URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV ONLINE
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
MEMILIH PENASIHAT 
  Penulis: Pejuang Islam  [15/2/2020]
   
WORLD HIJAB DAY vs NO HIJAB DAY 
  Penulis: Pejuang Islam  [1/2/2020]
   
ORANG HIDUP DAPAT MEMBERI MANFAAT BAGI YANG MATI 
  Penulis: Pejuang Islam  [25/1/2020]
   
KEHIDUPAN DI ALAM KUBUR 
  Penulis: Pejuang Islam  [23/1/2020]
   
RUH SHALIH BERKUMPUL AKAN DENGAN YANG SHALIH LAINNYA 
  Penulis: Pejuang Islam  [20/1/2020]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Kamis, 27 Februari 2020
Pukul:  
Online Sekarang: 5 users
Total Hari Ini: 737 users
Total Pengunjung: 4858370 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - KARYA ILMIAH USTADZ LUTHFI BASHORI
 
 
KEHIDUPAN DI ALAM KUBUR 
Penulis: Pejuang Islam [ 23/1/2020 ]
 
KEHIDUPAN DI ALAM KUBUR
(Bedah Pemikiran Mbah Hasyim Asy’ari)

Luthfi Bashori

KH. Hasyim Asy’ari dalam kitab Risalah Ahli Sunnah wal Jamaah menukil pendapat dari Imam Al-Haramain, Al-Faqih Abu Bakar, dan Imam Saifuddin Al-Amidi yang mengatakan: “Sebelum ada pendapat yang berbeda, generasi salaf umat ini sepakat (ijma’) dan setelah ada pendapat yang berbeda, mayoritas ulama menyatakan bahwa orang-orang mati itu dihidupkan kembali di dalam kuburnya. Mereka akan ditanya oleh dua malaikat serta akan ada siksa kubur bagi orang-orang yang jahat dan orang-orang kafir.

Mereka para Salaf juga menyatakan, bahwa yang dimaksud di dalam firman Allah SWT yang artinya: “Dan engkau telah menghidupkan kami dua kali,” (QS. Ghafir: 11) ialah hidup untuk ditanya di dalam kubur dan hidup untuk dikumpulkan di padang Mahsyar. Karena dengan dua kehidupan itulah mereka bisa mengenal Allah SWT. Sedangkan kehidupan yang pertama di dunia tidak membuat mereka mengenal Allah SWT.

Tentang kehidupan di alam kubur ini, pernah disinggung oleh Sy. Hani’ RA, mantan budak Sy. Utsmân bin Affân RA, beliau berkata, “Kebiasaan Sy. Utsman RA jika berhenti di sebuah kuburan, beliau menangis sampai membasahi janggutnya. Lalu beliau ditanya: ‘Saat disebutkan tentang surga dan neraka tetapi engkau tidak menangis. Namun engkau menangis dengan sebab ini (melihat kubur), (Mengapa demikian?)’ Beliau, ‘Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda, ‘Kubur adalah persinggahan pertama dari (persinggahan-persinggahan) akhirat. Bila seseorang selamat dari (keburukan)-nya, maka setelahnya lebih mudah darinya; bila seseorang tidak selamat dari (keburukan)-nya, maka setelahnya lebih berat darinya.’ Rasulullah SAW juga bersabda, ‘Aku tidak melihat suatu pemandangan pun yang lebih menakutkan daripada kubur.’” (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Mâjah)

Hadits ini sangat jelas menerangkan tentang hakikat adanya kehidupan di alam kubur, bagi oleh yang shalih, maka akan mendapat kenikmatan di dalamnya, sedangkan bagi kaum kafir, munafiq serta orang-orang jahat akan mendapatkan siksa yang pedih sejak di alam kubur hingga kelak dimasukkan ke dalam neraka.


   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
 
Kembali Ke atas | Kembali Ke Index Karya Ilmiah
 
 
 
  Situs © 2009-2020 Oleh Pejuang Islam