URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV ONLINE
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
MERAJUT PERSAUDARAAN YANG DIKOYAK POLITIK 
  Penulis: Pejuang Islam  [9/10/2020]
   
KERJA KERJA KERJA IBLIS 
  Penulis: Pejuang Islam  [7/10/2020]
   
KELEBIHAN vs KEKURANGAN 
  Penulis: Pejuang Islam  [5/10/2020]
   
CARA ALLAH MENCINTAI HAMBANYA  
  Penulis: Pejuang Islam  [4/10/2020]
   
ALIM, BERHATI BERSIH VS BERHATI KOTOR 
  Penulis: Pejuang Islam  [3/10/2020]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Rabu, 21 Oktober 2020
Pukul:  
Online Sekarang: 10 users
Total Hari Ini: 117 users
Total Pengunjung: 5164441 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - KARYA ILMIAH USTADZ LUTHFI BASHORI
 
 
CARA ALLAH MENCINTAI HAMBANYA  
Penulis: Pejuang Islam [ 4/10/2020 ]
 
CARA ALLAH MENCINTAI HAMBANYA

Taushiah: KH. Luthfi Bashori
Transkrip: Rizal Affandi

Sungguh beruntung menjadi seorang hamba yang beriman, dan selalu rajin beribadah demi mendekatkan diri kepada Allah, karena Allah akan segera merespon hamba-Nya yang lebih mendahulukan kemaslahatan akhirat, jauh lebih baik dibanding respon Allah terhadap orang-orang berebut kenikmatan dunia, apalagi lagi jika sampai melalaikan kewajiban agamanya.

Allah SWT itu senantiasa mencintai hamba-Nya yang memang ahli beribadah.

Kalau kita semakin hari semakin rajin beribadah, orientasi pemikiran kita adalah akhirat, maka Allah akan memberi banyak kenikmatan kepada kita.

Kenikmatan dunia itu akan ikut bilamana kita ini mendahulukan kehidupan akhirat, mempersiapkan kehidupan akhirat.

Kadang-kadang di antara manusia itu ada yang asik dengan dunia bisnis, itu boleh asalkan mencari keuntungan yang halal bahkan dianjurkan, tapi jangan sampai larut untuk mencari dunia sehingga urusan akhirat ditinggalkan.

Kadang-kadang ada orang yang mencari harta mulai pagi berangkat, dan pulang sampai malam, tapi tidak shalat.

Sayang sekali, karena sesungguhnya rezeki itu sudah dibagi oleh Allah SWT.

Ada orang yang mencari harta, sejak pagi, siang hingga malam, tapi tidak mendapat apa-apa.

Kalaupun misalnya ada bayaran dari suatu instansi, itu belum tentu menjadi hak milik pegawainya. Misalnya ada orang yang sudah aktif bekerja, dengan gaji satu bulan mendapat 10 juta sudah diterima tangan, tapi bisa saja terjadi, tiba-tiba dirampok oleh orang.

Nah yang seperti itu harta yang dipegang tangan bukan menjadi haknya.

Tapi kadang-kadang tidak begitu, ada orang yang orientasi pemikirannya adalah akhirat, bukan berarti tidak bekerja.

Dia tetap bekerja tapi tidak dijadikan pekerjaan itu memakan waktu seumur hidupnya. Namun, ketika datang waktu beribadah, dia tetap beribadah, tetap mengaji, tetap memperbanyak amalan-amalan sunnah dan lain sebagainya.

Ternyata Allah memberikan rezeki dari sekira dia tidak menyangka-nyangka.

Mungkin ada orang langsung memberi uang, ada orang datang memberikan beras atau dapat barang saja, yang sekira orang tersebut tidak pernah menyangka.

Yang seperti itu sebenarnya berkat ada nadhrah (perhatian) dari Allah, karena Allah memandang dirinya, memperhatikannya, sehingga apa yang dilakukan oleh si hamba yang rajin beribadah ini, direspon dengan cepat oleh Allah dengan pemberian rejeki yang melimpah.

Maka, yang seperti ini termasuk gambaran seorang hamba yang mendapatkan kenikmatan dunia dan akhirat.
   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
 
Kembali Ke atas | Kembali Ke Index Karya Ilmiah
 
 
 
  Situs © 2009-2020 Oleh Pejuang Islam