URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV ONLINE
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
MARAKNYA FREE SEX DI DEPAN PUBLIK 
  Penulis: Pejuang Islam  [14/11/2019]
   
SIFAT TAUSIAH DAN FATWA MUI BAGI PEJABAT & RAKYAT 
  Penulis: Pejuang Islam  [14/11/2019]
   
MALPRAKTEK AGAMA 
  Penulis: Pejuang Islam  [13/11/2019]
   
MENJELANG MUNCUNYA DAJJAL 
  Penulis: Pejuang Islam  [7/11/2019]
   
NIHIL ILMU AGAMA, MENGURUSI AGAMA 
  Penulis: Pejuang Islam  [4/11/2019]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Rabu, 20 November 2019
Pukul:  
Online Sekarang: 9 users
Total Hari Ini: 195 users
Total Pengunjung: 4683682 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - KARYA ILMIAH USTADZ LUTHFI BASHORI
 
 
AKHLAK TERBAIK ORANG MUKMIN 
Penulis: Pejuang Islam [ 3/11/2019 ]
 
 AKHLAK TERBAIK ORANG MUKMIN

Luthfi Bashori


Al-imam As-Suyuthi Rahimahullah berkata, “Tanda-tanda akhlak seorang mukmin  yang baik ialah bila ia banyak memiliki rasa malu, sedikit (tidak suka) mengganggu orang lain, banyak berbuat kebaikan, suka berkata benar, sedikit bicara, banyak beramal, sedikit menganggur, sedikit bicara yang tidak perlu, senang bersilaturahmi, berwibawa, penyabar, rela dengan apa yang diterimanya dan banyak bersyukur, bijaksana dan bersikap lembut, serta memelihara diri dan penyayang.

Ia tidak suka melaknat dan memaki, tidak suka melakukan namimah, dan bukan pemarah. Selain itu, ia juga tidak suka terburu-buru, tidak menyimpan rasa dendam, tidak pula kikir dan dengki. Ia mencintai seseorang karena Allah, membenci karena Allah, dan marah juga karena Allah.”

Sifat-sifat mulia yang disampaikan oleh Ai-imam As-Suyuthi di atas, dewasa ini sudah semakin banyak di kalangan umat Islam yang tidak lagi tersemat pada diri mereka, terutama di kalangan orang-orang yang hanya menjadikan Islam sebatas sebagai identitas KTP saja. Walaupun tentunya masih banyak pula di antara umat Islam yang memiliki sifat-sifat terpuiji seperti yang tersebut di atas.

Namun secara umum, betapa banyak umat Islam Indonesia yang saat ini sudah tidak lagi memiliki rasa malu. Mereka berbuat maksiat pun dilakukan secara kolektif, serta mujahir (terang-terangan) dilakukan di depan publik.

Siapakah yang saat ini banyak menggelar dan menonton konser musik dengan berbagai jenis alirannya yang berirama percintaan berbau porno lisan, dengan penyanyi erotis yang tentunya melanggar aturan syariat ? Tentu umat Islam.

Siapakah yang saat ini ramai-ramai menjadi supporter bola, dengan berbagai aksesoris pakaiannya yang jauh dari tuntunan pakaian syar’i, belum lagi yang sengaja meninggalkan kewajiban shalatnya ? Tentu umat Islam.

Siapakah saat ini yang  marak mengunjungi tempat-tempat hiburan, serta menghabiskan waktu di tempat-tempat tongkrongan, hingga melupakan mereka untuk berdzikir mengingat Allah serta beramal ibadah-ibadah lainnya? Tentunya umat Islam.

Siapakah yang saat ini rajin shoping dan hobi berlama-lama di mall-mall serta tempat perniagaan semisalnya, yang kebanyakan para penjual dan pengunjungya kurang memperhatikan batasan mana yang boleh dan mana yang tidak boleh dalam syariat, seperti batasan dalam penutupan aurat baik lelaki maupun perempuan, atau batasan ikhtilath/kumpul di antara mereka? Tentu umat Islam.

Dari kajian realita di atas ini saja, jika boleh dikatakan secara jujur, betapa banyak terdegradasinya moral umat Islam dan bertapa turunnya kualitas akhlak sopan santun mereka, terutama jika ditinjau dari sudut standarisasi rasa malu kepada Allah yang seharusnya dimiliki oleh umat Islam.

Lantas bagiamana jika ditinjau dari sudut lainnya, seperti akhlak terpuji bagi seorang mukmin itu tidak banyak mengganggu orang lain. Atau berapa banyak di antara umat Islam uang suka berbicara bohomg dan dusta? 

Atau dari sudut akhlak bahwa seorang mukmin itu tidak suka melaknat dan memaki, tidak suka melakukan namimah serta bukan pemarah, pendendam, pembenci, dan lain sebagainya.  

   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
 
Kembali Ke atas | Kembali Ke Index Karya Ilmiah
 
 
 
  Situs © 2009-2019 Oleh Pejuang Islam