URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV ONLINE
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [12/12/2017]
   
PERINTAH BER-NAHI MUNKAR 
  Penulis: Pejuang Islam  [11/12/2017]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [11/12/2017]
   
SEJAK DULU, KAUM YAHUDI DAN NASRANI BERUSAHA MEMPENGARUHI UMAT ISLAM 
  Penulis: Pejuang Islam  [11/12/2017]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [9/12/2017]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Minggu, 17 Desember 2017
Pukul:  
Online Sekarang: 7 users
Total Hari Ini: 580 users
Total Pengunjung: 3703408 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - KARYA ILMIAH USTADZ LUTHFI BASHORI
 
 
Musuh Besar Umat Islam IV 
Penulis: USTADZ LUTHFI BASHORI [ 7/10/2016 ]
 
UCAPAN DAN PERBUATAN  YANG MENYEBABKAN  KEMURTADAN

ERa globalisasi mendorong manusia untuk selalu melakukan segala aktifitas guna me-menuhi kebutuhan dan meningkatkan taraf hidup yang lebih baik. Seorang muslim apabila tidak selektif dalam bertindak, ia akan melakukan perbuatan yang terkadang tanpa disadari dapat menyebabkan kemur-tadan. Mereka tidak lagi mengetahui batas batas perintah dan larangan agama, ter-utama perkara yang menyangkut keimanan dan keyakinan (aqidah).

Suatu perbuatan yang dzahirnya tampak Islami, belum tentu sesuai dengan al-Quran maupun Hadits. Akibatnya, seringkali terjadi,tanpa disadari pelakunya telah melanggar aturan agama,bahkan mungkin melampaui batas aqidah Islamiyah yang akan menentukan status seseorang, apakah dia masih layak dianggap muslim, atau sama sekali sudah ke luar dari Islam. Hal ini bisa terjadi, adakalanya karena  ketidak mengerti-an terhadap ajaran agama secara benar dan mendalam, atau ada unsur sengaja menentang Islam. 

Mengenai hal ini Allah berfirman yang artinya: Dan ba-rang siapa yang murtad (keluar dari agama Islam) di antara kalian dari agamanya lantas dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalam-nya.(Q.S. Al-Baqarah, 217).

Ayat ini mengandung pengertian bahwa seorang muslim tidaklah bebas melakukan apa saja sekehendak hatinya. Apabila ia berbuat sesuatu yang bisa menyebabkan kemurtadan (keluar dari agama Islam), maka Allah meng-hukuminya sebagai orang kafir.

Adapun  macam-macam perbuatan murtad telah banyak ditulis oleh para ulama salaf. Di antaranya akan diuraikan dalam risalah ringkas ini, dengan pertimbangan bahwa Nabi Muhammad r telah mengingatkan ummat Islam tentang peri-laku mereka dalam sabda beliau yang intinya: Adakalanya seseorang itu pada saat pagi hari dalam keadaan Islam tiba-tiba pada sore harinya sudah menjadi kafir, dan sebaliknya pada saat sore hari dia muslim ternyata esok harinya sudah menjadi kafir.

Pengertian Murtad

Sebelum diuraikan bentuk dan jenis kemurtadan, maka sangat perlu kiranya untuk mengetahui definisi murtad. Syekh Muhammad al Hijaz al Halabi mendefinisikan murtad sebagai berikut: Murtad adalah pemutusan seorang mukallaf (muslim) dari agama Islam dengan pilihannya sendiri (dengan senang hati dan tidak dipaksa), dengan berniat,  berbuat atau berucap yang menyebabkan kekafiran. Baik dia melakukan semua itu dengan cara meremehkan, itiqad (penuh keyakinan) maupun sengaja menentang (agama Islam).

Pandangan para ulama dalam menyikapi orang yang murtad adalah sebagai berikut: Sesungguhnya orang yang murtad (keluar dari agama Islam) itu berhak dibunuh (di negara yang memberlakukan hukum Islam secara  menyeluruh), istri-nya tertalak bain (talak tiga) darinya, tidak berhak menerima warisan dari kerabatnya yang mukmin, tidak boleh ditolong sekalipun minta pertolongan, tidak boleh dipuji atapun disanjung sekalipun melakukan kebajikan atau kebaikan, hartanya menjadi harta faik (dimasukkan ke baitul maal) untuk kemaslahatan kaum muslimin.

Semua  ini adalah hukuman untuknya di dunia. (Sebagai hukuman akhirat) dia tidak berhak atas pahala amal ibadahnya  yang dia kerjakan selama masa dia beriman, bahkan pahalanya dicabut dan tidak memiliki apapun dari pahala itu.2
Menengok keterangan di atas, maka sudah selayaknya ummat Islam mengetahui beberapa macam perbuatan murtad yang dewasa ini banyak berkembang di tengah masyarakat.

Berikut ini akan diuraikan macam-macam perbuatan yang bisa mengeluarkan seorang muslim dari agama Islam,  dengan harapan agar kita lebih  berhati-hati dalam bertindak dan tidak sampai terjurumus kepada perbuatan yang membahayakan aqidah. Beberapa perbuatan yang dapat menyebabkan murtad di antaranya :

1. Murtad Karena Ridla (Rela) Terhadap Kekafiran

Kaitan sikap rela (ridla) terhadap kekufuran telah disebutkan dalam kaidah fiqih: Ridla (setuju) terhadap kekafiran hukumnya kafir, seperti seorang muslim setuju (apalagi mendukung) perbuatan ritual orang Yahudi dan Nasrani, dan ikut membantu menyiarkan agama mereka, menyebabkan orang tadi murtad (keluar dari agama Islam). Demikian juga (hukumnya orang yang) membantu menyiarkan kekafiran yang keluar dari kelompok aliran sesat.

Al Imam al Qadli Iyadl menerangkan dalam kitab beliau as Syifa bi Tarifi Haqqi al Musthafa: Demikian juga kita (kaum muslimin) menganggap kafir orang yang tidak mengkafirkan penganut agama atau aliran-aliran selain yang dianut oleh kaum muslimin, atau mendukung mereka (penganut agama selain Islam), atau meragukan kesalahan mereka, atau pula membenarkan keyakinan mereka, meskipun orang tersebut menampakkan keislamannya.

Jadi, jika ada orang yang tidak mengkafirkan penganut agama selain Islam, maka orang tersebut dihukumi kafir. Kejadian semacam ini sangat banyak ditemukan di kalangan orang-orang Islam sendiri yang biasanya berdalih untuk memperjuangkan hak asasi manusia, saling menghargai antar sesama ummat beragama dan helah lainnya.

Dalam kaitan ini Islam memperbolehkan ummatnya untuk  memperjuangkan hak asasi manusia sebatas tidak bertentangan dengan ajaran Islam, seperti memperjuangkan hak kebebasan berdagang, hak mempertahankan harta milik, dan hak lainnya yang bersifat duniawi. Namun memperjuangkan hak kebebasan seseorang untuk berbuat kekafiran dan kemusyrikan di muka bumi, jelas dilarang oleh Islam.

2. Murtad Karena Persekutuan (Kerjasama)

Dalam memahami perbuatan murtad yang disebabkan karena adanya hubungan persekutuan atau kerjasama, perlu kiranya ummat Islam memperhatikan pendapat beberapa ulama seperti:

~    Al-Imam al-Qadli Iyadl al-Yahsubi (wafat th. 544 H) menerangkan, bahwa termasuk perbuatan yang menyebabkan kemurtadan adalah: Berjalan ke gereja bersama ummat Nasrani dengan memakai ikat pinggang (khas mereka) di hari-hari raya mereka.4

~    Penjelasan di atas dilengkapi oleh keterangan seorang ulama dari Halab, as-Syeikh Muhammad al-Hijaz: Di antara macam-macam kemurtadan adalah berjalan ke gereja bersama penganut Nasrani dan berkumpul bersama mereka dalam perayaan-perayaan keagamaan yang diadakan di gereja dan ikut meramaikan syiar-syiar kekafiran lainnya.5

~    Senada dengan Syeikh Muhammad al Hijaz, Imam Abu al-Qasim Hibatullah bin al-Husain bin Mansur at-Thabari al-Faqih as-Syafii mengatakan: Tidak diperbolehkan kaum muslimin menghadiri hari raya atau ritual mereka (orang kafir baik Yahudi maupun Nasrani atau agama lainnya), karena mereka itu berada dalam kemungkaran dan kerusakan, apabila orang yang baik (orang muslim) berkumpul dengan ahli kemungkaran (orang-orang kafir) tanpa mengingkari (perbuatan mereka), sama halnya meridlai kemungkaran mereka dan mendukungnya, maka kita mengkhawatirkan turunnya adzab Allah kepada pengikut mereka (kaum muslimin yang meridlai kekafiran) sehingga adzab Allah pun menjadi musibah bagi semua orang. Kita berlindung dari kemurkaan-Nya.6

~    Abu al-Hasan al-Amidi mengatakan bahwa ummat Islam tidak diperbolehkan  menyaksikan perayaan ritual orang-orang Nasrani dan Yahudi. Hal ini sebagai nas (ketetapan) Imam Ahmad.7

~    Selain dilarang menghadiri perayaan ritual non muslim, ummat Islam juga diperintahkan untuk menjauhi kegiatan ritual non muslim, sebagaimana hal ini telah diriwayatkan oleh seorang ulama hadits terkemuka Imam Bukhari (termaktub di luar kitab Shahih Bukhari), bahwa Sayyidina Umar bin al-Khatthab Radhiyallahu anhu telah berkata: Jauhilah (orang-orang kafir) pada saat perayaan ritual mereka.8

~    Selain itu, termaktub pula dalam kitab-kitab pengikut Imam Abu Hanifah: Barang siapa memberi hadiah semangka (kepada orang-orang kafir) pada saat hari raya perayaan ritual mereka dengan maksud menghormati perayaan tersebut, maka orang tesebut telah kafir.9

Namun yang patut menjadi keprihatinan bersama adalah, sejak menggelindingnya bola reformasi banyak dari kalangan ummat Islam yang bersedia menghadiri undangan perayaan hari-hari besar ummat non muslim, yang diadakan di tempat-tempat ibadah mereka atau di tempat perayaan manapun yang, sekali lagi hal tersebut dilakukan atas nama demokrasi, toleransi dan hak asasi manusia.

Demikian pula dengan kehadiran ummat Islam pada seminar yang diadakan di gereja atau di tempat-tempat perkumpulan yang diadakan oleh kaum Nasrani, yang mana dalam hal ini terdapat unsur imaratul kanais (menyemarakkan/mendukung kegiatan gereja). Inilah di antara perbuatan yang dapat membahayakan aqidah ummat Islam.

Dalam konteks ini Allah berfirman yang artinya: Janganlah orang-orang mukmin menjadikan orang-orang kafir sebagai penolong/teman akrab dengan meninggalkan orang mukmin.

Barangsiapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah kecuali karena siasat (memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka). Dan Allah memperingatkan kamu akan siksa-Nya. (QS. Ali Imron:28). Firman Allah pula yang artinya: Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksa yang pedih.

Yaitu orang-orang yang menjadikan orang-orang kafir sebagai penolong/teman akrab dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya seluruh kekuatan  itu adalah milik Allah. (QS. Al Baqarah, 138-139) 

3. Murtad Karena Perkataan     
  
Murtad yang disebabkan karena perkataan sangatlah banyak. Tentunya yang dimaksud perkataan disini ialah perkataan yang bernada menghina dan melecehkan agama Islam dan ummat Islam (seperti ucapan seseorang yang jelas bertentangan dengan ayat al Quran dan hadits, ucapan yang bernada menghina Rasulullah r, atau ucapan yang mendis-kreditkan al-Quran serta Hadits mutawatir, seperti mengatakan isi al-Quran sudah tidak relevan untuk saat ini, untuk itu perlu direvisi, atau mangatakan Nabi Muhamammad itu manusia biasa, jadi adakalanya benar, juga adakalanya salah, jadi boleh saja kita berselisih pendapat dengan beliau), maupun ucapan yang bersifat mengakui kebenaran ajaran agama orang kafir, dan meragukan kebenaran ajaran Islam.

