URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV GARIS LURUS
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
MASUK SURGA DENGAN AMAL SHALEH & KEIMANAN 
  Penulis: Pejuang Islam  [11/4/2017]
   
SETIAP ORANG ITU DIDAMPINGI SETAN 
  Penulis: Pejuang Islam  [9/4/2017]
   
TANDA CINTA KEPADA ALLAH, TIDAK MELANGGAR ATURAN SYARIAT 
  Penulis: Pejuang Islam  [8/4/2017]
   
SILATURRAHIM ULAMA JAWA TIMUR & CAGUB MUSLIM UNTUK DKI 
  Penulis: Pejuang Islam  [6/4/2017]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [6/4/2017]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Senin, 24 April 2017
Pukul:  
Online Sekarang: 6 users
Total Hari Ini: 51 users
Total Pengunjung: 3404313 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - KARYA ILMIAH USTADZ LUTHFI BASHORI
 
 
PERLUKAH MENGUNJUNGI TEMPAT PENINGGALAN ISLAM BERSEJARAH? 
Penulis: pejuang islam [ 16/10/2016 ]
 
Saat ini, telah terjadi fenomena di tengah masyarakat, adanya pemahaman baru yang dilontar oleh sekelompok orang, agar umat Islam meninggalkan tradisi berziarah ke tempat-tempat peninggalan Islam bersejarah, karena tradisi itu dianggap bukan termasuk amalan yang disyariatkan oleh agama Islam. Hal semacam itu, kini mulai marak terjadi, sebagaimana yang berkembang di negara Saudi Arabiah.

Sebagai ilustrasi, adalah tradisi berziarah ke lembah Uhud, yang mana di tempat itu terdapat makam para syuhada yang meninggal pada saat perang Uhud di jaman Rasulullah SAW. Berziarah ke lembah Uhud ini adalah tradisi turun temurun yang telah ratusan tahun dilakukan oleh hampir seluruh jamaah haji dan umrah, khususnya yang berasal dari Indonesia. 

Namun, kini di lembah Uhud, tepatnya di depan pintu halaman makam Sayyidina Hamzah bin Abdil Mutthalib, salah seorang panglima Islam dalam perang Uhud tersebut, terdapat beberapa muthawwi` asal Indonesia, yang ditugaskan oleh tokoh-tokoh beraliran Wahhaby untuk menghadang serta menghalau jamaah haji dan Umrah yang berdatangan ke tempat itu. 

Muthawwi` adalah sebutan untuk polisi swasta di negara Saudi Arabiah. Di depan pintu makam Sayyidina Hamzah, sang muthawwi` berpidato dengan berapi-api seraya mengatakan, bahwa kedatangan jamaah haji dan umrah ke lembah Uhud untuk berziarah ke makam Sayyidina Hamzah tidaklah disyariatkan oleh Islam.

karena itu, para jamaah haji dan umrah yang datang ke lembah Uhud adalah sia-sia, dan tidak mendapatkan pahala sedikitpun", demikianlah kira-kira cuplikan pidato yang disampaikan oleh sang muthawwi. Dengan digalakkan pidato semacam itu, tentunya sebagian jama`ah haji dan umrah yang datang dari kalangan awam, menjadi terpengaruh dan terpedaya. 

Demikian itu, lantaran mayoritas jamaah haji dan umrah adalah tergolong awam dalam memahami hakikat syariat Islam, terlebih yang berkaitan dengan sejarah.

Jika saja umat Islam mau mempelajari sedikit lebih mendalam tentang hakikat ziarah ke lembah Uhud, niscaya tidak akan mudah terpedaya oleh slogan-slogan pembodohan terhadap umat semacam itu. 

Mayoritas umat Islam Indonesia adalah bermadzhab Sunni Syafi`i. Madzhab ini salah satunya mengajarkan betapa pentingnya upaya melestarikan budaya dan peninggalan para leluhur yang telah berjuang menegakkan agama Allah. Salah satu ajarannya adalah menganjurkan umat untuk menziarahi tempat-tempat bersejarah yang kental kaitannya dengan pelestarian syariat Islam. 

Demi menangkal pengaruh negatif dari upaya pendangkalan aqidah, maka sudah selayaknya umat Islam membuka ulang ajaran syariat Islam yang berstandar pemahaman para ulama salaf. 

Di dalam kitab shahih Muslim pada urutan hadits nomer 1393, diriwayatkan dari Anas bin Malik, bahwa Rasulullah SAW tatkala melihat gunung Uhud, beliau SAW bersabda yang artinya: "Sesungguhnya Uhud adalah gunung yang mencintai kita, dan kita juga mencintainya ". Sedangkan dalam kitab shahih Bukhari pada urutan hadits nomer 3675, diriwayatkan dari Anas bin Malik, bahwa Rasulullah SAW bersama shahabat Abu Bakar Asshiddiq, Umar bin Khatthab, dan Utsman bin Affan ra, suatu saat berziarah dan naik ke gunung Uhud, tiba-tiba gunung Uhud itu bergoncang dengan sendirinya, lantas Rasulullah SAW bersabda yang artinya : "Tenanglah wahai Uhud, sesungguhnya di atasmu ada Nabi, Asshiddiq, dan dua orang (yang bakal) mati syahid" . 

