliau sangat berlimpah dan tersebar luas di seluruh penjuru dunia. Ketokohannya telah diakui oleh lawan dan kawan, maupun ulama dunia lainnya. Sehingga orang-orang yang berseberangan dengan pemikiran beliau secara diam-diam telah banyak membaca karya beliau dan mengakui kearifan Abuya al-Maliki. Salah satu karya monumental Abuya al-Maliki yang berjudul “Mafahim Yajibu An Tushahhah (faham-faham yang perlu diluruskan)” merupakan cermin dari pemikiran beliau yang berlandaskan al-Qur’an dan Sunnah serta amaliah salafus shaleh. 


Abuya al-Maliki. Manhaj tarbiyahnya laksana tarbiyah Rasulullah. Dari tangan beliau lahir sosok-sosok da’i yang bervariasi, sebagaimana madrasah Rasulullah yang telah melahirkan pribadi-pribadi agung dengan karakter yang beragam seperti Sayyidina Abu Bakar, Sayyidina Umar, Sayyidina Utsman, Sayyidina Ali, dan beberapa prototipe sahabat agung lainnya. Begitupula dengan Abuya al-Maliki. Beliau mampu meneladani datuknya, baginda Rasulullah. Dan apa yang dihasilkan dari didikannya, setidaknya menjadi potret miniatur model tarbiyah Rasulullah.


Abuya al-Maliki telah mendidik dan mengkader ratusan ulama yang datang dari berbagai negeri. Mereka diasuh dan dibimbing dengan pengawasan yang ketat dan perhatian yang benar-benar ekstra. Santri-santri beliau menyebar di segala penjuru dunia. Di Saudi, Indonesia, Yaman, Malaysia, Thailand, Afrika, dan hampir seluruh manca negara. Semua santri beliau tampil sebagai kader-kader dakwah yang militan dengan menampilkan manhaj dakwah Abuya al-Maliki sebagai ruh perjuangannya, yaitu metode hikmah (bijaksana) dan mauidzah hasanah (pitutur yang mempesona).
Jadi, obsesi Abuya al-Maliki untuk mencetak generasi ulama bukan hanya isapan jempol belaka, tetapi merupakan harapan yang terealisasi nyata sebagaimana yang kita saksikan saat ini. Dan kini, kendati Abuya al-Maliki telah pergi menghadap Allah Rabbul Izzati, namun pemikirannya takkan pernah mati. Senantiasa ada, di mana dan kapan saja. Seiring keabadian cita-cita beliau untuk kejayaan Islam dan kaum Muslimin. Insya Allah.

Landasan Riil (المصدر الواقعي)

Berdakwah dengan metode hikmah (bijaksana) dan mauidzah hasanah (pitutur nan mempesona) adalah manhaj dakwah yang senantiasa didengungkan oleh Sang Maha Guru Prof. DR. Abuya al-Habib as-Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki. Era informasi tiada batas dewasa ini menuntut adanya kegigihan dan kecakapan para ulama dan pejuang dakwah untuk memberikan pencerahan agama. Umat hari ini, merindukan metode dakwah yang kaya akan inovasi. Dengan demikian, dakwah Islamiyah tidak dengan serta merta “ditinggalkan” oleh umat. Bahkan setidaknya manhaj dakwah yang inovatif akan turut mewarnai arus perubahan seiring kemajuan dan percepatan informasi. Hal ini dapat terealisasi secara optimal apabila umat Islam mau bersatu padu dan dapat memberdayakan potensi-potensi yang ada.

Hai’ah As Shofwah adalah organisasi para Abna’ Abuya Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki di Indonesia. Di dalamnya terhimpun para ulama, habaib, kiai, asatidz, para santri, juru dakwah yang memiliki loyalitas dan militansi tinggi terhadap keberlangsungan dakwah Islamiyah. Berangkat dari kesamaan jiwa dan rasa [muwahadatun nafs wal hissi] serta ikatan ilmu dan guru [al-ilmu luhmatun ka luhmatin nasabi], para ulama yang terkoordinasikan dalam Hai’ah As Shofwah ini melakukan terobosan dan gebrakan dakwah yang kreatif-inovatif pada ranah tarbiyah, irsyad, ta’dib, dan pembentengan akidah Ahlussunnah wal Jamaah.

Komitmen khidmat terhadap sang Maha Guru, Abuya Sayyid Muhammad Alawi al-Maliki menjadi kekuatan utama (the highest power) bagi para alumni yang tersebar di penjuru tanah air untuk mengembangkan akidah Ahlussunnah wal Jamaah dengan menjunjung tinggi manhaj dakwah hikmah dan mauidzah hasanah serta berlandaskan argumentasi dan logika yang kokoh (wajadilhum billati hiya ahsan). Bahkan pada tataran organisatoris, Hai’ah As Shofwah telah membuka cabang (maktab far’iy) di beberapa wilayah di Indonesia. Hal ini untuk merentangkan sayap pergerakan dakwah para alumni agar dapat tersebar merata tanpa ada sekat geografis. Sehingga ibarat bola salju, pelan tapi pasti Hai’ah As Shofwah telah mewarnai atmosfir dakwah di bumi pertiwi ini. Ciri dari pergerakan As Shofwah adalah membela, mempertahankan, dan melestarikan Ahlussunnah wal Jamaah. Termasuk dari trobosan strategis Hai’ah As Shofwah adalah kebijakan untuk menerbitkan Majalah Mafahim. Job ini diamanatkan kepada Maktab Far’iy (pengurus wilayah) Malang.

Secara umum, Majalah Mafahim, Memasyarakatkan Khazanah Pemikiran Ahlussunnah Wal Jamaah; adalah majalah dakwah yang berwawasan akidah, keilmuan, dan kemasyarakatan. Majalah Mafahim menampilkan pemikiran-pemikiran keislaman dan merekam ragam peristiwa yang berlatang belakang akidah dan dakwah dengan berpijak pada manhaj Ahlussunnah Wal Jamaah. Corak penyajian majalah ini tidak terlepas dari nilai-nilai keislaman dan kode etik media yang berbasis keumatan.

Secara khusus, majalah Mafahim adalah media aktualisasi pemikiran dan pemahaman Abuya Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki yang dikembangkan dan diterjemahkan oleh para alumni dan para pengagumnya. Oleh karena itu, kehadiran majalah Mafahim juga merupakan media komunikasi antara Hai’ah As-Shofwah, organisasi para alumni Abuya Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki dengan umat. Media ini menampung dan mewartakan segenap potensi dakwah alumni dari berbagai sisi agar dapat terakses luas ke seluruh lapisan umat.

As-Shofwah adalah mitra kerja, mitra dakwah, mitra informasi, dan mitra utama dalam keberlangsungan majalah. Hal ini untuk mengawal visi-misi Mafahim sebagai ikon pergerakan dakwah Ahlussunnah wal Jamaah yang menampilkan khazanah pemikiran Abuya as-sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki dengan memberdayakan potensi dakwah para alumni.

Dengan latar belakang dua faktor tersebut, maka segenap jajaran redaksi Mafahim merasa tertantang unjuk dapat menyajikan majalah sesuai dengan potensi alumni dan selera umat. Hal ini membutuhkan kerja ekstra dari segenap redaksi. Mulai dari upaya penggalian informasi-informasi khazanah keilmuan Abuya Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki, penelusuran beberapa karya Abuya, informasi tentang pesantren alumni, karya tulis, kiprah dakwah, dan hubungan alumni dengan Abuya sendiri. Redaksi juga menggali informasi dari beberapa pakar, ilmuwan, dan tokoh menyangkut wawasan Ahlussunnah Wal Jamaah, tentang profil Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki, serta informasi keislaman lainnya.

Penting diketahui, bahwa Mafahim lahir sebagai media yang ber-visi-kan pada upaya pengembangan dakwah Ahlussunnah wal Jamaah. Mafahim juga media yang akan mem-back-up potensi dakwah yang dimiliki oleh para alumni Abuya Sayyid Mohammad bin Alawi al-Maliki Makkah al-Mukarramah. Oleh karenanya, segala informasi yang digali dan disajikan lebih mengutamakan para alumni.

Namun, ada hal lain yang tidak boleh diabaikan adalah bahwa Mafahim persembahan alumni kepada umat. Realita umat merupakan masyarakat pembaca yang multi-kultural, multi-psikis, multi-etnis, multi-geografis, dan multi-paradigma. Keberadaan umat yang tiada lain juga sebagai pangsa pasar pembaca menjadi objek utama bagi keberlangsungan majalah. Tentu tidak mudah menjembatani antara idealisme para alumni yang sarat dengan konsep keilmuan yang "melangit" dengan realita umat yang "membumi". Di sini perlu adanya strategi dan dedikasi. Memahami kondisi riil masyarakat bawah (umat awam) menjadi komitmen utama bagi Mafahim untuk mampu menyajikan informasi yang ilmiah, aktual, dan faktual.


Motto
Mafahim, Memasyarakatkan Khazanah Pemikiran Ahlussunnah wal Jammah

Visi
Menjadi media terdepan bagi umat di tengah arus globalisasi dalam upaya mempertahankan, melestarikan, dan mengembangkan ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah. 

Misi
Menyajikan informasi keislaman yang ilmiah, akurat, dan informatif berbasis keumatan dengan model penyajian yang tajam, santun dan elegan serta luas menjangkau seiring dengan perluasan pangsa pembaca lintas teritorial.