Contohnya, ucapan seorang muslim: Orang Yahudi dan Nasrani itu lebih baik daripada orang Islam, dengan maksud memuji orang kafir dan mencela orang Islam. Demikian pula apabila seseorang mengatakan bahwa orang Nasrani itu bukan kafir, karena agama Nasrani juga termasuk agama samawi yang mengakui adanya Tuhan, ucapan ini jelas bertentangan dengan firman Allah I yang artinya: Sungguh kafirlah orang yang mengatakan  Bahwa Allah itu salah satu dari yang tiga (trinitas). (Qs. Al-Maidah, 73)

Ajaran Trinitas ini merupakan keyakinan orang-orang Nasrani, dan Allah I menghukumi mereka sebagai orang kafir. Dengan demikian, orang yang mengatakan bahwa orang Nasrani itu bukan kafir, telah dianggap murtad, karena bertentangan dengan firman Allah.
Al-Imam al-Qadli Iyadh menukil:dan al-Imam al-Ghazali mengatakan sebagaimana keterangan terdahulu dalam kitab at-Tafriqah, perkataan tersebut (di atas) adalah kafir menurut ijmak para ulama (sebagai hukum) bagi orang yang tidak menganggap penganut Nasrani dan Yahudi itu kafir.10 `



KILAS SEJARAH KOMUNISME

    SEBAgai realitas sejarah telah menceritakan bahwa faham komunis pada awal mula-nyatumbuh dan ber- kembang di Uni Soviet (Rusia). Dalam tulisan Olaf Schumann yang berjudul Persepsi Diri dan Persepsi Majemuk di Barat disebutkan sebagai berikut:
Pada saat yang sama  (hancurnya Khi-lafah Utsmaniyah setelah Perang Dunia I, pen) Roma Ketiga di Moskow mengisi kekosongan di Timur dengan memindahkan-nya agak ke Utara.

Jadi situasi dua kutub ini merupakan pengingat atas bekas hubungan tegang antara dua pusat Kristen, yaitu antara Byzantium dan Franks. Namun Moskow mengalami transformasi mendasar sejak 1917. Meski mewarisi struktur kekuasaan dan masyarakat dari Byzantium, para pewaris revolusi Bolshevik memobilisasi potensinya dengan menggunakan sebuah ideologi yang diciptakan di antara sepupu Kristen Eropa Barat, yaitu komunisme Marxis.
 
Saya tidak akan membahas aspek politik, ekonomi maupun militer (perang dingin) berkali-kali ke bawah sadar menciptakan tanah subur bagi terciptanya perang dingin.
Pada latar belakang konflik kutub lainnya antara Barat dan Timur, konflik perang dingin bukanlah sesuatu yang khas, yang sesungguhnya merupakan konflik antara dua saudara dekat. Tapi pandangan ini sama sekali tidak bermaksud meremehkan kekerasan konflik tersebut.

Sebagaimana kita ketahui, konflik paling mematikan biasa-nya tidak terjadi antara orang asing, tapi antara saudara dekat atau bahkan saudara kandung yang tidak berani berbicara terbuka satu sama lain.

Oleh karena itu pembunuhan pertama yang dikisahkan dalam Injil adalah pembunuhan adik oleh kakaknya sendiri, dan bukan dibunuh oleh orang asing 11
Dalam wacana di atas, tergambar dengan jelas bahwa hubungan antara Komunisme (Uni Sovyet) dan Kristen Barat (Roma) pada mulanya adalah satu.

Pengaruh Kristen yang meliputi belahan barat dunia, pada akhirnya tersentral di benua Amerika yang sarat dengan kebudayaan dan peradaban Barat. Karena itu tak heran jika sebelum tahun 1990-an sebelum Uni Sovyet tumbang,  perang dingin yang paling tajam adalah antara Amerika Serikat (USA) dengan Uni Sovyet, atau bisa dikatakan sebagai perseteruan dua saudara kandung, kakak dan adik.

Namun sejak tumbangnya Uni Sovyet, gerakan yang paling getol memaksakan kehendaknya kepada penduduk dunia adalah Amerika Serikat (USA). Karena itu gerakan ini patut dikatakan sebagai Amerikanisasi Dunia yang mengarah kepada liberalisme, atau yang lazim disebut Westernisasi, karena memang di sanalah pusat peradaban Barat dewasa ini.

Seluruh dunia telah tahu, bahwa di belakang Amerika Serikat (USA) ada dua kelompok besar yang saling berebut kepentingan, yaitu kelompok Yahudi Israel yang segala kepentingannya selalu diback up Amerika, dan kelompok Kris-ten sebagai agama mayoritas bangsa Barat. Dua kelompok ini apabila menghadapi ummat Islam, mereka bersatu-padu dengan segala upaya demi kehancuran Islam. Strategi demi strategi telah dilancarkan, gagal yang satu beralih kepada strategi lainnya, yang semuanya bertujuan untuk menghancur-kan Islam dan ummat Islam.

Dari keterkaitan tiga kelompok musuh Islam; Yahudi, Kristen Barat dan Komunis, lahir beberapa faham pemikiran yang sengaja dipasarkan ke pelbagai belahan dunia termasuk ke negeri-negeri Islam. Diantara faham-faham tersebut adalah:

    Kapitalisme: Sebutan bagi organisasi perekonomian yang berdasarkan hak milik partikelir, kebebasan di lapangan produksi, kebebasan untuk menjalankan/ membelanjakan pendapatan sedang cara terbentuknya harga menentukan perkembangan perekonomian.12
    Liberalisme: Aliran yang menghendaki pemerintahan berdasarkan kebebasan kekuasaan rakyat.13

    Sekularisme: Usaha menduniawikan hal-hal yang selama ini terikat pada unsur kerohanian14 (termasuk usaha fashlud diin anid  daulah ( pemisahan agama dari urusan pemerintahan, pen)

    Zionisme:  Aliran yang bertujuan mendirikan kembali negara Yahudi Raya di Palestina.15

    Komunisme: Faham yang menghendaki kehidupan manusia bersendikan kebudayaan bersama, dan faham ini pada hakekatnya tidak mengakui adanya Tuhan.16

    Atheisme: Ajaran yang tak mengakui adanya Tuhan.17

    Anarkhisme:  Aliran yang menghendaki tidak perlu adanya peraturan di dalam masyarakat, tidak menghendaki adanya pemerintahan di dalam suatu negara. Mula-mula ajaran ini dibawa oleh Bakunin, Kropotkin dkk. Ajaran ini timbul dari kalangan kaum Komunis di Rusia, yang sebenarnya adalah golongan-golongan kapitalis kecil.18

    Materialisme: Ajaran yang berpangkal tolak pada soal-soal materi, kebendaan, menganggap Tuhan tidak ada, kerena segala sesuatu berpangkal pada benda/sesuatu yang wujud di dunia. Faham inilah yang menjiwai gerakan komunisme.19

    Fasisme: Faham nasionalisme yang berlebihan dimana yang menjadi tujuan utama adalah negara. Orang wajib mengorbankan segalanya untuk negara, meskipun untuk suatu kekejaman terhadap mereka yang menolak kehendak penguasa negara. Faham ini dijalankan oleh diktator Mussolini di Italia Th. 1940/1942.20

    Demokrasi Liberal: Demokrasi ala negara-negara Barat dengan sistem pemerintahannya yang parlementarisme. Pada prakteknya, faham ini membuka kesempatan luas bagi masyarakat untuk mengadakan multi partai politik. Kabinet yang dibentuk berdasarkan partai-partai pemenang pemilu, dan memungkinkan jatuhnya kabinet karena oposisi dari partai di luar kabinet.21 (Di dalam agama Islam yang dikenal adalah sistem pemerintahan musyawarah dari kalangan ummat Islam sendiri, tanpa intervensi pihak-pihak di luar Islam, pen).

    Nasionalisme: Faham yang menghendaki sistem kebangsaan dalam suatu negara. Perwujudan dari golongan yang berfaham nasionalisme ialah partai-partai yang berpolitik nasional.22

    Sinkretisme: Upaya pencampuradukkan dan penyatuan agama-agama dalam satu wadah, hingga tanpa disadari pemeluk tiap-tiap agama telah murtad dari agamanya masing-masing. Mereka melakukan ritual keagamaan secara bersama-sama dengan pemeluk agama lain, seperti yang terjadi akhir-akhir ini di Indonesia, dimotori oleh Abdurrahman Wahid dan kelompoknya dengan mengadakan Doa Bersama antar ummat beragama (muslim-non muslim ).

Banyaknya faham-faham yang disodorkan oleh musuh-musuh Islam, ternyata berdampak negatif bagi moral, perilaku, dan peradaban ummat Islam. Hal tersebut bukan hanya mempengaruhi lapisan awam ummat Islam, bahkan telah banyak tokoh-tokoh Islam yang terlibat di dalam mensukseskan strategi-strategi musuh, secara sengaja maupun tidak. Diantara keterlibatan dan peranan tokoh-tokoh Islam nasional seperti Abdurrahman Wahid dkk dalam konspirasi dengan pihak-pihak musuh Islam.

Mereka inilah tokoh-tokoh muslim yang gigih memperjuangkan kepentingan non muslim dengan alasan demokrasi dan kemanusiaan (humanisme), dengan melupakan penderitaan ummat Islam yang teraniaya oleh pihak musuh di pelbagai belahan dunia.   

Keberadaan Forum Demokrasi (Fordem, diketuai Abdur-rahman Wahid) yang beranggotakan muslim dan non muslim dari berbagai agama, adalah sebagai salah satu bukti
keterlibatannya di dalam keikutsertaan pengkaburan aqidah ummat Islam, hingga lunturlah ruhul jihad dari diri ummat yang bernaung di dalamnya.

Demikian juga pembentukan Gerakan Anti Diskriminasi (GANDI) oleh Abdurrahman Wahid dalam upaya melindungi  minoritas non muslim, untuk menyaingi Kongres Ummat Islam II yang diadakan di Masjid Istiqlal, Jakarta.

Tokoh-tokoh muslim semacam Dr. Said Agil Siraj yang dengan terang-terangan memperjuangkan Khonghucu agar diakui sebagai agama resmi, serta berkhotbah di gereja, dan menganjurkan ummat Islam untuk silih berganti dan saling menghadiri ritual agama-agama samawi.

Bahkan merencana- kan pembangunan rumah ibadah bersama untuk semua agama, dalam satu gedung bertingkat dengan pembagian misalnya, tingkat dasar adalah masjid ummat Islam, dan di atasnya adalah gereja ummat Kristen, di atasnya lagi untuk ummat Hindu, di atasnya untuk ummat Budha, dan seterusnya, sebagaimana yang pernah dilontarkan dalam pidatonya di kota Tuban Jawa Timur.

    Tokoh-tokoh muslim yang lebih mementingkan wawasan kebangsaan dan kemanusiaan (humanis) daripada dasar keislaman, sehingga dalam berpolitik pun lebih memperjuangkan nasionalisme.

    Tokoh-tokoh muslim yang berfaham sekular, yang berjuang dengan gigih untuk memisahkan urusan negara (pemerintahan) dari kaedah-kaedah agama sebagaimana yang sering digembar-gemborkan oleh Abdurrahman Wahid Cs.