Jika diteliti dengan seksama, maka masih banyak riwayat yang menerangkan keistimewaan ziarah ke lembah Uhud. Kedatangan Rasulullah SAW bersama ketiga orang shahabat setianya ke atas lembah Uhud, adalah sebagai bukti betapa mulianya amalan berziarah ke lembah Uhud ini. Jadi mengikuti perilaku Rasulullah SAW untuk berziarah ke gunung lembah adalah termasuk sunnah Nabi SAW. 

Allah berfirman dalam surat Al-ahzab ayat 21 yang artinya: "Sungguh di dalam diri pribadi Rasulullah itu, terdapat teladan yang baik bagi kalian ". Ayat ini bersifat umum, bahwa yang dimaksud keteladanan pada diri Rasulullah SAW adalah meneladani setiap gerak-gerik beliau SAW, termasuk yang bersifat manusiawi, seperti tata cara makan, tata cara bepergian, kesenangan beliau SAW dalam memilih warna pakaian, termasuk juga kedatangan beliau SAW ke gunung Uhud.

 Pada ayat di atas, Allah tidak membatasi misalnya "fi ibadati rasulillahi uswatun hasanah" (di dalam ibadah Rasulullah, terdapat teladan yang baik), tetapi secara umum Allah menyebutkan "fi rasulillahi uswatun hasanah" (pada diri pribadi Rasulullah terdapat teladan yang baik). 

Ayat ini menunjukkan bahwa segala amalan umat Islam yang diniati mengikuti dan meneladani perilaku Rasulullah SAW, adalah termasuk amalan sunnah yang diperintahkan oleh Allah. Sedangkan umat Islam yang mengamalkan salah satu dari ayat suci Alquran, serta mencontoh perilaku Rasulullah SAW, pasti tidak akan sia-sia baik di dunia apalagi di akhirat, dan pasti mendapatkan pahala yang besar dari Allah.

Karena mengamalkan isi Alquran dan Hadits Nabi SAW inilah hakikat dari bersyariat Islam. 

Dari peristiwa ini, maka semakin jelas bagi umat Islam adanya upaya pembodohan terhadap umat Islam, yang dlakukan oleh para muthawwi` yang kini gencar menghalangi-halangi para jamaah haji dan umrah agar tidak berziarah ke lembah Uhud. 

Padahal Rasulullah SAW justru mengajak tiga orang shahabatnya untuk berziarah ke lembah Uhud, bukan sekedar mendatangi lembahnya, melainkan mendaki gunung tersebut. Hal ini beliau SAW lakukan, karena beliau SAW sangat mencintai gunung Uhud yang bersejarah itu. Perlu diingat pula, bahwa Beliau SAW mendatangi lembah Uhud ini, karena tidak lepas dari keberadaan makam pamanda Beliau SAW yang juga sangat dicintainya, yaitu Sayyidina Hamzah bin Abdil Mutthalib ra.

Untuk membuktikan argumentasi ini, perlu kiranya membuka ulang peristiwa perang Uhud, yang terjadi pada awal-awal tahun hijrah Rasulullah SAW ke kota Madinah. Karena disitulah Ummat islam dapat mengenang Sayyidina Hamzah bin Abdil Mutthalib ra. 

(Penulis adalah alumni Makkah-Madinah 1983-1991, merangkap sebagai Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami, Singosari Malang)

                                          SAYYIDINA HAMZAH BIN ABDIL MUTTHALIB, 
                                                      PAMANDA RASULULLAH SAW


Rasulullah SAW memandang dengan penuh duka dan kesedihan, tatkala menyaksikan penderitaan yang dialami oleh Sayyidina Hamzah bin Abdil Mutthalib, sang pahlawan sekaligus sebagai panglima perang Uhud, akibat tancapan tombak dan perbuatan mutilasi yang dilakukan oleh Wahsyi si budak milik Hindun di saat perang Uhud berkecamuk. 

Penderitaan itu pula yang mengantarkan Sayyidina Hamzah ra menjadi syahid hingga mendapat predikat sebagai pemimpin syuhada yang mati di medan peperangan. Beliau adalah pemimpin syuhada di dunia maupun di akhirat. 

Di saat Rasulullah SAW berada dalam suasana duka dan kesedihan itu, beliau SAW bersumpah : "Jikalau ada kesempatan bagiku, maka akan aku cincang tujuh puluh orang dari mereka orang-orang kafir Quraisy". Namun, pada akhirnya Allah mengingatkan beliau SAW dengan menurunkan firman-Nya agar membatalkan sumpahnya itu, sebagaimana yang telah diterangkan dalam kitab tafsir Ibnu Katsir, yang artinya : "Jika kalian akan membalas, maka balaslah senada dengan penyiksaan yang mereka lakukan terhadap kalian, tetapi jika kalian bersabar maka hal itu lebih baik bagi orang-orng yang sabar" (surat An-nahl ayat 126). 

Dengan turunnya ayat ini, maka Rasulullah SAW lebih memilih bersabar dengan tidak membalas perilaku kaum kafir Quraisy, sekalipun hati beliau dalam kedukaan yang sangat mendalam, mengingat Sayyidina Hamzah, adalah satu-satunya pamanda beliau SAW yang menyatakan masuk Islam secara terang-terangan, sekaligus ikut berjuang dan berperang bersama Rasulullah SAW. 