Keredaksian

Tekad memasyarakatkan khazanah pemikiran Ahlussunnah wal Jamaah yang bercirikan pemikiran Maha Guru Prof. DR. Abuya Sayyid Muhammad Alawi al-Maliki, serta dengan komitmen memberdayakan potensi umat Islam, maka struktur redaksional Majalah Mafahim melibatkan beberapa ulama, habaib, kiai, asatidz, cendikiawan, dan akademisi, khususnya alumni Abuya al-Maliki serta para pengagumnya. Adapun jajaran redaksi Majalah Mafahim adalah sebagai berikut:

Penerbit:
Lembaga Penerbitan Mafahim
(Hai’ah As Shofwah Maktab Far’iy Malang)

Mustasyar:
Habib Abdul Qadir al-Haddad
(Tokoh Habaib dan Masyaikh Hai’ah As Shofwah Jakarta)
Habib Abu Bakar bin Hasan al-Atthas
(Tokoh Habaib dan Masyaikh Hai’ah As Shofwah Surabaya)

Dewan Redaksi:
KH. M. Ihya’ Ulumiddin
(Aminul ‘Aam Hai’ah As Shofwah)
Habib Sholeh al-Idrus
(Tokoh Ulama dan Habaib serta Lajnah Syar’iyah As Shofwah)
Habib Muhammad al-Haddad
(Tokoh Ulama dan Habaib serta Lajnah Istisyariyah As Shofwah)
Habib Husein bin Agil
(Tokoh Ulama dan Habaib serta Lajnah Istisyariyah As Shofwah)
Habib Abdullah Maulakhelah
(Tokoh Ulama dan Habaib serta Lajnah Syuro war Riqobah As Shofwah)

Pembinan Umum/Redaksi:
DR. Habib Muhammad Baharun, SH., MA.
(Akademisi dan mantan wartawan senior Majalah Tempo)

Pimpinan Umum:
KH. Luthfi Bashori
(Tokoh Ulama dan Lajnah Syuro war Riqobah As Shofwah)
Wakil Pimpinan Umum:
KH. Malik Salam
(Tokoh Ulama dan Naqib Mahalliy As Shofwah Malang)

Pimpinan Redaksi:
KH. Muhammad Ali Rahbini, S.Pd.I
(Katib al-‘Aam Hai’ah As Shofwah)

Wakil Pimred:
Ernas Siswanto, S.Pd.
(Universitas Negeri Malang)

Redaktur Pelaksana:
Umar Faruq, S.Hum
(Universitas Islam Negeri (UIN) Malang)
Anggota Sidang Redaksi:
Abdurrahman Helmi, SE.
(STIE. Malangkucecwara Malang)
Khalili Hasib, S.Pd.
(Universitas Negeri Malang)
Sigit Indra Praja, SH.
(Universitas Mataram (Unram) NTB)
Ahmad Haedar
(Universitas Islam Negeri (UIN) Malang)
Hasyim al-Jufri, S.Sos.
(Universitas Muhammadiyah Malang)

Sirkulasi dan Keuangan:
Abdurrahim, S.Kom.
(STIKI Malang)

Desain Grafis:
Miftahul Huda
(Sekolah Grafika Malang)

Iklan dan Pariwara:
Ernas Siswanto, S.Pd.

Alamat Redaksi:
Jalan Arif Margono 40 Malang. Telp. 0341-7799933
Website: www.mafahim-online.net.
E-mail: risalahmafahim@gmail

Rekening Bank:
BCA Cabang Malang: 3170311344 An. M. Ali Rahbini.
ISSN: 1978-7499

Dalam jajaran redaksi Mafahim, kinerja redaksional dibangun atas budaya koordinatif dan perencanaan yang matang demi peningkatan kualitas pemberitaan dan penyajian. Ada beberapa momen pertemuan berkala yang menjadi agenda rutin di lingkungan jajaran redaksi. Setiap kerja redaksi selalu dalam kontrol, pengawasan, pembinaan, dan pengarahan dari pembina dan dewan redaksi.

Di antara planning pengembangan dan peningkatan kualitas, Mafahim mengagendakan membuka jaringan korespondensi di luar negeri, antara lain Makkah, Riyadh, Yaman, Mesir, dan sekitarnya. Para koresponden adalah santri, mahasiswa dan generasi Muslim Ahlussunnah wal Jamaah yang saat ini sedang menimba ilmu di luar negeri.

Mafahim juga merencanakan membangun hubungan yang harmonis dengan para alumni Abuya Al-Maliki yang tersebar di seluruh penjuru negeri untuk turut serta menjadi koresponden lepas. Yaitu dengan mengirimkan naskah, laporan, dan liputan kegiatan yang terjadi di wilayah para alumni terkait dengan keislaman dan fenomena aktual.
 


