URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV ONLINE
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
BEDA PENDAPAT, FURU` VS USHUL 
  Penulis: Pejuang Islam  [9/7/2020]
   
PERLU MEMILIKI JIWA YANG TABAH 
  Penulis: Pejuang Islam  [8/7/2020]
   
BAHAYA FANATISME BUTA TERHADAP TOKOH IDOLA 
  Penulis: Pejuang Islam  [6/7/2020]
   
WALAUPUN AJARAN IBLIS, TAPI BERMANFAAT 
  Penulis: Pejuang Islam  [5/7/2020]
   
WASPADA JERAT-JERAT SETAN 
  Penulis: Pejuang Islam  [2/7/2020]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Rabu, 15 Juli 2020
Pukul:  
Online Sekarang: 2 users
Total Hari Ini: 95 users
Total Pengunjung: 5079241 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - KARYA ILMIAH USTADZ LUTHFI BASHORI
 
 
PENDIDIKAN ISLAM PADA USIA DINI  
Penulis: Pejuang Islam [ 19/6/2020 ]
 
PENDIDIKAN ISLAM PADA USIA DINI

Taushiah: KH. LUTHFI BASHORI
Transkrip: Rizal Affandi

Saat ini, umat Islam sangat membutuhkan generasi-generasi penerus perjuangan di dalam menegakkan syariat Islam.

Kita sangat membutuhkan anak-anak kita, atau adik-adik kita, untuk peduli pada kemaslahatan umat Islam.

Karena itu, alangkah tepat bila kita sebagai orang tua, untuk mendidik anak-anak sejak dini sampai menginjak ke pada usia remaja, bahkan sampai mereka dewasa, dalam pantauan kita, sehingga mereka memahami bagaimana pentingnya berislam yang benar, yaitu mengikuti ajaran dari baginda Muhammad SAW, yang mana beliau ini senantiasa menyampaikan ajaran agama itu dari Allah SWT, baik itu lewat ayat-ayat suci Al Quran, maupun dari sabda beliau SAW sendii .

Nabi kita Nabi Muhammad SAW telah disifati oleh Allah SWT:

وما ينطق عن الهوى . إن هو إلا وحي يوحي

Sesungguhnya beliau Nabi Muhammad SAW, tidak bicara dari hawa nafsunya, tetapi setiap sabda yang beliau sampaikan adalah wahyu dari Allah SWT, yang diturunkan langsung kepada beliau SAW.

Sedangkan Nabi Muhammad SAW sangat peduli terhadap pendidikan anak, khususnya di dalam urusan ibadah seperti shalat.

Nabi Muhammad SAW berpesan kepada umat Islam: “Ajari anak-anak kamu itu untuk shalat sejak usia 7 tahun.”

Jadi, anak kita saat berusia 7 tahun, hendaklah mereka diperkenalkan dengan tata cara shalat.

Lanjut pesan beliau SAW:
"Dan pukullah (jika tidak shalat) pada usia 10 tahun."

Yang dimaksud dengan perintah pukul disini yaitu dengan pukulan pendidikan, bukan pukulan siksaan.

Barangkali, kalau praktek di kalangan masyarakat Indonesia, mungkin lebih tepat dengan dijewer telinganya atau dicubit, dan itu dapat dilaksanakan tatkala usia anak-anak itu sejak umur 10 tahun.

Jadi, kalau sudah anak kita sudah berusia 10 tahun, maka bolehlah kita paksa mereka untuk melaksanakan shalat, dam boleh kita ancam, jika tidak mau shalat, akan kita jewer atau kita cubit, tentunya cubit dan jeweran di sini bukan yang menyakitkan, tetapi justru memberikan perhatian kepada mereka, agar merasa takut kalau tidak shalat.

Nabi Muhammad SAW dalam suatu riwayat, diceritakan, hampir setiap beliau SAW melaksanakan shalat, dan di sekiling beliau SAW itu ada tiga orang cucunya, yaitu Sayyidina Hasan dan Sayyidina Husein dan juga cucu angkat beliau yaitu Sayyidina Usamah bin Zaid.

Mereka bertiga itu yang sejak kecil sering memperhatikan gerak langkah Rasulullah SAW, karena mreka hidup bersama beliau SAW.

Suatu saat Nabi Muhammad SAW dalam keadaan shalat, tepatnya saat sujud, ternyata anak-anak kecil yang sangat dicintai oleh Beliau Nabi Muhammad SAW itu, ada yang bergelayut di tubuh beliau SAW.

Tapi oleh beliau itu, tidak dilarang bahkan beliau sabar saat menghadapi mereka. Adapun tujuannya agar anak-anak itu mulai sejak dini, sudah mengenal ibadah yang namanya shalat.

Karena itu, di rumah tangga kita, setiap kali kita shalat sebaiknya anak-anak kecil yang ada rumah kita ini juga ikut melihat, dan jangan sampai kita merasa terganggu dengan keberadaan dan tingkah laku mereka.

Karena apa?
Karena pendidikan shalat ini perlu diajarkan sejak dini, sejak masih kecil.

Mari kita ajarkan anak-anak kita cara berdoa, bahkan tatkala mereka belum bisa bicara kita ajarkan, kita perdengarkan doa-doa kepada Allah SWT.

Agar apa?
Agar mereka mengenal sejak dini.

Karena itu disunnahkan bagi orang yang memiliki bayi, begitu lahir hendaklah dibacakakan adzan, kemudian dibacakan iqamah.

Hali itu maksudnya, tiada lain agar bayi sejak lahir ke muka bumi, maka yang didengarkan pertama kali adalah asma Allah, nama-nama Allah, khususnya adalah adzan yang di dalam adzan itu ada `nidaun lis shalah`, atau mengajak shalat.

Ajaran demikian ini perlu dilestarikan, perlu diajarkan kepada anak-anak kita, agar keluarga kita dijadikan oleh Allah keluarga yang bahagia, keluarga yang islami, keluarga yang mengenal kepada Tuhannya yaitu Allah SWT, agar mereka benar-benar sejak kecil hingga tumbuh remaja mereka mengenal Allah.

Kemudian setapak demi setapak, mereka menginjak dewasa dan dalam kehidupannya mengenal Allah SWT.

Maka, tatkala suatu saat mereka memilih atau membangun keluarganya pun, mereka menjadikan keluarganya itu yang islami.

Dengan demikian mudah-mudahan setiap generasi dengan generasi berikutnya, akan tumbuh di tengah masyarakat, sebagai keluarga yang Islami, yang benar-benar memperhatikan syariat Islam sebagai panduan hidup.

Kalau sudah demikian, Insyaallah di lingkungan kita akan menjadi lingkungan yang Islami, di wilayah kita menjadi wilayah yang Islami, di kota kita menjadi kota yang Islami, di provinsi kita menjadi provinsi yang Islami dan di negara kita menjadi negara yang Islami, “baldatun thayyibatun warabbun ghafur.”

Mudah-mudahan apa yang saya sampaikan ada manfaatnya.
   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
 
Kembali Ke atas | Kembali Ke Index Karya Ilmiah
 
 
 
  Situs © 2009-2020 Oleh Pejuang Islam