URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV ONLINE
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [29/7/2019]
   
WAJIB TAQLID BAGI SELAIN MUJTAHID 
  Penulis: Pejuang Islam  [28/7/2019]
   
MANFAAT QISHAS DALAM ISLAM 
  Penulis: Pejuang Islam  [25/7/2019]
   
BUKTI EMPAT MADZHAB BANYAK DIMINATI ULAMA SALAF 
  Penulis: Pejuang Islam  [25/7/2019]
   
DALAM URUSAN MAKAN PUN DILARANG SOMBONG 
  Penulis: Pejuang Islam  [22/7/2019]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Rabu, 21 Agustus 2019
Pukul:  
Online Sekarang: 4 users
Total Hari Ini: 504 users
Total Pengunjung: 4544294 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - KARYA ILMIAH USTADZ LUTHFI BASHORI
 
 
NU Garis Lurus Meluruskan 
Penulis: Pejuang Islam [ 3/9/2016 ]
 
NU Meluruskan

Muhammad Saad

Kehadiran NU yang dipunggawai oleh Ustadz Luthfi Bashori Alwi, putra dari Ulama sepuh NU JawaTimur KH. Bashori Alwi menjadi trending topic di Sosial Media. Hal ini terjadi karena keberadaan NU telah menjadi kerikil tajam bagi oknum-oknum NU yang terserang virus SEPILIS (Sekulerisme - Pluralisme dan Liberalisme) dan Faham Syiah. Mereka (Kaum Sepilis dan Syiah) meradang, sebab kesesatan dua faham yang menjadi benalu di tubuh NU ini dibongkar oleh NU .

Bukti kemarahan salah satu dari mereka yang berfaham liberal adalah sebuah tulisan di web resmi www.nu.or.id dengan judul Meluruskan NU GarisLurus. Dalam tulisan itu, M. Alim Khoiri menulis: Kerikil terbaru NU saat ini adalah munculnya fenomena NU GarisLurus. Ini mengesankan bahwa ternyata ada juga NU yang tidak lurus. Mirisnya, kelompok yang mengatas namakan NU ini tak segan  segan mencaci kelompok NU lain yang tak sependapat dengan mereka. Tokoh-tokoh besar NU macam Gus Dur, Profesor Quraish Shihab dan Kang Said, artikel ini tak lepas dari serangan mereka. (M. Alim Khoiri , Meluruskan NU GarisLurus - NU Onlinewww.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail.)

Penulis artikel ini juga mengatakan bahwa NU adalah kelompok yang mengatas namakan NU untuk menandingi keberadaan faham - faham yang dianggap sesat. M Alim menulis Gerakan ini, boleh jadi merupakan semacam bentuk tandingan atau perlawanan terhadap faham  faham pemikiran yang mereka anggap sesat macam pluralisme, sekularisme, liberalism atau faham Syiahisme. Menurut mereka, faham  faham tersebut tak boleh ada dalam NU, tokoh-tokoh NU yang dianggap memiliki prinsip - prinsip terlarang itu tak layak dan tak boleh ada dalam NU.

Dari dua pernayataan di atas, M. Alim seorang Nahdhiyin yang tampak berpemikiran liberal, sangat kelihatan emosional dan tidak ilmiah dalam merespon NU . Pertama, keberadaan NU mengandaikan NU struktural tidak lurus. Kedua, NU adalah tandingan bagi faham - faham yang dianggap sesat yang berada di dalam tubuh NU.

Point pertama, Benarkah keberadaan NU menganggap NU tidak lurus. Jika yang dimaksud adalah NU yang dicita-citakan oleh KH. Hasyim Asyari, yaitu NU yang tegas kepada aliran  aliran sesat, sebagaimana hal itu tertorehkan ketegasan beliau dalam kitab Risalah Ahlusunnah wal - Jamaah. Dimana di dalam kitab tersebut beliau mengkritik kelompok yang suka mengkafirkan, penganut Syiah Imamiyah, penganut aliran kebatinan dan pengikut aliran tasawwuf menyimpang dengan konsep manunggaling kawulo gusti (KH. Hasyim Asyari,Risalah ahlusunnah wal Jamaah, (Jombang: Maktabah al-Turats al-Islamy), hal. 09). Maka NU tidak akan ada keberadaanya.

Namun pada kenyataanya, tubuh NU mulai sakit, penyakit dari oknum  oknumnya mulai menggerogoti (As`ad: Indonesia Sedang Alami Liberalisasi, http://www.nu.or.id/). Bahkan kepemimpinan NU dipegang oleh oknum yang ternjangkit virus paham Syiah sekaligus Liberal. Hal inilah yang kemudian membangkitakan ulama - ulama NU yang masih murni aqidahnya termasuk Ustadz Luthfi Bashori mengobati NU dan membersihkan dari faham  faham yang merusak.