    Tokoh-tokoh muslim yang menolak pemberlakuan atau formalisasi syariat Islam ke dalam konstitusi Republik Indonesia, dengan dalih demokrasi dan kepentingan non muslim minoritas.

    Tokoh-tokoh muslim yang bergabung dalam gerakan Jaringan Islam Liberal, yaitu satu gerakan yang sengaja menolak terhadap upaya ummat Islam dalam mem-bentengi kemurnian Aqidah dan ajaran Islam yang diajar-kan oleh Rasulullah r. Jaringan ini sengaja mencampur-adukkan antara yang haq (Islam) dengan yang bathil (agama selain Islam) dengan dalih persamaan kedudukan  antar ummat beragama.

Figur-figur tersebut di atas, adalah cerminan dari ba-nyaknya tokoh-tokoh muslim yang terlibat konspirasi dengan pihak musuh Islam, dalam usaha penghancuran aqidah ummat Islam `



KONFLIK THEOLOGI
BERDAMPAK PADA
KONFLIK FISIK

    DALam sejarah awal munculnya agama Islam yang dibawa oleh Rasulullah r, ummat Islam telah men-dapat tekanan dari orang-orang kafir Quraisy. Tekanan tersebut berupa pemboikotan, penyiksaan, intimidasi, pe-rampasan harta, hingga peperangan demi peperangan yang harus dihadapi ummat Islam. Hal tersebut didapati baik saat ummat Islam berada di kota Makkah maupun sesudah hijrah ke kota Madinah.

Tekanan terhadap ummat Islam ternyata bukan hanya dari orang-orang kafir Quraisy semata, namun bangsa Yahudi di antaranya dari Bani Qainuqa Madinah telah berusaha merongrong ummat Islam, dengan peng-khianatan mereka terhadap pemerintahan Rasulullah r pada saat beliau merintis ber-dirinya negara Islam pertama, negara al Ma-dinah al-Munawwarah atas kesepakatan damai dengan orang-orang di luar Islam yang tersebar di kota Madinah saat itu.

Kesepakatan damai tersebut menjadi terkenal dengan istilah Mitsaqul Madinah (Piagam Madinah). Namun peraturan yang sudah baik dan indah tersebut dikhianati oleh orang-orang Yahudi, hingga berakhir dengan pengusiran orang-orang Yahudi Bani Qainuqa`, Bani Nadhir, Bani Quraidlah dari negara Madi-nah oleh Rasulullah r.23  Dari sinilah bermula intrik-intrik kaum Yahudi dalam upaya melancarkan serangan balasan dengan berbagai macam cara, baik fisik maupun moral demi kehancuran ummat Islam.

Belum usai kaum Yahudi dalam menyusun strategi peng-hancuran Islam, datanglah ancaman dari musuh yang lain. Dalam  satu peristiwa besar yang tidak akan terlupakan oleh sejarah, Perang Salib yaitu peperangan antara ummat Islam dengan orang-orang Nasrani, yang terjadi pada tahun 1096-1291 M, atau selama dua abad yang belangsung di kawasan Palestina dan Syam (Yordania, Libanon, dan Syria).

Peperangan demi peperangan tentunya membawa korban yang tidak sedikit. Baik nyawa para syuhada maupun warisan peradaban yang agung dan mulia, yang tertulis dalam karya-karya para ulama salaf. Setelah orang-orang Nasrani memboyong dan mengalih-bahasakan karya-karya monumental tersebut, mereka membumi-hanguskannya, sehingga hanya beberapa karya saja yang bisa sampai kepada ummat Islam saat ini.

Konflik ini, ternyata masih membekas di kalangan orang-orang Kristen Barat, hingga persepsi mereka terhadap Islam selalu dikaitkan dengan Demonism (kepercayaan kepada syetan).24 Ummat Islam tak akan pernah lupa akan tulisan Salman Rushdie The Satanic Verses (Ayat-ayat Syetan). Di samping pelecehan semacam itu terhadap ummat Islam, banyak hal yang dilakukan oleh musuh-musuh Islam yang sangat menyakitkan berupa pembantaian-pembantaian sadis dan berdarah-darah.

Ummat Islam di Palestina dengan senjata yang sangat sederhana, harus berhadapan dengan Yahudi Israel yang dipersenjatai Amerika dengan peralatan modern. Etnis Bosnia-Herzegovina Muslim dibantai oleh milisi dan militer Kristen Ortodok Serbia. Sebanyak 150 juta ummat Islam harus me-rasakan pahitnya kolonisasi Inggris dan Perancis. Muslim Moro di pulau Mindanao mendapat tekanan dari pemerintah Filipina (Kristen).

Ummat Islam di India, khususnya Kashmir, tak kalah men-deritanya oleh keganasan kaum mayoritas Hindu dan Sikh. Penderitaan etnis Albania muslim di propinsi Kosovo dari pembantaian militer Kristen Serbia (Yugoslavia). Pemusnahan muslim dari bumi Andalusia (Spanyol) melalui pengadilan Taftisy (Api, pilihan bagi ummat Islam, dibaptis atau dibakar hidup-hidup), pasca kemenangan kekuatan Kristen, dibawah komando raja Ferdinand dan ratu Isabella.

Pembunuhan terhadap muslim Eritrea oleh militer Marxis-Salibis Ethiopia. Penyerbuan dan pembumi-hangusan militer Komunis Rusia terhadap 2 propinsi Islam yang menyatakan kemerdekaannya, Chechnya dan Dagestan, hingga saat ini aroma kepulan mesiu masih menyengat di kedua propinsi tersebut.

Ummat Islam Indonesia tentunya harus selalu waspada terhadap kemungkinan munculnya kembali bahaya laten Komunis, terutama dengan adanya upaya Abdurrahman Wa-hid semasa menjabat presiden RI untuk mencabut TAP MPRS XXV / Th 1966 tentang pernyataan Partai Komunis sebagai organisasi terlarang di seluruh wilayah Indonesia, demikian juga pelarangan penyebaran paham Marxisme-Leninisme. Ummat Islam wajib menentang upaya-upaya pencabutan tersebut dari manapun datangnya, tanpa harus mempedulikan apapun resikonya.

Contoh Pelecehan Orang-Orang Kafir Terhadap Islam

    Salman Rushdie, dengan ayat-ayat syetannya.

    Peragaan busana wanita di Paris-Perancis, menampilkan rancangan T-Shirt seorang desainer yang berhiaskan ayat-ayat al-Quran.

    Pemred Tabloid Monitor, Arswendo Atmowiloto, 1985, yang dengan sembrono menempatkan nama Nabi Muhammad di peringkat 11 dari daftar orang-orang terhebat di dunia, bahkan menempatkan Nabi lebih rendah dari popularitas namanya sendiri. Atas kasus ini PN Jakarta kemudian menghukumnya 5 tahun penjara, yang dijalaninya di LP Cipinang.

    Produsen sepatu Nike, membuat iklan yang meng-gambarkan seorang pemain basket, sementara di papan iklan itu ditulis: They Called Him Allah (Mereka menyebutnya Allah) (th 1995).25

    Produsen sepatu Nike, yang membuat logo mirip tulisan Allah dalam bahasa Arab di bagian belakang dan bawah sepatu (th. 1997).26

    Produsen pakaian Gloss Star, membuat iklan yang menggambarkan sekelompok wanita muslimah, lengkap dengan mukena sedang  bersujud kepada seorang perempuan bule bercelana jeans sebatas lutut dan T-Shirt ketat, yang berdiri dengan arogan dan gaya menantang. Di dadanya ada kalung berliontin salib (th1999).27

    Dr. Shorros seorang pastur (lawan debat Syeikh Ahmad Deedat tentang ketuhanan Yesus), telah merubah bebe-rapa ayat al-Quran dengan sengaja, ditulis dalam buku The True Furqan. Di antaranya adalah merubah Bismillah  menjadi Bismil Abi wal Ibni wa ruuhil Quds (Dengan nama bapak, anak, dan roh qudus).

Demikian juga banyaknya penambahan surat dan ayat-ayat seperti surat al-Muslimun, di antara kandungan ayatnya adalah: Katakanlah: Hai kaum muslimin, kamu sekalian sudah tersesat jauh. Bagi yang tidak percaya kepada Allah dan Kristus-Nya, akan menikmati hari akhirnya dalam kobaran api dan siksaan yang pedih

    Pengeboman tentara Amerika yang nota bene beragama Nasrani terhadap rakyat Afghanistan, dengan dalih memberantas terorisme.

    Pembantaian terhadap warga muslim Palestina oleh tentara Zionis Israel yang telah berlangsung bertahun-tahun, bahkan hingga saat ini pun masih terus terjadi pembantaian.

    Selebaran gelap dengan tema Perdamaian yang ber-edar di Jawa Timur, dikirimkan kepada sebagian tokoh NU dan Muhammadiyah, dengan inti permasala-han: menamakan Waraqah bin Nawfal pamanda sayyidah Khadijah (istri Nabi r) sebagai Bapak para pendeta.  Mengajak para pendeta mengakui kerasulan Nabi Muhammad r mengikuti jejak Waraqah; Mengajak para pendeta mengakui al Quran sebagai kitab Allah, dengan konsekwensi ummat Islam harus mengakui Taurat dan Injil (yang beredar hingga kini) juga kitab Allah; Meminta ummat Islam mengakui bahwa Nabi Isa itu adalah Tuhan berbentuk manusia, dengan dalil pemelintiran surat an Naas (robbin naas diartikan Tuhan manu-sia maksudnya Tuhan berbentuk manusia yaitu Nabi Isa, padahal umat Islam mengartikan- nya dengan Tuhannya manusia) dimuat Tabloid Nurani edisi 81, th. II, 24-30 Juni 2002.

    Grup musik DEEP FOREST (huruf T di akhir kata tertulis dengan gambar salib), pada lagu ke 3 side A (Soul Elevator) dengan sengaja melagukan ayat-ayat al Qur`an disertai musik ala Barat, dan sengaja mencampur- adukkan cuplikan ayat yang satu dengan ayat lainnya. Penyanyi Anggun C. Sasmi juga bergabung dalam grup ini, dan membawakan satu judul lagu pada side B (Album keluaran th. 2002).

    Pemurtadan yang dilkakukan oleh pendeta-pendeta di beberapa kota di Indonesia, dan penyebaran kebencian & dusta, seperti yang dilakukan pendeta Suradi di Jakarta

    Coca Cola dilangsir menyalurkan dana pada Israel untuk Agresi ke Palestina, untuk itulah Ulama serukan boikot produk Coca Cola sebagaimana diberitakan harian Surya 3 Desember 02 sebagai berikut:

    Para ulama yang tergabung dalam Ulama dan Ummat Islam Jabar, Jateng dan Jatim menyerukan masyarakat untuk memboikot produk-produk buatan Amerika Serikat (AS), utamanya Coca Cola Company.

Pasalnya, produsen munuman itu dinilai menyalurkan dana keuntungan yang diperolehnya untuk mendukung agresi Israel di Palestina. Ada informasi kuat bahwa The Coca Cola Company me-nyerahkan 100 persen keuntungannya selama 4 hari mulai tanggal 28 November 2002 sampai 1 Desember 2002 kepada pemerintah Israel.

Jadi, membeli produk Coca Cola sama saja dengan mendukung penindasan Israel kepada rakyat Palestina, kata Ketua Forum Ulama Ummat Islam Indonesia (FUUD) KH Athian Ali M Da`i yang menjadi juru bicara para ulama itu di Bandung, senin (2 /12 02) sore. Dalam forum itu bergabung berbagai unsur ormas, partai dan organisasi Islam seperti Persis, Muhammadiyah, Partai Keadilan, Forum Ulama Ummat Islam Indonesia (FUUI) dan pimpinan sejumlah pondok pesantren di Jabar, Jateng dan Jatim.

