URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV ONLINE
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
RESPON ALLAH LEBIH CEPAT DARI AMAL KITA 
  Penulis: Pejuang Islam  [15/10/2020]
   
ILMU AGAMA ITU SANGAT KOMPLIT & UNIK 
  Penulis: Pejuang Islam  [13/10/2020]
   
BERATNYA DOSA MINUM ARAK 
  Penulis: Pejuang Islam  [11/10/2020]
   
MERAJUT PERSAUDARAAN YANG DIKOYAK POLITIK 
  Penulis: Pejuang Islam  [9/10/2020]
   
KERJA KERJA KERJA IBLIS 
  Penulis: Pejuang Islam  [7/10/2020]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Selasa, 27 Oktober 2020
Pukul:  
Online Sekarang: 8 users
Total Hari Ini: 358 users
Total Pengunjung: 5171638 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - KARYA ILMIAH USTADZ LUTHFI BASHORI
 
 
IMAN vs ATHEIS 
Penulis: Pejuang Islam [ 21/6/2020 ]
 
IMAN vs ATHEIS

Luthfi Bashori


Untuk membedakan apakah seseorang itu beriman kepada adanya Allah sebagai Tuhan bagi seluruh alam semista, dengan orang yang berkeyakinan Atheis yaitu tidak bertuhan, maka perlu diadakan test case, dengan menyodorkan pertanyaan kepada keduanya tentang kalimat La ilaha illahllah. Orang beriman pasti akan senang membacanya, sedang orang Atheis akan mengingkarinya, bahkan merasa kepanasan saat mendengar kalimat La ilaha illallah dikumandangkan.    

Shahabat Abu Hurairah RA berkata bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Perbaruilah imanmu.” Seorang shahabat lalu berkata, “Ya Rasulullah, bagaimana kami memperbaharui iman kami?” Nabi Muhammad SAW menjawab, “Perbanyaknya mengucapkan: La ilaha illallah.” (HR.
Ahmad dan Thabrani).

Kelak orang yang beriman akan mendapatkan perlindungan dari Allah, sebagaimana kaum Atheis pengingkar Ketuhanan Allah itu pasti akan disiksa. Kaum Atheis itu menolak keyakinan adanya Tuhan secara personal, karena menurut mereka Tuhan itu tidak pernah dapat dibuktikan keberadannya secara kasat mata.

Adapun tentang keutamaan La ilaha illallah ini, dalam hadits Qudtsi Allah menerangkan, “La ilaha illallah adalah benteng-Ku dan orang yang membaca La Ilaha Illallah berarti masuk ke dalam benteng-Ku. Sementara orang yang masuk dalam benteng-Ku akan aman dari siksaan-Ku.”

Tentu saja kalangan kaum agamawan, akan selalu menyampaikan berita keagamaan itu secara lengkap, baik itu hal-hal yang terkait keduniaan yang kasat mata, maupun hal-hal yang ghaib dan tidak mungkin diraba oleh pancaindra manusia, karena terkait dengan keyakinan hati, seperti keberadaan Allah, hari Qiamat, Surga, Neraka dan sebagainya.

Termasuk dari keimanan yang sempurna adalah meyakini apa yang diriwayatkan oleh shahabat Abi Said Al-Khudri RA berkata bahwa Nabi SAW bersabda, “Nabi Musa AS berkata, ‘Wahai Tuhanku, ajarilah aku bacaan untuk berdzikir dan berdoa kepada-Mu.’ Allah lalu berkata, ‘Wahai Musa, katakanlah: La ilaha illallah.’ Nabi Musa AS lalu berkata, ‘Wahai Tuhanku, semua hamba-Mu mengucapkan ini.’ Allah berkata, katakanlah: Laa ilaha illallah.’ Musa mengucapakn, ‘Tiada Tuhan selain Engkau. Sesungguhnya aku menginginkan sesuatu supaya Engkau khususkan aku dengan bacaan yang khusus.’ Allah berkata, ‘Hai Musa, seandainya langit yang tujuh dan bumi yang tujuh berada di satu sisi timbangan dan kalimat La ilaha illallah di sisi yang lain, niscaya semua itu kalah beratnya dengan kalimat La ilaha illallah.’” (HR. An-Nasa’i dan Ibnu Hibban).

   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
 
Kembali Ke atas | Kembali Ke Index Karya Ilmiah
 
 
 
  Situs © 2009-2020 Oleh Pejuang Islam