URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV ONLINE
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
BERHARAP KEBAIKAN DI DUNIA & AKHIRAT 
  Penulis: Pejuang Islam  [13/6/2021]
   
USAHA BAIK SEORANG HAMBA  
  Penulis: Pejuang Islam  [6/6/2021]
   
MAU DIBANTU ATAU DILAKNAT ? 
  Penulis: Pejuang Islam  [4/6/2021]
   
KIRIMAN ALLAH UNTUK PENGUASA 
  Penulis: Pejuang Islam  [3/6/2021]
   
HUKUM MENGGAMBAR DALAM ISLAM  
  Penulis: Pejuang Islam  [2/6/2021]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Kamis, 24 Juni 2021
Pukul:  
Online Sekarang: 6 users
Total Hari Ini: 94 users
Total Pengunjung: 5370769 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - KARYA ILMIAH USTADZ LUTHFI BASHORI
 
 
BENCANA UMAT YANG TERBESAR  
Penulis: Pejuang Islam [ 10/1/2021 ]
 
BENCANA UMAT YANG TERBESAR

Luthfi Bashori

Dalam pandangan Islam, bahwa tiada bencana yang lebih besar daripada bencana yang menimpa agama, yang mana disebutkan bahwa faktor penyebabnya adalah:

“Bencana agama itu ada tiga, yaitu: Ahli Fikih yang durhaka, Imam yang dzalim, dan Mujtahid yang bodoh.” (Riwayat Imam Ad-Dailami melalui shahabat Ibnu Abbas).

1. Dikatakan ‘Ahli Fiqih’ yang durhaka itu jika gemar melakukan perbuatan-perbuatan maksiat, sedangkan ia selalu menyampaikan fatwa-fatwanya namun disesuaikan  hawa nafsunya, atau disesuaikan dengan selera pribadinyanya maupun selera pihak yang memesannya. Padahal masyarakat menganggap apa yang difatwakannya itu selalu benar dan berdasarkan nash-nash fiqih padahal jauh api dari panggang, artinyta fatwanya itu melenceng dari aturan Syariat (Alquran, Hadits dan Ijma’ para ulama Salaf Aswaja). Contoh kongkrit adalah banyaknya bermunculan figur-figur Kyai  Abdi Gereja dan Kyai Slamet Natal.

2.Yang dimaksud ‘Imam Dzalim’ adalah seorang pemimpin yang bersikap sewenang-wenang terhad ap rakyat yang dipimpinnya. Terutama jika berdampak negatif serta merugikan sektor keagamaan. Umumnya munculnya imam dzalim itu karena memiliki sifat rakus dan syahwat yang tinggi terhadap kedudukan duniawi dengan segala fasilitasnya demi memenuhi hawa nafsu serakahnya. Hingga kebutuhan rohani umat dianggap sebagai penghalang utama bagi keinginan besarnya, maka muncullah sifat islamophobia dalam lingkup kekuasaannya.

3. Sama bahayanya dengan orang bodoh agama yang mengaku sebagai ‘Mujtahid’, padahal ia sangat awam terhadap ajaran Syariat Islam. Jangankan sampai ke tingkat mujtahid yang sesungguhnya, untuk baca kitab karya para ulama Salaf saja masih belum mampu. Lantas ia menampilkan fatwa-fatwa dari hasil ‘ijtihadnya’ sendiri berdasarkan ilmu ‘otak-atik-matuk’ atau ‘cok galicok galagacok cocok’ (ilmu rekayasa yang sekedar dicocok-cocokkan semata). Kasus kongkrit seperti munculnya klaim sebagian orang, bahwa candi Borobudur dikatakan sebagai peninggalan kerajaan Nabi Sulaiman, dan masih banyak lagi yang lainnya.

   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
 
Kembali Ke atas | Kembali Ke Index Karya Ilmiah
 
 
 
  Situs © 2009-2021 Oleh Pejuang Islam