URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV ONLINE
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [6/10/2019]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [6/10/2019]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [6/10/2019]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [6/10/2019]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [6/10/2019]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Rabu, 16 Oktober 2019
Pukul:  
Online Sekarang: 10 users
Total Hari Ini: 603 users
Total Pengunjung: 4633227 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - KARYA ILMIAH USTADZ LUTHFI BASHORI
 
 
PENGAJIAN UMUM vs KONSER MUSIK 
Penulis: Pejuang Islam [ 6/10/2019 ]
 
PENGAJIAN  UMUM  vs  KONSER MUSIK

Luthfi Bashori


Shahabat Ibnu Mas’ud berkata: “Apabila dosa dikerjakan di bumi, maka siapa yang menyaksikan langsung namun membencinya, maka ia pun seperti orang yang jauh darinya, dan siapa yang jauh darinya namun menyetujuinya, maka ia pun seperti orang yang langsung menyaksikannya.”

Berdosalah orang yang rela dan menyetujui adanya kemaksiatan, sekalipun ia tidak ikut melakukan kemaksiatan tersebut. Misalnya, di suatu tempat ada konser musik non Islami, dengan lirik lagu yang menjurus ke arah maksiat semacam lagu-lagu percintaan, atau penyanyinya melakukan porno aksi dengan pakaian minim dan goyang erotis, serta memperdengarkan alat musik yang dapat melalaikan seseorang terhadap kewajiban beribadah kepapda Allah.

Syekh Atha’ Al-Khurasani berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Akan datang kepada manusia suatu masa di mana hati orang mu’min hancur meleleh di dalam perutnya seperti garam meleleh di dalam air.” Ada yang bertanya, “Wahai Nabi Allah, apa sebabnya terjadi hal itu?” Nabi SAW lalu menjawab, “Ia melihat orang lain berbuat kemungkaran, tetapi ia tidak dapat mengubahnya.”

Jadi, jika ada seorang muslim menyaksikan perbuatan munkar (maksiat) dilakukan di hadapannya, akan tetapi dia tidak mampu melarangnya dan hatinya ingkar tidak menyetujuinya, maka ia tidak akan mendapatkan dosa, walaupun perbuatan itu terjadi di hadapannya,. Begitu juga sebaliknya, jika seseorang mendengar suatu perbuatan mungkar (maksiat) di tempat yang jauh, dan dia merasa senang dan setuju, maka ia akan mendapatkan dosanya walaupun tidak menyaksikannya dan tidak ikut melakukannya, namun hatinya rela dan ikut menyetujuinya.  

Dewasa ini, di Indonesia sering terjadi peristiwa ironis, seperti ada sekelompok masyarakat yang akan melaksanakan ibadah dengan menggelar pengajian umum, namun justru dipersulit perijinannya, bahkan ada pula yang diancam, dimusuhi hingga dibubarkan, padahal yang disampaikan dalam mimbar itu adalah ajaran kebaikan, karena para Da’i hanya menyampaikan isi Alquran, Hadits dan Ijma` para Ulama serta Qiyas. Sedangkan jika ada konser Dangdut yang para penyanyi itu terkenal mempunyai goyang erotis, dengan segudang lagu percintaan serta mengumbar gairah nafsu syahwatnya, justru dipermudah perijinannya dan jumlah para penontonnya juga bisa membludak.
 
Ironisnya, jika ditanya identidas para penyanyinya, maka mayoritas mereka beragama Islam. Demikian juga penyelenggaranya, pihak yang memberi ijin, serta para pendukung dan penontonnya mayoritas juga beragama Islam.

Seperti inilah yang dikatakan bahwa hati mereka itu, hakikatnya telah hancur meleleh di dalam perut mereka sendiri, hingga bergelimangan dosa yang tidak ada manfaatnya kelak di akhirat.  

   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
 
Kembali Ke atas | Kembali Ke Index Karya Ilmiah
 
 
 
  Situs © 2009-2019 Oleh Pejuang Islam