URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV ONLINE
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
GARIS LURUS vs GARIS BENGKOK 
  Penulis: Pejuang Islam  [16/1/2021]
   
SEDEKAH JASA 
  Penulis: Pejuang Islam  [11/1/2021]
   
BENCANA UMAT YANG TERBESAR  
  Penulis: Pejuang Islam  [10/1/2021]
   
BODOH ITU BAHAYA (1) 
  Penulis: Pejuang Islam  [8/1/2021]
   
BODOH ITU BAHAYA (2) 
  Penulis: Pejuang Islam  [4/1/2021]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Kamis, 28 Januari 2021
Pukul:  
Online Sekarang: 3 users
Total Hari Ini: 129 users
Total Pengunjung: 5249911 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - KARYA ILMIAH USTADZ LUTHFI BASHORI
 
 
CARA MENGHILANGKAN SIFAT IRI 
Penulis: Pejuang Islam [ 28/12/2020 ]
 
CARA MENGHILANGKAN SIFAT IRI

Taushiah: KH. Luthfi Bashori
Transkrip: Rizal Affandi

Bagaimana cara menghilangkan sifat iri?

Menghilangkan sifat iri itu tidak mudah, tapi paling tidak bilamana ada orang yang mempunyai sifat iri kepada orang lain, maka cara menghilangkannya antara lain, pertama bisa dengan belajar ilmu tentang masalah hati.

Kenapa?
Kalau kita mengaji tentang ilmu tentang hati, di sana ada beberapa ayat-ayat Alquran yang mengikat:

إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَٰئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْؤولًا

Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati itu, kelak di akhirat akan dipertanyakan oleh Allah SWT.

Setelah memahami ayat ini beserta tafsirnya menurut para ulama, maka hendaklah orang yang memiliki sifat iri itu, mau belajar juga kepada orang-orang shaleh, duduk dengan orang-orang yang shaleh, disamping itu juga banyak-banyak membaca Alquran, membaca shalawat, dan utamanya membaca istighfar atas apa yang terjadi dalam hatinya, yaitu iri hati kepada orang lain.

Selain itu dianjurkan pula orang tersebut untuk memperbanyak sedekah.

Maksudnya banyak bersedekah itu, bukan berarti nominalnya langsung banyak, walaupun itu adalah baik.

Tapi, orang yang sering bersedekah, akan mengikis rasa iri hati. Karena umumnya, timbulnya sifat iri kepada orang lain itu, karena melihat orang lain sedang mendapatkannya kenikmatan.

Nah, pemilik sifat iri itu pun, jika sering mencoba untuk bersedekah, sebut saja kepada orang-orang faqir, miskin, atau kepada orang yang memerlukan bantuannya, insyaallah lama-lama ia akan merasakan kenikmatan tersendiri, bagaimana rasanya bersedekah kepada orang lain itu.

Kalau ini sering dilakukan, Insya Allah sedikit demi sedikit rasa iri hati kepada orang lain itu akan hilang dengan sendirinya.

Misalkan kalau ia sudah rajin bersedekah, walaupun tidak terlalu banyak nominalnya, sebut saja sekarang sedekah 5000 rupiah, dan itu dilakukan setiap hari, lama-lama saat ia mendapat rezeki yang lebih banyak, kemungkinan besar pun ia bersedekah lagi yang lebih besar. Demikian dan seterusnya, maka dari situlah akan timbul rasa senang kepada orang lain.

Karena rasa senang kepada orang lain inilah yang bisa mengikis rasa iri yang semula ada dalam hatinya.

Barangkali hal itu perlu dicoba bagi siapa saja yang ingin menghilangkan rasa iri hati.

Cobalah senang bersedekah, kemudian senang membaca Alquran dengan memahami ayat-ayat terkait dengan masalah hati, dan yang tak kalah pentingnya yakni bergaul dengan orang-orang shaleh.

Mudah-mudahan dengan demikian Allah membuka hati orang yang iri tersebut, sehingga sifat irinya bisa punah berkat berbuat baik, bergaul dengan orang-orang shaleh, juga membaca Alquran serta memahami ayat-ayat Al Quran, dan juga berkat bersedekah kepada orang faqir dan miskin.
   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
 
Kembali Ke atas | Kembali Ke Index Karya Ilmiah
 
 
 
  Situs © 2009-2021 Oleh Pejuang Islam