Untuk tahap awal ini, para ulama baru menyerukan boikot terhadap produk tersebut. Namun jika nanti tak ada perubahan, tak tertutup kemungkinan untuk melakukan tindakan termasuk dengan menutup pabrik Coca Cola yang ada di Indonesia.

    Senada dengan ini, salah satu siaran radio Malaysia memberitahukan telah terjadi demontrasi besar-besaran di Malaysia untuk memboikot produk Coca Cola dan pro-duk Amerika lainnya oleh aktifis Islam Malaysia.

    Jauh sebelum ini, tepatnya pada tahun 1999 majalah Islami an-Nida no.04 Th IX Nov 1999 terbitan Jakarta Timur, pada lembar Ensulope-Nida memberitahukan sebagai berikut: Informasi terbaru dari Isnet (Islamic net work) yang dikirim sister Zakkiyah Anatullah mengatakan Pepsi Cola dan Coca Cola adalah haram karena dalam proses pembuatannya menggunakan 1/2 galon alkohol.

Berikut ini formula Pepsi Cola dan Coca Cola yang dikirim melalui Isnet: Sugar (7.500 pounds), water (1.200 gallons), phosphoric acid sg.1750 (85 pound), caramel (12 gallons), lime juice (12 gallons), alcohol (1/2 gallons), oil lemon (6 fluid ounces), oil orange (5 fluid ounces), oil nutmeg (2 fluid ounces), oil coriander (2 fluid ounces), oil petit grain (1 fluid ounces). (Kiriman Salma Simima-Sumedang) `













PERANG SALIB JILID DUA

SEJarah mencatat, bahwa perang salib jilid satu telah diakhiri pada abad ke-13, namun luka yang ditinggalkan baik di kalangan ummat Islam maupun sentimen kaum salibis tidak akan pernah habis. Energi ummat Islam hampir terkuras. Pengorbanan harta dan nyawa tidak terhitung banyaknya.

Demikian pula di kalangan kaum salibis mempunyai nasib yang tidak jauh berbeda. Hanya saja yang sangat membedakan adalah jaminan surga bagi para syuhada Islam, dan neraka bagi kaum salibis yang berguguran satu persatu.

Perang salib pada hakikatnya belumlah usai, sebab kaum salibis hingga detik ini masih terus mengintai kelemahan ummat Islam, sehingga suatu saat perang salib akan dikobarkan lagi. Hanya saja perang salib jilid dua ini akan lebih kompleks dan jauh lebih ganas dan mengerikan, sebab ikut pula tampil dalam medan laga pihak zionis, yang akan berdampingan dengan kaum salibis. Mereka akan memerangi ummat Islam dari segala penjuru. Perang Salib jilid dua ini sebenarnya sudah dimulai sejak lama, hanya saja banyak ummat Islam yang tidak menyadarinya.

Gerakan kaum salibis dan zionis telah merambah ke seluruh dunia Islam di berbagai aspek kehidupan. Gerakan ini pada dasarnya adalah cermin dari strategi perang modern, yang dikemas dengan berbagai macam bentuk, di antaranya adalah perang peradaban, perang pemikiran, perang strategi, perang teror mental, bahkan perang fisik yang berbentuk penindasan, pembantaian, pembunuhan, serta teror-teror lainnya. Seperti yang saat ini terjadi di Palestina, Afghanistan, Chechnya dan tempat-tempat lainnya.

Pada setiap periode kehidupan umat, perang melawan orang kafir telah terbukti tidak pernah berhenti sejenak pun. Perang tersebut tentunya berbeda-beda tingkat pertentangan- nya. Setiap generasi mempunyai tantangan sesuai dengan apa yang berkembang pada zamannya. Tantangan tersebut selalu bervariasi menurut situasi dan kondisi, serta siapa musuh yang dihadapi. Silih bergantinya pihak musuh, adalah salah satu faktor utama perbedaan serangan dan tantangan bagi setiap generasi ummat Islam.

Musuh-musuh permanen ummat Islam pada dasarnya  berkisar pada empat golongan: Zionis, Salibis, Atheis, dan Paganis (penyembah berhala). Keempat golongan ini selalu bersatu dalam upaya menghancurkan musuh bersama, yaitu Islam dan ummat Islam. Sekalipun dengan metode dan strategi yang berbeda-beda, namun tujuannya tetap sama, adalah kehancuran bagi ummat Islam.

Hancur di sini dapat diartikan secara fisik, dapat pula secara moral dan aqidah. Artinya, sekalipun ummat Islam tetap pada agamanya, namun segala prilaku dan pemikirannya telah terkontaminasi oleh ganasnya strategi musuh, misalnya maraknya ummat berkiblat kepada peradaban kafir dengan segala bentuk kekufurannya, baik yang samar maupun secara terang-terangan.

Inti strategi musuh dari masa ke masa sebenarnya hanya satu, yaitu upaya penghancuran dan pemurtadan ummat Islam secara massal. Ummat Islam hendaknya menyadari hal ini, dan semakin jeli serta cerdas dalam menghadapi keganas-an serangan musuh. Hal itu disebabkan karena perubahan dan perkembangan strategi musuh bisa dikatakan setiap detik berkembang demi terlaksananya tujuan mereka.

 Apabila ummat Islam tidak bangun dari tidur panjang yang telah dilalui-nya sejak awal abad ke empat belas, maka tidak menutup kemungkinan Islam hanyalah akan menjadi sebuah monu-men yang sekedar untuk dikenang, maa baqiyal islaamu illaa ismuhu (Islam hanyalah tinggal namanya saja).

Keadaan semacam ini telah terbukti efektif merusak citra Islam di tengah-tengah ummat Islam sendiri. Sebagai  contoh, di kalangan penduduk Indonesia yang mayoritas beragama Islam, sedikit sekali ummat Islam yang dengan penuh kesadar-an melaksanakan ajaran Islam secara benar dan sempurna.

Bahkan yang terjadi adalah keterpengaruhan ummat terhadap budaya Yahudi dan Nasrani serta budaya kafir lainnya. Prilaku ummat Islam dewasa ini pun banyak diwarnai oleh gaya hidup barat. Film, hiburan, musik, eksploitasi seksualitas, narkoba, aksesoris (mode) pakaian baik pria maupun wanitanya, pergaulan hidup, dan lain sebagainya, lebih berorientasi kepada budaya barat atau kafir dari pada budaya Islam.

Lihatlah, betapa banyak ummat Islam yang tidak memahami ajaran Islam, baik yang berkaitan dengan hukum perundang-undangan, perekonomian, kemasyarakatan, politik, dan lain sebagainya yang telah diatur oleh al-Quran dan hadits, atau lebih ringkasnya adalah rumusan yang ditulis oleh para ulama dalam kitab-kitab mereka yang sekarang sudah banyak diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Sering kali kita jumpai ummat Islam yang hanya mengenal Islam sebatas kulitnya saja. Kelompok ini sering diistilahkan dengan Islam KTP.

Pada hakikatnya mereka ini adalah salah satu obyek paling rentan terhadap skenario besar pihak musuh. Sebab di antara sekian banyak  target musuh adalah upaya pendangkalan agama bagi ummat Islam. Apabila target ini terpenuhi, sudah bisa dipastikan akan hilanglah Ruuhul Jihad atau semangat jihad dalam diri ummat Islam.

Keadaan inilah yang sangat memprihatinkan dan telah ter-jadi di kalangan ummat Islam dewasa ini. Sebagai bukti ada-lah respons positif ummat terhadap upaya pemberlakuan syari-at Islam di Indonesia sangat minimal. Bahkan tidak jarang komentar-komentar miring justru ditujukan kepada para pejuang dan pembela syari`at Allah, serta kepada mereka yang memperjuangkan penerapan syariat Islam tersebut, baik lewat jalur pemerintah, organisasi, serta dakwah di tengah-tengah masyarakat. Tuduhan radikal, ekstrim, fundamentalis, bahkan teroris, adalah kecaman demi kecaman yang dilontarkan, belum lagi teror mental yang tak henti-hentinya dilancarkan.

Sekiranya serangan ini lahir dari pihak musuh Islam sangat-lah wajar, sebab tujuan mereka tiada lain untuk menghancur-kan semangat juang ummat Islam.

Namun yang sangat memprihatinkan, justru kecaman dan pendiskreditan tersebut lahirnya dari kalangan ummat Islam yang dangkal agamanya. Bahkan yang sangat mengherankan, tokoh-tokoh Islam yang kehidupannya dipenuhi kepentingan-kepentingan di luar konteks Islam, ikut menghujat para pejuang Islam yang sadar akan kewajiban menerapkan syari`at Allah dalam kehidupan pribadi, masyarakat dan negara. Inilah bukti kongkrit di antara keberhasilan program musuh Islam dalam mengemas Perang Salib jilid dua yang sangat halus dan sistematis.

Berdasarkan fakta seperti ini, maka yang paling tepat dika-takan teroris sebenarnya adalah mereka yang selalu menentang hukum Allah dan menghalang-halangi ummat Islam yang ber-upaya mengimplementasikan syari`at Allah di dalam kehidu-pan sehari-hari, baik kehidupan berumahtangga, bermasya-rakat, serta kehidupan bernegara.

Siapa pun orangnya, baik dari kalangan kafir maupun ummat Islam yang de-ngan sengaja menentang syari`at Allah serta meragukannya sebagai solusi Rabbani di dalam menyelesaikan problematika ummat, mere-ka inilah para teroris yang wajib diperangi oleh ummat Islam.

Pada akhirnya, ummat Islam harus waspada dan berusaha membentengi diri, bahkan harus mengadakan serangan bala-san kepada musuh-musuh Islam seimbang dengan cara mereka dalam upaya menghancurkan dan menyerang ummat Islam. Wa makaruu wa makarallahu, wallahu khairul maakiriin  (Mereka bertipudaya, dan Allah membalas tipu daya mereka, sesungguhnya Allahlah sebaik-baik Dzat yang berstrategi) `






MUJAHIDIN VERSUS TERORIS

PeRIstiwa runtuhnya gedung WTC  11 September 2001 hingga kini, menyimpan banyak rahasia yang tidak mudah terkuak di kalangan penduduk dunia.

Gerak langkah balasan dan kecongkakan Amerika yang membabibuta, menambah rumitnya perma-salahan yang timbul pasca 11 September. Perbedaan pandang di kalangan individu atau kelompok aktivis, menjadi bervariasi dalam menyikapinya, bahkan di kalangan umat Islam sendiri telah terjadi perbedaan cara dalam menyikapi peristiwa maupun pasca peristiwa tersebut.

Sebagaian orang mengutuk para pelaku teror gedung WTC, sebagian yang lain justru bersyukur atas kejadian tersebut, bahkan mengatakan itulah balasan yang setimpal bagi Amerika. Sebagian lagi memprediksikan semua peristiwa itu tiada lain adalah skenario Amerika, sebagai pembuka jalan untuk merealisasikan ambisinya menumbangkan pemerintahan Thaliban

Penggunaan kata teroris, terus diku-mandangkan oleh pihak Amerika demi pembenaran langkah-langkah yang mereka lakukan terhadap umat Islam pada khususnya, serta pembodohan terhadap penduduk dunia pada umumnya.

Gempuran demi gempuran yang dilancarkan, bukan saja melukai hati umat Islam, namun  juga merupakan upaya pemusnahan umat manusia sedikit demi sedikit dari muka bumi. Dengan dalih perang terhadap terorisme, maka Amerika meletakkan dirinya sebagai polisi dunia. Untuk itulah tidak menutup kemungkinan ad-dajajilah (dajjal-dajjal yuni-or) telah lahir di kantong-kantong penduduk Amerika, yang dengan sengaja menciptakan kerusakan demi kerusakan di muka bumi, dan merekalah teroris-teroris yang patut diperangi oleh penduduk dunia.