Demikianlah, sejak peristiwa itu terjadi, maka setiap kali Rasulullah SAW berziarah ke makam Sayyidina Hamzah ra, di lembah gunung Uhud, beliau SAW selalu mengucapkan salam khusus : "Assalamu `alaikum bimaa shabartum fa ni`ma `uqbad daar" (Selamat atas dirimu dengan kesabaran yang engkau jalani, sesungguhnya balasan di akhirat adalah kenikmatan yang terbaik). 

Lihatlah, Rasulullah SAW telah mengajarkan kepada umat Islam tentang bagaimana tata cara berziarah khusus ke makam Sayyidina Hamzah sang pemimpin para syuhada, yaitu dengan cara mengucapkan salam khusus yang disesuaikan dengan isi ayat Alquran, karena turunnya ayat itu juga khusus untuk pamanda beliau SAW. 

Bukankah ajaran Rasulullah SAW tentang ziarah ke makam Sayyidina Hamzah ini, teramat istimewa dalam pandangan syariat Islam? Tidakkah sangat naif jika para muthawwi` yang bertebaran di sekitar lembah Uhud, tiba-tiba mengkampanyekan keyakinan mereka dengan mengatakan bahwa berziarah ke makam Sayyidina Hamzah tidaklah disyariatkan di dalam Islam? Memang demikianlah ajaran yang selalu mereka lontarkan di depan jamaah haji dan umrah asal Indonesia. 

Permasalahan yang timbul, jika keteladanan Rasulullah SAW dalam berziarah, baik ke gunung Uhud maupun ke makam Sayyidina Hamzah, sudah tidak dianggap lagi sebagai amalan sunnah yang disyariatkan di dalam Islam, maka apakah mereka akan mengatakan bahwa syariat Islam yang benar adalah berteladan kepada pribadi pendiri aliran Wahhaby? Atau mengikuti keyakinan para tokoh kontemporer beraliran Wahhaby Saudi Arabiah lainnya? 

Sebut saja misalnya perilaku pelarangan kepada jamaah haji dan umrah, agar tidak berziarah ke lembah Uhud, tidak berziarah ke makam Sayyidina Hamzah, tidak berziarah ke pemakaman Baqi, pemakaman Mala, tidak berziarah ke Masjid Quba, dan pelarangan-pelarangan lainnya yang menjadi trade mark kaum Wahhaby. Kira-kira yang semacam inikah ajaran syariat Islam yang sebenarnya? 

Tentu, umat Islam dapat menyimpulkan, serta mengambil sikap antara meneladani perilaku Rasulullah SAW, yang beliau SAW sendiri melakukan ziarah ke lembah Uhud, atau mengikuti ajaran Wahhaby yang justru melarang umat Islam berziarah ke tempat-tempat peninggalan Islam bersejarah.

Antara mengikuti ajaran Rasulullah SAW berziarah ke makam para shalihin seperti Sayyidina Hamzah, yang mana beliau SAW juga memberi contoh bagi umat, untuk mengucapkan salam khusus saat berziarah ke makam Sayyidina Hamzah ra, atau meneladani tokoh-tokoh Wahhaby yang melarang umat Islam berziarah ke makam Sayyidina Hamzah ra tersebut, dan yang mengatakan bahwa ziarah ke makam para shalihin bukan termasuk amalan sunnah yang disyariatkan Islam. 

Untuk selanjutnya, semoga Allah selalu memberi petunjuk kepada seluruh umat Islam Indonesia, yang tetap teguh memegang madzhab Sunni Syafii, sehingga keutuhan dan persatuannya sebagai penghuni mayoritas di negeri ini, akan tetap lestari untuk selamanya. Allahumma amiin.

                                                                                                                                         (pejuangislam) 


   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
1.
Pengirim: Ahmad  - Kota: Probolinggo
Tanggal: 15/3/2009
 
banyak Wahaby yg ingin menghancurkan kubah hijau yg menaungi makam rasul padahal terbukti bahwa at-Tabrani dalam kitab al-Mukjam al-Kabir jilid 3 halaman 204 menyatakan bahwa di dalam masjid Khaif (di Mina dekat Makkah) terdapat delapan puluh makam para nabi, padahal masjid itu telah ada semenjak zaman Salaf Saleh. Lantas kenapa para Salaf Saleh tetap mempertahankan berdiri tegaknya masjid tersebut. Jika itu merupakan perbuatan syirik maka selayaknya sejak dari dulu telah dihancurkan oleh Rasulullah besrta para sahabat mulai beliau.
Ini yg akal Wahaby tidak dapat menjangkau, tidak realistis. Makanya, jadi orang tetap kritis. Terimalah kebenaran meskipun datangnya dari syetan.. 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Terima kasih komentarnya. moga2 jadi tambahan ilmu bagi kita semua. Barangkali ada ikhwan lain yang ingin menambahi info penting semacam ini. kami persilahkan dan kami tunggu. jazakumullah kher.

2.
Pengirim: Ahmad  - Kota: Probolinggo
Tanggal: 16/3/2009
 
Sedikit Torehan:
Para salaf al-soleh pun ziarah ke kubur wali-wali Allah untuk ditunaikan hajat. Di antaranya :

1. Imam al Harabi- Sahabat Imam Ahmad, berkata “Kubur Ma’ruf al Karkhi al tiryaq yang mujarrab ( makbul bila berdoa disitu). Ibnu al Jawzi telah meriwayatkan cerita ini didalam Shifah al shofwah, al Zahabi juga meriwayatkannya didalam Siyar al A’lam Nubala.