Rubrikasi

Sebagai media dakwah yang bercirikan akidah, tarbiyah, dan dakwah, Mafahim berupaya semaksimal mungkin untuk dapat memberikan yang terbaik dalam segala hal demi pembaca. Sebagai media yang secara spesifik meng-cover pemikiran Abuya al-Maliki, Mafahim juga menampilkan nuansa-nuansa yang berkarakter khas, yaitu gerbong pemikiran dan dakwah yang berangkat dari manhaj Abuya al-Maliki.
Adapun pedoman rubrikasi dalam Majalah Mafahim adalah sebagai berikut:
Daftar Isi الفهرس : Menampilkan daftar isi majalah meliputi halaman, judul dan sinopsis (talkhis) dari beberapa tema utama.
Surat Pembaca رصيد القراء : Menampung surat pembaca yang berisikan kritik, saran, pesan, kesan serta masukan, tertulis maupun tidak tertulis.Pengantarالمدخل : Mendiskripsikan isi majalah, perkembangan majalah dan kinerja redaksional.Ragam Peristiwa الحوادث : Merekam peristiwa aktual yang booming dan menggebrak dan merupakan nilai tawar tersendiri bagi penyajian majalah dengan bahasa reportatif dan ilmiah.Laporan Utamaالأعلام : Berita utama yang menjadi nilai tawar majalah tiap edisi berisikan kunjungan ulama, tokoh, ilmuwan, pakar, yang berkomentar tentang sosok Abuya Sayyid Muhammad al-Maliki dan tentang akidah Ahlussunnah. Juga menyikapi fenomena-fenomena yang menomental keislaman.Tafsir Tematikالإتقان : Kajian tafsir al-Qur’an secara tematik (al-maudhu’i) dan aktual (al-waqi’i).Beranda Pesantrenمعهدنا : Menampilkan profil pesantren Ahlussunnah wal Jamaah sebagai basis penyebar ajaran Islam, dengan mengkhususkan pada pesantren alumni.Jejak Keteladananالإنسان الكامل : Memotret kisah keteladanan Rasulullah, sahabat, keluarga beliau dan para shalihin.Studi Hadisالمنهل اللطيف : Menganalisa hadis dari berbagai sisi, matan, sanad, rawi, takhrij, dan sebagainya.Kajianالحلقة : Mengkaji kitab Mafahim Yajibu An Tushahhah secara berkala dan dengan kajian aktual faktual.Syariat Kontemporerشريعة الله الخالدة : Mengaktualkan nilai-nilai syariat serta menyikapi problem keislaman aktual-faktual.Penyejuk Hatiشفاء الفؤاد : Berisikan perenungan sufistik yang disarikan dari kitab-kitab tasawuf atau syair Abuya dan diaktualkan sesuai konteks kekinian.Wawancara Ekslusifالحوار : Hasil wawancara dengan ulama, agamawan, ilmuwan, dan tokoh penting lainnya yang merupakan rangkaian dari berita utama.Bina Keluarga Sakinahنظام الأسرة : Menjabarkan tentang etika berumah tangga sesuai dengan aturan Syariat Islam.Reportaseالنشطات : Liputan dari kegiatan-kegiatan insidentil sekaligus penjelasan kegiatan tsb.Kaderisasiالتوعية : Tentang materi pengkaderan dakwah Islamiyah.Kolom Akidah قل هذه سبيلي : Menjabarkan akidah Ahlussunnah wal Jamaah secara komprehnesif, aktual, dan faktual.Figur Kitaالفتوة : Menampilkan figur alumni, kiprah dakwah, perjalanan taklim serta kenangan khusus dengan Abuya.Resensiبين كتبي : Meresensi beberapa karya Abuya al-Maliki dan kitab-kitab lain, utamanya kitab alumni.Hikmahالحكمة : Cerita, anekdot yang mengandung hikmah. Penyajiannya lebih dominan dalam bentuk narasi.Catatan Lepasالشرح : Tulisan dalam bentuk essai, artikel lepas menyikapi berbagai problematika yang menyentuh relung-relung kehidupan. Tema lebih pada kajian umum, faktual, dan aktual.Lintas Khazanahالشوارق : Memotret khazanah peradaban dunia Islam dan peradaban dunia yang kaya akan nilai-nilai spritualitas, keilmuan, histories, estetik, serta menyiratkan pesan-pesan Uluhiyah.Jedaالترويح : Memuat informasi singkat, ilustrasi, karikatur, gambar, cerita, kata-kata bijak, yang tidak lebih dari satu pragraf untuk penyegaran.Kriteria Penulisan1.Naskah diketik rapi dengan huruf Time News Roman (untuk Latin dengan ukuran 12) dan Traditional Arabic (untuk teks Arab dengan ukuran 20) di kertas folio, minimal 4 (empat) halaman dan maksimal 6 (enam) halaman dengan spasi 1,5.2.Naskah ilmiah, kajian, ataupun makalah, mencantumkan maraji’ (daftar sumber pustaka) lengkap, baik dari kitab, buku atau via internet. Redaksi juga menerima laporan kegiatan yang bertemakan aktifitas keagamaan, kejadian aktual, dan ragam peristiwa yang terjadi di sekitar wilayah alumni berada dengan dilengkapi foto ilustrasi kegiatan.3.Naskah yang masuk ke redaksi akan di-edit kembali dan dipertimbangkan dalam rapat redaksional tanpa mengubah maksud dan isi tulisan. Apabila tidak dimuat, maka akan menjadi bank naskah untuk dimuat pada edisi berikutnya.4.Naskah dikirim ke alamat redaksi di Jalan Yulius Usman No. 55 Malang. Atau via e-mail: risalahmafahim@gmail. atau melalui agen Mafahim terdekat. 5.Naskah diupayakan bertemakan keislaman yang berwawasan keumatan, yaitu tema-tema yang menyentuh lapisan masyarakat awam. Sebagai pelengkap dari setiap naskah, redaksi mengharap kepada setiap alumni untuk menyertakan foto kegiatan, foto bersama Abuya, serta foto pribadi (close-up).Agency & PeriklananAgencySelama hampir tiga tahun lamanya Majalah Mafahim telah mengalami beberapa perkembangan pemasaran. Hal ini terbukti dengan semakin luasnya jangkauan pemasaran dan semakin banyaknya permintaan pasar. Untuk memenuhi geliat pasar yang kian meningkat, maka tidak boleh tidak Mafahim harus siap lepas landas dengan membuka jaringan agency di berbagai tempat.Tidak hanya itu, setelah beberapa agen dibuka, Mafahim juga dituntut untuk dapat mengayomi para agen tersebut. Sebab bagaimanapun juga agen adalah ujung tombak bagi pendistribusian majalah. Mereka yang berhadapan langsung dengan pembaca. Segala yang terkait dengah keluhan dan harapan pembaca, dirasakan langsung oleh para agen. Hal ini membutuhkan pola pengayoman yang ekstra. Dan alhamdulillah, kian waktu jumlah agen kian bertambah dan berkembang meluas.Penyebaran agen berlangsung merata diberbagai lingkup lapisan masyarakat, mulai dari para alumni, santri alumni, para muhibbin li Abuya al-Maliki, dan masyarakat umum di semua kalangan. Sampai saat ini Mafahim sudah mempunyai kurang lebih 110 agen. Seiring perjalanan waktu, Mafahim kian dikenal oleh publik. Hal ini dapat dibaca dari banyak permintaan untuk menjadi agen ada yang dari luar pulau seperti Lampung, Palu, Bima dan daerah-daerah yang lain.Berikut beberapa alamat agen Majalah Mafahim.Jakarta : Warnet IT Jln. Kayumanis 4 Baru (Barat) No. 53 Rt. 01 Rw. 04 Kelurahan Kayumanis Kec. Matraman Jakarta Timur 13130 Telp. 021-92693313.Surabaya: Ust. Arif. Jln. Ketintang Barat I/27 Surabaya. - Ust. Thalaat. Jln. Pulo Tegalsari VI/6 Wonokromo Surabaya.Malang: - Usaha Bersama Agency (Pertokoan Kayutangan) Jln. Jenderal Basuki Rahmat 6-C4 Telp. 0341-326466. – Irwan (Gajah Mada Agency) Jln. Kedawung Pojok 1. Telp. 0341-493110. – TB. Terbit Jln. Terusan Borobudur 55 C Telp. 0341-7054663. – TB. Toga Mas Jln. Raya Dieng 27 A/2 Telp. 0341-565672. – Remaja Agency Jln. Sultan Agung 13 Kepanjen Telp. 0341-394204. – Agus Agency Jln. Dr. Sutomo 3 Lawang Telp. 0341-425472. – Majlis Taklim Tombo Ati Jln. Satsuit Tubun I/1 Telp. 0341-837665.Pujon: PP. Nurul Haromain Jln. Raya Brigjen A. Manan Wijaya Pujon Telp. 0341-524152.Yogyakarta: TB. Kauman Putra Jln. KH. Ahmad Dahlan 51 Yogyakarta.Lamongan: PP. Langitan Jln. Raya Widang Tuban PO. Box 2 Babat Telp. 0322-455018.Jember: PP. Nuris Jln. Pangandaran 48 Antirogo Sumbersari Telp. 0331-333002.Jepara: PP. Daruttauhid al-Alawiyah. Jln. Pakishaji 108 Potroyudan 59412. – Bpk. Ali Jln. Slamet Riadi 10.Madura: PP. MISDAT Lenteng Proppo Pamekasan.Mojokerto: Toko Merah Delima Jln. Niaga 18 Mojosari.Probolinggo: PP. Zainul Hasan Genggong Pajarakan Telp. 0335-842271.Pekalongan: Toko al-Ihsan Jln. Kartini 34.Bondowoso: PP. Sayyid Muhammad Alawi al-Maliki Koncer Darul Aman Bondowoso HP. 08123456095. – Habib Umar bin Alwi al-Haddad (Toko Habibi) Jln. Wahid Hasyim 44-45.Pasuruan: PP. Darullughah wad Da’wah Jln. Raya Raci Bangil Telp. 0343-742486. – PP. Sidogiri Kraton Pasuruan Telp. 0343-410444, 420444. – PP. Aqdamul Ulama Jln. Lukman Hakim 28 Jogonalan Pandaan. – Kopontren Darul Ihya’ Lil Ulumiddin Jln. Musing 59 Bendomungal Bangil Telp. 0343-742086.Palembang: Toko Yasittana PP. Ar-Riyadh Jln. KH. Azhari 13 Ulu Palembang.Kediri: PP. Lirboyo (Dalem Jet Tempur) Kediri. Seiring dengan tuntutan pengembangan pasar, maka segenap redaksi Mafahim berinisiatif untuk melakukan terobosan perluasan pemasaran. Yaitu dengan cara kerjasama dengan para alumni—dengan potensi pesantren dan basis umat yang signifikan—untuk kiranya bersedia menjadi agen resmi