URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV ONLINE
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
SYIRIK DOSA TAK TERAMPUKAN  
  Penulis: Pejuang Islam  [19/2/2021]
   
DANA HALAL vs DANA HARAM 
  Penulis: Pejuang Islam  [14/2/2021]
   
BENCANA YANG MENIMPA ORANG SHALIH 
  Penulis: Pejuang Islam  [13/2/2021]
   
AROGAN & SOMBONG 
  Penulis: Pejuang Islam  [7/2/2021]
   
SINKRETISME `GADO-GADO` AGAMA 
  Penulis: Pejuang Islam  [5/2/2021]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Rabu, 3 Maret 2021
Pukul:  
Online Sekarang: 3 users
Total Hari Ini: 59 users
Total Pengunjung: 5274633 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - KARYA ILMIAH USTADZ LUTHFI BASHORI
 
 
AYOO, KERASKAN SUARA DZIKIRMU SETELAH SHALAT FARDLU ! 
Penulis: Pejuang Islam [ 27/11/2020 ]
 
AYOO, KERASKAN SUARA DZIKIRMU
SETELAH SHALAT FARDLU !

Luthfi Bashori


Sayyidina Ibnu Abbas RA mengutarakan,”Sesungguhnya dzikir dengan mengeraskan suara setelah usai shalat wajib, pernah dilakukan pada zaman Nabi SAW. (HR.” Muslim).

Yang dimaksud dzikir dengan cara mengeraskan suara di samping setelah shalat, termasuk juga dzikir bersama-sama. Sebagaimana umumnya di masjid-masjid atau perkumpulan milik
warga Aswaja, maka mereka mengamalkan seperti:

a. Kalimat-kalimat dzikir yang diucapkan oleh Imam dan makmum dari awal sampai akhir adalah sama. Atau misalnya di pesantren atau jama’ah tarekat, mereka melafadzkan dzikir secara bersama-sama. Sebab, dzikir mereka (imam atau gurunya dan para santrinya) dibaca mulai dari A sampai Z sama. Pada umumnya setiap pesantren mempunyai irama dzikir sendiri-sendiri yang enak didengar dan menyentuh perasaan.

b. Pembelajaran bagi yang belum terbiasa berdzikir.

Jelaslah bahwa dzikir bersama dengan cara mengeraskan suara itu bukan bid’ah sesat, namun termasuk sunnah yang diajarkan oleh Rasulullah SAW kepada para shahabat.

Telah diriwayatkan oleh al-Imam al-Bukhari, bahwasanya Sayyidina Abu Hurairah RA berkata:

Bersabda Rasulullaah SAW: Allah Ta’ala berfirman: “Aku mengikuti prasangka hamba-Ku terhadap-Ku, dan Aku selalu bersamanya apabila dia mengingat-Ku. Apabila dia mengingat-Ku di dalam dirinya (Sirr), maka Aku akan mengingatnya pada diri-Ku (Sirr), apabila dia mengingat-
Ku dalam jumlah kelompok yang besar, maka Aku akan menyebut nama mereka dalam kelompok yang jauh lebih baik dari kelompok mereka.”

Imam Suyuthi berkomentar: “Dan berdzikir dalam kelompok yang besar (bersama-sama) itu tidak lain dilaksanakan secara jahr (bersuara keras).”  

   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
 
Kembali Ke atas | Kembali Ke Index Karya Ilmiah
 
 
 
  Situs © 2009-2021 Oleh Pejuang Islam