2. Kubur Imam Harabi sendiripun makbul juga - diriwayatkan dalam Shifah al shofwah juga.

3.Manusia berdoa diturunkan hujan dikubur Abu Ayyub al Anshori- al Hilyah, Shifah al Shofwah, Siyar a’lam Nubala.

4. Al Daruquthni- Adalah kami bertabaruk di kubur Abi al fath al Qawsyi.

5.Imam Shafie r.a - Beliau ketika datang ke Baghdad beliau ziarah ke Pusara Imam Abi Hanifah , bertawassul dengannya agar ditunaikan hajat2 .- Khairat al Hissan fi manaqib al Nukman, Ibnu A’sakir juga telah meriwayatkan kisah Imam Shafie ini didalam Tarikh Baghdad dengan sanadnya .

6. Qadhi Al- Syarif Abi Ali al Hasyimi - menceritakan oleh Abu Muhammad al Tamimi-(merupakan guru Qadhi Ibnu Abi Yo’la) = “Daku telah menziarahi Kubur Imam Ahmad , sebab menemankan Al-Qadhi al- Syarif Abi Ali, Maka daku melihat beliau mencium ujung kaki kubur imam Ahmad?. Maka daku bertanya : Ada ke Athar (tentang perbuatan ini)??.. Maka beliau berkata: Imam Ahmad ni seorang yang besar ertinya buat diriku, daku tiada sangkaan bahwa Allah akan menyeksaku dengan sebab buat begini”. Kisah ini diriwayatkan oleh al Qodhi Abi Yo’la dalam kitab Thabaqot al Hanabilah - fi tarjamah mufti al Hanabilah fi Baghdad al Qaodhi al Syarif Abi Ali al Hasyimi - salah seorang perawi akidah Imam Ahmad.-

7.

أنهم قحطوا فجاء رجل الى قبر النبى صلى الله عليه وسلم وقال يا محمد استسق لأمتك فانهم قد هلكوا
“Bahawa mereka ditimpa kemarau, maka datang seorang lelaki kekubur Nabi s.a.w berkata: Ya Muhammad, turunkan hujan kepada umatmu sebab mereka sungguhnya telah binasa”

Hadis ini diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dlm Musannaf 12/13-33 , al Bukhari dalam Tarikh 7/304, al Hafiz Abu Yo’la dalam al Irsyad 23, al Baihaqi dalam dalilu an Nubuwwah 7/47, Al Hafiz Ibnu Hajar dalam fathul baari 2/495 berkata: Isnadnya Sahih, Ibnu katsir dalam Al Bidayah wan Nihayah 7/105 dan dalam Tafsir beliau 1/91 berkata: Isnadnya Sahih.
Dari sumber yang laen,

1- Imam Ibn Idris as-Syafi’i sendiri permnah menyatakan: “Sesungguhnya aku telah bertabarruk dari Abu Hanifah (pendiri mazhab Hanafi .red) dan mendatangi kuburannya setiap hari. Jika aku memiliki hajat maka aku melakukan shalat dua rakaat dan lantas endatangi kuburannya dan meminta kepada Allah untuk mengabulkan doaku di sisi (kuburan)-nya. Maka tidak lama kemudian akan dikabulkan” (Lihat: Kitab Tarikh Baghdad jilid 1 halaman 123 dalam bab mengenai kuburan-kuburan yang berada di Baghdad)

2- As-Samhudi yang bermazhab Syafi’i menyatakan; “Terkadang orang bertawassul kepadanya (Nabi SAW .red) dengan meminta pertolongan berkaitan suatu perkara. Hal itu memberikan arti bahwa Rasul memiliki kemampuan untuk memenuhi permintaan dan memberikan syafaatnya kepada Tuhannya. Maka hal itu kembali kepada permohonan doanya. Walaupun terdapat perbedaan dari segi pengibaratannya. Kadangkala seseorang meminta; aku memohon kepadamu (wahai Rasul .red) untuk dapat menemanimu di sorga…tiada yang dikehendakinya malainkan bahwa Nabi SAW menjadi sebab dan pemberi syafaat” (Lihat: Kitab Wafa’ al-Wafa’ bi Akhbar Daarul Mustafa karya as-Samhudi Jilid 2 halaman 1374)

3- As-Syaukani az-Zaidi pernah menyatakan akan legalitas tawassul dalam kitab karyanya yang berjudul “Tuhfatudz Dzakiriin” dengan mengatakan: “Dan bertawassul kepada Allah melalui para nabi dan manusia saleh”. (Lihat: Kitab Tuhfatudz Dzakiriin halaman 37)

4- Abu Ali al-Khalal salah seorang tokoh mazhab Hambali pernah menyatakan: “Tiada perkara yang membuatku gunda kecuali aku pergi ke kuburan Musa bin Jakfar (salah seorang cucu Rasulullah yang dianggap salah seorang Imam oleh Syiah .Red) dan aku bertawasul kepadanya melainkan Allah akan memudahkannya bagiku sebagaimana yang kukehendaki” (Lihat: Kitab Tarikh Baghdad jilid 1 halaman 120 dalam bab kuburan-kuburan yang berada di Baghdad).

