URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV ONLINE
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
HATI YANG LURUS & BENGKOK 
  Penulis: Pejuang Islam  [22/11/2020]
   
MUSTAHIL MEMBUAT SENANG SEMUA ORANG  
  Penulis: Pejuang Islam  [21/11/2020]
   
NASEHAT INDAH  
  Penulis: Pejuang Islam  [17/11/2020]
   
RAHMAT ALLAH ITU DEKAT 
  Penulis: Pejuang Islam  [12/11/2020]
   
MENDAPAT HIDAYAH 
  Penulis: Pejuang Islam  [8/11/2020]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Sabtu, 5 Desember 2020
Pukul:  
Online Sekarang: 4 users
Total Hari Ini: 92 users
Total Pengunjung: 5207006 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - KARYA ILMIAH USTADZ LUTHFI BASHORI
 
 
KELEBIHAN vs KEKURANGAN 
Penulis: Pejuang Islam [ 5/10/2020 ]
 
KELEBIHAN vs KEKURANGAN

Luthfi Bashori


Seorang Tabi’i, Sayyidina Sa’id ibnu Al-Musayyib berpesan, “Tidak seorang pun yang mulia atau yang berilmu atau yang berkedudukan, melainkan mempunyai kekurangannya masing-masing. Akan tetapi, sebaiknya seseorang tidak perlu menyebutkan kekurangan orang lain, sebab siapa pun yang keutamaannya melebihi kekurangannya, maka kekurangannya akan lenyap dengan kemurahan Allah.”

Berbicara tentang kepribadian seseorang, maka apa yang disampaikan oleh Sayyidina Said bin Musayyib, sangatlah tepat terutama di era digital seperti saat ini. Karena ungkapan para netizen di dunia medsos itu sangat vareatif, mulai dari postingan yang bersifat kalimat thayyibah (ucapan yang baik), juga ujaran kebencian, bahkan kata-kata jorok yang sebenarnya tidak pantas untuk diposting di depan publik.

 Maka ibu jari para netizen itu sangat berpengaruh dalam menentukan pilihan postingan apa yang sebaiknya ditulis, dan ibu jarinya itulah yang sebenarnya dapat melukiskan sifat-sifat yang terdapat dalam hati setiap pengguna medsos.

Termasuk dalam menyikapi perilaku orang lain, maka jika terkait urusan pribadi, hendaklah berhati-hati, jangan sampai menghina lawan bicara, atau teman bergaul, serta siapa saja yang menjadi kawan interaksi.

Kecuali jika ada orang lain yang berbuat kemunkaran, dan dirasa tidak ada jalan lain untuk mengingatkan selain harus lewat medsos. Maka setelah menerangkan bukti-bukti kemunkaran dari lawan bicara yang juga diposting di dunia medsos, bolehlah seseorang itu mencounter kemunkaran itu dengan dalil-dalil syariat dan disampaikan dengan menggunakan bahasa ilmiah, karena amalan ini termasuk dalam rana Nahi Munkar. Namun tetap harus menjaga diri agar tidak menyinggung pribadi lawan bicara, seperti menyindir bentuk fisik misalnya yang dianggap kurang sempurna, atau menyinggung status sosial (ekonomi) di tengah masyarakat semisal kemiskinan.   

   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
 
Kembali Ke atas | Kembali Ke Index Karya Ilmiah
 
 
 
  Situs © 2009-2020 Oleh Pejuang Islam