URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV ONLINE
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [12/12/2017]
   
PERINTAH BER-NAHI MUNKAR 
  Penulis: Pejuang Islam  [11/12/2017]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [11/12/2017]
   
SEJAK DULU, KAUM YAHUDI DAN NASRANI BERUSAHA MEMPENGARUHI UMAT ISLAM 
  Penulis: Pejuang Islam  [11/12/2017]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [9/12/2017]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Minggu, 17 Desember 2017
Pukul:  
Online Sekarang: 6 users
Total Hari Ini: 582 users
Total Pengunjung: 3703411 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - KARYA ILMIAH USTADZ LUTHFI BASHORI
 
 
TIGA KELOMPOK ISLAM LIBERAL- MODERAT- RADIKAL 
Penulis: H. Luthfi Bashori [ 16/10/2016 ]
 
Dalam konteks ke-indonesia-an, umat Islam mengalami berbagai evolusi. Menurut sejarah Indonesia, Islam masuk ke Indonesia dibawa oleh para Ulama dari negeri Gujarat India lewat jalur perdagangan.

Jika diteliti lebih lanjut dan ditarik garis ke atas, maka akan ditemukan bahwa para perintis penyebaran Islam di Indonesia ini adalah keturunan dari tokoh-tokoh Ulama yang berasal dari negeri Yaman, tepatnya di tanah Hadramaut. Terbukti, bahwa pemahaman Islam yang mereka sebarkan di Indonesia adalah bermadzhab Sunny Syafi`i, sesuai dengan madzhab yang dianut oleh nenek moyang mereka yang berada di Hadramaut Yaman.

Belum lagi banyaknya warga keturunan Hadramaut yang hingga kini mendominasi keberadaan etnis Arab yang tersebar di negeri ini.

Terjadinya evolusi dalam tubuh umat Islam Indonesia, ditengarai sejak datangnya penjajah Belanda yang ikut menyebarkan agama Nasrani, serta memberi kontribusi perilaku yang tidak sesuai dengan budaya masyarakat Indonesia, terutama kalangan umat Islamnya.

Ringkasnya, pengaruh penjajahan Belanda mencapai 350 tahun mencaplok bumi Indonesia, inilah yang menjadi salah satu faktor utama mengapa umat Islam Indonesia tidak lagi menjadi utuh dalam pemahaman keagamaannya, sebagaimana yang diajarkan oleh para penyebar Islam pertama kali di Indonesi, terutama Walisongo dan para koleganya.


Kini umat Islam Indonesia telah menganut berbagai madzhab pemikiran, serta perilaku keagamaan, yang semakin hari semakin bermunculanlah hal-hal yang sebelumnya tidak dikenal oleh masyarakat Islam Indonesia. Sebut saja misalnya munculnya paham nasionalis religius, yang mana keberadaan pengikut pamahan ini tiada lain karena terinspirasi dari sikap sekelompok tokoh beragama Islam, namun tetap ingin mempertahankan eksistensinya sebagai orang-orang yang selalu berkiprah dalam perebutan kekuasaa kebangsaan di negeri ini, yang mana dalam menjalani kehidupan sosial kemasyarakatannya tidak bersedia diatur oleh hukum syariat Islam secara utuh.

Dewasa ini, ada tiga kelompok besar dalam tubuh umat Islam Indonesia:


KAUM LIBERAL, yaitu kelompok yang tetap mengaku sebagai pemeluk Islam, namun tidak bersedia diikat oleh peraturan syariat agama Islam yang telah baku dan menjadi standar hukum di kalangan masyarakat dunia Islam. Kelompok Liberal ini dalam status penolakannya terhadap syariat Islam bertingkat-tingkat. Adapun yang tergolong kelompok ini antara lain adalah kaum sekuleris, nasionalis, pluralis, dan liberalis.

Kelompok ini pada dasarnya adalah lebih menuhankan akal pikiran dan hawa nafsunya dibanding ketaatan dan ketundukannya kepada syariat Islam secara utuh.

KAUM MODERAT, namun penulis lebih senang mengistilahkan dengan KELOMPOK KONSISTEN, sebagai terjemahan dari istilah ISTIQAMAH, ini jika yang dimaksud adalah umat Islam yang masih konsisten berpegang teguh terhadap ajaran syariat Islam dalm pemahaman Ulama Salaf Ahlussunnah wal jamaah. Karena jika disebut dengan istilah KAUM MODERAT (meminjam istilah panitia Kuliah Jumat, Ponpes Sarang Rembang) dewasa ini, maka akan dipahami oleh masyarakat awam, lebih berorientasi kepada kelompok liberal, karena arti MODERAT, kini sudah bergeser kepada arti kelompok yang dapat menerima hal-hal di luar konteks syariat, termasuk dapat menerima segala macam aliran pemikiran bahkan menerima perilaku dan ritual non muslim.


