URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV ONLINE
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
RONTOKNYA KUALITAS UMAT ISLAM 
  Penulis: Pejuang Islam  [19/11/2019]
   
PANCASILA KOK DIBANDINGKAN DENGAN ALQURAN? 
  Penulis: Pejuang Islam  [17/11/2019]
   
ALQURAN DIBANDINGKAN DENGAN PANCASILA ?  
  Penulis: Pejuang Islam  [17/11/2019]
   
WA DANA WA DANA DANA 
  Penulis: Pejuang Islam  [17/11/2019]
   
KELUARGA LINTAS AGAMA, SEBAGAI TANDA QIAMAT 
  Penulis: Pejuang Islam  [15/11/2019]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Rabu, 11 Desember 2019
Pukul:  
Online Sekarang: 5 users
Total Hari Ini: 752 users
Total Pengunjung: 4723030 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - KARYA ILMIAH USTADZ LUTHFI BASHORI
 
 
PANCASILA KOK DIBANDINGKAN DENGAN ALQURAN? 
Penulis: Pejuang Islam [ 17/11/2019 ]
 
 PANCASILA KOK DIBANDINGKAN DENGAN  ALQURAN?
(Bedah Pemikiran Mbah Hasyim Asy’ari)

Luthfi Bashori


KH. Hasyim Asy’ari menukil dalam kitab karyanya, Risalah Ahlis Sunnah wal Jama’ah satu hadits tentang tanda-tanda sudah dekat datangnya hari Qiamat, “Siang dan malam tidak akan hilang sampai Al-Qur’an lapuk di dalam dada beberapa golongan dari umatku seperti halnya baju yang lapuk, sementara bacaan yang lain lebih menarik bagi mereka, dan urusan mereka menjadi ketamakan semua. Ia tidak diliputi rasa takut ketika ia melalaikan hak Allah SWT. Jiwanya diselimuti harapan-harapan sembari melanggar hal-hal yang dilarang oleh Allah SWT. Ia mengatakan: “Aku berharap Allah SWT berkenan mengampuni dosa-dosaku.” (Kitab: Hilyatul Auliya, Imam Abu Nu’aim Al-Ashbahani).

Jangankan mau mengamalkan isi Alquran, atau minimal mau membaca Alquran, bahkan saat ini sudah ada orang Indonesia yang mempertanyakan, “Mana lebih bagus Pancasila sama Alquran ?” seperti yang dilontarkan oleh Sukmawati Soekarno Putri dalam satu acara diskusi bertajuk ‘Bangkitkan Nasionalisme Bersama Kita Tangkal Radikalisme dan Berantas Terorisme, hari Senin 11 November 2019.

Dengan adanya kejadian seperti ini, sudah sangat jelas menandakan betapa hampanya dada Sukmawati dari Alquran, dan ini menjadi bukti pula bahwa sabda Rasulullah SAW tersebut di atas, benar-benar telah terjadi di akhir jaman.

Terlebih jika diingat, bahwa Sukmawati juga dikenal oleh publik sebagai pembaca puisi, bukan pembaca Alquran, hingga salah satu puisi Sukmawati sempat menjadi viral di kalangan umat Islam bangsa Indonesia, dan puisi itulah yang melambungkan namanya, hingga mendapatkan julukan dari umat Islam dengan panggilan “Nenek Konde” yaitu puisi yang berjudul Ibu Indonesia.

Dari sisi ini, dapat pula dikatakan bahwa keberadaan Sukmawati yang hidup di jaman sekarang, termasuk sebagai salah satu tanda semakin dekatnya kedatangann hari Qiamat, sebagimana yang termaktub dalam hadits di atas. Berikut isi lengkap puisi Sukmawati.

Ibu Indonesia

Aku tak tahu Syariat Islam
Yang kutahu sari konde ibu Indonesia sangatlah indah
Lebih cantik dari cadar dirimu
Gerai tekukan rambutnya suci
Sesuci kain pembungkus ujudmu
Rasa ciptanya sangatlah beraneka
Menyatu dengan kodrat alam sekitar
Jari jemarinya berbau getah hutan
Peluh tersentuh angin laut

Lihatlah ibu Indonesia
Saat penglihatanmu semakin asing
Supaya kau dapat mengingat
Kecantikan asli dari bangsamu
Jika kau ingin menjadi cantik, sehat, berbudi, dan kreatif
Selamat datang di duniaku, bumi Ibu Indonesia

Aku tak tahu syariat Islam
Yang kutahu suara kidung Ibu Indonesia, sangatlah elok
Lebih merdu dari alunan azan mu
Gemulai gerak tarinya adalah ibadah
Semurni irama puja kepada Illahi
Nafas doanya berpadu cipta
Helai demi helai benang tertenun
Lelehan demi lelehan damar mengalun
Canting menggores ayat ayat alam surgawi

Pandanglah Ibu Indonesia
Saat pandanganmu semakin pudar
Supaya kau dapat mengetahui kemolekan sejati dari bangsamu
Sudah sejak dahulu kala riwayat bangsa beradab ini cinta dan hormat kepada ibu Indonesia dan kaumnya.


   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
 
Kembali Ke atas | Kembali Ke Index Karya Ilmiah
 
 
 
  Situs © 2009-2019 Oleh Pejuang Islam