Pada dasarnya, pembicaraan mengenai peristiwa 11 September, tidak bisa lepas dari struktur dan kultur masyarakat Afghanistan, khususnya rakyat Thaliban. Pemerintahan Thaliban dengan gigih berupaya menenerapkan syariat Islam di kalangan rakyatnya secara utuh dan murni.

 Amerika yang mayoritas masyarakatnya penganut Nasrani, dengan pemerintahan yang selalu membela kepentingan Yahudi Israel, secara otomatis tidak senang menyaksikan syari`at Islam diterapkan di Afghanistan.

Sebab apabila hal itu terjadi, maka dianggap sebagai salah satu kekuatan Islam yang akan mengancam kepentingan mereka, khususnya dalam memperlemah kekuatan negara-negara Islam. Terlebih lagi sudah terbukti bagaimana agresi Rusia yang gulung tikar di tangan para mujahidin Afghanistan. Amerika tentunya tidak mau kehilangan muka, seperti halnya Rusia.

Maka dengan dalih memerangi terorisme, Amerika berupaya menghancur-luluhkan pemerintahan dan rakyat Thaliban. Lebih-lebih Amerika membaca adanya perebutan pengaruh dan kekuasaan pasca Rusia, antara tokoh-tokoh dari aliansi utara yang mengatas-namakan kelompok moderat, dengan para mujahidin Thaliban yang berjuang demi terlaksananya syari`at Islam, serta gigih memerangi kekafiran dan kecongkakan Amerika.

Tokoh-tokoh Thaliban yang bermadzhab Ahlus sunnah wal jama`ah, semisal Mulla Muhammad Umar, Usamah bin Ladin dan lainnya, pada hakikatnya ingin melaksanakan wasiat Ra-sulullah I yang artinya: Sungguh akan aku keluarkan orang-orang Yahudi dan Nasrani dari jazirah Arab, dan tidak akan aku biarkan seorang  pun yang berada di sana kecuali menjadi muslim. (H.R. Abu Dawud dari S. Umar bin al-Khatthab)

Upaya pembersihan terhadap Yahudi dan Nasrani dari Jazirah Arab, tentunya sangat merisaukan mereka, terutama Amerika yang sangat berkepentingan terhadap kekayaan hasil bumi negara-negara Arab. Dari sinilah Amerika dan sekutu-sekutunya menciptakan suatu skenario tingkat tinggi dan berjangka panjang, untuk bisa menggempur kekuatan Islam anti Bara, khususnya jika lahir dari bangsa Arab seperti Afghanistan. Maka dengan melewati pintu kata teroris, mereka berusaha menggempur ummat Islam dengan sangat leluasa.

Islam tidak mengajarkan adanya pembagian kelompok seperti Islam radikal, fundamentalis, teroris, maupun Islam moderat. Bahkan ummat Islam yang berpegang teguh terha-dap ajaran Rasulullah r yang murni dan bersih dari pengaruh-pengaruh pemikiran kafir, adalah ummat yang satu dan tidak terkotak-kotak. Kebersamaan dan kesatuan ummat Islam adalah perintah Allah dan rasul-Nya.

Maka penyebutan terha-dap ummat Islam yang berjihad demi terlaksananya syari`at Islam di muka bumi termasuk di Indonesia dengan kelompok radikal, fundamentalis, garis keras apalagi teroris, atau mem-beri label dengan sebutan kelompok moderat terhadap para penentang pemberlakuan syari`at Islam di kalangan ummat, adalah bid`ah dhalalah. Sebab penyebutan itu berkonotasi adanya dua kubu dalam Islam.

Pembagian serta pengkotakan semacam itu, pada hakekatnya adalah strategi musuh dalam menghancurkan ummat Islam.

 Harus diingat bahwa, baik al-Quran maupun al-Hadits membagi manusia secara makro menjadi dua kelompok saja, yaitu:

a)    Kelompok terpuji (ashhabul yamin), mencakup muslim, mukmin, muhsin, mukhlis, mujahid, dan yang semisalnya.

b)    Kelompok tercela (ashhabus syimal), mencakup kafir, musyrik, munafiq, fasiq, dhalim, dan yang semisalnya.

Di antara kriteria kelompok terpuji adalah selalu mendahulukan kepentingan Islam daripada lainnya termasuk diri sendiri, apalagi kepentingan non muslim. Salah satu contoh, mereka selalu memperjuangkan ajaran Allah dan rasul-Nya (syari`at Islam) agar diterapkan di kalangan ummat Islam di seluruh dunia termasuk Indonesia.

Kriteria inilah yang sangat tepat disandang kelompok yang oleh sebagian orang disebut fundamentalis, radikal, garis keras, kolot atau bahkan mungkin teroris (meminjam istilah dan tuduhan Amerika).

Sebagai ilustrasi adalah sikap tegas Rasulullah r di dalam memperjuangkan agama Allah, yang tersirat dalam sabda beliau yang artinya: Aku diperintahkan untuk memerangi manusia sehingga mereka mengatakan tiada tuhan selain Allah  (H.R. Abu Dawud dari S. Abu Hurairah).

Demikian juga tatkala Sayyidina Abu Bakar t dengan tegas memerangi orang-orang yang ingkar membayar zakat hingga kembali kepada syariat Islam yang benar. Belum lagi keberanian serta ketegasan Sayyidina Umar bin al-Khattab t yang tak kenal kompromi baik terhadap kawan apalagi lawan dalam menerapkan syariat Islam.

Pengorbanan Sayyidina Utsman bin Affan yang tiada duanya dalam memperjuangkan tegaknya syariat Islam dengan harta kekayaannya adalah sebagai implementasi dari firman Allah yang artinya:

Berjihadlah kalian di jalan Allah dengan harta dan jiwamu.  (Qs. At Taubah: 41).
Dalam ayat ini Allah mendahulukan perintah jihad dengan harta, kemudian jiwa dan raga. Adapun tentang keberanian Sayyidina Ali bin Abi Thalib Karramallahu wajhah, maka tidak perlu diragukan lagi, bahkan beliau berhasil membunuh Amr bin Wud seorang tokoh kafir Quraisy dalam peristiwa mubarazah (perang tanding).

Ummat Islam yang sempurna imannya, tentunya tidak akan pernah menjuluki Rasulullah r, maupun Abu Bakar, Umar, Utsman, serta Ali r dengan julukan radikal atau garis keras atau kolot apalagi teroris, sebab figur-figur inilah sebagai teladan yang wajib diikuti oleh para mujahidin serta ummat Islam pada umumnya.

Adapun kriteria kelompok tercela yaitu kelompok yang selalu merugikan agama Islam maupun ummatnya, dan meragukan kebenaran syari`at Islam sebagai dustur atau undang-undang yang bisa memberilkan solusi Rabbani bagi kepentingan ummat manusia, dan mereka juga dalam perjuangan dan gerakannya selalu mengesampingkan serta mengalahkan kepentingan ummat Islam bahkan lebih mendahulukan kepentingan warga non muslim dengan mengatasnamakan kemanusiaan.

Contohnya, menolak penerapan syariat Islam dengan alasan melindungi kepentingan warga non muslim. Kelompok inilah yang sering mengatas namakan dirinya sebagai kelompok moderat. Kelompok moderat ini sangatlah merugikan perjuangan ummat Islam secara makro. Bahkan tanpa disadari mereka telah melecehkan serta mendiskreditkan ajaran agama Islam yang mereka anut. Mereka tidak memahami, bahwa seluruh amal ibadah yang diwajibkan oleh Allah kepada ummat Islam, tiada lain adalah merupakan implementasi dari penerapan syari`at Islam.

Islam mewajibkan shalat, puasa, zakat, haji, bershadaqah, berbuat baik terhadap sesama, menghormati tetangga, taat terhadap orangtua, mendirikan masjid untuk melaksanakan kewajiban berjama`ah shalat Jum`at, mempelajari ilmu agama lewat majlis-majlis taklim, pesantren-pesantren, madrasah-madrasah, tabligh akbar, khotbah Jum`at, dan lain sebagainya, perintah tersebut tiada lain demi terwujudnya syari`at Allah dan rasul-Nya.

Syari`at Islam juga mengharamkan perilaku perjudian, perzinahan, pencurian, pembunuhan, penganiayaan, pemerkosaan, mabuk, serta tindakan kejahatan lainnya. Maka apabila terdapat di kalangan ummat, baik dari masyarakat awam, terpelajar, apalagi tokoh-tokoh Islam yang menolak pemberlakuan dan penerapan syari`at Islam di muka bumi termasuk di Indonesia, secara otomatis mereka telah meng-halalkan perjudian, perzinaan, pencurian, pembunuhan, penganiayaan, pemerkosaan, mabuk, dan lain sebagainya. Termasuk juga mereka menginginkan pemusnahan tempat-tempat pendidikan agama Islam seperti pesantren, madrasah, majelis taklim, masjid-masjid, dan lain sebagainya. Sebab tempat-tempat tersebutlah yang selama ini mengajarkan syari`at Islam kepada ummat.

Contoh kongkrit adalah materi pelajaran fiqih dari kitab-kitab para ulama salaf, semisal kitab Safinatun Najah, Fathul Qarib, Sullamut Taufiq, dan lain sebagainya, termasuk pelajaran akhlaq dan tauhid, tiada lain adalah perintah untuk melaksanakan syari`at Islam dengan baik dan benar. Para pengasuh tempat-tempat pendidikan ini tentunya meng-inginkan anak didik dan para mustamiknya, serta ummat Islam pada umumnya, melaksanakan seluruh materi yang terkandung dalam kitab-kitab yang diajarkannya.

Apabila ditilik dari pemahaman dan perjuangan serta pergerakan keislaman secara universal, maka baik kelompok non muslim maupun kelompok muslim moderat, mereka inilah sebenarnya yang paling tepat dikatakan sebagai teroris-teroris, sebab mereka telah memerangi dan menteror syari`at Allah dan rasul-Nya, serta memerangi ummat Islam pada umumnya. Dengan demikian ummat Islam pun wajib untuk memerangi mereka `



11 SEPTEMBER
HARI ANTI AMERIKA SEDUNIA


Tragedi runtuhnya gedung WTC tahun 2001 menjadi satu peringatan tersendiri bagi Amerika. Indikasinya adalah munculnya beberapa tentangan dan kecaman atas kepongahan dan arogansi Amerika. Sekalipun peristiwa itu masih dianggap misterius oleh sebagian kalangan, karena ketidakjelasan pelaku dan dalang yang bermain di balik peristiwa itu, namun demikian banyak orang bersyukur atas tragedi tersebut. Bahkan berharap semoga Allah meruntuhkan gedung-gedung pencakar langit dan tempat-tempat strategis lainnya yang menjadi kebanggaan Amerika.

Kesombongan, kedurjanaan dan arogansi Amerika tidak lepas dari perasaan percaya diri yang berlebihan, dengan suksesnya pembangunan fisik yang telah dicapai selama ini.  Seperti halnya Firaun dengan suksesnya dan luasnya kekuasaan serta didukung kondisi kesehatan yng tidak pernah sakit, maka sifat kesombongan Firaun pun tak terelakkan muncul dalam dirinya. Sehingga tumbuhlah kepercayaan diri yang berlebihan, dengan adanya kesuksesan demi kesuksesan yang diraih olehnya. Bahkan dengan pongahnya ia mentahbiskan dirinya sebagai tuhan yang mampu menghidupkan (membiarkan hidup) seseorang dan mematikan (membunuh) seseorang. Itulah persepsi Firaun tentang konsep ketuhanan dalam dirinya.

