URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV GARIS LURUS
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
KEBERUNTUNGAN BAGI ORANG YANG DIASINGKAN, KARENA BELA ISLAM 
  Penulis: Pejuang Islam  [8/6/2017]
   
MUSIBAH TERBESAR ADALAH MUSIBAH DALAM AGAMA 
  Penulis: Pejuang Islam  [6/6/2017]
   
70.000 ORANG MASUK SURGA TANPA HISAB ITU, YANG BERSIH DARI KEMUSYRIKAN 
  Penulis: Pejuang Islam  [5/6/2017]
   
MENJAGA KEBERSIHAN DAN KESUCIAN DIRI SECARA LAHIR DAN BATIN 
  Penulis: Pejuang Islam  [3/6/2017]
   
KEWAJIBAN BERUKHUWWAH ISLAMIYAH MELEBIHI SEGALANYA 
  Penulis: Pejuang Islam  [29/5/2017]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Selasa, 27 Juni 2017
Pukul:  
Online Sekarang: 2 users
Total Hari Ini: 287 users
Total Pengunjung: 3488231 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - KARYA ILMIAH USTADZ LUTHFI BASHORI
 
 
RADIKALISME DALAM ISLAM? 
Penulis: H. Luthfi Bashori [ 14/10/2016 ]
 
(Disampaikan dalam seminar di Ponpes Tambak Beras).
Bilamana radikalisme yang digambarkan oleh dunia Barat dengan kata lain terorisme, yang mereka maksud adalah kekerasan fisik hingga pembunuhan terhadap warga sipil, maka pada setiap masa dalam kehidupan bangsa manusia di dunia ini, pada hakikatnya telah lama mengindap virus radikalisme. 

Qabil bin Nabi Adam, telah melakukan pembunuhan terhadap Habil, sang adik. Namrud membunuh seseorang di hadapan Nabi Ibrahim AS, dengan alasan dia sanggup menghidupkan (membiarkan orang hidup) dan mematikan (membunuh orang hingga mati) sebagaimana layaknya kekuasaan Tuhan. Fir`aun juga telah membunuh ratusan bayi lelaki. 


Bangsa Yahudi Israel pun tak kurang-kurangnya telah membunuh nabi-nabi mereka. Kaum Nasrani hingga kini meyakini bahwa Nabi Isa AS telah dibunuh dan disalib, sekalipun umat Islam meyakini bahwa yang dibunuh dan disalib adalah orang lain yang wajahnya dirubah oleh Allah menyerupai Nabi Isa. Namun dalam konteks ini tetap saja terjadi radikalisme menurut pemahaman Barat. 

Pembunuhan pun terjadi pada jaman jahiliyah terhadap banyak bayi perempuan, sebagaimana yang pernah dilakukan oleh Umar bin Khatthab sebelum masuk Islam. Penganiayaan fisik kaum jahiliyah terhadap para budak, juga tak jarang berefek kematian. Ternyata radikalisme ini, berada jauh dari rel agama Islam. 


Terlepas dari konsep Barat yang pada akhirnya hanya untuk menuduh Islam sebagai agama teroris radikal, ternyata radikalisme menurut versi Barat ini, justru kebanyakan terlahir dari kalangan kaum kafir yang ingkar kepada Allah.

Bilamana terjadi seorang budak atau rakyat jelata, tiba-tiba ditemukan membunuh bangsawan yang terhormat, pasti dikarenakan ada faktor penyebab. Misalnya hal itu terjadi, maka kemungkinan besar dikarenakan si bangsawan korban pembunuhan, sebelumnya telah melakukan sesuatu yang menyinggung kehormatan atau keyakinan si pembunuh, atau lantaran si pembunuh telah terpropokasi oleh hasutan dari pihak tertentu. Sebut saja peristiwa budak Alwahsyi pembunuh Sayyidina Hamzah, ternyata ia membunuh karena propokasi dari Hindun, tuannya. 

Jadi dalam pandangan penulis, tidak ada keterkaitan sama sekali antara Islam dan radikalisme. Adapun radikalisme dalam konsep Islam, pada dasarnya telah dirombak total oleh ayat wa jaahiduu fi sabilillahi bi amwaalikum wa anfusikum (berjihadlah kalian di jalan Allah dengan harta benda dan jiwa raga kalian). 


