URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV ONLINE
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
MARAKNYA FREE SEX DI DEPAN PUBLIK 
  Penulis: Pejuang Islam  [14/11/2019]
   
SIFAT TAUSIAH DAN FATWA MUI BAGI PEJABAT & RAKYAT 
  Penulis: Pejuang Islam  [14/11/2019]
   
MALPRAKTEK AGAMA 
  Penulis: Pejuang Islam  [13/11/2019]
   
MENJELANG MUNCUNYA DAJJAL 
  Penulis: Pejuang Islam  [7/11/2019]
   
NIHIL ILMU AGAMA, MENGURUSI AGAMA 
  Penulis: Pejuang Islam  [4/11/2019]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Rabu, 20 November 2019
Pukul:  
Online Sekarang: 9 users
Total Hari Ini: 236 users
Total Pengunjung: 4683739 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - KARYA ILMIAH USTADZ LUTHFI BASHORI
 
 
RUWAIBIDHAH, AWAM YANG BERBICARA AGAMA 
Penulis: Pejuang Islam [ 2/11/2019 ]
 
RUWAIBIDHAH, AWAM YANG BERBICARA AGAMA
(Bedah Pemikiran Mbah Hasyim Asy’ari)

Luthfi Bashori


KH. Hasyim Asy’ari menukil sebuah hadits yang kontennya, bahwa di hadapan Dajjal ada beberapa tahun yang penuh tipuan, di mana orang yang jujur dianggap bohong, orang yang bohong dianggap jujur, orang yang amanah dianggap khianat, orang yang khianat dianggap amanah, dan orang ruwaibidhah berbicara ketika ditanya: “Siapakah orang ruwaibidhah itu?” Nabi SAW menjawab: “Orang rendah yang berbicara tentang urusan public.” Ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Imam Al-Bazzar dari Sahabat Anas bin Malik RA.

Dalam buku Risalah Ahlis Sunnah wal Jama’ah karya KH. Hasyim Asy’ari itu sangat luas cakupan pembahasannya, termasuk kedalaman ilmu dan kejelian sang pengarang untuk melihat apa yang bakal terjadi di masa depan, maka beliau menukil hadits tentang Ruwaibidhah yang saat ini sudah sangat banyak bermunculan di tengah masyarakat. Ruwaibidhah adalah julukan bagi orang bodoh dan awam yang berbicara tentang agama atau berbicara tentang urusan keumatan padahal dirinya tidak memahami agama secara baik dan benar.

Termasuk yang disitir oleh Imam As Suyuthi Rahimahullah, beliau menerangkan: “Adapun sabda Rasulullah SAW,  “…dan Ar-Ruwaibidhah berbicara…”, tafsirnya adalah seperti yang disebutkan dalam hadits Sy. Anas bin Malik: “Kami berkata; Wahai Rasulullah, apa yang nampak dari umat-umat sebelum kita?” Beliau SAW bersabda: “Rajanya justru datang dari orang kecil di antara kalian, para pelaku kekejian justru adalah orang-orang besar kalian, dan ilmu justru ada pada orang jahatnya kalian.” Ar Rajul At Taafih artinya orang yang jahat dan hina.

Ar-Ruwaibidhah adalah pengecilan lafadz dari Raabidhah, yaitu orang yang lemah yang berlutut kepada orang-orang mulia yang memahami urusan, lalu dia duduk dan belajar kepadanya. (Syarh Sunan Ibni Majah, 1/292).

Bahaya fenomena marak bermunculan Ruwaibidhah di akhir zaman, telah termaktub dalam hadits Nabi, “Jika urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, maka tunggu terjadinya Qiamat.” (HR. Bukhari).

Coba diteliti bagaimana realita yang terjadi saat ini, sudah adakah kalangan orang awam, sebut saja yang tiba-tiba berbicara tentang batasan pakaian penutup aurat wanita muslimah, semisal terkait hukum cadar dan jilbab, yang mana kaum Ruwaibidhah ini ramai-ramai mencibir wanita bercadar dan mengkritik wanita berjilbab bahkan ada yang sampai melarangnya, namun terhadap wanita yang berbaju seksi, super ketat, hingga nyaris telanjang, entah itu dalam event semacam Pemilihan Putri Kecantikan, atau saat di tempat-tempat umum seperti di cafe hiburan malam, konser musik, Spa, mall, kolam renang, rekreasi pantai dan lain sebaginya, justru kaum Ruwaibidhah ini bungkam seribu bahasa tidak perrnah membahasnya.

Keadaan seperti inilah hakikatnya terjadi pada akhir jaman saat sudah sangat dekat tanda-tanda kedatangan hari Qiamat.      

   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
 
Kembali Ke atas | Kembali Ke Index Karya Ilmiah
 
 
 
  Situs © 2009-2019 Oleh Pejuang Islam