URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV ONLINE
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
SYIRIK DOSA TAK TERAMPUKAN  
  Penulis: Pejuang Islam  [19/2/2021]
   
DANA HALAL vs DANA HARAM 
  Penulis: Pejuang Islam  [14/2/2021]
   
BENCANA YANG MENIMPA ORANG SHALIH 
  Penulis: Pejuang Islam  [13/2/2021]
   
AROGAN & SOMBONG 
  Penulis: Pejuang Islam  [7/2/2021]
   
SINKRETISME `GADO-GADO` AGAMA 
  Penulis: Pejuang Islam  [5/2/2021]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Rabu, 3 Maret 2021
Pukul:  
Online Sekarang: 4 users
Total Hari Ini: 102 users
Total Pengunjung: 5274688 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - KARYA ILMIAH USTADZ LUTHFI BASHORI
 
 
YANG DIBENCI MANUSIA, PADAHAL … ! 
Penulis: Pejuang Islam [ 2/2/2021 ]
 
YANG DIBENCI MANUSIA, PADAHAL … !

Luthfi Bashori


Menurut Rasulullah SAW, sebagaimana dalam riwayat Imam Ahmad melalui Sayyidina Mahmud Ibnu Lubaid, bahwa ada dua perkara yang dibenci oleh anak Adam, yaitu membenci kematian, padahal mati itu lebih baik daripada fitnah, dan membenci sedikit harta benda (kemiskinan), padahal sedikit harta benda meringankan hisab.

 Mati dan fakir, sebenarnya dua hal ini lebih baik bagi setiap orang daripada hidup berkepanjangan, tetapi penuh dengan fitnah, atau memiliki harta yang bercampur antara yang halal, yang haram dan yang syubhat yaitu yang tidak jelas halal-haramnya, hingga menyebabkan adanya hisab di akhirat nanti yang sangat memberatkan bagi dirinya.

Tentu saja semakin banyak harta yang dimiliki oleh seseorang, maka akan semakin berat pula hisab yang akan dialaminya. Padahal kepemilikan harta di dunia itu, walau pun yang halal tetap ada perhitungannya, apalagi harta yang haram karena ada ancaman siksa bagi pemiliknya, termasuk harta yang syubhat akan dikelompokkan ke dalam harta haram.

Sebagaimana digambarkan, bahwa umumnya dalam kehidupan seseorang itu ada keinginan hawa nafsunya terhadap harta, tahta dan wanita. Tentu yang dimaksud wanita disini jika ditinjau dari kalanghan kaum lelaki, dan sebaliknya fitnah bagi kaum kalangan wanita adalah lelaki.

Jadi, setiap orang yang hidup itu rawan dalam dirinya akan timbul hasrat dan keinginan kuat untuk mencintai harta hingga berlomba-lomba untuk mengumpulkannya, sekalipun mereka tahu bahwa hartanya itu tidak akan dibawa mati.

Belum lagi banyaknya kalangan yang rajin mengemis tahta, mereka itu tidak henti-hentinya mengejar tahta tahta dan tahta, hingga tak jarang terjadi di kalangan penggiat jabatan public itu yang berani membeli suara rakyat demi merengkuh jabatan yang dikejarnya, sekalipun dengan cara-cara yang licik, nista, menipu, curang, janji paslu hingga mengintimadasi rakyat, padahal hukumnya jelas-jelas haram dan kelak ada ancaman siksa bagi mereka itu.

Mengapa ada kalangan yang rajin berlomba-lomba untuk menjadi pejabat publik?
Ya tentu saja karena seseorang yang mejadi pejabat publik itu, mempunyai kesempatan yang jauh lebih besar daripada masyarakat pada umumnya, untuk mendapatkan harta yang diinginkan, seperti timbulnya keinginan jahat untuk berkorupsi, dengan  nominal yang fantastis, maka kesempatan berlaku jahat itu sangat mudah didapati oleh kalangan para pejabat.  

Berapa banyak terjadi di kalangan orang-orang pada umumnya, yang tersandung skandal hubungan terlarang dengan lain jenisnya, hingga menimbulkan bencana, penderitaan dan kesulitan yang berkepanjangan. Umumnya bermula dari dorongan hawa nafsu yang tidak dapat dikontrol, hingga menyeret mereka ke dalam lumpur kemaksiatan dan dosa demi dosa.  

   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
 
Kembali Ke atas | Kembali Ke Index Karya Ilmiah
 
 
 
  Situs © 2009-2021 Oleh Pejuang Islam