URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV ONLINE
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
ALANGKAH BAHAGIA MASUK SURGA (2) 
  Penulis: Pejuang Islam  [17/9/2020]
   
ALANGKAH BAHAGIA MASUK SURGA (1) 
  Penulis: Pejuang Islam  [17/9/2020]
   
MUSUH-MUSUH ASWAJA YANG HARUS DIWASPADAI 
  Penulis: Pejuang Islam  [6/9/2020]
   
MAYORITAS MUSLIM INDONESIA BERMADZHAB SYAFI`I 
  Penulis: Pejuang Islam  [1/9/2020]
   
MENJARING PAHALA DENGAN RAGA 
  Penulis: Pejuang Islam  [1/9/2020]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Minggu, 27 September 2020
Pukul:  
Online Sekarang: 10 users
Total Hari Ini: 278 users
Total Pengunjung: 5142407 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - KARYA ILMIAH USTADZ LUTHFI BASHORI
 
 
MAYORITAS MUSLIM INDONESIA BERMADZHAB SYAFI`I 
Penulis: Pejuang Islam [ 1/9/2020 ]
 
MAYORITAS MUSLIM INDONESIA BERMADZHAB SYAFI`I

Taushiah: KH. Luthfi Bashori
Transkrip: Rizal Affandi

Saya mengatakan bahwasanya mayoritas umat Islam Bangsa Indonesia ini mengikuti Madzhab Syafi`i.

Kemudian ada satu pertanyaan, bolehkah kita sebagai warga Indonesia, meninggalkan Madzhab Syafi`i, lantas mengikuti madzhab yang lain?

Maka saya katakan demikian, sebaiknya kita itu tetap bermadzhab Syafi`i, menggunakan qaul (pendapat) juga masih di dalam Madzhab Syafi`i. Jika ada perbedaan pendapat, jangan langsung keluar dari Madzhab Syafi`i dan mencari madzhab lain, tapi carilah pendapat dari madzhab Syafi`i, sekalipun itu qaul dha`af (pendapat lemah).

Jadi, jika ada dua pendapat di dalam Madzhab Syafi`i, satu pendapat yang kuat, mengatakan “dilarang”, kemudian ada pendapat lain tetap dalam Madzhab Syafi`i yang agak lemah mengatakan “boleh”.

Maksudnya, yang qaul mu’tamad (pendapat yang terkuat) dikatakan “dilarang”, sedangkan qaul yang dhaif (pendapat lemah) barangkali demikian, mengatakan “boleh”, maka tatkala kita dalam satu kondisi darurat, sebaiknya jangan pindah ke mazhab lain dahulu seperti Madzhab Hanafi, Madzhab Maliki atau Madzhab Hanbali, walaupun di sana ada qaul mu`tamad yang selaras dengan maksud kita.

Karena masih ada pendapat yang lemah dari Madzhab Syafi`i yang kita anut, maka hendaklah kita tidak menyatakan pindah madzhab, tapi katakan, "Kita memilih tetap ikut Madzhab Syafi`i walapun harus mengamalka pendapat yang dhaif."

Karena kalau kita sudah berusaha memahami semua aqwal atau pendapat-pendapat dalam madzhab Syafi’i, tentu hal itu jauh lebih Afdhal, daripada karena suatu kondisi tertentu, tiba-tiba kita menyatakan pindah madzhab.

Yang kita boleh pindah Madzhab itu, jika memang sudah dicari-cari dalam Madzhab Syafi`i mulai dari pendapat yang kuat sampai yang lemah, ternyata tidak ditemukan sama sekali pembahasan yang kita perlukan, maka saat itu bolehlah kita menggunakan atau pindah kepada madzhab yang lain.

Sekali lagi saya sarankan, kita umat Islam di Indonesia, janganlah kita ini cepat beralih madzhab karena ingin mengikuti salah satu pendapat dalam madzhab tersebut. Tapi, carilah terlebih dahulu pendapat di dalam Madzhab Syafi`i, kalau masih ada pendapat sekira selaras dengan apa yang kita inginkan, apalagi dalam keadaan darurat, maka gunakanlah pendapat dalam Mazhab Syafi`i terlebih dahulu, sekalipun itu pendapat yang dhaif (lemah) bukan yang mu’tamad atau paling kuat.
   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
 
Kembali Ke atas | Kembali Ke Index Karya Ilmiah
 
 
 
  Situs © 2009-2020 Oleh Pejuang Islam