———-
4- Ad-Darami meriwayatkan: Penghuni Madinah mengalami paceklik yang sangat parah. Lantas mereka mengadu kepada Aisyah (ummul Mukminin). Lantas Aisyah mengatakan: “Lihatlah pusara Nabi! Jadikanlah ia (kuburan) sebagai penghubung menuju langit sehingga tidak ada lagi penghalang dengan langit. Lantas ia (perawi) mengatakan: Kemudian mereka (penduduk Madinah) melakukannya, kemudian turunlah hujan yang banyak hingga tumbulah rerumputan dan gemuklah onta-onta dipenuhi dengan lemak. Maka saat itu disebut dengan tahun “al-fatq” (sejahtera)”. (Lihat: Kitab “Sunan ad-Darami” 1/56)

5- Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dengan sanad yang sahih. Dari riwayat Abu Salih as-Saman dari Malik ad-Dar –seorang bendahara Umar- yang berkata: Masyarakat mengalami paceklik pada zaman (kekhalifahan) Umar. Lantas seseorang datang ke makam Nabi seraya berkata: Ya Rasulullah mintakan hujan untuk umatmu, karena mereka hendak binasa. Kemudian datanglah seseorang dimimpi tidurnya dan berkata kepadanya: Datangilah Umar! Saif juga meriwayatkan hal tersebut dalam kitab al-Futuh; Sesungguhnya lelaki yang bermimpi tadi adalah Bilal bin al-Harits al-Muzni, salah seorang sahabat. (Lihat: Kitab “Fathul Bari” 2/577)

6- Dalam sebuah riwayat panjang tentang kisah Usman bin Hunaif (salah seorang sahabat mulia Rasul) yang disebutkan oleh at-Tabrani dari Abi Umamah bin Sahal bin Hunaif yang bersumber dari pamannya, Usman bin Hunaif. Disebutkan bahwa, suatu saat seorang lelaki telah beberapa kali mendatangi khalifah Usman bin Affan agar memenuhi hajatnya. Saat itu, Usman tidak menanggapi kedatangannya dan tidak pula memperhatikan hajatnya. Kemusian lelaki itu pergi dan ditengah jalan bertemu Usman bin Hunaif dan mengeluhkan hal yang dihadapinya kepadanya. Mendengar hal itu lantas Usman bin Hunaif mengatakan kepadanya: Ambillah bejana dan berwudhulah. Kemudian pergilah ke masjid (Nabi) dan shalatlah dua rakaat. Seusainya maka katakanlah:
“ا

للهم إني أسألك و أتوجه إليك بنبينا محمد نبي الرحمة يا محمد إني أتوجه بك إلي ربي فتقضي لي حاجت

ي…”
(Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dan mendatangi-Mu demi Nabi-Mu Muhammad yang sebagai Nabi pembawa Rahmat. Wahai Muhammad, aku menghadapkan wajahku kepadamu untuk memohon kepada Tuhanku. Maka kabulkanlah hajatku)
Lantas sebutkanlah hajatmu. Beranjaklah maka aku akan mengiringimu. Kemudian lelaki itu melakukan apa yang telah diberitahukan kepadanya. Selang beberapa saat, lantas ia kembali mendatangi pintu rumah Usman. Usmanpun mempersilahkannya masuk dan duduk di satu kursi dengannya, seraya berkata: Apakah gerangan hajatmu? Lantas ia menyebutkan hajatnya, dan Usmanpun segera memenuhinya. Lantas ia berkata kepadanya: Aku tidak ingat terhadap hajatmu melainkan baru beberapa saat yang lalu saja. Iapun kembali mengatakan: Jika engkau memiliki hajat maka sebutkanlah (kepadaku)! Setelah itu, lelaki itu keluar meninggalkan rumah Usman bin Affan dan kembali bertemu Usman bin Hunaif seraya berkata: Semoga Allah membalas kebaikanmu!? Dia (Usman bin Affan) awalnya tidak melihat dan memperhatikan hajatku sehingga engkau telah berbicaranya kepadanya tentangku. Lantas Usman bin Hunaif berkata: Demi Allah, aku tidak pernah berbicara tentang kamu kepadanya. Tetapi aku telah melihat Rasulullah SAW didatangi dan dikeluhi oleh seorang yang terkena musibah penyakit (info: ini mengisaratkan pada hadis tentang sahabat yang mendatangi Rasul karena kehilangan penglihatannya yang diriwayatkan dalam kitab “Musnad Ahmad” 4/138, “Sunan at-Turmudzi” 5/569 hadis ke-3578, “Sunan Ibnu Majah” 1/441 dan “Mustadrak as-Shohihain” 1/313) kehilangan kekuatan penglihatannya, lantas Nabi bersabda kepadanya: Bersabarlah! Lelaki itu menjawab: Wahai Rasulullah, aku tidak memiliki penggandeng dan itu sangat menyulitkanku. Lantas Nabi bersabda: Ambillah bejana dan berwudhulah, kemudian shalatlah dua rakaat. Lantas bacalah doa-doa berikut…. berkata Ibnu Hunaif: Demi Allah, kami tidak akan meninggalkan (cara tawassul itu). Percakapan itu begitu panjang sehingga datanglah seorang lelaki yang seakan dia tidak mengidap satu penyakit. (Lihat: Kitab “Mu’jam at-Tabrani” 9/30 nomer 8311, “al-Mu’jam as-Shoghir” 1/183, dikatakan hadis ini sahih)
 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Ulasan akhi sangat bermanfaat bagi umat Islam khususnya bagi KOMUNITAS PEJUANG ISLAM. Jazakallah kher.