Siapapun tahu, betapa arogannya Amerika sebagai negara adikuasa, di dalam menindas dan menindak bangsa-bangsa lain. Perlakuan tidak adil sering diterapkan terhadap negara-negara dunia, semisal penerapan double standard terhadap Israel, dalam kebijaksanaan pengawasan dan pembatasan nuklir dan senjata pemusnah massal, sangat berbeda dengan pengawasan dan pembatasan terhadap negara-negara lain. Itulah salah satu bentuk konkrit arogansi dan ketidakadilan yang diterapkan oleh Amerika. Ribuan nyawa Ummat Islam Afghanistan, Iraq, dan nyawa penduduk negara-negara yang berseberangan dengan Amerika, telah menjadi korban kebiadaban yang tak terlupakan. Amerika memang penjahat perang. Amerika adalah teroris, bahkan nenek moyang teroris.

Dunia tidak boleh tinggal diam, dunia harus berteriak, dunia harus menentang sepenuhnya arogansi dan segala perilaku Amerika yang merugikan ummat manusia. Barangkali sangat tepat jika Amerika dikatakan sebagaI Dajjal yang selalu melakukan kerusakan di muka bumi, Maka sudah serlayaKnya ummat Islam dan seluruh penduduk dunia mengadakan gerakan massal untuk menentang Amerika. Dan sudah selayaknya pula tanggal 11 September diperingati sebagai Hari Anti Amerika Sedunia.

Apabila terjadi massa turun di jalan di mana-mana tepat tanggal 11 September untuk menentang arogansi Amerika, maka akan terwujudlah Hari Anti Amerika Sedunia. Untuk mengkondisikan suasana tersebut, maka hendaklah kita memulainya dan mengajak masyarakat duni  a untuk mendeklarasikan Hari Anti Amerika Sedunia.                               





SIKAP ALLAH I
TERHADAP ORANG KAFIR

ALLah I dalam beberapa firman-Nya yang termaktub dalam al Qur`an telah banyak menggambarkan dan menjelaskan keadaan serta sifat orang-orang kafir (Yahudi maupun Nasrani), agar ummat Islam selalu waspada dan tidak mengikuti langkah-langkah mereka.
Seperti firman-Nya mengenai orang-orang yang menyembah Isa al-Masih dalam surat al-Maidah ayat 72 yang artinya: 

Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: Sesungguhnya Allah itu adalah al-Masih putra Maryam (yaitu orang Kristen), padahal al-Masih (sendiri) berkata: Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu. Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang itu seorang penolong pun.
Selain itu, salah satu sifat orang kafir adalah tidak akan pernah tinggal diam apabila ummat  Islam belum terpengaruh ajakan dan ajaran mereka, hal ini termaktub dalam al-Qur`an yang artinya:

Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti (ajaran, agama, prilaku) mereka. Katakanlah: Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar). Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu. (Qs. al-Baqarah ayat 120).

Dalam surat an-Nisa` ayat 101 Allah I telah mengingatkan ummat Islam, bahwa musuh yang nyata bagi mereka adalah orang kafir. Adapun arti ayat tersebut adalah:
Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, maka tidaklah mengapa kamu meng-qasar shalat (mu), jika kamu takut diserang orang-orang kafir. Sesungguhnya orang-orang kafir itu adalah musuh yang nyata bagimu.

Mengingat sifat-sifat orang kafir sebagaimana yang telah disebutkan di atas, maka tidaklah pantas jika ummat Islam memilih dan mengangkat orang-orang kafir sebagai pemimpin, pelindung maupun teman akrab mereka.

Al-Qur`an telah mengingatkan yang artinya:
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin/ penolong-penolong/ pelindung-pelindung/ teman-teman akrab (mu); sebagian mereka adalah pemimpin bagi sebagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang dzalim. (Qs. al Maidah, 51).

Dalam ayat yang lain Allah juga menegaskan dengan firman-Nya yang artinya:
Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali (penolong / pelindung / teman akrab) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barangsiapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. Dan hanya kepada Allah kembali (mu). (Qs. Ali Imran, 28).

Allah menyesalkan orang-orang yang tidak mengindahkan larangan-Nya, agar tidak menjadikan orang kafir sebagai penolong, teman akrab, pemimpin dan yang semisalnya dengan firman-Nya yang artinya:

(yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang-orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan adalah kepunyaan Allah. (Qs. an-Nisa`, 159).

Ditandaskan lagi dalam fiman-Nya yang artinya:
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menjadikan orang-orang kafir menjadi wali (penolong/pelindung/ teman akrab) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu)?  (Qs. an-Nisa`, 144).

Sikap Rasulullah r beserta para sahabat sangat jelas ter-hadap orang-orang kafir, mereka inilah panutan yang wajib ditauladani oleh ummat Islam, sehingga kejayaan dan zaman keemasan Islam di masa mereka ini bisa terulang kembali pada masa kini. Sejarah ketegaran dan ketegasan ummat Islam di zaman Rasulullah r dan para sahabatnya diabadikan di daklam al-Qur`an yang artinya:

 Muhammad itu adalah utusan Allah, dan orang-orang yang bersamanya (yaitu para sahabat) adalah keras terhadap orang kafir, tetapi berkasih sayang terhadap sesama mereka. Kamu melihat mereka rukuk dan sujud mencari karunia Allah dan keridlaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada wajah mereka dari bekas sujud.

Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat, dan sifat-sifat mereka dalam Injil yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya, maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; Tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya, karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang shalih di antara mereka, ampunan dan pahala yang besar. (Qs. al-Fath, 29)

Dalam ayat berikut ini Allah menekankan terhadap Rasulullah r dan segenap ummat Islam agar memiliki jiwa pemberani di dalam mempertahankan kehormatan Islam dan ummat Islam, sebagaimana termaktub dalam al-Qur`an yang artinya:

 Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka ialah jahannam. Dan itulah tempat kembali yang seburuk-buruknya. (Qs. at-Taubah, 73).

Di dalam ayat di bawah ini juga Allah menegaskan dengan perintah yang sama, yang artinya:
Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitarmu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan dari padamu, dan ketahuilah, bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertaqwa. (Qs. at-Taubah, 123).

Allah mewasiatkan agar ummat Islam tidak berkhianat kepada-Nya dengan cara berteman dengan orang-orang kafir, sebagaimana al-Qur`an mengatakan, yang artinya:
 
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), dengan rasa kasih sayang; padahal sesungguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu, mereka mengusir Rasul dan (mengusir) kamu karena kamu beriman kepada Allah, Tuhanmu. Jika kamu benar-benar keluar untuk berjihad di jalan-Ku dan mencari keridlaan-Ku (janganlah kamu berbuat demikian).

Kamu memberitahukan secara rahasia (berita-berita Muhammad) kepada mereka, karena rasa kasih sayang. Aku lebih mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan. Dan barang siapa di antara kamu yang melakukannya, maka sesungguhnya dia telah tersesat dari jalan yang lurus.  (Qs. al-Mumtahanah, 1).

Dengan ini, diharapkan ummat Islam selalu mawas diri dalam menjalani roda kehidupan, agar tidak terbawa arus budaya dan pemikiran, yang bersumber dari orang-orang kafir, yang sangat menyesatkan, dengan selalu bermohon kepada Allah Subhanahu wa Ta`ala agar mendapatkan hidayah dan inayah-Nya, serta kemenangan bagi ummat Islam `








TAUSHIYAH

1. Wasiat K.H. Hasyim Asyari (TH. 1926 M) :

Bersatu Dalam Cita-cita
Bersama Dalam Beramal

    AMMa ba`du. Sesungguhnya pertemuan dan saling mengenal, persatuan dan kekompakan adalah merupakan hal yang tidak seorang pun tidak mengetahui manfaatnya. Betapa tidak, Rasulullah r benar-benar telah ber-sabda yang artinya :

Tangan Allah bersama jama`ah. Apabila di antara jama`ah itu ada yang merinci sendiri, maka syetan pun akan menerkamnya seperti halnya serigala menerkan kambing.
Allah ridla kamu sekalian menyembah-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Kamu sekalian berpegang teguh pada tali (syari`at agama) Allah seluruhnya dan tidak tercerai-berai. Kamu saling memperbaiki dengan orang yang dijadikan Allah pemimpin kamu. Dan Allah Membenci bagi kamu: Saling berbantah, banyak tanya, dan menyia-nyiakan harta benda.

Janganlah kamu saling dengki, saling menjerumuskan, saling membelakangi, dan janganlah sebagian kamu menjual atas kerugian jualan sebagian yang lain, dan jadilah kamu-kamu hamba Allah yang bersaudara.

Suatu ummat bagaikan jasad laiknya
Orang perorangannya ibarat anggota-anggota tubuhnya
Setiap anggota mempunyai tugas dan bebannya
Dimana jasad tak bisa mengabaikannya
Seperti dimaklumi, manusia tidak dapat tidak bermasya-rakat, bercampur dengan yang lainnya. Sebab seseorang tak mungkin sendirian memenuhi segala kebutuhan-kebutuhan-nya.

Dia mau tidak mau dipaksa bermasyarakat, berkumpul yang membawa kebaikan bagi ummatnya dan menolak keburukan dan ancaman bahaya daripadanya.

Karena itu, persatuan, ikatan batin satu dengan yang lain, saling bantu menangani suatu perkara seia sekata adalah merupakan penyebab kebahagiaan yang terpenting dan faktor paling kuat bagi menciptakan persaudaraan dan kasih sayang.

Berapa banyak Negara-negara menjadi makmur, hamba-hamba menjadi pemimpin berkuasa, pembangunan merata, negeri-negeri menjadi maju, pemerintahan-pemerintahan ditegakkan, jalan-jalan menjadi lancar, perhubungan menjadi ramai, dan masih banyak lagi manfaat-manfaat lain hasil dari persatuan yang merupakan keutamaan yang paling besar dan merupakan sebab dan sarana paling ampuh.

Rasulullah r telah mempersaudarakan sahabat-sahabat-nya, sehingga mereka dalam kasih sayang, saling menyayangi dan saling menjaga hubungan tak ubahnya satu jasad; apabila salah satu anggota tubuh mengeluh sakit, seluruh badan ikut merasa demam dan tak dapat tidur.

Itulah sebabnya mereka menang atas musuh mereka, kendati jumlah mereka sedikit. Mereka tundukkan raja-raja. Mereka taklukan negeri-negeri. Mereka buka kota-kota. Mereka bentangkan payung-payung kemakmuran. Mereka bangun kerajaan-kerajaan. Dan mereka lancarkan jalan-jalan.

Firman Allah yang artinya: Dan Aku telah memberikan kepadanya jalan (untuk mencapai) segala sesuatu.

Benarlah ungkapan penyair yang mengatakan dengan bagusnya:
Berhimpunlah anak-anakku bila
Kegentingan datang melanda
Jangan bercerai-berai sendiri-sendiri
Cawan-cawan pun enggan pecah bila bersama
Ketika bercerai
Satu-satu pecah berderai.

Sayyidina Ali Karramallahu Wajhahu berkata: Dengan perpecahan takkan ada kebaikan dikaruniakan Allah kepada seseorang, baik dari orang-orang terdahulu maupun orang-orang yang datang belakangan.

Sebab, suatu kaum apabila hati-hati mereka berselisih dan hawa-hawa nafsu mereka mempermainkan mereka, maka mereka tak akan melihat satu tempat pun bagi kemaslahatan bersama. Mereka bukanlah bangsa yang bersatu, tetapi hanya individu-individu yang berkumpul dalam arti jasmani belaka. Hati dan keinginan mereka saling selisih.

