URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV ONLINE
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [18/5/2019]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [18/5/2019]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [18/5/2019]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [18/5/2019]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [18/5/2019]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Kamis, 23 Mei 2019
Pukul:  
Online Sekarang: 3 users
Total Hari Ini: 180 users
Total Pengunjung: 4415867 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - KARYA ILMIAH USTADZ LUTHFI BASHORI
 
 
KEUTAMAAN LA ILAHA ILLALLAH  
Penulis: Pejuang Islam [ 3/9/2016 ]
 
KEUTAMAAN LA ILAHA ILLALLAH

Luthfi Bashori


Sahabat Abu Said Al-Khudri r.a berkata bahwa Nabi Saw. bersabda, Nabi Musa a.s berkata, Wahai Tuhanku, ajarilah aku bacaan untuk berzikir dan berdoa kepada-Mu. Allah lalu berkata, Hai Musa, berkatalah: La Ilaha Illallah. Nabi Musa a.s lalu berkata, Wahai Tuhanku, semua hamba-Mu mengucapkan ini, Tiada Tuhan selain Engkau. Seseungguhnya aku menginginkan sesuatu supaya Engkau khususkan aku dengan bacaan yang khusus. Allah berkata, Hai Musa, seandainya langit yang tujuh dan bumi yang tujuh berada di satu sisi timbangan dan kalimat La Ilaha Illallah di sisi yang lain, niscaya semua itu kalah beratnya dengan kalimat La Ilaha Illallah. (H.R. Nasai dan Ibnu Majah).

La Ilaha Illallah adalah kalimat syahadat yang setiap hari wajib diucapkan oleh umat Islam dalam shalatnya. Barangsiapa yang enggan membacanya, maka ia telah menghancurkan agamanya. Seperti orang-orang yang enggan melaksanakan shalat lama waktu, maka sesungguhnya mereka telah merusak keyakinan dan aqidahnya.
Kalimat La Ilaha Illallah mempunyai banyak nama karena begitu agungnya, di antaranya: Kalimatut-Tauhid, Kalimatus-Syahadah, Kalimatul Ikhlas, Kalimatul haqq, Kalimatu-Taqwa, Kalimatut-Thoyyibah, Kalimatul Baqiyyah, Kalimatus-Syafaah, dan Tsamanul Jannah.

Dalam hadits qudsi Allah berfirman: La Ilaha Illallah adalah bentengku, dan orang yang mengucapakan La Ilaha Illallah berarti masuk pada benteng-Ku, dan orang yang masuk benteng-Ku akan aman dari siksa-Ku (artinya akan selamat dunia akhirat orang yang selalu memperbanyak La Ilaha Illallah).

Dianjurkan membaca La Ilaha Illallah, tentunya bukan hanya dalam shalat saja, namun dengan memperbanyak membacanya, akan dapat menambah keimaman seseorang. Bahkan berdzikir dengan lafadz La Ilaha Illallah, adalah termasuk paling afdlalnya dzikir kepada Allah.

Sedangkan perintah memperbanyak dzikir sendiri, telah disebutkan dalam ayat suci Alquran, wadzkurullah dzikran katsiran (dan berdzikirlah dengan dzikir yang banyak). Dengan demikian membaca La Ilaha Illallah dalam keseharian di luar shalat, adalah termasuk perintah syariat.
Adapun untuk tepat berapa jumlahnya, tidak ada aturan khusus dari syariat, jadi setiap orang dipersilahkan untuk berkreasi memilih jumlah bacaannya, sesuai kemampuan, kemauan dan kesempatan masing-masing.

   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
 
Kembali Ke atas | Kembali Ke Index Karya Ilmiah
 
 
 
  Situs © 2009-2019 Oleh Pejuang Islam