URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV ONLINE
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
DAKWAH DENGAN METODE YANG VARIATIF 
  Penulis: Pejuang Islam  [25/5/2020]
   
ORANG MURTAD WAJAHNYA GELAP 
  Penulis: Pejuang Islam  [24/5/2020]
   
INTIMIDASI TERHADAP MUSLIM  
  Penulis: Pejuang Islam  [24/5/2020]
   
YAHUDI DIUSIR NABI MUHAMMAD SAW 
  Penulis: Pejuang Islam  [20/5/2020]
   
SEJARAH PERANG SALIB 
  Penulis: Pejuang Islam  [20/5/2020]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Sabtu, 30 Mei 2020
Pukul:  
Online Sekarang: 2 users
Total Hari Ini: 150 users
Total Pengunjung: 5049388 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - KARYA ILMIAH USTADZ LUTHFI BASHORI
 
 
AHLI DUSTA ITU SULIT BERTAUBAT 
Penulis: Pejuang Islam [ 20/3/2020 ]
 
AHLI DUSTA ITU SULIT BERTAUBAT

Luthfi Bashori


Orang bijak berkata, “Setiap dosa dapat diharapkan untuk meninggalkannya dengan bertaubat dan kembali ke jalan yang benar, kecuali dusta. Pendusta itu semakin lama semakin banyak berdusta. Kita lihat para peminum khamar akhirnya banyak yang bertaubat dan pencuri berhenti, tetapi kita tidak melihat para pendusta itu bertaubat. Seorang pendusta saat ditegur atas kedustaannya, ia akan menjawab: “Andaikata engkau merasakan kenikmatannya berdusta tentu engkau tidak akan berhenti melakukannya.”

Berdusta itu banyak macamnya, adakalanya berdusta saat bercerita, misalnya ada seseorang yang ingin tampak berilmu di kalangan lingkungannya, lantas ia senang mengarang cerita bohong namun disamapaikan dengan cara yang seakan-akan terjadi sungguhan. 

Atau dusta untuk mencari sensasi, contoh yang seperti ini sering terjadi di kalangan selebritis, misalnya demi menaikkan pamornya yang sudah pudar, ia sengaja mengarang berita bohong hingga menjadi kontroversial, maka para pemirsa pun ramai-ramai membincangkannya, padahal apa yang dilakukan itu hanyalah skenario bohongan.

Atau dusta demi jabatan, seperti yang sering terjadi di kalangan para politisi. Saat musim kampanye, hampir semua politisi selalu mengobral janji yang muluk-muluk kepada rakyat, namun saat sudah terpilih, jangankan memenuhi janji-janjinya, untuk ingat rakyat saja hanya satu dua tiga orang politisi yang melakukannya, adapun selebihnya mereka lebih menikmati tetap berlindung di bawah kedustaan dan ketidakpedulian.

   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
 
Kembali Ke atas | Kembali Ke Index Karya Ilmiah
 
 
 
  Situs © 2009-2020 Oleh Pejuang Islam