URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV ONLINE
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
ALANGKAH BAHAGIA MASUK SURGA (2) 
  Penulis: Pejuang Islam  [17/9/2020]
   
ALANGKAH BAHAGIA MASUK SURGA (1) 
  Penulis: Pejuang Islam  [17/9/2020]
   
MUSUH-MUSUH ASWAJA YANG HARUS DIWASPADAI 
  Penulis: Pejuang Islam  [6/9/2020]
   
MAYORITAS MUSLIM INDONESIA BERMADZHAB SYAFI`I 
  Penulis: Pejuang Islam  [1/9/2020]
   
MENJARING PAHALA DENGAN RAGA 
  Penulis: Pejuang Islam  [1/9/2020]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Selasa, 29 September 2020
Pukul:  
Online Sekarang: 3 users
Total Hari Ini: 198 users
Total Pengunjung: 5144051 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - KARYA ILMIAH USTADZ LUTHFI BASHORI
 
 
PERANG TANPA SENJATA TAJAM  
Penulis: Pejuang Islam [ 20/7/2020 ]
 
PERANG TANPA SENJATA TAJAM

Taushiah: KH. Luthfi Bashori
Transkrip: Rizal Affandi

Kita seringkali melihat pertandingan bola. Umumya orang laki-laki suka melihat bola.

Sesungguhnya permainan semacam bola itu, serta olah raga-olah raga yang sudah menjadi tontonan dunia, bahkan para pemain dan penontonnya juga banyak yang berasal dari kalangan umat Islam, dan kita sebagai penonton atau pemain pemain muslim, hakikatnya telah kalah dalam peperangan.

Perang ini namanya perang peradaban, perang pemikiran, perang budaya, kenapa begitu?
Karena kostum olah raganya sudah meninggalkan budaya islami.

Orang main bola, pakai kostum yang lengan pendek kemudian celananya celana olah raga yang pendek.

Coba kalau kita ditanya, sampai mana batas aurat orang laki-laki, mana yang wajib ditutupi?

Jawabannya, antara pusar sampai lutut, itu minimal.

Sekarang para pemain bola, apa menutup aurat atau tidak?

Kostum resminya tidak menutup aurat. Berarti apa?

Inilah yang saya katakan sebagai kalah dalam perang peradaban, kalah dalam perang pemikiran, kalah dalam perang budaya.

Yang jadi masalah suporternya, pendukung-pendukungnya, penonton-penontonnya ramai apa tidak?

Kalau ada klub bola main, apalagi final, misalnya final Indonesia lawan Malaysia, saya sebagai orang Indonesia, dan kalian wahai warga Malaysia, kira-kira yang menonton ramai atau tidak?

Baik yang menonton langsung di lapangan atau yang menonton di televisi, tentunya sangat ramai. Bahkan hampir para lelaki seluruh negeri ikut menontonnya

Kalian orang-orang Malaysia akan berteriak mengatakan: “Hidup Malaysia, menang Malaysia”.

Saya sebagai orang Indonesia juga mengatakn: “Hidup Indonesia menang Indonesia”.

Cuma, kira-kira apa ada di antara kita yang berpikir saat itu, lihat pakaian para pemain klub Indonesia dan para pemain klub Malaysia, ternyata semuanya membuka aurat.

Kalau dilihat berdosa, baik yang melihat sesama lelaki apalagi jika yang lihat itu perempuan, dosa atau tidak?

Jadi waktu ada permainan bola itu, maka banyak umat Islam yang lupa hukum Fiqih.

Suporternya juga lupa penontonnya lupa kalau itu sebenarnya telah melanggar aturan agama.

Perang semacam contoh di atas ini, hakekatnya adalah perang melawan orang-orang kafir, namun tanpa menggunakan senjata tajam, atau senapan, mobil tank, pesawat tempur, bom atom, peluruh kendali, dan sebagainya.

Tapi perang ini cukup `mematikan` akhlaq dan martabat dan peradaban umat Islam, bahkan korbannya hampir merata di seleruh dunia Islam.
   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
 
Kembali Ke atas | Kembali Ke Index Karya Ilmiah
 
 
 
  Situs © 2009-2020 Oleh Pejuang Islam