majalah Mafahim. Sebab sampai saat ini, para alumni Abuya al-Maliki masih belum secara optimal tersentuh oleh majalah ini. Sehingga hal ini juga mempengaruhi terhadap sirkulasi dan pemerataan distribusi.Dengan kesediaan para alumni secara merata untuk menjadi agen diharapkakn akan berpengaruh terhadap kualitas dan kuantitas Majalah. Pada saat yang sama, dakwah Islamiyah yang bervisikan Ahlussunnah wal Jamaah dengan spirit misi Maha Guru Abuya Sayyid Muhammad Alawi al-Maliki akan tersebar luas di berbagai penjuru negeri.Iklan dan KerjasamaBagaimanapun juga, keberlangsungan sebuah media (majalah dan sebagainya) tidak terlepas dari periklanan. Hal ini menyangkut pendanaan dari penerbitan majalah. Dalam kerangka tersebut Mafahim berupaya semaksimal mungkin menggaet para pengusaha untuk bersedia memasang iklan perusahaannya di majalah ini. Dan, alhamdulillah, ada beberapa unit usaha yang memiliki kepedulian dengan memasang iklannya di Mafahim.Pada umumnya setiap pemasang iklan merasa tertarik pada Mafahim karena beberapa hal. Diantaranya adalah karena nama besar Maha Guru Abuya Sayyid Muhammad Alawi al-Maliki serta motivasi dakwah Islamiyah. Di samping itu juga karena tendensi perluasan informasi usaha agar bisa dikenal luas oleh para konsumen.Adapun natijah yang akan didapat oleh pemasang iklan di majalah Mafahim adalah, (1) pangsa pasar jelas, meliputi pesantren beserta civitasnya, (2) mampu menggaet pengagum (muhibbin) Sayyid Muhammad al-Maliki yang terdiri dari mahasiswa, pelajar, aktivis muslim dan masyarakat umum dalam skala nasional maupun regional, (3) sebagai branch image produk dan usaha, (4) secara otomatis pemasang iklan telah turut serta berperan aktif dalam perjuangan dakwah Islamiyah.Bagi para alumni, kerjasama dengan majalah Mafahim adalah sebuah langkah taktis untuk membangun relasi dakwah dan ukhuwah. Setidaknya, juga dalam membangun perluasan jaringan bisnis. Di mana para alumni dapat menampilkan berbagai jenis informasi yang terkait dengan kegiatan kegamaan, aktifitas dakwah, promosi usaha, dan berbagai jenis usaha dengan prosentase yang layak sesuai kesepakatan kedua belah pihak.Sebagimana dipahami bahwa Mafahim telah mempunyai pangsa pasar yang luas dan menjangkau. Bahkan telah merambahi beberapa basis pembaca potensial. Tentu peluang ini tidak boleh disia-siakan. Sangat penting sekali bagi para alumni untuk memiliki kesadaran objektif pentingnya membangun jaringan bisnis yang sehat. Maka dalam kerangka tersebut Mafahim menawarkan kepada para alumni, para masyaikh, para asatidz, para pengurus niqobah mahaliyah, dan para pembaca pada umumnya peluang kerjasama seluas-luasnya. Yaitu berupa pemasangan iklan dan kerjasama pemasaran. Mafahim akan senantiasa siap menjadi mitra kerja para pembaca dalam pemasaran, tukar menukar informasi, dan sebagainya demi perluasan jaringan dakwah dan ma’isyah.Berikut informasi tarif dari setiap pemasangan iklan adalah sebagai berikut:UkuranLetakHarga1 Halaman Full Colour(150 mm x 210 mm)Cover 2 (Baliknya Cover 1)Rp. 750.000,-1 Halaman Full Colour(150 mm x 210 mm)Cover 3 (Baliknya Cover 4)Rp. 550.000,-1 Halaman Full Colour(150 mm x 210 mm)Cover 4 (Belakang)Rp. 1.500.000,- ½ Halaman Full Colour(75 mm x 105 mm)DalamRp. 400.000,-¼ Halaman Full Colour(37,5 mm x 52,5 mm)DalamRp. 250.000,-AdvetorialDalamRp. 750.000,-Keterangan:Harga bisa berubah sewaktu-waktu. Namun perubahan harga tidak berlaku jika pemasang iklan sudah melakukan perpanjangan sebelum perubahan harga.Beberapa langkah strategis yang dilakukan untuk merentangkan sayap pemasaran dan relasi Mafahim di berbagai lintas lini dan segmen, antara lain:1.Pemberdayaan potensi agen. Hal ini dilakukan dengan memberikan kesempatan kepada setiap agen untuk menulis naskah. Trobosan ini berdampak besar terhadap bangkitnya semangat rasa memiliki (himmah) sehingga termotivasi untuk memasarkan Mafahim secara optimal.2.Membuat dan menyebarkan brosur, pamflet, bahkan kartu nama, kemudian kita kirimkan kepada tiap agen agar mencantumkam nomor telepon atau alamat agen yang bisa dihubungi untuk membeli majalah. Cara ini dilakukan untuk meningkatkan daya beli agen sehingga berdampak pula pada kuantitas produksi.3.Berupaya semaksimal mungkin untuk dapat menembus pasar atau agen di luar pesantren sehingga Mafahim dikenal oleh masyarakat umum di luar pesantren.4.Pengiriman Rekening Koran kepada agen akan dilakukan setiap kali terbit sebagai bagian dari upaya pembelajaran di bidang bisnis media.5.Meningkatkan kerjasama yang saling menguntungkan, di beberapa bidang:a.Penjualan majalah: memberikan prosentase penjualan yang layak sesuai dengan kode etik pasar yang berlaku kepada para agen.b.Periklanan: memberikan prosentase fee kepada agen yang berhasil mendapatkan iklan.c.Penulisan naskah: Memberikan peluang seluas-luasnya kepada para ulama, kiai, para tokoh, akademisi, asatidz yang kompeten dibidangnya untuk menulis naskah dalam rangka penyebaran dakwah dan tarbiyah Ahlussunnah wal Jamaah.d.Distribusi kreasi para alumni: Jaringan pasar majalah bisa digunakan untuk membantu menjualkan kitab-kitab, vcd ceramah para alumni Abuya al-Maliki yang sudah terbagi sesuai dengan job discripsi Niqobah Mahalliyah Hai’ah As Shofwah.e.Komputerisasi administrasi. Segala yang terkait laporan keuangan, administrasi, dan transparansi menggunakan program komputer.f.Pengiriman rekening koran agen untuk memantau transaksi setiap agen secara berkala.g.Dan beberapa terobosan pengembangan lain yang dilakukan oleh segenap jajaran redaksional dengan pantuan dewan redaksi dan pembina.6.Membuka website dengan alamat: www.mafahim-online.net dengan beberapa nilai plus:a.Mengenalkan khazanah pemikiran Abuya Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki melauli dunia maya yang berimplikasi perluasan jaringan lintas batas.b.Memudahkan pengiriman naskah dan akses informasi.c.Forum tanya jawab dengan umat.d.Media komunikasi digital antara redaksi dengan alumni, redaksi dengan pembaca secara online, dan alumni dengan umat.Berdasarkan paparan di atas, segenap jajaran redaksi menaruh harapan besar kepada semua pihak untuk mendapatkan dukungan, wabilkhusus dari masyaikh alumnus Abuya Sayyid Muhammad al-Maliki yang sangat dekat dengan masyarakat dan memahami kebutuhan umat agar turut mewarnai Majalah Mafahim, baik dalam bentuk penulisan naskah, penjualan Majalah, penjualan kitab maupun membantu fasilitas lain. Hal ini dalam rangka memperlancar tercovernya khazanah pemikiran Abuya Sayyid Muhammad aal-Maliki kepada segala lapisan umat. Tak lupa kami seluruh jajaran redaksional mohon doa barokah untuk kelancaran dakwah yang diridhai Allah. Amien.Alamat Redaksi:Jalan Arif Margono 40 Malang. Telp. 0341-7799933Website: www.mafahim.orgE-mail: risalahmafahim@gmail.comRekening Bank:BCA Cabang Malang: 3170311344 An. M. Ali Rahbini.ISSN : 1978-7499Contact Person:Info naskah : 081334120260Surat pembaca : 085646361700Pemasaran & agency : 085856261981Iklan : 08883335851Demikian sekilas profil Majalah Mafahim.Profil Haiah AsshofwahMENGENAL LEBIH DEKAT KEGIATAN ALUMNI ABUYA ASSAYYID MUHAMMAD BIN ALWI ALMALIKI ALHASANIBismillaahir rahmaanir rahiimAlhamdulillaah, was shalaatu was salaamu ‘alaa rasuulillah, sayyidinaa Muhammadibni Abdillaah, wa ‘alaa aalihi washahbihi wa man waalaah.Haiah Asshofwah adalah wadah bagi perkumpulan alumni Ma’had Abuya Assayyid Muhammad Bin Alwi Almaliki Alhasani yang mayoritas berdomisili di Indonesia. Terlahirnya Haiah Asshofwah, tiada lain adalah karena perintah dari Almaghfurlah Guru Besar Arrabbani Abuya Assayyid Muhammad Bin Alwi Almaliki Alhasani, nawwarallahu dhariihau.Berawal dari saran putra Abuya -demikianlah panggilan akrab beliau- yang sekarang menjadi khalifah sepeniggalan beliau, yaitu Assayyid Ahmad Bin Muhammad Bin Alwi Almaliki Alhasani, kepada salah satu dari alumni periode pertama, Muhammad Ihya Ulumiddin, dan periode kedua, Ali Karrar Sinhaji, agar segenap alumni yang berada di Indonesia membentuk sebuah wadah yang berfungsi mengontrol dan mengawasi aktifitas mereka, sehingga diharapkan nantinya dapat mengetahui peran mereka dalam mengemban kewajiban berdakwah, tarbiyyah, dan ta’lim. Saran tersebut langsung mendapat tanggapan positif dari Almaghfurlah Guru Besar Arrabbani Abuya Assayyid Muhammad Bin Alwi Almaliki Alhasani.Dukungan yang dilanjutkan dengan perintah