Dalam konsep jihad membela agama Allah, dalam Islam tidak lepas dari doktrin dakwah bil hikmati wal mau`idhatil hasanah (dg hikmah dan nasehat yang baik) sekaligus penerapan doktrin aljannatu tahta dhilaalis suyuuf (sorga itu terletak pada bayang-bayang pedang) maksudnya keikutsertaan berperang membunuh musuh Allah, termasuk salah satu tiket untuk masuk sorga. 

Perang Badar yang telah menewaskan banyak orang dari kalangan kafir quraisy, adalah dipimpin langsung oleh Rasulullah SAW, yang mana penyebab terjadinya perang Badar tiada lain karena umat Islam akan mengambil ganti rugi dari harta mereka di Makkah yang elah dikuasai oleh kaum kafir Quraisy. 


Banyak dakwah secara fisik yg dilakukan pasca hijrah Rasulullah SAW, antara lain tatkala kaum munafiq mendirikan Masjid Lintas Agama, yaitu Masjid Dhirar yang takmirnya sengaja mengundang Pendeta Nasrani, Abu Amir dari Yaman untuk dijadwalkan mengisi di Masjid Lintas Agama ini, di saat yang lain sang takmir mengundang Rasulullah SAW untuk mengisi pula. Maka turun ayat pelarangan agar Rasulullah SAW tidak memenuhi undangan ini, sebagaimana yang telah dijabarkan dalam Alquran. 

Bahkan, pada akhirnya Rasulullah SAW memimpin para shahabat untuk beramai-ramai membumihanguskan Masjid Lintas Agama alias Masjid Dhirar. Ternyata radikalisme yang telah disetel oleh Islam menjadi konsep dakwah (amar ma`ruf) dan jihad (nahi mungkar), adalah sebuah aplikasi dari kesadaran dalam memurnikan ajaran agama Islam. 


Sekalipun Rasulullah SAW memimpin penghancuran Masjid Lintas Agama, dan dalam episode yang lain Beliau SAW juga memimpin penghancuran bejana-bejana tempat penyimpanan bir khamerdan cawan-cawan gelas bir khamer, saat turun ayat fahal antum muntahuun alias pengharaman bir khamer secara muthlaq dan permanen, ternyata Rasulullah SAW tetap mendapat predikat sebagai seorang Nabi yang Rahmatan lil `alamin. Jadi sifat rahmatan lil `alamin tidak mencegah Rasulullah SAW untuk melaksanakan kewajiban nahi mungkar secara fisik, hal ini sebagai penyeimbang bagi amar ma`ruf dalam kelemahlembutan rahmatan lil alamin. (Juni 2008)
(pejuangislam)

   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
1.
Pengirim: muhammad amin adnan  - Kota: poso
Tanggal: 22/1/2013
 
alhamdulillah menambah literatur kami dalam membina ummat dalam penyuluhan agama islam di tengah2 masyarakat poso yg merasakan konflik...izin sher ya syekh 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Tafaddhal, 'asaa an yanfa'a lil ummah.

2.
Pengirim: dadan  - Kota: bogor
Tanggal: 23/8/2013
 
alhamdulillh, iznshare ya Ustadz 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Kami persilahkan.

3.
Pengirim: m.roziqin  - Kota: tuban.jawa timur
Tanggal: 13/8/2014
 
Assalamu'alaikum wr.wb.kita tahu bahwa lankah yang ditempuh fpi dlm ranka ber amar ma'ruf nahi munkar menui banyak kritikan bahkan tentangan terutama dr kalangan para artis,bagaimana pandangan panjenengan terhadap langkah-lankah fpi trsbt? 
[Pejuang Islam Menanggapi]
BISMILLAHIR RAHMANIR RAHIM
Kalau peraturan yang tertulis dalam AD/ART nya yang pernah kami baca, itu baik.
Namun praktek di lapangan, tentunya setiap kejadian itu kasusnya berbeda-beda, dan bukan wewenang kami untuk menerangkannya, karena kami bukan pengurus FPI.

 
 
Kembali Ke atas | Kembali Ke Index Karya Ilmiah
 
 
 
  Situs © 2009-2017 Oleh Pejuang Islam