URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV ONLINE
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
MERAJUT PERSAUDARAAN YANG DIKOYAK POLITIK 
  Penulis: Pejuang Islam  [9/10/2020]
   
KERJA KERJA KERJA IBLIS 
  Penulis: Pejuang Islam  [7/10/2020]
   
KELEBIHAN vs KEKURANGAN 
  Penulis: Pejuang Islam  [5/10/2020]
   
CARA ALLAH MENCINTAI HAMBANYA  
  Penulis: Pejuang Islam  [4/10/2020]
   
ALIM, BERHATI BERSIH VS BERHATI KOTOR 
  Penulis: Pejuang Islam  [3/10/2020]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Rabu, 21 Oktober 2020
Pukul:  
Online Sekarang: 8 users
Total Hari Ini: 62 users
Total Pengunjung: 5164371 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - KARYA ILMIAH USTADZ LUTHFI BASHORI
 
 
ALIM, BERHATI BERSIH VS BERHATI KOTOR 
Penulis: Pejuang Islam [ 3/10/2020 ]
 
ALIM, BERHATI BERSIH VS BERHATI KOTOR

Luthfi Bashori


Allah Ta’ala berfirman yang artinya, “(Yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih,” (QS. Asy-Syu’ara, 88).

Para ulama berselisih pendapat dalam mengungkapkan makna hati yang bersih (selamat). Definisi yang menyeluruh dalam memahami hal ini, hati yang bersih adalah hati yang selamat dari segala macam bentuk hawa nafsu yang menyalahi perintah Allah atau menerjang larangan-Nya. Tentu sebaliknya, hati kotor adalah hati yang terpengaruh hawa nafsu yang sering menyalahi perintah Allah atau menerjang larangan-Nya.

Sayyidina Ali bin Abi Thalib RA berkata, “Jika hati seorang alim itu bersih, maka segala nasihatnya akan berpengaruh di hati setiap orang, dan sebaliknya jika hatinya keras, maka segala nasihatnya akan hilang dari setiap orang yang mendengarnya seperti terpelesetnya air hujan dari kulit telur burung unta.”

Diterima atau ditolaknya nasihat pada hati setiap manusia tergantung kesucian hati orang yang memberi nasihat. Rasulullah SAW adalah contoh yang paling utama. Beliau SAW tidak pernah berceramah panjang lebar, akan tetapi mendapat tanggapan positif dari umat, dan umat berubah kehidupannya menjadi semakin baik. Banyak orang yang berceramah panjang lebar namun moral umat tetap rusak. Allah SWT pernah menegur di dalam Al-Qur’an bagi orang-orang yang hanya bisa berbicara tapi tidak bisa melakukannya.

Saat ini yang paling diperlukan oleh umat Islam adalah, nasihat-nasihat dari para ulama berhati bersih, hingga diharapkan dapat memperbaiki kondisi umat Islam terutama di kalangan awwam.

Adapun pengaruh buruk dari ucapan seorang alim namun berhati kotor, tentu dapat menyebabkan ketidakkompakan umat, bahkan dapat menjadikan rusaknya aqidah, syariat serta akhlaq umat, dengan maraknya bermekaran aliran sesat dan pemahaman yang melenceng.

   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
 
Kembali Ke atas | Kembali Ke Index Karya Ilmiah
 
 
 
  Situs © 2009-2020 Oleh Pejuang Islam