URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV ONLINE
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
GARIS LURUS vs GARIS BENGKOK 
  Penulis: Pejuang Islam  [16/1/2021]
   
SEDEKAH JASA 
  Penulis: Pejuang Islam  [11/1/2021]
   
BENCANA UMAT YANG TERBESAR  
  Penulis: Pejuang Islam  [10/1/2021]
   
BODOH ITU BAHAYA (1) 
  Penulis: Pejuang Islam  [8/1/2021]
   
BODOH ITU BAHAYA (2) 
  Penulis: Pejuang Islam  [4/1/2021]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Kamis, 28 Januari 2021
Pukul:  
Online Sekarang: 4 users
Total Hari Ini: 113 users
Total Pengunjung: 5249887 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - KARYA ILMIAH USTADZ LUTHFI BASHORI
 
 
PEMIMPIN BODOH, PENYEBAB RUSAKNYA AGAMA 
Penulis: Pejuang Islam [ 4/12/2020 ]
 
PEMIMPIN BODOH, PENYEBAB RUSAKNYA AGAMA

Luthfi Bashori

Hidup di dunia itu cuma sekali, jadi pandai-pandailah memanfaatkan kehidupan yang telah diberikan oleh Allah. Di antara kewajiban mengisi kehidupan tersebut adalah menjaga agama sebagai bekal saat kelak kembali kepada Allah.

Jagalah agamamu dengan sebaik-baik, karena di akhir zaman, agama itu akan mudah lenyap dari diri seseorang. Bahkan akan terjadi pada seseorang, pagi hari ia masih sebagai muslim, namun sore harinya tiba-tiba ia kafir kepada Allah, dan baliknya sore harinya ia muslim, namun keesokan hari ternyata ia telah kafir kepada Allah.

Di antara dari sekian banyak penyebab seseorang itu kehilangan agamanya, karena kebodohannya dalam memilih pemimpin maupun idola dalam pergaulan. Karena figur yang diikuti oleh seseorang itu dapat mempengaruhi kehidupan, hingga merubah gaya hidupnya.

Misalnya, memilih figur pemimpin atau idola yang bodoh dan tidak cakap dalam memenej kehidupan, maka dapat merusak agama seseorang. Sebut saja jika ada figur pemimpin yang tidak dapat membedakan mana perkara yang halal dan diperbolehkan oleh Syariat dengan mana perkara yang haram dan dilarang oleh Syariat.

Maka tatkala sang pemimpin idola tersebut mengajak untuk melakukan perbuatan yang menentang Syariat, atau memerintahkan pengikutnya untuk melanggar aturan Syariat yang ia benci karena tidak sesuai dengan seleranya, saat itu pula orang-orang yang salah memilih figur untuk dijadikan idola panutan tersebut, akan ikut rusak agamanya, apalagi jika memiliki keyakinan ‘opo jare sang idola !’ (ikut saja apa kata sang pemimpin).

Dalam riwayat Shahabat Ibnu Abbas, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Tiga perkara yang melenyapkan agama: Orang alim yang durhaka, pemimpin yang aniaya (dzalim), dan mujtahid yang bodoh.” (HR. Imam Ad-Dailami dari).

Orang alim yang durhaka, maksudnya adalam ulama suuk (buruk keyakinan, perilaku dan ucapannya) karena sering berseberangan dengan aturan Syariat. Jika umat Islam mengidola kepada figur ulama suuk, maka tinggal menunggu kehancuran mereka.

Pemimpin yang aniaya, maksudnya adalah pemimpin yang dzalim dalam melaksanakan kebijakannya. Jika ada pemimpin yang kerap memusuhi umat Islam serta membatasi pergerakan mereka, atau sering mengkriminalisasi para tokoh panutan umat, atau menyerang kepentingan umat, maka saat itulah umat Islam akan tertekan terutama dalam melaksanakan kewajiban beragama secara kaffah.

Mujtahid yang bodoh, maksudnya jika bermunculan orang-orang yang hakikatnya bodoh dalam ajaran agama, namun sudah berani tampil di tengah masyarakat selayaknya para ahli agama, dan umat pun terkecoh penampilannya, misalnya karena terpengaruh predikat maupun jabatan yang terlanjur disematkan kepada oknum-oknum para mujtahid palsu tersebut oleh media massa, hingga fatwa-fatwanya sering menyesat umat. Maka saat itulah alangka benarnya apa yang dikatakan:

“Jika sesuatu itu diserahkan kepada pihak yang bukan ahlinya, maka tunggu saja kehancurannya."
   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
 
Kembali Ke atas | Kembali Ke Index Karya Ilmiah
 
 
 
  Situs © 2009-2021 Oleh Pejuang Islam