URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV ONLINE
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
GARIS LURUS vs GARIS BENGKOK 
  Penulis: Pejuang Islam  [16/1/2021]
   
SEDEKAH JASA 
  Penulis: Pejuang Islam  [11/1/2021]
   
BENCANA UMAT YANG TERBESAR  
  Penulis: Pejuang Islam  [10/1/2021]
   
BODOH ITU BAHAYA (1) 
  Penulis: Pejuang Islam  [8/1/2021]
   
BODOH ITU BAHAYA (2) 
  Penulis: Pejuang Islam  [4/1/2021]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Kamis, 28 Januari 2021
Pukul:  
Online Sekarang: 4 users
Total Hari Ini: 123 users
Total Pengunjung: 5249903 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - KARYA ILMIAH USTADZ LUTHFI BASHORI
 
 
PEMIMPIN ADIL vs PEMIMPIN DZALIM 
Penulis: Pejuang Islam [ 30/11/2020 ]
 
PEMIMPIN ADIL vs PEMIMPIN DZALIM

Luthfi Bashori

Dalam sebuah riwayat hadits dari Sayyidina Ibnu Abbas RA beliau menuturkan, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, ”Amal kebaikan sehari dari seorang pemimpin yang adil lebih baik daripada ibadah selama enam puluh tahun.” (HR. Imam Thabarani).

Diriwayatkan juga oleh Imam Asbahani dari Sahabat Abu Hurairah dengan redaksi yang berbeda: “Keadilan satu hari (yang dilakukan oleh seorang pemimpin) lebih baik dari ibadah selama enam puluh tahun.”

Dua riwayat hadits ini isinya serupa, sekalipun perawinya berbeda. Hal ini pertanda bahwa makna hadits di atas saling menguatkan, hingga motivasi bagi para pemimpin itu sangatlah dianjurkan oleh Syariat. 

Mengapa pahala perbuatan adil dari seorang pemimpin itu lebih besar dibanding ibadah selama 60 tahun? Sebab keadilan akan menciptakan ketenangan bagi seluruh lapisan masyarakat yang dipimpinnya. Sebaliknya, ketidakadilan itu berarti mendzalimi sebagian masyarakat yang dipimpinnya. Selain itu, ketidakadilan juga dapat menyulut fitnah, pertikaian, bahkan menjurus pada perang saudara.

Terjadinya keributan dan kekacauan antara penduduk di suatu wilayah, umumnya disebabkan karena jahat dan dzalimnya watak sang pemimpin. Atau karena pemimpinnya tidak dapat berbuat adil dalam memperlakukan rakyatnya, semacam lebih menerapkan hukum tebang pilih di tengah masyarakat. Atau karena ketidakmampuan sang pemimpin dalam mengatur kebijakan publik, lantaran tidak memiliki kecakapan pribadi.

Shahabat Abi Sa’id Al-Khudri RA menyatakan, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Orang yang paling dicintai Allah pada hari Qiamat dan memperoleh kedudukan dekat dengan-Nya adalah seorang pemimpin yang adil. Orang yang paling dimurkai oleh Allah pada hari Qiamat dan mendapat tempat paling jauh dari-Nya ialah pemimpin yang dzalim.” (HR. Imam At-Tirmidzi).    

Resiko jadi seorang pemimpin kelak di akhirat adalah, adakalanya semakin dicintai oleh Allah dan diberi kedudukan yang tinggi di sisi-Nya berupa kenikmatan surgawi yang tiada tara. Atau dijadikan musuh Allah yang sangat dimurkai hingga dimasukkan ke dalam neraka Jahannam yang apinya sangat panas menyala-nyala.

   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
 
Kembali Ke atas | Kembali Ke Index Karya Ilmiah
 
 
 
  Situs © 2009-2021 Oleh Pejuang Islam