dari Abuya ini, tidak lepas dari posisi dan sikap beliau, yang tidak hanya mendidik santrinya saat mereka berada di pangkuannya saja. Namun, beliaupun masih mengawasi, mengontrol, membimbing, menilai, menasehati, dan menegur para santrinya meski mereka telah berada di medan dakwah yang jauh sekalipun. Beliau selalu menanyakan kondisi santri kepada siapa saja yang mengenalnya, guna mengetahui keberadaan aktifitas dan suluk mereka dalam mengemban ilmu. Sungguh merupakan suatu keberuntungan yang tiada ternilai bagi santri yang berharap meningkatkan ilmu, taqwa, istiqamah, dan shilah ruhiyyah mendapatkan bimbingan dan perhatian yang begitu besar.Dengan melalui proses dan tahapan demi tahapan, pada akhirnya wadah alumni tersebut disepakati dengan nama Haiah As Shofwah Li Khirrij Abuya Assayyid Muhammad Bin Alwi Almaliki Alhasani, yang untuk berikutnya secara simpel disebut HAIAH ASSHOFWAH. Terbentuknya wadah ini, tentunya sangat positif bagi upaya menyatukan langkah alumni dalam berta’awun mengemban potensi dakwah, tarbiyah, taklim, dan iqtishodi mereka. Demikian pula segala problema, pengaduan, dan persoalan yang kerap datang dari para alumni yang baru datang ke tanah air, nantinya juga dapat tersalurkan melalui wadah ini, dan tentunya juga akan segera ditangani dengan bimbingan dan saran dari para pendahulunya.Nama, tempat, dan waktu:Organisasi ini bernama Hai’ah Asshofwah. Organisasi ini berkedudukan di Negara Indonesia, dan bermarkaz di Jl.Mandalawangi no 09 Malang Jawa Timur, yang selanjutnya disebut Maktab Haiah Asshofwah, dan bercabang di berbagai tempat yang disesuaikan dengan keberadaan Nuqoba’ ,yang selanjutnya disebut Maktab Far’iy, yaitu:a. Ma’had Al Hawi Jakarta (Maktab Far’iy I)b. Ma’had Al Anwar Sarang Rembang (Maktab Far’iy II)c. Ma’had Darussalam Surabaya (Maktab Far’iy III)d. Ma’had Darul Lughoh wa Dakwah Bangil Pasuruan (Maktab Far’iy IV)e. Ma’had S.Muhammad Alwi Almaliki Alhasani Bondowoso (Maktab Far’iy V)f. Ma’had Langitan Babat Lamongan Jatim (Maktab Far’iy VI)g. Ma’had MISDAT Pamekasan Madura (Maktab Far’iy VII)h. Ma’had Nurul Ulum Malang (Maktab Far’iy VIII)i. Ma’had Arriyadl Palembang (Maktab Far’iy IX) Organisasi ini diwujudkan guna membangun komunikasi dan hubungan antara alumni dengan Abuya, dan para dzurriyah beliau, dan sebagai wadah guna memperkokoh ukhuwah antar alumni. Organisasi ini berdiri di Surabaya pada tanggal 18 Rabiul Awal 1424 H, atau bertepatan tanggal 21 januari 2003M, dan dideklarasikan di Bondowoso pada tanggal 25 Shafar 1425 H, bertepatan tanggal 15 April 2004 M, untuk jangka dan waktu yang tidak ditentukan lamanya.Asas OrganisasiOrganisasi ini berasaskan Islam. Organisasi ini beraqidah Ahlu Sunnah wal Jama’ah.Sifat OrganisasiBersifat koordinatif, komunikatif dan regulative. Berdiri mandiri, tidak terkait dengan organisasi massa tertentu. Netral dan independent, tidak bersifat politis, serta tidak berafiliasi dengan partai politik tertentu. Berkiprah dalam kegiatan dakwah, tarbiyah, taklim, dan pengembangan potensi serta pengawasan intern alumni. Visi Organisasi Terwujudnya pola pikir dalam pengembangan ilmu, tarbiyah dan dakwah sesuai metode (manhaj) Almaghfurlah Guru Besar Arrabbani Abuya Assayyid Muhammad Bin Alwi Almaliki Alhasani.Misi OrganisasiMelakukan koordinasi, komunikasi dan kerja sama antar alumni untuk melaksanakan pengajaran ilmu, dakwah dan tarbiyah. Menjadikan pusat informasi yang menjembatani hubungan antara khalifah Abuya denga segenap alumni. Memberdayakan potensi yang dimiliki masing-masing alumni secara optimal dan terarah.Keanggotaan Anggota Khusus: adalah segenap alumni (santri) yang pernah belajar/ menimba ilmu dari Abuya, dan Khalifah beliau Assayyid Ahmad Bin Muhammad Almaliki Alhasani. Anggota Luar Biasa: adalah segenap muhibbin, muayyidin, dan musa’idin yang telah mendapat persetujuan dari dewan pengurus.Ustadz Luthfi dalam acara pelantikan pengurus Haiah Asshofwah, ikatan alumni ma’had Assayid Muhammad bin Alwi Almaliki Makkah.Ustadz Luthfi Bashori, saat wuquf di Arafah bersama Guru Besar Assayyid Muhammad Alwi Almaliki, Makkah, menjelang kepulangan ke tanah air, setelah 8 tahun belajar di Ma’had Almaliki, Makkah th 1983-1991 M KHALIFATUL IMAM AHLIS SUNNAH WAL JAMA’AH ABAD 2I,AL-ALLAMAH ASSAYYID AHMAD BIN MUHAMMAD AL-MALIKI AL-HASANI, MAKKAH ZIARAH USTADZ LUHTFI BASHORI SAAT BERIBADAH HAJI TH 2005 KEPADA ASSAYYID AHMAD BIN MUHAMMAD ALMALIKI ALHASANI, KHALIFATUL IMAM AHLIS SUNNAH WAL JAMA’AH ABAD 21Profil MafahimLandasan Berfikir (المصدر الفكري)Prof. DR. Abuya Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki al-Hasani al-Idrisi, atau yang lebih akrab dengan panggilan Abuya al-Maliki adalah figur ulama Ahlussunnah wal Jamaah abad 21 yang menguasai hampir semua disiplin ilmu agama. Perjalanan dan pengembaraan beliau dalam menuntut ilmu mencerminkan sosok ulama yang kompeten dibidangnya serta memiliki obsesi (himmah) besar terhadap ilmu. Beliau telah melanglang buana, mengitari hampir seluruh penjuru negeri Islam, lalu singgah di setiap tempat yang bertabur benih-benih ilmu. Mulai dari kota Makkah al-Mukarramah tempat kelahiran beliau, hingga Mesir, Maroko, India, Indonesia, dan beberapa penjuru negeri lainnya, beliau menimba dan memetik ilmu. Dan beliaupun menjadi muara dari aliran ilmu yang menganak sungai di setiap tempat di mana beliau singgah.Abuya al-Maliki kemudian menjadi sosok yang nyegoro (bahrul ulum). Keteguhan pendiriannya bak karang membatu di tengah hempasan badai yang menghantam. Keluasan ilmunya laksana samudera nan luas membentang tak bertepi. Keagungan pribadinya meneguhkan wawasannya sebagai ulama yang ‘ibnu madzahib al-arba’ah’. Abuya menguasai hampir interdisiplin dari berbagai cabang ilmu agama. Kemampuan beliau dalam bidang tafsir, akidah, fikih, tasawuf, sejarah, dan berbagai cabang ilmu lainnya, terekam rapi dalam setiap karya-karya beliau yang bertebaran.Lebih dari tiga dasawarsa lamanya, Abuya al-Maliki menularkan potensi keilmuannya kepada para generasi Muslim yang datang dari berbagai bangsa. Sebagai seorang ilmuwan yang go internasional, beliau mampu menelorkan pemikiran-pemikirannya yang brilian, aktual, inovatif, dinamis, dan mendunia. Karya-karya beliau layak dikonsumsi di mana dan kapan saja, bahkan oleh siapa saja yang haus akan pencerahan agama. Tidak hanya oleh para pengagumnya, tetapi orang-orang yang selama ini berseberangan akan ‘angkap topi’, salut akan kejeniusan beliau. Membaca karya-karyanya seperti sedang berdialog dengan seorang ulama lintas generasi.Kitab-kitab karya beliau sangat berlimpah dan tersebar luas di seluruh penjuru dunia. Ketokohannya telah diakui oleh lawan dan kawan, maupun ulama dunia lainnya. Sehingga orang-orang yang berseberangan dengan pemikiran beliau secara diam-diam telah banyak membaca karya beliau dan mengakui kearifan Abuya al-Maliki. Salah satu karya monumental Abuya al-Maliki yang berjudul “Mafahim Yajibu An Tushahhah (faham-faham yang perlu diluruskan)” merupakan cermin dari pemikiran beliau yang berlandaskan al-Qur’an dan Sunnah serta amaliah salafus shaleh. Abuya al-Maliki. Manhaj tarbiyahnya laksana tarbiyah Rasulullah. Dari tangan beliau lahir sosok-sosok da’i yang bervariasi, sebagaimana madrasah Rasulullah yang telah melahirkan pribadi-pribadi agung dengan karakter yang beragam seperti Sayyidina Abu Bakar, Sayyidina Umar, Sayyidina Utsman, Sayyidina Ali, dan beberapa prototipe sahabat agung lainnya. Begitupula dengan Abuya al-Maliki. Beliau mampu meneladani datuknya, baginda Rasulullah. Dan apa yang dihasilkan dari didikannya, setidaknya menjadi potret miniatur model tarbiyah Rasulullah.Abuya al-Maliki telah mendidik dan mengkader ratusan ulama yang datang dari berbagai negeri. Mereka diasuh dan dibimbing dengan pengawasan yang ketat dan perhatian yang benar-benar ekstra. Santri-santri beliau menyebar di segala penjuru dunia. Di Saudi, Indonesia, Yaman, Malaysia, Thailand, Afrika, dan hampir seluruh manca negara. Semua santri beliau tampil sebagai kader-kader dakwah yang militan dengan menampilkan manhaj dakwah Abuya al-Maliki sebagai ruh perjuangannya, yaitu metode hikmah (bijaksana) dan mauidzah hasanah (pitutur yang mempesona).Jadi, obsesi Abuya al-Maliki untuk mencetak generasi ulama bukan hanya isapan jempol belaka, tetapi merupakan harapan yang terealisasi nyata sebagaimana