URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV ONLINE
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
RESPON ALLAH LEBIH CEPAT DARI AMAL KITA 
  Penulis: Pejuang Islam  [15/10/2020]
   
ILMU AGAMA ITU SANGAT KOMPLIT & UNIK 
  Penulis: Pejuang Islam  [13/10/2020]
   
BERATNYA DOSA MINUM ARAK 
  Penulis: Pejuang Islam  [11/10/2020]
   
MERAJUT PERSAUDARAAN YANG DIKOYAK POLITIK 
  Penulis: Pejuang Islam  [9/10/2020]
   
KERJA KERJA KERJA IBLIS 
  Penulis: Pejuang Islam  [7/10/2020]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Selasa, 27 Oktober 2020
Pukul:  
Online Sekarang: 9 users
Total Hari Ini: 313 users
Total Pengunjung: 5171549 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - KARYA ILMIAH USTADZ LUTHFI BASHORI
 
 
PENDENGKI ADALAH MAKHLUK TERJAHAT 
Penulis: Pejuang Islam [ 22/6/2020 ]
 
PENDENGKI ADALAH MAKHLUK TERJAHAT

Taushiah: KH. Luthfi Bashori
Transkrip: Rizal Affandi

Kita hidup di dunia ini perlu untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Terlebih hidup di zaman sekarang, zaman yang sudah akhir. Zaman yang semakin mengalami kerusakan-kerusakan. Baik itu kerusakan yang sifatnya hakiki seperti ekosistem alam, banjir, dan segala macam itu. Ada juga kerusakan yang luar biasa, yaitu kerusakan aqidah dan akhlak.

Misalnya kerusakan aqidah yang menyekutukan Allah SWT. Ada pula yang yang sengaja menentang dan mengingkari Syariat Islam.

Atau kerusakan yang terkait dengan akhlak walaupun aqidahnya tetap terjaga. Misalnya sudah banyak di antara umat Islam sendiri yang melanggar aturan-aturan Syariat, misalnya maraknya perjudian, prostitusi, korupsi, pencurian, dan maksiat dhahir lainnya. Yang seperti ini sangat marak sekali di sekeliling kita.

Karena itu marilah kita menata hati, agar kita senantiasa dekat dengan Allah SWT, senantiasa beribadah kepada Allah SWT.

Terutama demi kepentingan pribadi kita dalam membersihkan hati. Jangan sampai hati kita ini dirasuki oleh rasa dengki, rasa iri hati kepada orang-orang yang ada di sekeliling kita, saudara kita, tetangga kita, handaitaulan kita.

Karena rasa dengki ini luar biasa rusaknya, bahkan termasuk penyakit yang sangat susah disembuhkan.
Dikataksn, sejahat-jahat penyakit hati itu adalah iri dan dengki.

Diriwayatkan, suatu saat terjadi peristiwa bahwa Iblis itu bertamu ke rumah Firaun. Tatkala Iblis mengetok pintu, Firaun bertanya: “Siapa itu?

Iblis menjawab: “Hai Firaun, kalau engkau mengaku sebagai Tuhan, maka engkau tahu siapa diriku."

Kemudian Firaun mengatakan: “Engkau adalah yang terlaknat di dunia dan akhirat." (maksudnya adalah Iblis).

Maka Firaun bertanya: “Wahai Iblis sebagaimana yang engkau ketahui, siapa yang kira-kira orang paling jahat di dunia ini?”

Maka Iblis mengatakan: “Sebagaimana survei yang selama ini aku lakukan, maka orang yang paling jahat di dunia ini adalah orang yang di dalam hatinya terdapat kedengkian, ada hasad atau iri hati."

Firaun mengatakan: “Kenapa bisa begitu?

Maka Iblis bercerita: “Dulu aku mempunyai seorang teman. Temanku ini memiliki hati yang sangat pendengki. Dia memiliki tetangga yang memelihara seekor sapi yang sehat.

Kemudian datanglah temanku ini kepadaku, “Wahai sahabatku, Iblis...! Apakah aku bisa minta tolong kepadamu.”

Maka Iblis mengatakan: “Apa yang kamu harapkan dariku?"

Maka orang tersebut mengatakan: “Aku ingin engkau membunuh sapi milik tetanggaku ini, aku tidak senang sekali melihat sapinya itu gemuk."

Kemudian Iblis mengatakan: “Kalau urusan bunuh-membunuh, bukan wilayahku."

Lanjut Iblis: “Apakah bisa aku ganti saja, aku beri engkau 10 ekor sapi, daripada engkau hanya minta agar aku membunuh sapi milik tetanggamu itu, bukankah engkau lebih beruntung?”

Tapi apa jawaban si pendengki ini?

Dia mengatakan: “Wahai Iblis jangankan 10 ekor, 100 ekorpun aku tak ingin, aku hanya minta kepadamu agar engkau mau dan bersedia membunuh sapi milik tetanggaku, dan hanya itulah kepentinganku datang kepadamu, wahai iblis”.

Iblis mengatakan kepada Firaun: “Inilah bukti bahwasanya pendengki itu adalah sejahat-jahatnya manusia, bahkan dia lebih jahat daripada diriku dan dirimu”.

Barangkali hikayat ini bisa menggugah hati kita, agar kita senantiasa membersihkan diri kita, hati kita dan senantiasa untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Salah satu cara untuk menghilangkan rasa dengki adalah banyak berdzikir kepada Allah SWT, seperti mengucapkan kalimat-kalimat Istighfar, La ilaha illallah, Subhanallah, atau juga memperbanyak Shalawat kepada Nabi kita Muhammad SAW.

Barangkali dengan demikian, Allah berkenan membantu kita dengan membersihkan hati kita, agar benar-benar menjadi hati yang mulia, baik tatkala di dunia maupun di akhirat nanti.
   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
 
Kembali Ke atas | Kembali Ke Index Karya Ilmiah
 
 
 
  Situs © 2009-2020 Oleh Pejuang Islam