URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV ONLINE
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
QUNUT SUBUH, KENAPA TIDAK DIBACA KERAS SEMUA ? 
  Penulis: Pejuang Islam  [23/7/2020]
   
KUTUKAN ALLAH BUAT KORUPTOR 
  Penulis: Pejuang Islam  [21/7/2020]
   
PERANG TANPA SENJATA TAJAM  
  Penulis: Pejuang Islam  [20/7/2020]
   
ORANG BAIK AKAN TERASINGKAN 
  Penulis: Pejuang Islam  [19/7/2020]
   
JANJI DAN SUMPAH PALSU KEPADA RAKYAT  
  Penulis: Pejuang Islam  [18/7/2020]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Selasa, 11 Agustus 2020
Pukul:  
Online Sekarang: 5 users
Total Hari Ini: 177 users
Total Pengunjung: 5101513 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - KARYA ILMIAH USTADZ LUTHFI BASHORI
 
 
KUTUKAN ALLAH BUAT KORUPTOR 
Penulis: Pejuang Islam [ 21/7/2020 ]
 
KUTUKAN ALLAH BUAT KORUPTOR

Luthfi Bashori


Sayyidina Abdullah bin Amr RA mengungkapkan, Rasulullah SAW bersabda, “Kutukan Allah menimpa atas orang yang menyuap dan yang menerima suap.” (HR. Bukhari, Muslim, Attirmidzi, Abu Dawud & Ibnu Majah).

Suap menyuap di bidang apa saja, baik dalam hal mencari kerja maupun dalam berperkara di pengadilan, hukumnya haram. Sebab, ada pihak yang dirugikan. Terlebih lagi di bidang hukum, akibat suap-menyuap ini tidak sekedar merugikan, namun bisa juga menganiaya orang lain, sekaligus mencemarkan nama baik-nya. Orang yang seharusnya dinyatakan tidak bersalah, akhirnya divonis bersalah dan harus meringkuk dalam penjara. Atau, jika dalam hukum perdata, orang yang semestinya menang menjadi kalah dan wajib membayar ganti rugi. Itulah sebabnya, orang yang menyuap dan yang menerima suap dikutuk oleh Allah SWT.

Sedangkan menurut kamus Wikipedia, Korupsi atau rasuah (bahasa Latin: corruptio dari kata kerja corrumpere yang bermakna busuk, rusak, menggoyahkan, memutarbalik, menyogok) adalah tindakan pejabat publik, baik politisi maupun pegawai negeri, serta pihak lain yang terlibat dalam tindakan itu yang secara tidak wajar dan tidak legal menyalahgunakan kepercayaan publik yang dikuasakan kepada mereka untuk mendapatkan keuntungan sepihak.

Korupsi, suap dan pencurian itu hakikatnya setali tiga uang, tidak ada bedanya dalam masalah penggelapan harta serta penyalahan wewenang atau sifat kerakusan, yang sama-sama ada pihak yang dirugikan, termasuk kerugian uang rakyat pembayar pajak yang diembat oleh pejabat.

Dari sudut pandang hukum positif, tindak pidana korupsi secara garis besar memenuhi unsur-unsur sebagai berikut:

• perbuatan melawan hukum,
• penyalahgunaan kewenangan, kesempatan, atau sarana,
• memperkaya diri sendiri, orang lain, atau korporasi, dan
• merugikan keuangan negara atau perekonomian negara.

Jenis tindak pidana korupsi di antaranya adalah

• memberi atau menerima hadiah atau janji (penyuapan),
• penggelapan dalam jabatan,
• pemerasan dalam jabatan,
• ikut serta dalam pengadaan (bagi pegawai negeri/penyelenggara negara), dan
• menerima gratifikasi (bagi pegawai negeri/penyelenggara negara).

Karena itu para koruptor yang merusak negara itu, minimal perlu dipotong tangannya, tanpa perlu dimaafkan.

Negara yang paling rusak di dunia ini adalah negara yang dipenuhi oleh para pejabat korup, baik di tingkat daerah hingga tingkat pusat. Padahal negara yang diurus oleh para pejabat korup, maka tinggal menunggu kehancuran dan kepunahannya.

   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
 
Kembali Ke atas | Kembali Ke Index Karya Ilmiah
 
 
 
  Situs © 2009-2020 Oleh Pejuang Islam