yang kita saksikan saat ini. Dan kini, kendati Abuya al-Maliki telah pergi menghadap Allah Rabbul Izzati, namun pemikirannya takkan pernah mati. Senantiasa ada, di mana dan kapan saja. Seiring keabadian cita-cita beliau untuk kejayaan Islam dan kaum Muslimin. Insya Allah.Landasan Riil (المصدر الواقعي)Berdakwah dengan metode hikmah (bijaksana) dan mauidzah hasanah (pitutur nan mempesona) adalah manhaj dakwah yang senantiasa didengungkan oleh Sang Maha Guru Prof. DR. Abuya al-Habib as-Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki. Era informasi tiada batas dewasa ini menuntut adanya kegigihan dan kecakapan para ulama dan pejuang dakwah untuk memberikan pencerahan agama. Umat hari ini, merindukan metode dakwah yang kaya akan inovasi. Dengan demikian, dakwah Islamiyah tidak dengan serta merta “ditinggalkan” oleh umat. Bahkan setidaknya manhaj dakwah yang inovatif akan turut mewarnai arus perubahan seiring kemajuan dan percepatan informasi. Hal ini dapat terealisasi secara optimal apabila umat Islam mau bersatu padu dan dapat memberdayakan potensi-potensi yang ada.Hai’ah As Shofwah adalah organisasi para Abna’ Abuya Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki di Indonesia. Di dalamnya terhimpun para ulama, habaib, kiai, asatidz, para santri, juru dakwah yang memiliki loyalitas dan militansi tinggi terhadap keberlangsungan dakwah Islamiyah. Berangkat dari kesamaan jiwa dan rasa [muwahadatun nafs wal hissi] serta ikatan ilmu dan guru [al-ilmu luhmatun ka luhmatin nasabi], para ulama yang terkoordinasikan dalam Hai’ah As Shofwah ini melakukan terobosan dan gebrakan dakwah yang kreatif-inovatif pada ranah tarbiyah, irsyad, ta’dib, dan pembentengan akidah Ahlussunnah wal Jamaah.Komitmen khidmat terhadap sang Maha Guru, Abuya Sayyid Muhammad Alawi al-Maliki menjadi kekuatan utama (the highest power) bagi para alumni yang tersebar di penjuru tanah air untuk mengembangkan akidah Ahlussunnah wal Jamaah dengan menjunjung tinggi manhaj dakwah hikmah dan mauidzah hasanah serta berlandaskan argumentasi dan logika yang kokoh (wajadilhum billati hiya ahsan). Bahkan pada tataran organisatoris, Hai’ah As Shofwah telah membuka cabang (maktab far’iy) di beberapa wilayah di Indonesia. Hal ini untuk merentangkan sayap pergerakan dakwah para alumni agar dapat tersebar merata tanpa ada sekat geografis. Sehingga ibarat bola salju, pelan tapi pasti Hai’ah As Shofwah telah mewarnai atmosfir dakwah di bumi pertiwi ini. Ciri dari pergerakan As Shofwah adalah membela, mempertahankan, dan melestarikan Ahlussunnah wal Jamaah. Termasuk dari trobosan strategis Hai’ah As Shofwah adalah kebijakan untuk menerbitkan Majalah Mafahim. Job ini diamanatkan kepada Maktab Far’iy (pengurus wilayah) Malang.Secara umum, Majalah Mafahim, Memasyarakatkan Khazanah Pemikiran Ahlussunnah Wal Jamaah; adalah majalah dakwah yang berwawasan akidah, keilmuan, dan kemasyarakatan. Majalah Mafahim menampilkan pemikiran-pemikiran keislaman dan merekam ragam peristiwa yang berlatang belakang akidah dan dakwah dengan berpijak pada manhaj Ahlussunnah Wal Jamaah. Corak penyajian majalah ini tidak terlepas dari nilai-nilai keislaman dan kode etik media yang berbasis keumatan.Secara khusus, majalah Mafahim adalah media aktualisasi pemikiran dan pemahaman Abuya Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki yang dikembangkan dan diterjemahkan oleh para alumni dan para pengagumnya. Oleh karena itu, kehadiran majalah Mafahim juga merupakan media komunikasi antara Hai’ah As-Shofwah, organisasi para alumni Abuya Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki dengan umat. Media ini menampung dan mewartakan segenap potensi dakwah alumni dari berbagai sisi agar dapat terakses luas ke seluruh lapisan umat.As-Shofwah adalah mitra kerja, mitra dakwah, mitra informasi, dan mitra utama dalam keberlangsungan majalah. Hal ini untuk mengawal visi-misi Mafahim sebagai ikon pergerakan dakwah Ahlussunnah wal Jamaah yang menampilkan khazanah pemikiran Abuya as-sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki dengan memberdayakan potensi dakwah para alumni.Dengan latar belakang dua faktor tersebut, maka segenap jajaran redaksi Mafahim merasa tertantang unjuk dapat menyajikan majalah sesuai dengan potensi alumni dan selera umat. Hal ini membutuhkan kerja ekstra dari segenap redaksi. Mulai dari upaya penggalian informasi-informasi khazanah keilmuan Abuya Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki, penelusuran beberapa karya Abuya, informasi tentang pesantren alumni, karya tulis, kiprah dakwah, dan hubungan alumni dengan Abuya sendiri. Redaksi juga menggali informasi dari beberapa pakar, ilmuwan, dan tokoh menyangkut wawasan Ahlussunnah Wal Jamaah, tentang profil Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki, serta informasi keislaman lainnya.Penting diketahui, bahwa Mafahim lahir sebagai media yang ber-visi-kan pada upaya pengembangan dakwah Ahlussunnah wal Jamaah. Mafahim juga media yang akan mem-back-up potensi dakwah yang dimiliki oleh para alumni Abuya Sayyid Mohammad bin Alawi al-Maliki Makkah al-Mukarramah. Oleh karenanya, segala informasi yang digali dan disajikan lebih mengutamakan para alumni.Namun, ada hal lain yang tidak boleh diabaikan adalah bahwa Mafahim persembahan alumni kepada umat. Realita umat merupakan masyarakat pembaca yang multi-kultural, multi-psikis, multi-etnis, multi-geografis, dan multi-paradigma. Keberadaan umat yang tiada lain juga sebagai pangsa pasar pembaca menjadi objek utama bagi keberlangsungan majalah. Tentu tidak mudah menjembatani antara idealisme para alumni yang sarat dengan konsep keilmuan yang "melangit" dengan realita umat yang "membumi". Di sini perlu adanya strategi dan dedikasi. Memahami kondisi riil masyarakat bawah (umat awam) menjadi komitmen utama bagi Mafahim untuk mampu menyajikan informasi yang ilmiah, aktual, dan faktual.MottoMafahim, Memasyarakatkan Khazanah Pemikiran Ahlussunnah wal JammahVisiMenjadi media terdepan bagi umat di tengah arus globalisasi dalam upaya mempertahankan, melestarikan, dan mengembangkan ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah. MisiMenyajikan informasi keislaman yang ilmiah, akurat, dan informatif berbasis keumatan dengan model penyajian yang tajam, santun dan elegan serta luas menjangkau seiring dengan perluasan pangsa pembaca lintas teritorial.KeredaksianTekad memasyarakatkan khazanah pemikiran Ahlussunnah wal Jamaah yang bercirikan pemikiran Maha Guru Prof. DR. Abuya Sayyid Muhammad Alawi al-Maliki, serta dengan komitmen memberdayakan potensi umat Islam, maka struktur redaksional Majalah Mafahim melibatkan beberapa ulama, habaib, kiai, asatidz, cendikiawan, dan akademisi, khususnya alumni Abuya al-Maliki serta para pengagumnya. Adapun jajaran redaksi Majalah Mafahim adalah sebagai berikut:Penerbit:Lembaga Penerbitan Mafahim(Hai’ah As Shofwah Maktab Far’iy Malang)Mustasyar:Habib Abdul Qadir al-Haddad(Tokoh Habaib dan Masyaikh Hai’ah As Shofwah Jakarta)Habib Abu Bakar bin Hasan al-Atthas(Tokoh Habaib dan Masyaikh Hai’ah As Shofwah Surabaya)Dewan Redaksi:KH. M. Ihya’ Ulumiddin(Aminul ‘Aam Hai’ah As Shofwah)Habib Sholeh al-Idrus(Tokoh Ulama dan Habaib serta Lajnah Syar’iyah As Shofwah)Habib Muhammad al-Haddad(Tokoh Ulama dan Habaib serta Lajnah Istisyariyah As Shofwah)Habib Husein bin Agil(Tokoh Ulama dan Habaib serta Lajnah Istisyariyah As Shofwah)Habib Abdullah Maulakhelah(Tokoh Ulama dan Habaib serta Lajnah Syuro war Riqobah As Shofwah)Pembinan Umum/Redaksi:DR. Habib Muhammad Baharun, SH., MA.(Akademisi dan mantan wartawan senior Majalah Tempo)Pimpinan Umum:KH. Luthfi Bashori(Tokoh Ulama dan Lajnah Syuro war Riqobah As Shofwah)Wakil Pimpinan Umum:KH. Malik Salam(Tokoh Ulama dan Naqib Mahalliy As Shofwah Malang)Pimpinan Redaksi:KH. Muhammad Ali Rahbini, S.Pd.I(Katib al-‘Aam Hai’ah As Shofwah)Wakil Pimred:Ernas Siswanto, S.Pd.(Universitas Negeri Malang)Redaktur Pelaksana:Umar Faruq, S.Hum(Universitas Islam Negeri (UIN) Malang)Anggota Sidang Redaksi:Abdurrahman Helmi, SE.(STIE. Malangkucecwara Malang)Khalili Hasib, S.Pd.(Universitas Negeri Malang)Sigit Indra Praja, SH.(Universitas Mataram (Unram) NTB)Ahmad Haedar(Universitas Islam Negeri (UIN) Malang)Hasyim al-Jufri, S.Sos.(Universitas Muhammadiyah Malang)Sirkulasi dan Keuangan:Abdurrahim, S.Kom.