URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV ONLINE
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
MARAKNYA FREE SEX DI DEPAN PUBLIK 
  Penulis: Pejuang Islam  [14/11/2019]
   
SIFAT TAUSIAH DAN FATWA MUI BAGI PEJABAT & RAKYAT 
  Penulis: Pejuang Islam  [14/11/2019]
   
MALPRAKTEK AGAMA 
  Penulis: Pejuang Islam  [13/11/2019]
   
MENJELANG MUNCUNYA DAJJAL 
  Penulis: Pejuang Islam  [7/11/2019]
   
NIHIL ILMU AGAMA, MENGURUSI AGAMA 
  Penulis: Pejuang Islam  [4/11/2019]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Rabu, 20 November 2019
Pukul:  
Online Sekarang: 13 users
Total Hari Ini: 223 users
Total Pengunjung: 4683716 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - KARYA ILMIAH USTADZ LUTHFI BASHORI
 
 
MUALLAF SETELAH PALSUKAN ALQURAN 
Penulis: Pejuang Islam [ 25/10/2019 ]
 
MUALLAF SETELAH PALSUKAN ALQURAN

Luthfi Bashori


Saat ini banyak non muslim yang akhirnya mendapat hidayah dari Allah hingga menyatakan masuk Islam, atau menjadi muallaf. Tentunya banyak macam kronologi seseorang itu mendapat hidayah. Terkadang karena seringnya mendengar dakwah kalangan para da’i, atau karena seringnya mendengar adzan, atau karena hasil penelitian, dan lain sebagainya.

Fenomena semacam ini, juga terjadi di masa lampau. Banyak sekali orang-orang yang mendapat hidayah itu karena hatinya terbuka, tidak fanatik terhadap agama yang sebelumnya dianut, dan memiliki pemikiran rasional, hingga dapat berpikir jernih sebelum memutuskan masuk Islam, walaupun ada juga di kalangan non muslim yang semula memusuhi Islam, lantas mendapat hidayah hingga tiba-tiba tertarik menjadi muallaf.

Dahulu, Imam Yahya bin Aktsam berkata: “Ketika masih menjadi seorang Amir, Al- Ma’mun mempunyai sebuah majelis pertimbangan. Di antara para hadirin ada seorang lelaki Yahudi yang berpakaian bagus, berwajah tampan, dan berbau harum. Orang Yahudi itu berbicara dengan baik.

Ketika majelis usai, Al-Ma’mun memanggilnya dan bertanya kepadanya, “Apakah eangkau seorang Yahudi ?”

Orang itu menjawab, “Ya”

Al-Ma’mun berkata: “Masuklah ke dalam agama Islam supaya aku perlakukan engkau sebagai muslim.”

Orang Yahudi itu berkata, “Aku tetap dalam agamaku dan agama bapak-bapakku.” Kemudian ia pergi.

Setahun kemudian, orang Yahudi itu datang lagi dan sudah masuk Islam. Ia berbicara tentang fikih dengan pembicaran yang baik. Ketika majelis itu usai, Al-Ma’mun memanggilnya dan bertanya, “Bukankah engkau teman kami dulu?”

Orang itu menjawab, “Ya”

Al-Ma’mun berkata, “Apa yang menyebabkan engkau masuk Islam?”

Orang Yahudi itu menjawab, “Setelah aku meninggalkan majelismu, aku ingin menguji agama-agama ini.

Sebagaimana tuan ketahui, aku mempunyai tulisan yang bagus. Maka aku mengambil kitab Taurat, selain kutulis tiga naskah dan aku tambahi serta aku kurangi di dalamnya. Kemudian aku masukkan Taurat itu ke dalam gereja dan dibeli oleh orang dariku.

Kemudian aku mengambil Injil, lalu aku tulis tiga naskah aku tambahkan dan aku kurangi di dalamnya, lalu aku memasukkannya ke dalam kuil dan dibeli dariku. Kemudian aku mengambil Al-Qur’an dan aku menulis tiga naskah.

Aku tambahkan dan aku kurangi di dalamnya, aku membawanya kepada para penjual naskah (Al-Qur’an), lalu mereka memeriksanya. Ketika mereka menemukan adanya tambahan dan kekurangan di dalamnya, mereka pun menolaknya dan tidak mau membelinya. Maka tahulah aku bahwa ini adalah Kitab yang terpelihara.

Inilah yang menyebabkan aku masuk Islam. Karena pembeli Taurat dan Injil tidak mengetahui bahwa tulisan itu sudah ditambah dan dikurangi sedangkan Al-Qur’an spontan dapat diketahui betul-betul dijaga oleh Allah.”   

   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
 
Kembali Ke atas | Kembali Ke Index Karya Ilmiah
 
 
 
  Situs © 2009-2019 Oleh Pejuang Islam