Engkau mengira menjadi satu, padahal hati-hati mereka berbeda-beda. Mereka telah menjadi seperti kata orang: Kambing-kambing yang berpencaran di padang terbuka. Berbagai binatang buas telah mengepungnya. Kalau sementara mereka tetap selamat, mungkin karena binatang buas belum sampai kepada mereka -dan suatu saat akan sampai kepada mereka- atau karena saling berebut telah menyebabkan binatang-binatang buas itu saling berkelahi sendiri antara mereka.

 Lalu sebagian mereka mengalahkan yang lain. Dan yang menang pun akan menjadi perampas dan yang kalah menjadi pencuri. Si kambing pun jatuh di antara si perampas dan si pencuri.

Perpecahan adalah penyebab kelemahan, kekalahan dan kegagalan di sepanjang zaman. Bahkan pangkal kehancuran dan kemacetan, sumber keruntuhan dan kebinasaan, dan pe-nyebab kehinaan dan kenistaan.

Betapa banyak keluarga-keluarga besar, semula hidup dalam keadaan makmur, rumah-rumah penuh dengan penghuni; sampai suatu ketika kalajengking berpecahan merayapi mereka, bisanya menjalar meracuni hati mereka dan syetan pun melakukan perannya; mereka pun kocar-kacir tak karuan.

Dan rumah-rumah mereka runtuh berantakan.
Sahabat Ali Karramallah Wajhahu berkata dengan fasihnya: Kebenaran dapat menjadi lemah karena perselisihan dan perpecahan, dan sebaliknya kebathilan dapat menjadi kuat dengan persatuan dan kekompakan.

Pendek kata; siapa yang melihat pada cermin sejarah, membuka-buka lembaran yang tidak sedikit dari ihwal bangsa-bangsa dan pasang surut jaman serta apa yang terjadi pada mereka hingga saat-saat kepunahannya; akan mengetahui bahwa kejayaan yang pernah menggelimpangi mereka, kebanggaan yang pernah menjadi perhiasan mereka, tidak lain adalah berkat apa yang secara kukuh mereka pegangi, yaitu: mereka bersatu dalam cita-cita, seia sekata, searah setujuan dan pikiran-pikiran mereka seiring. Maka inilah faktor paling kuat yang mengangkat martabat dan kedaulatan mereka, penunjang paling besar dalam kemenangan mereka, dan benteng paling kokoh bagi menjaga kekuatan dan keselamatan ajaran mereka.

Musuh-musuh mereka tak dapat berbuat apa-apa terhadap mereka; malahan menundukan kepala, menghormati karena pribawa mereka. Dan mereka pun mencapai tujuan-tujuan mereka dengan gemilang.

Itulah bangsa yang mentarinya dijadikan Allah tak pernah terbenam senantiasa memancar cemerlang. Dan musuh-musuh mereka tak dapat mencapai sinar-sinarnya.

Wahai ulama dan para pemimpin yang bertaqwa dari kala-ngan Ahlu Sunnah wal Jama`ah, keluarga warga imam empat. Anda sekalian telah menimba ilmu-ilmu dari orang-orang sebelum Anda, orang-orang sebelum Anda menimba dari orang-orang sebelum mereka, dan jalinan sanad yang bersambung sampai keadaan Anda sekalian. Dan Anda sekali-an selalu meneliti dari siapa Anda menimba ilmu agama itu.

Maka dengan demikian, Anda sekalianlah penjaga-penjaga dan pintu-pintu gerbang ilmu itu.
Rumah-rumah tidak dimasuki kecuali dari pintu-pintunya. Siapa yang memasukinya tidak dari pintu-pintunya, disebut pencuri.

Sementara itu ada segolongan orang yang telah terjun ke dalam lautan fitnah; memilih bid`ah-bid`ah (dlalalah) dan bu-kan sunnah-sunnah Rasul dan kebanyakan orang-orang mukmin yang benar hanya terpaku. Maka para ahli bid`ah itu seenaknya memutarbalikkan kebenaran, memungkarkan makruf dan memakrufkan kemungkaran.

Mereka mengajak kepada kitab Allah, padahal sedikit pun mereka tidak bertolak dari sana.
Mereka ini tidak berhenti sampai di situ, malahan mereka mendirikan perkumpulan yang berdasarkan pada perilaku mereka tersebut. Maka kesesatan pun semakin jauh.

Orang-orang yang malang pada memasuki perkumpulan itu, mereka tidak mendengarkan sabda Rasulullah r : Fandhuruu amman takkhudzuuna diinakum
Maka lihat dan telitilah dari siapa kamu menerima ajaran agamamu ini.
Sesungguhnya menjelang hari kiamat, muncul banyak pendusta
janganlah kamu menangisi agama ini bila ia dalam kekuasaan ahlinya, tangisilah agama ini bila ia berada di dalam kekuasaan bukan ahlinya.

Tepat sekali sahabat Umar bin Khatthab Radhiyallahu anhu ketika berkata: Agama Islam hancur oleh perbuatan orang munafik dengan Al-Qur`an.

Anda sekalian adalah orang-orang lurus yang dapat mengishlahkan kepalsuan ahli kebathilan, penafsiran orang-orang bodoh dan penyelewengan orang-orang yang over acting; dan hujjah Allah, Tuhan semesta alam yang diwujudkan melalui lisan orang yang Ia kehendaki.

Dan anda sekalian kelompok yang disebut dalam sabda Rasulullah I:  Ada sekelompok dari ummatku yang tak per-nah bergeser, selalu berdiri tegak diatas kebenaran, tak dapat dicederai oleh orang yang melawan mereka, hingga datang putusan Allah.
(Dicuplik dari Muqaddimah Al Qanuunil Asaasy, diterbitkan oleh Lajnah Ta`lif wan Nasyr PB NU).

2. Transkrip Pidato K.H. Hasyim Asyari ( 24 Mei 1948 )
Mengatasi Problema Kehidupan
Dengan Syari`ah Islam

Amma badu,
Saudara-saudara para peserta muktamar!
Salah satu hal yang seharusnya kita perhatikan dalam kaitanya dengan penanganan problematika kehidupan dan pencapaian prestasi adalah melihat dari waktu ke waktu sampai pada batas mana perjuangan dan usaha yang kita lakuakan.

Kita akan merasa senang apabila usaha kita mendapatkan keberhasilan dan kemenangan, dan sebaliknya kita bisa mengambil pelajaran apabila usaha dan perjuangan kita gagal dan tidak berhasil.

Dalam muktamar ini, marilah kita bandingkan dengan muktamar sebelumnya, dan marilah kita lihat dimana posisi kita sekarang ini, apakah termasuk orang yang telah disebut oleh nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa Sallam yang artinya :  Barang siapa yang hari ini lebih baik dari pada hari kemarin, maka dia adalah orang yang beruntung, barang siapa hari ini sama dengan hari kemarin, maka dialah orang yang tertipu, dan barang siapa yang hari ini lebih jelek dengan hari kemarin, maka dia adalah orang yang binasa.

Pertama : Kita melihat pokok permasalahannya ini dari sudut spiritual religius. Maka dari sinilah kita akan tahu bahwa kehidupan spiritual religius kemarin lebih baik dari pada kehidupan sekarang. Dahulu, adanya perhatian terhadap urusan-urusan keagamaan adalah sangat besar. Namun secara perlahan perhatian tersebut semakin melemah, dan pada akhirnya akan hilang sedikit demi sedikit.

Keberadaan pesantren sebagai tempat pendidikan Islam pun semakin memprihatinkan, karena yang berminat untuk belajar disana semakin sedikit, dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Dan tidak sedikit sekolah-sekolah Islam yang telah menutup pintunya rapat-rapat, karena pendaftaran siswa semakin berkurang dan pegawai-pegawai pengelolanya semakin jarang. Rumah-rumah Allah meratapi nasibnya yang malang lagi sunyi, sebab orang yang shalat dan orang yang beribadah sudah mulai meninggalkannya.

Kedua : Kita melihatnya dari sudut sosial masyarakat. Kita dapati kehidupan spiritual religius dalam masyarakat menjadi lemah, semakin rendah, dan sedikit pengaruhnya.

Karena di dalam masyarakat hampir kita tidak menjumpai orang yang memperhatikan urusan syari``at agama, apakah itu masalah halal atau haram. Kemungkaran (yang melanggar syari`at) telah dilakukan secara terang-terangan.

Minuman khamer (miras)-yang merupakan pokok dari semua kejahatan telah menyebar dan memasyarakat, bahkan mereka menganggap- nya sebagai suatu kebanggaan tersendiri. Setiap hari mata kita menyaksikan berbaurnya lelaki dan perempuan (termasuk di sekolah-sekolah Islam) dengan pembauran yang meng-gelisahkan, dan telinga kita mendengarkan fenomena pergaulan bebas antara lelaki dan perempuan apakah ini halal, lantas didiamkannya, ataukah ini haram yang menye-babkan kemurkaan Allah dan kehinaan di dunia.

Selain itu masih ada yang lebih celaka dan lebih pahit daripada yang tersebut di atas, yaitu tersebarnya ajaran-ajaran kufur dan pemikiran sesat di kalangan anak-anak muda muslim baik di desa maupun di kota.

Saat ini telah tersebar luas ilmu kebendaan yang mengajarkan bahwa hidup di dunia ini hanyalah untuk menge-jar keuntungan materi belaka. Tidak ada kehidupan rohani, tidak ada kepercayaan kepada alam ghaib, tidak ada keyakinan terhadap akhirat. Bahkan tidak pernah menengok kepada suatu bahaya besar yang dapat mengancam peribadi generasi muda kita yang apabila dibiarkan akan merusak pilar agama kita, yaitu Islam. La haula wala quwwata illa billahil aliyyil adzim.

Ukhuwah Islamiyah di zaman sekarang merupakan suatu puing-puing reruntuhan yang hanya bisa diucapkan dan men-jadi slogan belaka yang bisa dikumandangkan oleh para ahli pidato. Mereka meneriakkan ukhuwah Islamiyah hanya pada angan-angan mereka belaka, padahal ukhuwah tersebut telah hilang dari kehidupan masyarakat.

Karena masih ada di antara kita yang menyaksikan orang yang sedang kesusahan dengan mata kepalanya sendiri, menyaksikan saudara-saudaranya yang kelaparan bahkan hampir mati karena sangat lapar, namun hatinya tidak tergerak untuk mengulurkan pertolongan dan bantuan kebaikan, hanya berdiam diri, membeku bagai batu dan besi, bahkan diamnya membenarkan bahwa pintu rizki zaman sekarang ini semakin sempit.

Kehidupan perekonomian semakin lesu dan ketinggalan. Pendapat semacam ini dilontarkan oleh seseorang yang ingin bebas dari aturan syari`at dan sosial, sedangkan dia sendiri tahu bahwa Allah yang Maha Pemberi rizki menurunkan rizki-Nya menurut satu ukuran tertentu. Karunia Allah tidak akan hilang dari orang yang enggan melakukan perintah-Nya, namun yang hilang dari mereka adalah akhlak dan budi pekertinya. 
   
Ketiga: Kita melihatnya dari sudut politik. Kita akan mendapati bagian (peran) orang-orang muslim sangatlah sedikit. Sebenarnya jiwa religius di dunia politik Indonesia telah melemah, bahkan akhir-akhir ini hampir mati. Tetapi disana ada bahaya besar, yaitu ada sebagian orang yang menggunakan lebel Islam sebagai tunggangan yang mereka kendarai untuk mencapai tujuannya, baik untuk kemaslahatan politik maupun untuk kepentingan pribadi berkedok politik.

