URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV ONLINE
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [29/7/2019]
   
WAJIB TAQLID BAGI SELAIN MUJTAHID 
  Penulis: Pejuang Islam  [28/7/2019]
   
MANFAAT QISHAS DALAM ISLAM 
  Penulis: Pejuang Islam  [25/7/2019]
   
BUKTI EMPAT MADZHAB BANYAK DIMINATI ULAMA SALAF 
  Penulis: Pejuang Islam  [25/7/2019]
   
DALAM URUSAN MAKAN PUN DILARANG SOMBONG 
  Penulis: Pejuang Islam  [22/7/2019]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Rabu, 21 Agustus 2019
Pukul:  
Online Sekarang: 4 users
Total Hari Ini: 504 users
Total Pengunjung: 4544293 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - KARYA ILMIAH USTADZ LUTHFI BASHORI
 
 
KAFAN SY. UMAR BIN KHATTAB 
Penulis: Pejuang Islam [ 3/9/2016 ]
 
KAFAN SY. UMAR BIN KHATTAB

Luthfi Bashori


Sayyidina Umar berkata kepada putranya ketika menjelang wafatnya, Hematlah dalam menggunakan kafan, karena jika aku mempunyai kebaikan di
sisi Allah, tentulah Dia mengganti untukku kafan yang lebih baik. Jika
keadaanku tidak seperti itu, maka Allah akan merampas kafanku dan segera
merampasnya.

Hematlah kalian dalam menggali kuburku. Karena jika aku mempunyai kebaikan di sisi Allah, maka Dia akan memperluas kuburku sepanjang pandanganku. Akan tetapi jika keadaanku tidak seperti itu, Dia akan menyempitkannya di atasku, sehingga bercerai berai tulang-tulang rusukku.

Jangan biarkan seorang perempuan mengikuti aku dan jangan memujiku mengenai sesuatu yang tidak ada padaku, karena sesungguhnya Allah lebih tahu tentang diriku. Maka apabila kalian keluar, cepatlah kalian berjalan. Karena jika aku mempunyai kebaikan di sisi Allah, maka kalian telah mempercepat kedatanganku kepada suatu yang lebih baik bagiku, dan jika keadaan tidak seperti itu, kalian telah membuang dari pundak kalian, dosa-dosa yang kalian pikul...!

Betapa mulianya wasiat Sy. Umar bin Khattab kepada putranya ini. Alangkah sederhananya pemikiran Sy. Umar bin Khatthab tetang kehidupan dunia yang telah beliau jalani, sekalipun beliau setiap hari senantiasa menyertai kehidupan baginda Rasulullah SAW.

Terasa tidak ada rasa tinggi diri atau kebanggaan apapun yang ada dalam diri Sy, Umar bin Khatthab, jika berbicara tentang kematian dan keadaan alam kubur, padahal beliau yang disebut oleh Nabi SAW: Tidaklah Umar melewati suatu jalan, kecuali setan akan lari melewati jalan yang lain.

Namun dengan adanya jiwa ketawadhuan Sy. Umar bin Khatthab ini, benar-benar pertanda keberhasilan beliau dalam menyerap semua pelajaran selama beliau mengikuti langkah dakwah Rasulullah SAW, sebagaimana Rasulullah bersabda: Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlaq yang mulia.

Salah satu akhlaq yang mulia adalah tata cara seorang hamba untuk menghadap kepada Allah dengan penuh raja (pengharapan), khauf (kekhawatiran) dan husnuddzan billah (berbaik sangka kepada Allah).

   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
 
Kembali Ke atas | Kembali Ke Index Karya Ilmiah
 
 
 
  Situs © 2009-2019 Oleh Pejuang Islam