URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV ONLINE
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
QUNUT SUBUH, KENAPA TIDAK DIBACA KERAS SEMUA ? 
  Penulis: Pejuang Islam  [23/7/2020]
   
KUTUKAN ALLAH BUAT KORUPTOR 
  Penulis: Pejuang Islam  [21/7/2020]
   
PERANG TANPA SENJATA TAJAM  
  Penulis: Pejuang Islam  [20/7/2020]
   
ORANG BAIK AKAN TERASINGKAN 
  Penulis: Pejuang Islam  [19/7/2020]
   
JANJI DAN SUMPAH PALSU KEPADA RAKYAT  
  Penulis: Pejuang Islam  [18/7/2020]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Selasa, 11 Agustus 2020
Pukul:  
Online Sekarang: 4 users
Total Hari Ini: 177 users
Total Pengunjung: 5101517 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - KARYA ILMIAH USTADZ LUTHFI BASHORI
 
 
RESIKO BERTEMAN DENGAN PENJAHAT 
Penulis: Pejuang Islam [ 16/7/2020 ]
 
RESIKO BERTEMAN DENGAN PENJAHAT

Luthfi Bashori


Dilihat dari sudut pandang yuridis, pengertian kejahatan adalah suatu perbuatan tingkah laku yang bertentangan dengan undang-undang. Dilihat dari sudut pandang sosiologis, pengertian kejahatan adalah perbuatan atau tingkah laku yang selain merugikan si penderita, juga sangat merugikan masyarakat yaitu berupa hilangnya keseimbangan, ketenteraman dan ketertiban. Demikian menurut R. Soesilo ahli hukum dan undang-undang pidana.

Kejahatan itu seringkali terjadi karena adanya kesempatan dan karena keteledoran dari lingkungan dimana kejahatan itu terjadi. Pelaku kejahatan itu tentu bukan termasuk orang baik-baik di saat melakukan aksinya.

Sifat dan sikap jahat itu seringkali menjadi ‘penyakit menular’ bagi orang-orang yang semula baik, namun senang mendekat kepada para penjahat. Karena itu sebaiknya menghindarlah dari komunitas orang-orang jahat agar tidak tertular.

Bahkan kerap terjadi di tengah kehidupan masyarakat, bahwa orang-orang yang baik itu menjadi korban kejahatan saat mereka bergaul akrab dengan para penjahat. 

Diriwayatkan dari Imam Ali Zainal Abidin Ibnul Husein RA ia berkata, “Janganlah engkau berteman dengan lima macam orang dan jangan menemani mereka di jalan.

-    Janganlah engkau berteman dengan orang fasik, karena ia menjualmu dengan harga sesuap makanan atau kurang dari itu.” Ketika ditanya, “Apa yang kurang dari itu?” Imam Ali RA menjawab, “Ia mengharapkannya dan tidak memperolehnya.”

-    Janganlah engkau berteman dengan orang kikir, karena ia menghalangimu dari apa yang paling engkau butuhkan.

-    Janganlah engkau berteman dengan pembohong, karena ia seperti fatamorgana. Ia jauhkan dirimu sesautu yang dekat dan ia dekatkan darimu sesuatu yang jauh.

-    Janganlah engkau berteman dengan orang dungu, karena ia ingin memberi manfaat, tetapi malah merugikanmu.

-    Janganlah engkau berteman dengan pemutus hubungan keluarga, karena aku mendapatinya terlaknat dalam Kitabullah di tiga tempat.

   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
 
Kembali Ke atas | Kembali Ke Index Karya Ilmiah
 
 
 
  Situs © 2009-2020 Oleh Pejuang Islam