URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV ONLINE
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
ALANGKAH BAHAGIA MASUK SURGA (2) 
  Penulis: Pejuang Islam  [17/9/2020]
   
ALANGKAH BAHAGIA MASUK SURGA (1) 
  Penulis: Pejuang Islam  [17/9/2020]
   
MUSUH-MUSUH ASWAJA YANG HARUS DIWASPADAI 
  Penulis: Pejuang Islam  [6/9/2020]
   
MAYORITAS MUSLIM INDONESIA BERMADZHAB SYAFI`I 
  Penulis: Pejuang Islam  [1/9/2020]
   
MENJARING PAHALA DENGAN RAGA 
  Penulis: Pejuang Islam  [1/9/2020]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Minggu, 27 September 2020
Pukul:  
Online Sekarang: 5 users
Total Hari Ini: 240 users
Total Pengunjung: 5142333 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - KARYA ILMIAH USTADZ LUTHFI BASHORI
 
 
HARTA, ISTRI & ANAK YANG MENIMBULKAN FITNAH 
Penulis: Pejuang Islam [ 18/8/2020 ]
 
HARTA, ISTRI & ANAK YANG MENIMBULKAN FITNAH

Luthfi Bashori


Allah SWT berfirman yang artinya:

 “Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah.” (QS. Al-Munafiqun: 9)

Dalam ayat yang lain, Allah juga berfirman yang artinya, “Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan.” (QS. Al-Anfal: 28)

Sedangkan dalam QS. At-Taghabun: 14, Allah berfirman yang artinya, “Hai orang-orang mukmin, sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu. Maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka.”

Maksud dari ayat di atas, mereka bukanlah musuh yang sebenarnya, tetapi mereka suka berbeda pendapat dengan pendapat sang ayah karena didasari kasih sayang, bukan didasari rasa permusuhan terhadap sang ayah. Itulah pendapat Imam Ibnu Al-Qayyim Al-Jauzi.

Seseorang yang bersabar dari berbuat maksiat, maka ia akan terpelihara dari cobaan harta. Karena harta dapat menyebabkan seorang menghambur-hamburkan uangnya untuk berbuat maksiat. Jika seseorang itu dapat menahan dirinya dari perbuatan maksiat yang terkait dengan urusan harta, maka ia akan diberi pahala yang besar.

Demikian pula, seorang suami yang bersabar ketika menghadapi tantangan yang berasal dari istri dan anak-anaknya, maka diberi kedudukan yang tinggi di sisi Allah.

Memperlakukan harta, istri dan anak itu harus didasari aturan syariat. Dengan mengikuti tata cara syariat, maka semakin dapat meminimalisir fitnah yang sering kali dapat ditimbulkan oleh harta, istri dan anak.

Coba, jika seseorang memiliki harta yang melimpah ruah, namun semuanya disalurkan sesuai dengan ajaran syariat, tentu hartanya itu akan berbarakah dan dapat menambah pundi-pundi pahala, bukan menimbulkan fitnah.

Demikian juga jika seorang suami itu sejak di awal pernikahan, berupaya mengatur rumah tangganya yang sesuai dengan ajaran syariat, tentu Allah akan membimbing kedua mempelai itu mendapatkan kebahagian di dunia, serta akan menjamin kenikmatan di akhirat bagi anggota keluarganya.

Pendidikan anak-anak yang disesuaikan dengan aturan syariat, juga dapat mencetak karakter mereka menjadi orang-orang yang shalih maupun shalihah, dan ini yang dapat menjadikan rumah tangga itu memiliki sifat sakinah, mawaddah wa rahmah.

   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
 
Kembali Ke atas | Kembali Ke Index Karya Ilmiah
 
 
 
  Situs © 2009-2020 Oleh Pejuang Islam