URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV ONLINE
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
ALANGKAH BAHAGIA MASUK SURGA (2) 
  Penulis: Pejuang Islam  [17/9/2020]
   
ALANGKAH BAHAGIA MASUK SURGA (1) 
  Penulis: Pejuang Islam  [17/9/2020]
   
MUSUH-MUSUH ASWAJA YANG HARUS DIWASPADAI 
  Penulis: Pejuang Islam  [6/9/2020]
   
MAYORITAS MUSLIM INDONESIA BERMADZHAB SYAFI`I 
  Penulis: Pejuang Islam  [1/9/2020]
   
MENJARING PAHALA DENGAN RAGA 
  Penulis: Pejuang Islam  [1/9/2020]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Jumat, 25 September 2020
Pukul:  
Online Sekarang: 5 users
Total Hari Ini: 234 users
Total Pengunjung: 5140545 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - KARYA ILMIAH USTADZ LUTHFI BASHORI
 
 
PEMIMPIN JADI MUSUH ALLAH 
Penulis: Pejuang Islam [ 25/6/2020 ]
 
PEMIMPIN JADI MUSUH ALLAH

Luthfi Bashori


Sayyidina abu Hurairah RA mengemukakan dalam hadits Qudsi, Rasulullah SAW bersabda bahwa Allah SWT berfirman, “Ada tiga hal yang pada hari Qiamat kelak Aku akan menjadi musuh mereka. Barangsiapa berani bermusuhan dengan-KU, maka Akulah yang menjadi musuhnya. Yaitu seseorang yang telah memberikan perjanjiannya kepada-KU, kemudian ia ternyata melakukan tipu daya. Seseorang yang menjual orang merdeka lalu memakan uang hasil penjualannya. Demikian juga seseorang yang mempunyai pembantu dan pembantu itu telah memenuhi tugas-tugasnya, tetapi orang tersebut tidak mau membayarkan upahnya dengan baik.” (HR. Bukhari dan Ibnu Majah).

Menjual orang merdeka untuk menjadi budak. Tentu pengertiannya sangat luas. Bukan sekedar budak dalam arti status seseorang yang dimiliki oleh tuannya dari kalangan orang yang merdeka. Tapi, bisa juga diartikan dengan kondisi masyarakat di sebuah negara merdeka, lantas dijual oleh pemimpinnya kepada bangsa lain untuk dijajah dan diperbudak dari sisi kehormatan, perkonomian, bahkan secara fisik serta kepemilikan kekayaan alam. Maka pemimpin semacam demikian inilah yang termasuk kelak menjadi musuh Allah di hari Qiamat.

Termasuk musuh Allah adalah, orang kaya yang mempekerjakan pembantu, lantas ia enggan memberikan honor pembantunya, walaupun sang pembantu itu sudah menyelesaikan pekerjaannya. 

Sayyidina Ibnu Umar RA menyatakan, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Bayarkanlah upah buruh, sebelum kering keringatnya.” (HR. Ibnu Majah)

Pengertian buruh di sini tentu tidak terbatas hanya pekerja kasar, melainkan juga staf kantor, staf rumah tangga, ajudan, dan lain-lain. Jadi, yang termasuk buruh di sini adalah semua orang yang sengaja dipekerjakan untuk membantu kepentingan atau kelangsungan suatu usaha milik sang bos.

Menunda pembayaran gaji seseorang, padahal dananya sudah tersedia, berarti telah berlaku dzalim. Apalagi jika sengaja tidak mau membayarnya, misalnya dana gaji itu sengaja dialokasikan untuk tujuan lain, yang tidak terkait dengan hak buruh, maka bos semacam ini kelak akan dimusuhi oleh Allah SWT.

Pengertian yang lebih luas, misalnya ada seorang pemimpin yang menghambur-hamburkan uang rakyat, hanya demi kepentingan politik jabatan, hingga masyarakat banyak dirugikan baik secara materi maupun kehormatan, misalnya jika ada pemimpin yang sengaja menggunakan dana haji milik umat untuk pembangunan infra struktur demi pencitraan, jelas sekali akan membuat umat murka, dan jika umat itu murka terhadap pemimpin beserta staf dan pendukungnya, karena telah mendzalimi hak rakyat, maka pemimpin semacam inilah yang kelak akan dimusuhi Allah di hari Qiamat.  


   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
 
Kembali Ke atas | Kembali Ke Index Karya Ilmiah
 
 
 
  Situs © 2009-2020 Oleh Pejuang Islam