3.
Pengirim: Kacung Ngaran  - Kota: Jakarta
Tanggal: 21/10/2010
 
Bagi ana org awam ziarah kubur sangat berhati-hati agar tidak terjebak kepada tujuan yg bukan syar'i, shg bisa terjerumus kpd kemaksiatan dan kesyirikan. Banyak hikmah yg terkandung dl ziarah kubur, diantaranya utk mengingat mati dan hari akhir. 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Ziarah dengan menyembah jelas-jelas berbeda. Ziarah kubur adalah perintah Nabi SAW, alaa fazuuruuha (ketahuilah, maka berziarah kuburlah kalian). Umumnya orang berziarah kubur adalah mendoakan kepada Allah agar memberi ampunan bagi penghuni makam tersebut. Sedangkan menyembah kuburan hukumnya syirik.

4.
Pengirim: Kacung Ngaran  - Kota: Jakarta
Tanggal: 21/10/2010
 
1. Ana garisbawahi tulisan Ahmad "Terimalah kebenaran meskipun datangnya dari syetan". Memang syaithan selalu membisikan di dalam hati bahwa yg diperbuat dan dipikirkan adalah benar. Yaitu benar-benar dalam kesesatan."Syaithan itu hanya menyuruhmu berbuat kejahatan dan kekejian; dan dibisikkannya kepadamu agar kamu mengadakan yang bukan-bukan terhadap agama Allah, padahal hakekatnya belum kamu ketahui" (QS Al-Baqarah 2:169)
Silahkan baca QS 2:208, 4:118-119, 6:43, 7:14-18, 8:48, 9:37, 13:33, 15:35-40, 17:62, 35:8, 38:79-85, 43:37, 43:62, dan banyak lagi ayat tentang Syaithan ini.
2. Diriwayatkan Al Haakim, bahwa Rasulullah SAW bersabda"Bahwasanya syaithan, telah putus asa dari memperoleh sembahan di negeri ini. Karena itu syaithan merasa senang hatinya bila dia diturut dalam urusan2 yg kamu pandang rendah dan tidak berarti.. Saya peringatkan kalian, bahwa aku telah meninggalkan untukmu pedoman- yg selama kamu berpegang kepadanya- kamu tidak akan sesat, yaitu Kitabullah dan Sunnah NabiNya"  
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Adakalanya umat Islam harus bertawadhu' denga mengamalkan mutiara kata : undhur maa qaal wa laa tandhur man qaal (perhatikan isi nasehatnya, jangan dilihat siapa yang berbicara)

5.
Pengirim: Kacung Ngaran  - Kota: Jakarta
Tanggal: 1/11/2010
 
2 (dua) buah tanggapan/komentar ana sampai saat in belum dimunculkan/ditanggapi. Semoga hanya soal waktu, karena da'wah dan kebenaran tidak perlu disembunyikan. Rasulullah bersabda " sampaikanlah olehmu walau satu ayat". 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Yang ditanyakan sudah sering dibahas berulang-ulang di situs ini. Jadi dianggap cukup dengan pertanyaan dan jawaban yang sudah diposting. Harap dibuka pada semua artikel terkait sekaligus komentar-komentarnya, maupun kolom CURHAT PENGUNJUNG.

6.
Pengirim: Kacung Ngaran  - Kota: Jakarta
Tanggal: 2/11/2010
 
He He He Kalau komentar Ahmad dari Kota Probolinggo "Terimalah kebenaran meskipun dari syetan" sangat urgen dan perlu ditampilkan disini!!! 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Sudah kami posting dan yang bersangkutan sudah kofir untuk menjawab anda. Coba anda baca artikel kami yang berjudul : ANZUN WALAU THAARAT, mudah-mudahan ada kesesuaian untuk anda.