(STIKI Malang)Desain Grafis:Miftahul Huda(Sekolah Grafika Malang)Iklan dan Pariwara:Ernas Siswanto, S.Pd.Alamat Redaksi:Jalan Arif Margono 40 Malang. Telp. 0341-7799933Website: www.mafahim-online.net.E-mail: risalahmafahim@gmailRekening Bank:BCA Cabang Malang: 3170311344 An. M. Ali Rahbini.ISSN: 1978-7499Dalam jajaran redaksi Mafahim, kinerja redaksional dibangun atas budaya koordinatif dan perencanaan yang matang demi peningkatan kualitas pemberitaan dan penyajian. Ada beberapa momen pertemuan berkala yang menjadi agenda rutin di lingkungan jajaran redaksi. Setiap kerja redaksi selalu dalam kontrol, pengawasan, pembinaan, dan pengarahan dari pembina dan dewan redaksi.Di antara planning pengembangan dan peningkatan kualitas, Mafahim mengagendakan membuka jaringan korespondensi di luar negeri, antara lain Makkah, Riyadh, Yaman, Mesir, dan sekitarnya. Para koresponden adalah santri, mahasiswa dan generasi Muslim Ahlussunnah wal Jamaah yang saat ini sedang menimba ilmu di luar negeri.Mafahim juga merencanakan membangun hubungan yang harmonis dengan para alumni Abuya Al-Maliki yang tersebar di seluruh penjuru negeri untuk turut serta menjadi koresponden lepas. Yaitu dengan mengirimkan naskah, laporan, dan liputan kegiatan yang terjadi di wilayah para alumni terkait dengan keislaman dan fenomena aktual. RubrikasiSebagai media dakwah yang bercirikan akidah, tarbiyah, dan dakwah, Mafahim berupaya semaksimal mungkin untuk dapat memberikan yang terbaik dalam segala hal demi pembaca. Sebagai media yang secara spesifik meng-cover pemikiran Abuya al-Maliki, Mafahim juga menampilkan nuansa-nuansa yang berkarakter khas, yaitu gerbong pemikiran dan dakwah yang berangkat dari manhaj Abuya al-Maliki.Adapun pedoman rubrikasi dalam Majalah Mafahim adalah sebagai berikut:Daftar Isi الفهرس : Menampilkan daftar isi majalah meliputi halaman, judul dan sinopsis (talkhis) dari beberapa tema utama.Surat Pembaca رصيد القراء : Menampung surat pembaca yang berisikan kritik, saran, pesan, kesan serta masukan, tertulis maupun tidak tertulis.Pengantarالمدخل : Mendiskripsikan isi majalah, perkembangan majalah dan kinerja redaksional.Ragam Peristiwa الحوادث : Merekam peristiwa aktual yang booming dan menggebrak dan merupakan nilai tawar tersendiri bagi penyajian majalah dengan bahasa reportatif dan ilmiah.Laporan Utamaالأعلام : Berita utama yang menjadi nilai tawar majalah tiap edisi berisikan kunjungan ulama, tokoh, ilmuwan, pakar, yang berkomentar tentang sosok Abuya Sayyid Muhammad al-Maliki dan tentang akidah Ahlussunnah. Juga menyikapi fenomena-fenomena yang menomental keislaman.Tafsir Tematikالإتقان : Kajian tafsir al-Qur’an secara tematik (al-maudhu’i) dan aktual (al-waqi’i).Beranda Pesantrenمعهدنا : Menampilkan profil pesantren Ahlussunnah wal Jamaah sebagai basis penyebar ajaran Islam, dengan mengkhususkan pada pesantren alumni.Jejak Keteladananالإنسان الكامل : Memotret kisah keteladanan Rasulullah, sahabat, keluarga beliau dan para shalihin.Studi Hadisالمنهل اللطيف : Menganalisa hadis dari berbagai sisi, matan, sanad, rawi, takhrij, dan sebagainya.Kajianالحلقة : Mengkaji kitab Mafahim Yajibu An Tushahhah secara berkala dan dengan kajian aktual faktual.Syariat Kontemporerشريعة الله الخالدة : Mengaktualkan nilai-nilai syariat serta menyikapi problem keislaman aktual-faktual.Penyejuk Hatiشفاء الفؤاد : Berisikan perenungan sufistik yang disarikan dari kitab-kitab tasawuf atau syair Abuya dan diaktualkan sesuai konteks kekinian.Wawancara Ekslusifالحوار : Hasil wawancara dengan ulama, agamawan, ilmuwan, dan tokoh penting lainnya yang merupakan rangkaian dari berita utama.Bina Keluarga Sakinahنظام الأسرة : Menjabarkan tentang etika berumah tangga sesuai dengan aturan Syariat Islam.Reportaseالنشطات : Liputan dari kegiatan-kegiatan insidentil sekaligus penjelasan kegiatan tsb.Kaderisasiالتوعية : Tentang materi pengkaderan dakwah Islamiyah.Kolom Akidah قل هذه سبيلي : Menjabarkan akidah Ahlussunnah wal Jamaah secara komprehnesif, aktual, dan faktual.Figur Kitaالفتوة : Menampilkan figur alumni, kiprah dakwah, perjalanan taklim serta kenangan khusus dengan Abuya.Resensiبين كتبي : Meresensi beberapa karya Abuya al-Maliki dan kitab-kitab lain, utamanya kitab alumni.Hikmahالحكمة : Cerita, anekdot yang mengandung hikmah. Penyajiannya lebih dominan dalam bentuk narasi.Catatan Lepasالشرح : Tulisan dalam bentuk essai, artikel lepas menyikapi berbagai problematika yang menyentuh relung-relung kehidupan. Tema lebih pada kajian umum, faktual, dan aktual.Lintas Khazanahالشوارق : Memotret khazanah peradaban dunia Islam dan peradaban dunia yang kaya akan nilai-nilai spritualitas, keilmuan, histories, estetik, serta menyiratkan pesan-pesan Uluhiyah.Jedaالترويح : Memuat informasi singkat, ilustrasi, karikatur, gambar, cerita, kata-kata bijak, yang tidak lebih dari satu pragraf untuk penyegaran.Kriteria Penulisan1.Naskah diketik rapi dengan huruf Time News Roman (untuk Latin dengan ukuran 12) dan Traditional Arabic (untuk teks Arab dengan ukuran 20) di kertas folio, minimal 4 (empat) halaman dan maksimal 6 (enam) halaman dengan spasi 1,5.2.Naskah ilmiah, kajian, ataupun makalah, mencantumkan maraji’ (daftar sumber pustaka) lengkap, baik dari kitab, buku atau via internet. Redaksi juga menerima laporan kegiatan yang bertemakan aktifitas keagamaan, kejadian aktual, dan ragam peristiwa yang terjadi di sekitar wilayah alumni berada dengan dilengkapi foto ilustrasi kegiatan.3.Naskah yang masuk ke redaksi akan di-edit kembali dan dipertimbangkan dalam rapat redaksional tanpa mengubah maksud dan isi tulisan. Apabila tidak dimuat, maka akan menjadi bank naskah untuk dimuat pada edisi berikutnya.4.Naskah dikirim ke alamat redaksi di Jalan Yulius Usman No. 55 Malang. Atau via e-mail: risalahmafahim@gmail. atau melalui agen Mafahim terdekat. 5.Naskah diupayakan bertemakan keislaman yang berwawasan keumatan, yaitu tema-tema yang menyentuh lapisan masyarakat awam. Sebagai pelengkap dari setiap naskah, redaksi mengharap kepada setiap alumni untuk menyertakan foto kegiatan, foto bersama Abuya, serta foto pribadi (close-up).Agency & PeriklananAgencySelama hampir tiga tahun lamanya Majalah Mafahim telah mengalami beberapa perkembangan pemasaran. Hal ini terbukti dengan semakin luasnya jangkauan pemasaran dan semakin banyaknya permintaan pasar. Untuk memenuhi geliat pasar yang kian meningkat, maka tidak boleh tidak Mafahim harus siap lepas landas dengan membuka jaringan agency di berbagai tempat.Tidak hanya itu, setelah beberapa agen dibuka, Mafahim juga dituntut untuk dapat mengayomi para agen tersebut. Sebab bagaimanapun juga agen adalah ujung tombak bagi pendistribusian majalah. Mereka yang berhadapan langsung dengan pembaca. Segala yang terkait dengah keluhan dan harapan pembaca, dirasakan langsung oleh para agen. Hal ini membutuhkan pola pengayoman yang ekstra. Dan alhamdulillah, kian waktu jumlah agen kian bertambah dan berkembang meluas.Penyebaran agen berlangsung merata diberbagai lingkup lapisan masyarakat, mulai dari para alumni, santri alumni, para muhibbin li Abuya al-Maliki, dan masyarakat umum di semua kalangan. Sampai saat ini Mafahim sudah mempunyai kurang lebih 110 agen. Seiring perjalanan waktu, Mafahim kian dikenal oleh publik. Hal ini dapat dibaca dari banyak permintaan untuk menjadi agen ada yang dari luar pulau seperti Lampung, Palu, Bima dan daerah-daerah yang lain.Berikut beberapa alamat agen Majalah Mafahim.Jakarta : Warnet IT Jln. Kayumanis 4 Baru (Barat) No. 53 Rt. 01 Rw. 04 Kelurahan Kayumanis Kec. Matraman Jakarta Timur 13130 Telp. 021-92693313.Surabaya: Ust. Arif. Jln. Ketintang Barat I/27 Surabaya. - Ust. Thalaat. Jln. Pulo Tegalsari VI/6 Wonokromo Surabaya.Malang: - Usaha Bersama Agency (Pertokoan Kayutangan) Jln. Jenderal Basuki Rahmat 6-C4 Telp. 0341-326466. – Irwan (Gajah Mada Agency) Jln. Kedawung Pojok 1. Telp. 0341-493110. – TB. Terbit Jln. Terusan Borobudur 55 C Telp. 0341-7054663. – TB. Toga Mas Jln. Raya Dieng 27 A/2 Telp. 0341-565672. – Remaja Agency Jln. Sultan Agung 13 Kepanjen Telp. 0341-394204. – Agus Agency Jln. Dr. Sutomo 3 Lawang Telp. 0341-425472. – Majlis Taklim Tombo Ati Jln. Satsuit Tubun I/1 Telp. 0341-837665.Pujon: PP. Nurul Haromain Jln. Raya Brigjen A. Manan Wijaya Pujon Telp. 0341-524152.Yogyakarta: TB. Kauman Putra Jln. KH. Ahmad Dahlan 51 Yogyakarta.Lamongan: PP. Langitan