URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV ONLINE
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
WALAUPUN AJARAN IBLIS, TAPI BERMANFAAT 
  Penulis: Pejuang Islam  [5/7/2020]
   
WASPADA JERAT-JERAT SETAN 
  Penulis: Pejuang Islam  [2/7/2020]
   
KEMANDIRIAN UMAT ISLAM  
  Penulis: Pejuang Islam  [2/7/2020]
   
CITA-CITA POLITIK ISLAM INDONESIA 
  Penulis: Pejuang Islam  [2/7/2020]
   
GERAKAN ISLAM MELAWAN PENINDASAN 
  Penulis: Pejuang Islam  [1/7/2020]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Minggu, 12 Juli 2020
Pukul:  
Online Sekarang: 6 users
Total Hari Ini: 46 users
Total Pengunjung: 5075692 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - KARYA ILMIAH USTADZ LUTHFI BASHORI
 
 
BINATANG DABBAH AKHIR JAMAN 
Penulis: Pejuang Islam [ 12/12/2019 ]
 
BINATANG DABBAH AKHIR JAMAN
(Bedah Pemikiran Mbah Hasyim Asy’ari)

Luthfi Bashori


Dalam kitab Risalah Ahli Sunnah wal Jamaah, KH. Hasyim Asy’ari membahas tentang Dabbah (binatang melata) yang akan muncul di akhir jaman saat dekat datangnya hari Qiamat,

beliau menukil tulisan Al-Allamah Al-Khazin dalam kitab tafsirnya yang menyebutkan riwayat hadits dari Imam At-Tsa’labi dari Sahabat Hudzaifah bin Yaman RA yang mengatakan: “Rasulullah SAW pernah bercerita tentang Dabbah, kemudian aku bertanya: ‘Ya Rasulullah, dari mana ia muncul?’ Beliau SAW menjawab: ‘Dari masjid yang paling dimuliakan oleh Allah SWT. Manakala Nabi Isa AS melaksanakan Thawaf bersama orang-orang Islam, tiba-tiba sa’i terbelah. Pada awal kemunculan Dabbah dari bukit Shafa, kepalanya terlihat mengkilap, berbulu halus, dan berbulu kasar. Ia tidak akan terkejar oleh orang yang mencarinya, namun ia juga tidak akan luput dari orang yang berlari mengejarnya. Ia menyengat (menandai) semua orang mukmin dan kafir. Ia akan membuat wajah orang mukmin laksana bintang kejora dan membuat tulisan mukmin di antara ke dua matanya. Sedangkan untuk orang kafir ia akan membuat noktah hitam di antara kedua matanya dan membuat tulisan kafir di antara ke dua matanya.”

KH. Hasyim Asy’ari melanjutkan nukilan riwayatnya, bahwa Shahabat Abdullah bin Amr RA mengatakan: “Dabbah akan muncul dari lembah Jiyad. Kepalanya menyentuh awan, sementara ke dua kakinya berada di atas tanah.”

Selanjutnya, untuk lebih dalam memahami keberadaan binatang Dabbah ini, perlu kiranya dibaca beberapa riwayat terkait, antara lain sebagai berikut:

Sebagaimana Rasulullah telah mengabarkan, bahwa kemunculan Dabbah sebagai salah satu tanda dekatnya hari Qiamat ini, sesuai dengan ayat Al-Qur`an dalam surat An-Naml ayat 82 yang artinya :

"Apabila perkataan telah jatuh kepada mereka, kami keluarkan seekor dabbah (binatang) dari bumi yang akan mengatakan sesungguhnya insan dahulu tidak yakin dengan ayat - ayat kami." (QS An - Naml : 82)

Mengenai maksud “perkataan telah jatuh atas mereka,” para ulama menjelaskan, telah pasti ancaman atas mereka lantaran perbuatan mereka yang terus-menerus melakukan kemaksiatan, kefasikan, pembangkangan, berpaling dari ayat-ayat Allah, tidak mentadabburinya, tidak mengamalkan hukumnya, juga tidak berhenti melakukan kemaksiatan, dan sehingga nasihat tidak lagi bermanfaat, dan tidak dapat diingatkan lagi dari kedurhakaan.
Jika keadaan mereka telah demikian, maka Allah akan mengeluarkan binatang Dabbah dari dalam bumi yang dapat berbicara dengan mereka.

Jadi, binatang Dabbah itu dapat memahami dan berbicara dengan manusia, sebagaimana firman Allahdi atas yang artinya:

 “Apabila perkataan telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan seekor dabbah (binatang) dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami.” (An-Naml: 82)

Para ulama berbeda pendapat mengenai bentuk binatang Dabbah. Menurut Tafsir Imam al-Qurthubi, Dabbah adalah anak onta yang disapih dari onta Nabi Shalih. Pendapat ini diperkuat dengan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud ath-Thayalisi dari Hudzaifah bin Asid al-Ghifari, bahwa Rasulullah SAW menyebut tentang Dabbah, (lalu beliau menuturkan hadits, di dalamnya ada ungkapan)

 “Mereka tidak menggembalakannya, melainkan ia hanya targhau (bersuara) di antara rukun dan maqam (rukun Yamani dan Maqam Ibrahim).”

Lafadz Targhau dalam bahasa Arab, adalah istilah khas bagi suara onta, walaupun pendapat ini disangkal dalam kitab al-Mustadrak, karya al-Hakim.

Ada juga di kalanagn ulama yang mengatakan bahwa Dabbah adalah al-Jassasah sebagaimana disebutkan dalam hadits Shahabat Tamim ad-Dari pada kisah Dajjal. Pendapat ini dinisbatkan kepada Abdullah bin Amru bin ‘Ash, walaupun ada juga yang menyanggahnya, karena dianggap kurang sinkron dengan matan (lafadz) hadits Shahabat Tamim ad-Dari mitu sendiri.

Pendapat berikutnya, bahwa Dabbah adalah ular yang mengawasi dinding Ka’bah, yang disambar oleh elang ketika orang-orang Quraisy hendak membangun Ka’bah. Pendapat ini dinisbatkan oleh al-Qurthubi kepada Ibnu ‘Abbas ra. Hanya, beliau tidak menyebutkan sumbernya.

Dalam kitab an-Nihayah/ al-Fitan wal Malahim, karya Ibnu Katsir disebutkan, bahwa Dabbah adalah bakteri yang berbahaya yang akan membuat manusia menderita. Bakteri tersebut melukai bahkan bisa membunuhnya. Ketika melukai seseorang ia membawa pesan berupa nasihat kepada manusia seandainya mereka memiliki hati yang bisa berpikir, sehingga mereka sadar untuk kembali kepada Allah, kepada agamanya dan menekan mereka untuk menerima hujjah.


   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
 
Kembali Ke atas | Kembali Ke Index Karya Ilmiah
 
 
 
  Situs © 2009-2020 Oleh Pejuang Islam