URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV ONLINE
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
PERANG TANPA SENJATA TAJAM  
  Penulis: Pejuang Islam  [20/7/2020]
   
ORANG BAIK AKAN TERASINGKAN 
  Penulis: Pejuang Islam  [19/7/2020]
   
JANJI DAN SUMPAH PALSU KEPADA RAKYAT  
  Penulis: Pejuang Islam  [18/7/2020]
   
RESIKO BERTEMAN DENGAN PENJAHAT 
  Penulis: Pejuang Islam  [16/7/2020]
   
MUSLIM NUSANTARA APA ISLAM NUSANTARA?  
  Penulis: Pejuang Islam  [15/7/2020]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Selasa, 4 Agustus 2020
Pukul:  
Online Sekarang: 3 users
Total Hari Ini: 310 users
Total Pengunjung: 5096599 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - KARYA ILMIAH USTADZ LUTHFI BASHORI
 
 
MUNCULNYA NAMA NU GARIS LURUS 
Penulis: Pejuang Islam [ 14/3/2020 ]
 
MUNCULNYA NAMA NU

Secara ringkas, karena kedekatan KH. Luthfi Bashori dengan beberapa tokoh Nasional yang pernah diincar aparat pasca peristiwa runtuhnya gedung WTC tahun 2001, membuat beliau juga dalam pengawasan.

Terutama pasca Bom Bali tahun 2002, hampir semua pesantren dicurigai sebagai sumber terorisme utamanya pesantren yang beraffiliasi ke ajaran Salafi Wahabi.

Sebenarnya pun aktivitas KH. Luthfi Bashori selama itu tidak pernah berkaitan dengan tindakan dan ajaran yang menjurus ke terorisme.

Untuk menepis tuduhan kepada dirinya, KH. Luthfi Bashori berinisiatif membuat wesbsite pejuangislam.com dengan mencantumkan kalimat “Pejuang Islam, NU ”.

Kata-kata NU itu aslinya disadur dari tulisan yang tertera pada cover Majalah Alkisah, pasca wawancara dengan KH. Luthfi Bashori. Dalam cover tersebut ada foto beliau dengan keterangan dari wartawannya yang menulis:

KH. LUTHFI BASHORI TOKOH NU .

Melalui website ini, KH Luthfi Bashori menuangkan pemikiran-pemikirannya dalam rangka memperjuangkan dakwah.

Ternyata tulisan-tulisannya mendapat respons antusias dari dalam negeri bahkan pembaca dari mancanegara.

Menurut KH. Luthfi Bashori, di antara pembaca ada para pelajar dari Hadramaut Yaman yang tertarik dengan pemikiran-pemikiran KH. Luthfi Bashori

Menjelang pra Muktamar ke-33 NU di Jombang, mereka memunculkan ide untuk membuat website dan FB atas nama nugarislurus.com yang isinya banyak mengambil dari website pejuangislam.com.

Selain itu, ada pembaca yang mengusulkan dan berkonsultasi agar pemikiran-pemikiran KH. Luthfi Bashori dikembangkan di daerah-daerah. Hal itu disetujui olehnya jika yang dimaksud adalah kajian-kajian tentang NU yang anti-Syiah, Wahabi dan Liberal. Bukan untuk membentuk organisasi baru dan resmi.
Ternyata usai konsultasi itu, secara sepihak, ada sekelompok orang yang membuat gerakan dengan membuat website NU untuk memerangi Syiah, Wahabi dan liberal utamanya liberalis dalam NU.

Semenjak itulah istilah NU kian terkenal.

Kalau menilik fakta ini, bisa jadi karena kesamaan ide, antara pencetus ide pertama (pelajar dari Yaman) dan kelompok kedua (yang konsultasi) keduanya lantas bahu-membahu menyebarkan apa yang mereka anggap sebagai perjuangan meluruskan NU.

KH. Luthfi Bashori sendiri sebenarnya termasuk dalam Jajaran Ulama yang Mufaraqah terhadap PBNU Said Aqil.

Mufaraqah merupakan istilah yang dimunculkan oleh K.H.R. As’ad Syamsul Arifin semasa kepemimpinan Gus Dur. Sebagai salah satu pelaku dan saksi hidup berdirinya NU, beliau menentang pemikiran Gus Dur yang dianggap cenderung sangat lentur bahkan liberal.

Mufaraqah sendiri dalam NU diartikan sebagai berlepas diri dan lepas tanggung jawab dari pemimpin yang ada.

Mufaraqah dalam NU bukan berarti membelot ke pihak musuh seperti dalam KBBI. Singkatnya, tetap dalam NU, namun tak mengakui dan tak mangikuti kepemimpinan yang ada karena telah dianggap batal.

Persis seperti shalat berjamaah. Saat ada seorang makmum yakin imamnya telah batal, maka ia meneruskan shalat sendiri tanpa perlu keluar dari barisan ataupun masjid.

Secara organisai NU, pelaku mufaraqah memilih menjadi NU kultural.
Hal ini rupanya terulang pada kepemimpinan K.H. Said qil Siradj kali ini. Pada periode kedua jabatannya di PBNU, banyak kalangan ulama yang menentang hasil pemilihan karena menganggap Kiai Said tidak cocok lagi memimpin NU, bahkan proses pemilihannya tidak sah dan cacat hukum.

Puncaknya, pada 21 September 2015, K.H.R. Ach. Azaim Ibrahimy mengumumkan maklumat mufaraqah di Pesantren Salafiyyah Syafi’iyyah Sukorejo situbondo, Jatim dalam acara Halaqah ke III Dalam Rangka Mengenang Kembali Perjalanan Pendirian NU.

Sebagaiman dilansir oleh situs resmi Ma’had Aly, mahad-aly.sukorejo.com., dalam acara itu para peserta sepakat untuk tanda tangan dan turut mufaraqah. KH. Luthfi Bashori turut hadir dalam acara itu bersama K.H. Sholahuddin Wahid, K.H. Hasyim Muzadi, K.H. Luthfi Bashori, K.H. Afifuddin Muhajir, perwakilan dari Medan, Jawa Tengah, dan berbagai ulama sepuh lainnya.
   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
 
Kembali Ke atas | Kembali Ke Index Karya Ilmiah
 
 
 
  Situs © 2009-2020 Oleh Pejuang Islam