NU sendiri menurut Ustadz Luthfi Bashori adalah untuk membedakan dengan NU yang terjangkit faham muhaddamah. Ustadz Luthfi menyatakan Sedangkan kata adalah untuk membedakan dari warga NU (bahkan sebagian tokoh NU), yang sudah keluar dari ajaran aqidah KH. Hasyim Asyari sebagai pendiri NU (Luthfi Bashori Alwi, Panduan Aswaja , hal. 1-3).

Poin kedua, keberadaan NU bukan untuk menandingi faham - faham yang dianggap sesat yang menjadi benalu di tubuh NU. Justru keberadaan NU sebagaimana penulis sebutkan tadi, ialah, untuk meneruskan misi KH. Hasyim Asyari membersihkan faham - faham yang diyakini kesesatannya.

Faham  faham semisal SEPILIS dan Syiah, dalam pandangan Islam bukan faham yang diduga kesesatannya sebagaimana yang ditulis oleh M. Ali Eksistensi Sekularisme, Pluralisme dan Liberalisme benar-benar telah mendekonstruksi Aqidah dan Syariah Islam serta mendegradasi akhlaq kaum muslimin. Jika sekulerisme bertujuan menghilangkan peran agama dalam kehidupan masyarakat, pluralisme ingin menyamakan semua agama memiliki kebenaran, maka liberalisme adalah memayungi kedua paham tersebut.

Dr. Hamid Fahmi Zarkasyi Peneliti INSISTS mengatakan: bahwa liberalisasi dalam dunia Islam ditandai dengan, pertama, gugatan terhadap Al-Quran. Kedua, pembelaan aliran sesat. Ketiga, mendahulukan akal manusia daripada Tuhan. Keempat, mendukung relativisme yang berujung pada pluralisme agama. Kelima, mempromosikan skeptisisme. (Hamid Fahmi Zarkasyi dalam buku Misykat, (sub judul Evil of Liberalisme, hal. 152).

Belum lagi Syiah dengan konsep Imamahnya telah melahirkan konsep takfir kepada para Shahabat mulia Rasulullah Saw. Konsep Imamah yang berujung pada takfir Shahabat ini, berlanjut kepada pengkafiran kepada Aswaja. Sebab pembelaan Aswaja kepada keadilan para Shahabat. Hal ini yang kemudian menimbulkan chaos antar kelompok di level bawah, bahkan sampai pembantaian.

Jika hal demikian ini oleh M. Ali hanya dianggap sebuah dugaan bahwa aliran - aliran SEPILIS dan Syiah adalah sesat, maka alangkah naifnya (untuk tidak mengatakan bodoh). Ini membuktikan bahwa M. Ali menulis tanpa menggunakan referensi, bahkan cenderung menulis dengan emosional semata.

Ketika Ustadz Luthfi dikonfirmasi tentang oknum NU yang geram dengan keberadaan NU , beliau menanggapi dengan santai. Murid dari Prof. Dr. Sayyid Muhammad bin Alwi al-Maliki ini mengatakan bahwa beliau sudah terbiasa dengan hal tersebut semenjak beliau berdakwah membeberkan kesesatan aqidah non Aswaja, terlebih dalam tubuh NU yang telah terkontaminasi paham SEPILIS (Sekulerisme, Pluralisme dan Liberalisme).

Mereka sebenarnya secara amaliah dalam beribadah adalah sama dengan Nahdhiyin lainnya. Namun mereka SEPILIS dalam berwacana dan berpikir. Hal ini yang bermasalah.

Sebab pemikiran demikian adalah dekotomis, dimana akal dan hatinya berbeda dalam beraktifitas. Doktrin demikian lahir dari aliran filsafat dualisme. Orang yang demikian adalah orang yang liberal tanpa sadar, menurut Dr. Adian Husaini, mereka adalah golongan bingung. (Golbing) (Adian Husaini, "Islam Ragu-ragu" versi Rektor UIN Yogya - Hidayatullah.com).

Islam adalah agama tauhid. Islam bukan saja doktrin, tapi Islam adalah world view. Karena Islam ajaran tauhid, maka cara pandang (worldview) seorang muslim adalah tauhid. Hati, alam pikiran dan amaliyah seorang muslim selalu integral. Meminjam istilah Dr. Hamid Fahmi Zarkasyi, Seorang muslim, jika hatinya ke Makkah, maka akalnya ke Madinah, bukan ke Amerika (Orasi Ilmiah Dr. Hamid Fahmi Zarkasyi, Sinergi Membangun Peradaban Islam. http://kholilihasib.com). Wallahuaalam Bishawwab.

Penulis adalah Alumni PP. Aqdaamul Ulama, Pandaan  Pasuruan dan Anggota Pejuang Aswaja .

   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
 
Kembali Ke atas | Kembali Ke Index Karya Ilmiah
 
 
 
  Situs © 2009-2019 Oleh Pejuang Islam