7.
Pengirim: ahmad  - Kota: probolinggo
Tanggal: 2/11/2010
 
Kacung Ngaran
Anda saja yg kurang bacaannya, sy tdk asal bunyi tanpa ada rujukan ilmiah yg jelas seperti yg dilakukan ulama wahhabi..
nabi Muhammad pernah menyuruh Abu Huroiroh untuk menjaga zakat (berupa makanan) di masjid. Saat Abu Huroiroh sedang mengawasi, tiba-tiba ada orang yang nyelonong masuk dan mengambil makanan itu. Abu Huroiroh lantas berkata: Jangan kau ambil dulu, belum ada izin dari Rasulullah! Namun orang itu berkata: Sesungguhnya aku ini adalah orang yang lebih pantas mendapatkan makanan ini, karena aku benar-benar sangat memerlukannya Karena kasihan, kemudian Abu Huroiroh memberikannya. Kemudian setelah itu Rasulullah datang Hai Abu Huroiroh, kamu kemanakan sebagian makanan itu? Abu Huroiroh berkata: Maaf Ya Rasulullah, tadi ada orang yang benar-benar memerlukannya, kemudaian aku beri dia Rasulullah menjawab: Kamu jangan sampai tertipu lagi Abu Huroiroh, mungkin besok dia akan kembali lagi
Dan benar, esoknya orang itu kembali lagi dan mengambil makanan itu, ketika Abu Huroiroh memperingatkan Jangan kau ambil makanan itu Rasulullah belum mengizinkanku untuk memberikannya kepadamu Orang itu berkata: Tapi di rumah keluargaku sangat membutuhkannya, istriku dan anak-anakku kelaparan Sekali lagi Abu Huroiroh memberikan kepada orang itu. Kemudia Rasulullah datang dan berkata lagi: Hai Abu Huroiroh, kamu kemanakan lagi sebagian makanan itu? Abu Huroiroh berkata: Maaf Ya Rasulullah, keluarga orang itu benar-benar memerlukannya, kemudaian aku beri dia Rasulullah menjawab: Kamu sudah tertipu Abu Huroiroh, besok dia akan kembali lagi, jangan kau beri dia sebelum ada izin dariku
Malam itu untuk ketiga kalinya maling pendusta itu tertangkap basah oleh Abu Hurairah ketika sedang beraksi mencuri makanan milik kaum muslimin. Kata Abu Huroiroh Sungguh akan aku bawa menghadap Rasulullah saw. Ini adalah kali yang ketiga kau datang.
Kata orang itu, Lepaskanlah aku, akan aku ajari kau beberapa kalimat yang Allah memberikan manfaat pada kalimat-kalimat itu.
Tentu saja Abu Huroiroh sangat senang sekali Apa itu? tanya Abu Huroiroh.
Orang itu menjawab, Jika engkau hendak tidur, bacalah ayat kursi. Karena Allah akan menjagamu sampai kau bangun, dan setan tak akan berani mendekatimu.
Lalu Abu Hurairah pun membebaskannya. Esok hari Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bertanya kepada Abu Huroiroh tentang tawanannya semalam. Kata Abu Huroiroh, Wahai Rasulullah, dia menyangka bahwa dia telah mengajariku beberapa kalimat yang bermanfaat bagiku, maka aku bebaskan dia.
Apa itu? kata Nabi.
Dia berkata padaku agar aku membaca ayat kursi sebelum tidur. Dan apabila aku membacanya, maka aku akan dijaga oleh Allah sampai subuh dan tidak akan ada setan yang mendekatiku, jawab Abu Hurairah.
Ketahuilah, sesungguhnya dia telah berkata jujur padamu padahal sebenarnya dia itu pendusta. Tahukah kau siapa orang yang kau ajak bicara selama tiga malam ini, hai Abu Huroiroh?
Tidak.
Dia itu adalah setan. (HR. Al-Bukhari)
Oh iya, kiranya bukan hanya ziarah kubur saja yg perlu hati2, dibanyak hal juga perlu hati2, bs saja timbul kemaksiatan dan kesyirikan.. ziarah kubur itu sunnah nabawi, siip pokoknya.. makanya anda rajin ziarah kubur dan perdalam masalah syirik..

Jangan terburu2 utk diposting, koment sy aja baru terposting sbab mungkin beliau kh luhtfi bashori rahimahullah sibuk.. kalo pertanyaan anda mah.. udh usang..

baca lagi artikel kh luthfi secara mendalam dan detil.. 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Kami posting untuk Kacung Ngaran. Jika, anda bukan penolak hadits Bukhari, maka pasti dengan legowo atau hati terbuka akan menerima argument Akh. Ahmad. Tapi, kalau anda tetap menolak hadits Bukhari maka tepatlah ayat yang mengatakan: innaka lan tahdi man ahbabta walaakinnallaha yahdii man yasyaa-u (Sesungguhnya engkau =Muhammad- tidak dapat memberi hidayah kepada orang yang engkau cintai, tapi hanya Allahlah yang dapat memberi hidayah bagi orang-orang yang Dia kehendaki). Mudah-mudahan anda mendapat hidayah dari Allah (= bhs. Arabnya : Allah yahdiik ... !)

8.
Pengirim: Kacung Ngaran  - Kota: Jakarta
Tanggal: 4/11/2010
 
Terimakasih antum menjelaskan haditsnya. Ana orang awam dan dhoif yang haus ilmu, bila kebenaran datang dengan dalil yg sahih dan valid, ana akan rujuk samina wa athona. Tolong lagi beri ana pencerahan dua tiga dalil yg berlainan topik tentang kebenaran dari setan ini biar ana lebih mantap, karena dalil khusus tentunya akan lebih mantap bila bisa dijadikan dalil umum, jangan sampai ana malah nanti terperangkap dengan ayat-ayat setannya Salman Rusdi.
Hafalan ana terbatas, walaupun sudah pernah dibaca belum tentu ingat, jadi harus tetap membuka dan memeriksa file kembali. Ana berusaha menjadi seorang muslim yang kaffah.
Dengan disertai iman (kalau Isra Miraj haqqulyakin ana imani) ana akan berusaha mencari kebenaran secara kritis. Bila ana temukan suatu statemen atau dalil yang masih meragukan (apalagi cuma riwayat yg bukan perkataan Rasulullah SAW dan para Sahabat), ana akan mencoba menelusurinya lewat berbagai sumber dan pakar hadits berbagai aliran/madzhab. Silahkan ana dicap sebagai orang yg tidak bermadzhab tetapi itu utusan ana dengan Allah SWT, karena yang ana inginkan hanya ridho dan rahmat Allah SWT. Banyak bertebaran hadits-hadits Israiliyat, maudhu, mungkar dan dhoif. Dan ana tidak mau beramal dengan hadits dhoif, walaupun itu untuk kebaikan, dan kadang2 hadits dhoif dicarikan padanannya supaya bisa dipergunakan. Demikian pula oleh para pakar hadits tidak semua hadits beliau rahimahumullah dikatakan sahih, dan hingga saat ini masih terus diteliti oleh para pakar hadits tersebut. Sederhana dalam Sunnah lebih baik daripada bersungguh-sungguh dalam bidah (Syarah Ushul Itiqad Ahlis-Sunnah 114 oleh Al-Laalikai  dari perkataan Ibnu Masud radliyallaahu anhu).

