URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV ONLINE
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
MENDAPAT HIDAYAH 
  Penulis: Pejuang Islam  [8/11/2020]
   
CARA HAMBA MENDEKATKAN DIRI  
  Penulis: Pejuang Islam  [7/11/2020]
   
HAMBA YANG DEKAT KEPADA ALLAH 
  Penulis: Pejuang Islam  [7/11/2020]
   
JANJI KEDEKATAN DI HARI BERBANGKIT 
  Penulis: Pejuang Islam  [6/11/2020]
   
BODOH AQIDAH DIJADIKAN ULAMA 
  Penulis: Pejuang Islam  [26/10/2020]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Selasa, 24 November 2020
Pukul:  
Online Sekarang: 6 users
Total Hari Ini: 353 users
Total Pengunjung: 5196657 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - KARYA ILMIAH USTADZ LUTHFI BASHORI
 
 
JADI ULAMA LEBIH MULIA DARI PADA JADI UMARA  
Penulis: Pejuang Islam [ 25/7/2020 ]
 
JADI ULAMA LEBIH MULIA DARI PADA JADI UMARA

Taushiah: KH. Luthfi Bashori
Ttanskrip: Rizal Affandi

Dulu ada seorang yang bernama Yahya Bin Aksam, berbincang-bincang dengan Khalifah Harun Ar-Rasyid, yang mana dalam diskusi itu membahas tentang kedudukan umara dan ulama.

Maka Harun Ar-Rasyid sebagai seorang Khalifah di zaman itu mengatakan: “Wahai Yahya, tahukah kamu mana yang lebih baik antara ulama atau umara?

Maka Yahya mengatakan: “Tentu umara yang lebih baik, karena umara mempunyai kedudukan yang tinggi dan ada jabatan-jabatan.”

Khalifah Harun Ar-Rasyid mengatakan: “Ooh… bukan begitu, sesungguhnya ulama itu jauh lebih mulia daripada umara."

Kemudian Yahya bertanya: “Kenapa demikian wahai Tuan?

Maka Khalifah Harun Ar-Rasyid mengatakan: “Ya, karena para ulama itu kalau duduk di majlis taklimnya, dia menyebutkan hadits-hadits Nabi Muhammad SAW, di samping ayat-ayat Al Quran, kalau ada orang yang menyampaikan hadits-hadits Nabi dengan riwayat-riwayatnya, dan pembahasan-pembahasan ilmiah itu, tentu jauh lebih mulia kedudukannya dari pada kedudukan seorang pejabat atau umara."

Oleh karena itu maka hendaklah seseorang itu lebih mengedepankan mencari ilmu agama, sehingga bisa menjadi seorang ulama daripada mencari kedudukan sebagai seorang pejabat atau umara.

Ini nasehat dari Khalifah Harun Ar-Rasyid. Sungguh sangat luar biasa, mudah- mudahan umat Islam bisa menirunya.

Bayangkan, seorang yang sudah menjabat menjadi khalifah pun ingin menjadi ulama. Jangan terbalik, seorang yang sudah menjadi ulama, tiba-tiba tertarik dam tergoda untuk menjadi seorang pejabat atau umara.

Nah, ini istilahnya turun pangkat namanya.

Karena itu bercita-cita untuk menjadi seorang ulama itu, tentunya harus lebih ditekankan dan digiatkan, daripada bercita-cita menjadi seorang pejabat atau umara.
   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
 
Kembali Ke atas | Kembali Ke Index Karya Ilmiah
 
 
 
  Situs © 2009-2020 Oleh Pejuang Islam