URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV ONLINE
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
GARIS LURUS vs GARIS BENGKOK 
  Penulis: Pejuang Islam  [16/1/2021]
   
SEDEKAH JASA 
  Penulis: Pejuang Islam  [11/1/2021]
   
BENCANA UMAT YANG TERBESAR  
  Penulis: Pejuang Islam  [10/1/2021]
   
BODOH ITU BAHAYA (1) 
  Penulis: Pejuang Islam  [8/1/2021]
   
BODOH ITU BAHAYA (2) 
  Penulis: Pejuang Islam  [4/1/2021]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Kamis, 28 Januari 2021
Pukul:  
Online Sekarang: 4 users
Total Hari Ini: 113 users
Total Pengunjung: 5249882 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - KARYA ILMIAH USTADZ LUTHFI BASHORI
 
 
BODOH ITU BAHAYA (2) 
Penulis: Pejuang Islam [ 4/1/2021 ]
 
BODOH ITU BAHAYA (2)

Taushiah: KH. Luthfi Bashori
Transkrip: Rizal Affandi

Enaknya kalau kita ini menjadi anggota Majelis Taklim, akan dicatat sebagai calon penduduk surga.

Mudah-mudahan kita semua yang hadir, keluarga kita yang hadir, baik di sini atau di tempat lain, dan saudara-saudara kita semua, bisa terus tercatat sebagai anggota Majelis Taklim.

Begitu pula yang di Pesantren, sebagai santri dan alumni, yang masih merasa sebagai pelajar ilmu, maka semua itu hakikatnya masih tercatat sebagai anggota Majelis Taklim.

Mudah-mudahan tatkala suatu saat Allah memanggil, maka orang-orang tersebut di atas, seperti kita-kita ini akan dipermudah jalannya masuk surga, aamiin.

Tentang hal ini, banyak sekali riwayat-riwayat baik langsung dari Nabi Muhammad SAW, maupun dari para Shahabat, atau juga dari para ulama Ulama Salaf, terkait dengan fadhilah mencari ilmu.

Sebagian ahli hikmah atau ahli nasehat mengatakan:

“Duhai gerangan, ada apa dengan diriku, kira-kira dapat apa di dunia ini orang yang tidak memiliki ilmu?"
"Orang bodoh itu akan dapat apa di dunia?"
"Tentunya tidak dapat apa-apa, namanya juga orang bodoh."

Karena itu, ilmu adalah yang paling utama, terutama ilmu agama, kemudian yang kedua adalah ilmu keterampilan, dan yang ketiga adalah ilmu-ilmu yang sifatnya duniawi, tapi yang bisa memajukan pemikiran orang, seperti ilmu matematika, ilmu biologi dan lain-lain.

Kalau ada orang tidak memiliki ilmu agama, maka dia itu bodoh terhadap agama, kalau orang yang tidak memiliki keterampilan, maka terhadap keterampilan itu dia menjadi bodoh.

Demikian pula dengan ilmu-ilmu pengetahuan yang lain, ilmu alam, kalau ada yang tidak mengerti terhadap keberadaan alam semesta ini, maka dikatakan orang tersebut bodoh terhadap alam semesta.

Semua kebodohan itu bahaya, orang yang tidak mengerti ilmu itu bahaya.

Lebih mudah dikatakan kalau ilmu agama maka bahaya bagi dirinya untuk di akhirat nanti. Kalau ilmu keterampilan itu bahaya untuk kehidupannya sendiri, kehidupan di dunia.

Misalnya ada anak tidak pernah belajar naik motor, itu berarti ilmu keterampilan naik motornya bodoh atau awam. Maka tatkala anak ini naik motor, dia pegang sendiri, dia kendalikan sendiri, apa yang terjadi? Bisa kecelakaan.

Misalnya lagi ibu-ibu, ada ibu-ibu yang tidak pernah masak-memasak, ke dapur saja tidak pernah, lantas kalau dia praktek memasak, apa yang terjadi? Tentunya akan banyak yang gosong.

Bahkan kalau tidak bisa menyalakan elpiji, apa yang bisa terjadi? Bisa-bisa terjadi kebakaran, karena tidak tahu cara menyalakan elpiji. Intinya, bahaya untuk dirinya tatkala dia itu awam atau bodoh terhadap ilmu perdapuran.

Demikian juga kalau kita berbicara tentang ilmu alam yang macam-macam jenisnya.

Misalnya ilmu alam seperti sinar matahari. Sinar matahari itu kan bisa bermanfaat untuk macam-macam, antara lain untuk menjemur pakaian basah.

Jadi kalau kita habis mencuci, kita jemur di bawah terik matahari. Kalau ada orang bodoh, tidak mengerti fungsi sinar matahari maka dia malam hari mencuci kemudian langsung dijemur sampai pagi, mau dipakai ternyata belum kering karena tidak tahu caranya.

Begitu dan seterusnya. Itulah yang dikatakan bahwa ilmu ini kalau tidak dimiliki maka dikatakan “Hidup untuk apa kalau kita tidak memiliki ilmu?”

"Dapat apa di dunia ini kalau kita tidak memiliki ilmu?"

Karena itu segala sesuatu perlu dicari ilmunya.
   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
 
Kembali Ke atas | Kembali Ke Index Karya Ilmiah
 
 
 
  Situs © 2009-2021 Oleh Pejuang Islam