 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Sepanjang ini tulisan anda, sama sekali tidak ada keterkaitan sedikitpun dengan subtansi judul yang kami posting. Jadi kami tdk akan menanggapinya secara ilmiyah, karena tulisan anda tidak ada relevansinya untuk kami jawab. (bahasa Jawanya tulisan anda ini: Gak Ngalor gak Ngidul) = Tulisan yg tidak ada arahnya, alias pepesan kosong.

9.
Pengirim: Kacung Ngaran  - Kota: Jakarta
Tanggal: 6/11/2010
 
Tidak apa2 kalau tidak ditanggapi itu hak antum, yg penting ditampilkan, itulah yang bijaksana mengedepankan misi dakwah "sampaikan olehmu walaupun satu ayat".
Firman Allah SWT Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir. (malaikan Raqib dan Atid) . (Q.S Qaaf[50]:18)
Rasulullah SAW bersabda " Hati-hatilah kamu terhadap prasangka, karena sesungguhnya prasangka itu sedusta-dusta omongan ". (Riwayat Bukhari)
Rasulullah SAW bersabda " Kalau kamu akan menyangka, maka jangan kamu nyatakan.". (Riwayat Thabarani)
Dan diriwayatkan oleh Jabir, ia berkata: Kami pernah di tempat Nabi s.a.w. kemudian menghembuslah angin berbau busuk. Lalu bertanyalah Nabi:  Tahukah kamu angin apa ini? Ini adalah angin (bau) nya orang-orang yang mengumpat arang-orang mu'min ". (Riwayat Ahmad dan rawi-rawinya kepercayaan) 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Penanya yang baik, adalah yang selalu menyesuaikan pertanyaannya derngan judul yang disampaikan, sehingga tema pembahasan tidak melebar kemana-mana, demi untuk memudahkan dan lebih mengedepankan hajat orang banyak yang sedang berkunjung.

Untuk diskusi tema-tema lainnya bisa langsung ke kolom Curhat Pengunjung.

Karena Addlulmu wadh'us syai-i fii ghairi mahallihi, kedhaliman itu adalah meletakkan sesuatu bukan pada tempatnya.

Sudah kami sampaikan, bahwa nukilan ayat dan hadits yang anda sampaikan sangat tepat untuk disampaikan kepada kaum Wahhabi yang tiada henti-hentinya menghujat dan menuduh sesat, syirik, terhadap amalan warga mayoritas bangsa Indonesia penganut madzhab Sunni Syafi'i, tang jelas-jelas mengikuti ajaran Alquran, Sunnah Nabi SAW dan amalan para Salaf Ahlus sunnah wal jamaah.

10.
Pengirim: ahmad  - Kota: probolinggo
Tanggal: 8/11/2010
 
Alitiraf sayyidul adillah(pengakuan adalah sebaik-baik argument)
Anda yang mengaku ilmu dangkal kenapa koq langsung menghukumi. Khan kalau ilmu dangkal harusnya ngecek dulu, paling gak tanya yang lebih pinter, bukan malah SOK PINTER!

Nt ama gerombolan pengikut sekte Wahabisme sama aja, alih-alih menjawab artikel eh bisanya cuman ngomong ngalor ngidul hingga nampak sekali bahlulnyagak malu nt? Suruh ustadz2 Wahaby menjawab, kita nanggung meladeni orang macam nt atau Bims.. 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Fas aluu ahlad dzikri inkuntum laa ta'lamuun, bertanyalah kepada para ulama apabila kalian tidak memahami agama.

Idzaa wussidal amru ilaa ghairi ahlihi fantadhiris saa'ah, jika suatu maslah diserahkan bukan pada ahlinya, maka tunggu saja kehancurannya.

Jika orang awwam sudah berani menghukumi urusan agama, maka tunggu saja kehancurannya.

Karena itulah, kita wajib berhati-hati dalam memilih figur yang akan kita jadikan panutan, jangan sampai kaum awwam menjadi literatur dalam beragama kita. Tetapi kita jadikan pemahaman para ulama Ahls sunnah wal jamaah sebagai landasan tata cara beribadah kita.

11.
Pengirim: kang bahrudin  - Kota: korea selatan
Tanggal: 1/9/2012
 
alhamdulillah ...di tengah kegersangan di bumi korea aku menemukan website panjenengan ustadz...semoga anda panjang umur dan selamat di dunia dan akherat...salam perkenalan dariku seorang TKI di koreaselatan...wasssalamualaikum warohmatullohi wabarokaatuuh... 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Selamat bergabung, semoga akhi dapat istiqamah mengujungi kami.

 
 
Kembali Ke atas | Kembali Ke Index Karya Ilmiah
 
 
 
  Situs © 2009-2017 Oleh Pejuang Islam