Jadi dalam pembahasan kelompok Moderat ini, penulis akan menfokuskan pada istilah kelompok Konsisten.

Kelompok Konsisten ini adalah mayoritas umat Islam yang masih mengikuti ajaran syariat yang telah diterima secara estafet dengan panduan kitab yg standar yang diterima secara estafet pula dari para ulama dan orang tua, dari generasi pendahulunya yang lebih tua lagi hingga sampai kepada para pembawa dan penyebar agama Islam yang pertama kali datang ke Indonesia, yaitu para Walisongo dan ulama sejamannya. Kelompok Konsisten ini, selalu berupaya untuk menerapkan syariat Islam secara utuh, namun tetap disesuaikan dengan kondisi masyarakat yang secara riil dihadapi.

 Di saat bergaul dengan masyarakat yang belum mampu menerapkan syariat Islam secara utuh, maka kelompok ini mengambil kebijakan yang sedikit lentur namun tetap mengarahkan masyarakat untuk dapat melaksanakan syariat Islam dengan sempurna.

Sebagai ilustrasi, Walisongo dapat berdakwah melalui jalur budaya asli tanah Jawa yang secara kasat mata tidak ada kolerainya dengan pelaksanaan syariat.Namun pada kesempatan lain, para Walisongo tidak segan-segan menghukum mati Syekh Sidi Jenar, yang secara ilmu dhahir atau kasat mata dinilai telah melakukan tindak pidana perbuatan kemurtadan di depan khalayak, dengan pengakuannya semisal AKU ADALAH ALLAH. Para Walisongo ini hanyalah melaksanakan kaedah syariat: Nahnu nahkum bid dhawahir wallahu ya`lamus sarair (kami menghukumi secara dhahir, sedangkan Allah yang mengetahui rahasia yang tersembunyi), serta mengqiaskan dengan hadits: Man baddala diinahu faqtuluuhu (barang siapa yang menggantikan agamanya/murtad, maka bunuhlah).

Keputusan para Walisongo dalam menghukum mati Syekh Sidi Jenar, adalah upaya melaksanaan syariat Islam secara utuh, tatkala mereka mendapatkan kesempatan yang memungkinkan terhadap pelaku kemurtadan, tentunya sesuai dhahir kaedah syariat. Kelompok Konsisten di masa kini, sudah seharusnya meneladani sikap dan perilaku serta ajaran Walisongo ini.

Yaitu, saat menghadapi situasi yang belum memungkinkan melaksanakan syariat semisal terhadp tindak pidana, maka selayaknya dapat menyesuaikan diri dengan keadaan di sekitarnya. Namun, jika ada kesempatan dan ada kemampuan untuk melaksanakan Amar ma`ruf sekaligus mengamalkan Nahi mungkar dengan arti yang sesungguhnya dan dirasakan dapat membawa kemaslahatan umat, maka sudah sepatutnya kelompok konsisten ini menjalankan kewajiban tersebut, tanpa harus merasa khawatir atau takut dijuluki masyarakat sebagai kelompok garis keras, atau kelompok ekstrim, dll.

Sebab, jika benar orang yang melaksanakan syariat nahi mungkar dengan memerangi perilaku tindak pidana, dikategorikan sebagai kelompok garis keras atau ekstrim, maka para Walisongo-lah yang paling tepat mendapat julukan kelompok garis keras maupun ekstrim.

Jadi, mengelompokkan kaum Konsisten ke dalam kelompok garis keras, atau ekstrim, atau bahkan radikal, yang akan dibahas pada sesi berikut, menjadi tidak logis dan tidak tepat.


KAUM RADIKAL. Dalam hal ini, penulis membagi kaum Radikal menjadi dua. Pertama, kaum Radikal dalam pemikiran dan pemhaman.

Maksudnya, setiap kelompok Islam yang tidak dapat bertoleransi dengan kelompok Islam lainnya, hanya karena beda organisasi, atau hanya karena perbedaan pemahaman yang bersifat furu` atau khilafiyah furu`iyah, bukan perbedaan yang menyangkut aqidah atau usuluddin atau ketauhidan, maka kelompok ini dinamakan kaum Radikal.

Seperti adanya kelompok Wahhabi/Salafi yang senang mengkafirkan kaum muslimin, karena dianggap telah melakukan bid`ah dhalalah, padahal yang dilakukan oleh masyarakat hanyalah sekedar mengundang warga untuk membaca Alquran, shalawat Nabi, dzikir, mendengar ceramah agama, dan memberi sedekah makan, hanya saja dilakukan dalam sebuah rangkaian acara yang disebut TAHLILAN.