Jln. Raya Widang Tuban PO. Box 2 Babat Telp. 0322-455018.Jember: PP. Nuris Jln. Pangandaran 48 Antirogo Sumbersari Telp. 0331-333002.Jepara: PP. Daruttauhid al-Alawiyah. Jln. Pakishaji 108 Potroyudan 59412. – Bpk. Ali Jln. Slamet Riadi 10.Madura: PP. MISDAT Lenteng Proppo Pamekasan.Mojokerto: Toko Merah Delima Jln. Niaga 18 Mojosari.Probolinggo: PP. Zainul Hasan Genggong Pajarakan Telp. 0335-842271.Pekalongan: Toko al-Ihsan Jln. Kartini 34.Bondowoso: PP. Sayyid Muhammad Alawi al-Maliki Koncer Darul Aman Bondowoso HP. 08123456095. – Habib Umar bin Alwi al-Haddad (Toko Habibi) Jln. Wahid Hasyim 44-45.Pasuruan: PP. Darullughah wad Da’wah Jln. Raya Raci Bangil Telp. 0343-742486. – PP. Sidogiri Kraton Pasuruan Telp. 0343-410444, 420444. – PP. Aqdamul Ulama Jln. Lukman Hakim 28 Jogonalan Pandaan. – Kopontren Darul Ihya’ Lil Ulumiddin Jln. Musing 59 Bendomungal Bangil Telp. 0343-742086.Palembang: Toko Yasittana PP. Ar-Riyadh Jln. KH. Azhari 13 Ulu Palembang.Kediri: PP. Lirboyo (Dalem Jet Tempur) Kediri. Seiring dengan tuntutan pengembangan pasar, maka segenap redaksi Mafahim berinisiatif untuk melakukan terobosan perluasan pemasaran. Yaitu dengan cara kerjasama dengan para alumni—dengan potensi pesantren dan basis umat yang signifikan—untuk kiranya bersedia menjadi agen resmi majalah Mafahim. Sebab sampai saat ini, para alumni Abuya al-Maliki masih belum secara optimal tersentuh oleh majalah ini. Sehingga hal ini juga mempengaruhi terhadap sirkulasi dan pemerataan distribusi.Dengan kesediaan para alumni secara merata untuk menjadi agen diharapkakn akan berpengaruh terhadap kualitas dan kuantitas Majalah. Pada saat yang sama, dakwah Islamiyah yang bervisikan Ahlussunnah wal Jamaah dengan spirit misi Maha Guru Abuya Sayyid Muhammad Alawi al-Maliki akan tersebar luas di berbagai penjuru negeri.Iklan dan KerjasamaBagaimanapun juga, keberlangsungan sebuah media (majalah dan sebagainya) tidak terlepas dari periklanan. Hal ini menyangkut pendanaan dari penerbitan majalah. Dalam kerangka tersebut Mafahim berupaya semaksimal mungkin menggaet para pengusaha untuk bersedia memasang iklan perusahaannya di majalah ini. Dan, alhamdulillah, ada beberapa unit usaha yang memiliki kepedulian dengan memasang iklannya di Mafahim.Pada umumnya setiap pemasang iklan merasa tertarik pada Mafahim karena beberapa hal. Diantaranya adalah karena nama besar Maha Guru Abuya Sayyid Muhammad Alawi al-Maliki serta motivasi dakwah Islamiyah. Di samping itu juga karena tendensi perluasan informasi usaha agar bisa dikenal luas oleh para konsumen.Adapun natijah yang akan didapat oleh pemasang iklan di majalah Mafahim adalah, (1) pangsa pasar jelas, meliputi pesantren beserta civitasnya, (2) mampu menggaet pengagum (muhibbin) Sayyid Muhammad al-Maliki yang terdiri dari mahasiswa, pelajar, aktivis muslim dan masyarakat umum dalam skala nasional maupun regional, (3) sebagai branch image produk dan usaha, (4) secara otomatis pemasang iklan telah turut serta berperan aktif dalam perjuangan dakwah Islamiyah.Bagi para alumni, kerjasama dengan majalah Mafahim adalah sebuah langkah taktis untuk membangun relasi dakwah dan ukhuwah. Setidaknya, juga dalam membangun perluasan jaringan bisnis. Di mana para alumni dapat menampilkan berbagai jenis informasi yang terkait dengan kegiatan kegamaan, aktifitas dakwah, promosi usaha, dan berbagai jenis usaha dengan prosentase yang layak sesuai kesepakatan kedua belah pihak.Sebagimana dipahami bahwa Mafahim telah mempunyai pangsa pasar yang luas dan menjangkau. Bahkan telah merambahi beberapa basis pembaca potensial. Tentu peluang ini tidak boleh disia-siakan. Sangat penting sekali bagi para alumni untuk memiliki kesadaran objektif pentingnya membangun jaringan bisnis yang sehat. Maka dalam kerangka tersebut Mafahim menawarkan kepada para alumni, para masyaikh, para asatidz, para pengurus niqobah mahaliyah, dan para pembaca pada umumnya peluang kerjasama seluas-luasnya. Yaitu berupa pemasangan iklan dan kerjasama pemasaran. Mafahim akan senantiasa siap menjadi mitra kerja para pembaca dalam pemasaran, tukar menukar informasi, dan sebagainya demi perluasan jaringan dakwah dan ma’isyah.Berikut informasi tarif dari setiap pemasangan iklan adalah sebagai berikut:UkuranLetakHarga1 Halaman Full Colour(150 mm x 210 mm)Cover 2 (Baliknya Cover 1)Rp. 750.000,-1 Halaman Full Colour(150 mm x 210 mm)Cover 3 (Baliknya Cover 4)Rp. 550.000,-1 Halaman Full Colour(150 mm x 210 mm)Cover 4 (Belakang)Rp. 1.500.000,- ½ Halaman Full Colour(75 mm x 105 mm)DalamRp. 400.000,-¼ Halaman Full Colour(37,5 mm x 52,5 mm)DalamRp. 250.000,-AdvetorialDalamRp. 750.000,-Keterangan:Harga bisa berubah sewaktu-waktu. Namun perubahan harga tidak berlaku jika pemasang iklan sudah melakukan perpanjangan sebelum perubahan harga.Beberapa langkah strategis yang dilakukan untuk merentangkan sayap pemasaran dan relasi Mafahim di berbagai lintas lini dan segmen, antara lain:1.Pemberdayaan potensi agen. Hal ini dilakukan dengan memberikan kesempatan kepada setiap agen untuk menulis naskah. Trobosan ini berdampak besar terhadap bangkitnya semangat rasa memiliki (himmah) sehingga termotivasi untuk memasarkan Mafahim secara optimal.2.Membuat dan menyebarkan brosur, pamflet, bahkan kartu nama, kemudian kita kirimkan kepada tiap agen agar mencantumkam nomor telepon atau alamat agen yang bisa dihubungi untuk membeli majalah. Cara ini dilakukan untuk meningkatkan daya beli agen sehingga berdampak pula pada kuantitas produksi.3.Berupaya semaksimal mungkin untuk dapat menembus pasar atau agen di luar pesantren sehingga Mafahim dikenal oleh masyarakat umum di luar pesantren.4.Pengiriman Rekening Koran kepada agen akan dilakukan setiap kali terbit sebagai bagian dari upaya pembelajaran di bidang bisnis media.5.Meningkatkan kerjasama yang saling menguntungkan, di beberapa bidang:a.Penjualan majalah: memberikan prosentase penjualan yang layak sesuai dengan kode etik pasar yang berlaku kepada para agen.b.Periklanan: memberikan prosentase fee kepada agen yang berhasil mendapatkan iklan.c.Penulisan naskah: Memberikan peluang seluas-luasnya kepada para ulama, kiai, para tokoh, akademisi, asatidz yang kompeten dibidangnya untuk menulis naskah dalam rangka penyebaran dakwah dan tarbiyah Ahlussunnah wal Jamaah.d.Distribusi kreasi para alumni: Jaringan pasar majalah bisa digunakan untuk membantu menjualkan kitab-kitab, vcd ceramah para alumni Abuya al-Maliki yang sudah terbagi sesuai dengan job discripsi Niqobah Mahalliyah Hai’ah As Shofwah.e.Komputerisasi administrasi. Segala yang terkait laporan keuangan, administrasi, dan transparansi menggunakan program komputer.f.Pengiriman rekening koran agen untuk memantau transaksi setiap agen secara berkala.g.Dan beberapa terobosan pengembangan lain yang dilakukan oleh segenap jajaran redaksional dengan pantuan dewan redaksi dan pembina.6.Membuka website dengan alamat: www.mafahim-online.net dengan beberapa nilai plus:a.Mengenalkan khazanah pemikiran Abuya Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki melauli dunia maya yang berimplikasi perluasan jaringan lintas batas.b.Memudahkan pengiriman naskah dan akses informasi.c.Forum tanya jawab dengan umat.d.Media komunikasi digital antara redaksi dengan alumni, redaksi dengan pembaca secara online, dan alumni dengan umat.Berdasarkan paparan di atas, segenap jajaran redaksi menaruh harapan besar kepada semua pihak untuk mendapatkan dukungan, wabilkhusus dari masyaikh alumnus Abuya Sayyid Muhammad al-Maliki yang sangat dekat dengan masyarakat dan memahami kebutuhan umat agar turut mewarnai Majalah Mafahim, baik dalam bentuk penulisan naskah, penjualan Majalah, penjualan kitab maupun membantu fasilitas lain. Hal ini dalam rangka memperlancar tercovernya khazanah pemikiran Abuya Sayyid Muhammad aal-Maliki kepada segala lapisan umat. Tak lupa kami seluruh jajaran redaksional mohon doa barokah untuk kelancaran dakwah yang diridhai Allah. Amien.Alamat Redaksi:Jalan Arif Margono 40 Malang. Telp. 0341-7799933Website: www.mafahim.orgE-mail: risalahmafahim@gmail.comRekening Bank:BCA Cabang Malang: 3170311344 An. M. Ali Rahbini.ISSN : 1978-7499Contact Person:Info naskah : 081334120260Surat pembaca : 085646361700Pemasaran & agency : 085856261981Iklan : 08883335851Demikian sekilas profil Majalah Mafahim.
 
  Situs © 2014 Oleh Pejuang Islam