Termasuk dari kerusakan zaman adalah bahwa ada sekelompok orang yang mengaku berasal dari komunitas muslim, bahkan mengaku sebagai pembesar-pembesar Islam, namun mereka tidak mau menundukkan kepala terhadap perintah-perintah Allah, mereka tidak mau menjauhi larangan-larangan-Nya (artinya mereka meninggalkan syari`at Islam), bahkan dahi-dahi mereka tidak pernah menempel di lantai mesjid. Dari sinilah adanya indikasi bahwa jiwa keagamaan di negara kita menjadi sangat lemah bahkan hampir mati.
Saudara-saudaraku para Ulama yang cendekiawan!

Setelah saya paparkan penjelasan ini, saya ingatkan kepada kalian bahwa hidup dan matinya Islam di Indonesia tergantung pada saudara-saudara. Sudah selayaknya amal kebajikan dan kegigihan perjuangan kalian lebih banyak dari pada yang lain. Sesungguhnya saudara-saudara adalah pem-bawa amanat Allah untuk hamba-hamba-Nya, dan saudara-saudara adalah merupakan benteng bagi syari`at dan jiwa penggerak Islam.

Hari ini, pada saat yang panas ini, ummat Islam Indonesia menyaksikan apa yang kalian perjuangkan demi kemaslahatan keagamaan dan keadaan sosial bagi mereka.

Sebagaiman hal itu telah diperintahkan oleh syari`at Islam atas diri kalian. Dengan demikian diharapkan kalian bisa memberi penawar atas rasa haus mereka terhadap syari`at Islam dan kalian mampu mengayomi kepentingan agama mereka, sehingga kepercayaan mereka tetap teguh pada diri kalian.

Namun apabila tidak ada seorang pun dari kalian mampu menjadi pemimpin agama yang baik bagi mereka, dan pengayoman iman yang melindungi mereka serta penjaga syari`at yang mampu membentengi mereka, maka kepercaya-an mereka terhadap amanat Allah yang semestinya ada pada diri kalian pastilah akan hilang di hati mereka sebagaimana hilangnya kepercayaan tersebut terhadap pemimpin-pemimpin selain kalian.

Mereka sekarang sedang meratapi suatu kondisi yang selalu dihantui oleh kematian disetiap tempat. Tidak tersisa suatu angan-angan (dari harapan mereka) kecuali kepada kalian dan tidak pula harapan kecuali dari kalian (maka apakah kalian kerjakan?). Saya mengatakan ini bukan untuk berlebih-lebihan atau omong kosong. Akan tetapi itulah yang sebenarnya, yang hal tersebut dapat dipahami oleh setiap orang yang berfikir dan peduli terhadap urusan Islam di Indonesia.

Demikianlah bahwasanya kehidupan negeri kita masih dalam ancaman bahaya dari pihak musuh, baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri dengan segala kekuatan maupun persiapan yang matang, dan dengan segala makar, kecurangan dan tipu daya. Mereka juga memanfaatkan para pimpinan militer dan para tentara-tentaranya serta intel-intel yang berada di barisan mereka maupun yang menyelundup di barisan kita. Hal ini telah disebutkan Allah dalam firman-Nya yang artinya:

Orang-orang kafir itu membuat siasat dan Allah membalas siasat mereka itu. Dan Allah adalah sebai-baik Dzat yang berstrategi. (Qs.Ali Imran, 54)

Maka hanya kepada saudara-saudaralah tumpuan cita-cita ummat Islam Indonesia. Saudara-saudara harapan tunggal mereka. Wahai pembawa amanat Allah, saya titipkan kepada kalian. Di pundak kalianlah aku harapkan pertolongan dan bantuan. Sebab banyak sekali orang-orang yang tidak peduli terhadap permasalahan ummat. Sebagaimana dahulu ketidak pedulian kaum Thalut dalam menghadapi kaum Jalut. Saat mereka berhenti saat menyeberangi sungai, sambil berkata:

Tidak ada kesanggupan kami pada hari ini untuk melawan Jalut dan tentaranya. (Qs. Al Baqarah, 249)

Bangkitlah wahai saudara-saudaraku para ulama, dan kuatkanlah barisanmu, kumpulkan semua kekuatanmu dan mantapkanlah keyakinanmu bahwa: Berapa banyak dari golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah bersama orang-orang yang sabar. (Q.s. Al Baqarah, 249)

Sampai disini. Saya mohon ampunan kepada Allah untuk diriku dan kalian  `      

Lembaga Penegakan Aqidah Islam
(LPAI)


Bismillahir rahmanir rahim


MAKLUMAT LPAI TENTANG
PERKEMBANGAN ALIRAN SESAT DI INDONESIA

MENIMBANG

1.    Pada akhir-akhir ini telah berkembang aliran-aliran sesat di Indonesia yang sangat meresahkan masyarakat.

2.    Memandang perlu mengeluarkan maklumat tentang bahaya aliran sesat untuk dijadikan pegangan bagi umat Islam.

Merujuk Firman Allah QS. Al Hasyr  ayat  7 (yang artinya) : Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya maka tinggalkanlah.

       Merujuk Hadist Nabi SAW riwayat Bukhari dan Muslim (yang artinya) : Dari Aisyah ra beliau berkata, telah bersabada Rasulullah saw ; Barangsiapa membuat (ajaran) baru dalam urusan (agama)-ku  (Islam) yang (sebelumnya) tidak ada di dalam (ajaran Islam) maka tertolak.


MENGELUARKAN MAKLUMAT

1.    Perkembangan aliran sesat harus di antisipasi dan disikapi oleh semua pihak baik oleh pemerintah, ormas Islam, maupun individu umat muslim.

2.    Pencegahan dan pelarangan atas berkembangnya aliran-aliran sesat harus segera dilaksanakan, agar tidak terjadi keresahan yang menimbulkan kerusuhan di tengah masyarakat.

3.    Pencegahan dan pelarangan tersebut tidak bertentangan dengan HAM, bahkan melindungi kepentingan ummat Islam yang lebih besar, serta keamanan dan stabilitas negara

4.    Pemberitahuan kepada semua pihak, bahwa pembelaan tehadap aliran Ahmadiyah serta penolakan terhadap Fatwa MUI hasil Musyawarah Nasional Ke-7, oleh Abdurrahman Wahid, Ulil Abshar Abdallah, Anand Krisna, Pendeta Wainata Sairin, Jati Kusuma (Sunda Wiridan), Syafi`I Anwar, Djohan Effendy, Dawan Rahardjo, dan Djaengrana (Konghuchu)  menunjukkan atas kesesatan berpikir dan langkah-langkah Abdurrahman Wahid CS.  

5.    Pemberitahuan kepada semua pihak, bahwa pernyataan Abdurrahman Wahid semisal yang dirilis oleh harian Jawa pos Senin 20 Januari 1997 :  Selama ini ada pihak yang salah mengartikan salah satu ayat Alquran yang menyatakan umat Islam bersikap sopan santun kepada sesama saudara agama tapi bersikap keras kepada orang kafir. Kata Kafir itu, mereka menafsirkan non Islam. Itu keliru. Padahal Kata kafir itu dapat diartikan orang tidak beragama. katanya. Bahwa penafsiran model Abdurrahman Wahid ini jelas-jelas sesat dan menyesatkan umat Islam, tidak sesuai dengan Alquran yang mengatakan, bahwa kaum Yahudi dan Nasrani adalah kafir, sebagaimana tertera dalam surat Almaidah ayat 72, 73, dan surat Attaubah ayat 30.   

Demikianlah maklumat ini, agar setiap muslim yang memerlukan dapat mengetahuinya, serta memperingatkan umat Islam lainnya agar tidak mengikuti aliran-aliran sesat yang menyimpang dari aqidah Islam, maupun tokoh-tokoh yang membelanya.

Ditetapkan di : Malang
Pada tanggal : 01-08-2005

Sekretaris                                                                       Divisi Fatwa

    TTD                                                                    TTD

(Dianto, SE)                                                       (Hb. Abdurrahmanbin Husein Asseqaf)             


Ketua

TTD

(KH. Luthfi Bashori)

AKHIRUL KALAM
    DENGAn membaca risalah ini, diharapkan ummat         Islam selalu mawas diri dalam menjalani roda ke-         hidupan, agar tidak terbawa arus budaya dan pemikiran yang bersumber dari orang-orang kafir, yang sangat menyesatkan, dengan selalu bermohon kepada Allah I agar mendapatkan hidayah dan inayah-Nya, serta kemenangan bagi ummat Islam.

Ya Allah, tunjukilah kami jalan yang lurus. Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan jalan orang-orang yang Engkau murkai (yaitu, kaum Yahudi), dan bukan pula jalan orang-orang yang sesat (yaitu kaum Nasrani).
Amin Ya Mujibassailin !

CATATAN KAKI :


1)    Al-Hijaz,  As-Syeikh Muhammad. Shaut al-Mimbar. Dar Mishr Li at-Thiba`ah.     Saudi Arabia 1404 H. Hal. 268.
2)      Al-Hijaz,  As-Syeikh Muhammad. Shaut al-Mimbar. Dar Mishr Li at-Thiba`ah.     Saudi Arabia 1404 H. Hal. 267.
3)      Al-Yahshuby, Al-Qadli Abi Al- Fadl Iyadl. As-Syifaa`. Dar al-Kutub al Ilmiyyah.     Bairut 1399 H. Hal. 326.
4)     Al-Yahshuby, Al-Qadli Abi Al- Fadl Iyadl. As-Syifaa`. Dar al-Kutub al Ilmiyyah.     Bairut 1399 H. Hal. 292.
5)    Al-Hijaz,  As-Syeikh Muhammad. Shaut al-Mimbar. Dar Mishr Li at-Thib`ah.     Saudi Arabia 1404 H. Hal. 272.
6)    Al-Jauzi, Syeikh Ibnu al-Qayyim. Ahkamu Ahli adz-Dzimmah. Hal. 156.
7)    Al-Jauzi, Syeikh Ibnu al-Qayyim. Ahkamu Ahli adz-Dzimmah. Hal. 157.
8)    Ibid.
9)    Ibid.
10)    Al-Yahshuby, Al-Qadli Abi Al- Fadl Iyadl. As-Syifaa`. Dar al-Kutub al Ilmiyyah.     Bairut 1399 H. Hal. 281.
11)    Schumann, Olaf. Agama dan Dialog Antar Peradaban. Cet. I. Paramadina.     Jakarta 1996. Hal. 55.
12)    Kamus Umum Populer. Karya Anda. Surabaya.
13)    Ibid.
14)      Ibid.
15)      Ibid.
16)    Ibid.
17)    Ibid.
18)     Ibid
19)    Ibid.
20)    Ibid.  
21)    Ibid.
22)    Ibid.
23)    Dhiauddin Umari, Akram. Prof. Dr. Masyarakat Madani. Cet. II. Gema Insani     Press. Jakarta. 1999. Hal. 134.
24)    Schumann,  Olaf. Agama dan Dialog Antar Peradaban. Cet. I. Paramadina.     Jakarta 1996. Hal. 74.
25)    Tabloid Tekad. No. 47/Tahun I. 20-26 September 1999.
26)    Ibid.
27)    Ibid.
28)    Ulil Abshar Abdalla, koordinator Jaringan Islam Liberal (JIL), Jakarta
29)    Y Herman Ibrahim, kompas 13 Desember 2002
30)    Andi Hakim, Maula (Masyarakat Universal Lintas Agama), ts auf@yahoo.co.uk
31)    Iwan Setiawan, 8/27 Darling Street South Yana 3141 Melbourne Australia, Iwans21@yahoo.com
*)    Abdul Muiz, abdulmuiz@yifan.net, 21 November 2002
 
 
Kembali Ke atas | Kembali Ke Index Karya Ilmiah
 
 
 
  Situs © 2009-2017 Oleh Pejuang Islam