URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV ONLINE
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
QUNUT SUBUH, KENAPA TIDAK DIBACA KERAS SEMUA ? 
  Penulis: Pejuang Islam  [23/7/2020]
   
KUTUKAN ALLAH BUAT KORUPTOR 
  Penulis: Pejuang Islam  [21/7/2020]
   
PERANG TANPA SENJATA TAJAM  
  Penulis: Pejuang Islam  [20/7/2020]
   
ORANG BAIK AKAN TERASINGKAN 
  Penulis: Pejuang Islam  [19/7/2020]
   
JANJI DAN SUMPAH PALSU KEPADA RAKYAT  
  Penulis: Pejuang Islam  [18/7/2020]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Selasa, 11 Agustus 2020
Pukul:  
Online Sekarang: 5 users
Total Hari Ini: 165 users
Total Pengunjung: 5101496 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - KARYA ILMIAH USTADZ LUTHFI BASHORI
 
 
JANJI DAN SUMPAH PALSU KEPADA RAKYAT  
Penulis: Pejuang Islam [ 18/7/2020 ]
 
JANJI DAN SUMPAH PALSU KEPADA RAKYAT

Luthfi Bashori


Janji palsu adalah ucapan yang menyatakan kesediaan dan kesanggupan untuk berbuat sesuatu. Seperti hendak memberi, menolong, datang, bertemu, dan sebagainya, tetapi tidak satu pun yang ditepati.

Imam Adz-Dzahabi berkata, “Sumpah palsu adalah sumpah yang dilakukan oleh seseorang yang sengaja berdusta dalam sumpahnya. Sumpah palsu disebut juga dengan ghamus (menjerumuskan), karena sumpah ini menjerumuskan orang yang bersumpah itu ke dalam dosa, dan ada yang mengatakan, menjerumuskannya ke dalam neraka”

Baik janji maupun sumpah palsu ini, seringkali terjadi dalam pdergaulan di tengah masyarakat. Adakalanya terjadi dalam urusan rumah tangga, atau dalam dunia percintaan, atau dunia persahabatan, juga terjadi dalam dunia perniagaan serta hal-hal yang terkait dengan pekerjaan.

Adapun yang tidak kalah menyakitkan bagi masyarakat yang menjadi korban janji dan sumpah palsu, adalah yang dilakukan oleh tokoh-tokoh politik hingga pejabat pemerintahan.

Betapa banyak janji-janji dengan sumpah yang dilakukan di saat para calon itu ingin menjadi pemimpin. Mereka merayu-rayu dan merengek-rengek serta mengemis-emis suara rakyat, khususnya di saat musim pil-pilan. Entah itu pilkades, pilkada, pilgub, pilpres, dan tak kalah marak janji dan sumpah itu dilakukan oleh para calon anggota DPR mulai dari daerah hingga pusat, namun janji dan sumpah para wakil rakyat itu berakhir dengan kepalsuan ibarat pepesan kosong.

Jangankan memenuhi janji-janji dan sumpahnya secara kongkrit, bahkan hanya untuk menemui rakyat yang sedang demo menuntut keadilan, atau ingin beraudensi dalam dialog yang lebih kondusif saja, ternyata sering kali diabaikan oleh para wakil rakyat yang konon dipilih oleh rakyat.

Balada wakil rakyat yang tidak merakyat pun sudah sangat sangat sering terjadi di tengah masyarakat, dan seperti itulah salah satu kepalsuan yang terjadi di tengah masyarakat.  Atau balada pejabat yang tidak merakyat, padahal gajinya dibayar dari uang rakyat. Kejadian seperti ini tentu sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat .

Sayyidina Abu Umamah Al-Harini mengatakan, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang merampas hak orang muslim dengan sumpahnya, maka Allah mengharamkan surga dan mewajibkan neraka baginya.”

“Sekalipun sesuatu yang kecil, ya Rasulullah?” Tanya seorang laki-laki.

Rasulullah SAW menandaskan, “Sekalipun sepotong kayu arak (kayu sikat).” (HR. Muslim).

Dalam riwayat lain, Sayyidina Abdullah mengemukakan, bahwa Rasulullah SAW bersabda,
“Barangsiapa yang bersumpah dengan suatu sumpah palsu untuk merampas harta (hak) seorang muslim niscaya dia menghadap Allah dalam keadaan Allah murka kepadanya.” (HR. Abu Dawud).


   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
 
Kembali Ke atas | Kembali Ke Index Karya Ilmiah
 
 
 
  Situs © 2009-2020 Oleh Pejuang Islam