Jadi, kelompok yang mengkafirkan jama`ah tahlilan inilah yang disebut sebagai kelompok Radikal dalam pemikiran dan pemahaman.

Kedua kaum Radikal dalam perilaku. Kelompok ini adalah mereka yang melakukan perusakan fisik maupun pembantaian terhadap nyawa orang lain, tanpa mempertimbangkan syarat-syarat yang ditetapkan ole syariat perang. Ada istilah yang memudahkan umat untuk mengenal kelompok ini, yaitu adanya BOM BUNUH DIRI dan BOM SYAHID.

Bom bunuh diri yaitu bom yang dilakukan di negara daarul amaan, dengan sasaran membabibuta, menghancurkan fasilitas umum yang diperkenankan oleh syariat semisal halte bis, membunuh wanita dan anak-anak serta orang-orang tua rentah, menumbangkan pepohonan dsb. Bom bunuh diri hukumnya haram dan pelakunya dianggap fasik, namun tidak sampai murtad, karena telah melanggar tata cara syariat peperangan melawan kekafiran.

Sedangkan bom syahid dilakukan di negara konflik antar umat Islam melawan orang-orang kafir. Dengan adanya perkembangan teknologi, maka salah satu strategi untuk dapat membalas serangan musuh, yang dewasa ini memiliki peralatan perang yang lebih canggih dari peralatan milik umat Islam, maka sebagian para ulama yang hidup di wilayah konflik telah menfatwakan bolehnya melakukan bom syahid, yang dalam bahasa Jepang dikenal dengan istilah Kamikaze.

Pelaku bom syahid tidak dinamaka sebagai kelompok radikal, namun tergolong kelompok Konsisten dalam membela agama Islam.


(pejuangislam)

(Makalah ini disampaikan dalam kegiatan Kuliah Jumat di Madrasah Ghozaliyah Syafi`iyyah Ponpes Karangmangu Sarang Rembang, pada tgl 13 Pebruari 2009).

   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
1.
Pengirim: sun 03  - Kota: ngalam city
Tanggal: 13/3/2009
 
terus berjuang melawan kemungkaran !!!
 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Mari bersama-sama melestarikan ajaran Sunni Syafi'i lewat situs ini. Kunjungan akhi secara istiqamah, termasuk turut menjaga eksistensi dakwah kami.

2.
Pengirim: nino  - Kota: menggala
Tanggal: 10/11/2009
 
kenapa si umat islam cenderung berbuat dosa........? 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
1. Orang non muslim sekalipun tidak berbuat dosa secara terang-terangan (dosa sosial), dia telah kafir kepada Allah dan Nabi Muhammad SAW, maka mereka secara otomatis telah menumpuk pundi-pundi dosa yang tidak dapat diampuni oleh Allah, dan pasti akan masuk neraka selama-lamanya.

2. Orang muslim banyak berbuat dosa, karena dalam diri setiap manusia terdapat nafsu, sedangkan nafsu itu diciptakan sebagaimana dalam firman Allah: innan nafsa la ammaaratun bis suuk-i illa man rahima rabbii (sesungguhnya nafsu itu selalu mengajak orang ke arah kejelekan, kecuali mereka yang jiwa-jiwanya dirahmati oleh Tuhanku/Allah). Namun, sebesar apapun dosa yang dilakukan oleh umat Islam , selagi tetap meyakini bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah, maka sekalipun dia akan masuk neraka karena dosa-dosanya, namun suatu saat pasti akan masuk sorga karena rahmat Allah.

3.
Pengirim: andik  - Kota: Nganjuk
Tanggal: 18/10/2011
 
yang jadi kaum radikal rata2 mereka beraliran wahabi/salafy dan sejenisnya. skrg juga ada aliran wahabi MTA yg dakwahnya luar biasa sampai2 ada orang bertahlil yasin dilarang. telinganya panas kali dengar suara dzikir dan ayat2 quran 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Madzhab asli dan original bagi muslim Indonesia adalah Sunny Syafi'i. Penyebab pecahnya umat Islam Indonesia karena ada kalangan yang mencari pemahaman lain dari sumber yang bukan original.

4.
Pengirim: sumardan hasibuan  - Kota: medan
Tanggal: 22/2/2014
 
Assalamu 'alaikum warohmatu Allah.salam kenal semoga Allah memberkati usaha antum 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Ahlan wa sahlan.

 
 
Kembali Ke atas | Kembali Ke Index Karya Ilmiah
 
 
 
  Situs © 2009-2017 Oleh Pejuang Islam