URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV ONLINE
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
BEDA PENDAPAT, FURU` VS USHUL 
  Penulis: Pejuang Islam  [9/7/2020]
   
PERLU MEMILIKI JIWA YANG TABAH 
  Penulis: Pejuang Islam  [8/7/2020]
   
BAHAYA FANATISME BUTA TERHADAP TOKOH IDOLA 
  Penulis: Pejuang Islam  [6/7/2020]
   
WALAUPUN AJARAN IBLIS, TAPI BERMANFAAT 
  Penulis: Pejuang Islam  [5/7/2020]
   
WASPADA JERAT-JERAT SETAN 
  Penulis: Pejuang Islam  [2/7/2020]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Rabu, 15 Juli 2020
Pukul:  
Online Sekarang: 2 users
Total Hari Ini: 115 users
Total Pengunjung: 5079272 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - KARYA ILMIAH USTADZ LUTHFI BASHORI
 
 
BERBUAT BAIK, JANGANLAH DITUNDA-TUNDA 
Penulis: Pejuang Islam [ 23/6/2020 ]
 
BERBUAT BAIK, JANGANLAH DITUNDA-TUNDA

Luthfi Bashori


Diriwayatkan bahwa seorang lelaki mendatangi sebuah kuburan. Ia shalat dua rakaat kemudian ia berbaring. Lantas ia bermimpi melihat penghuni kubur. Penghuni kubur itu berkata: “Hai orang ini, sesungguhnya kalian beramal dan tidak mengetahui, sedangkan kami mengetahui dan (sudah) tidak (dapat) beramal. Sungguh dua rakaat (shalat)mu itu, dalam lembaran salah seorang dari kami, lebih baik daripada dunia beserta isinya.”

Amal baik seseorang yang masih hidup itu, kelak di akhirat sangat bermanfaat bagi pelakunya. Tidak ada yang namanya amal kebajikan itu yang dinilai sedikit dan remeh, karena sekecil apapun bentuk amal kebajikan itu akan dapat menopang kepentingan kehidupan seseorang saat menjalani hari-harinya di alam barzakh.

Terutama jika amal kebajikan itu dilakukan di saat keadaan jaman sudah semakin parah dan penuh kemaksiatan. Sebagaimana akhir-akhir ini, rasanya umat Islam berada pada situasi jaman, yang dimana jika ada seseorang yang berusaha menjauhkan diri dari kemaksiatan saja, tanpa harus beramal ibadah selain hanya yang wajib, sudah dianggap sebagai orang yang telah beramal kebaikan.

Konon ada seorang ‘arif yang bercerita, “Ada seorang lelaki yang sering menghitung (amalan) dirinya. Pada suatu hari ia menghitung tahun-tahunnya, ternyata berjumlah 60 tahun. Kemudian ia menghitung hari-harinya, ternyata berjumlah 21500 hari. Maka ia menjerit dengan suara keras dan jatuh pingsan. Ia berkata, “Aduh celaka. Aku mendatangi Tuhanku dengan membawa 21.500 dosa.” Kemudian ia berkata, “Aduh celaka aku. Aku telah memakmurkan duniaku dan merobohkan akhiratku serta melalaikan Tuhanku.”

Orang tersebut baru menghitung dosanyan sesuai dengan umurnya 60 tahun, hingga berjumlah 21.500 hari, berarti mempunyai 21.500 dosa. Orang itu merasa tiap harinya sangat sulit menghindar dari perbuatan maksiat. Padahal perhitungannya itu, kalau satu hari dianggap satu dosa, bagaimana jika satu hari melakukan sepuluh dosa, atau seratus dosa, berapakah jumlahnya?

Pesan Rasulullah SAW:  “Iringilah perbuatan maksiat itu dengan amal kebaikan, karena (pahala amal kebaikan itu) dapat menghapus (dosa) maksiatnya !”





   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
 
Kembali Ke atas | Kembali Ke Index Karya Ilmiah
 
 
 
  Situs © 2009-2020 Oleh Pejuang Islam