URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV ONLINE
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [29/7/2019]
   
WAJIB TAQLID BAGI SELAIN MUJTAHID 
  Penulis: Pejuang Islam  [28/7/2019]
   
MANFAAT QISHAS DALAM ISLAM 
  Penulis: Pejuang Islam  [25/7/2019]
   
BUKTI EMPAT MADZHAB BANYAK DIMINATI ULAMA SALAF 
  Penulis: Pejuang Islam  [25/7/2019]
   
DALAM URUSAN MAKAN PUN DILARANG SOMBONG 
  Penulis: Pejuang Islam  [22/7/2019]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Minggu, 18 Agustus 2019
Pukul:  
Online Sekarang: 3 users
Total Hari Ini: 153 users
Total Pengunjung: 4538175 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - KARYA ILMIAH USTADZ LUTHFI BASHORI
 
 
MANFAAT QISHAS DALAM ISLAM 
Penulis: Pejuang Islam [ 25/7/2019 ]
 
MANFAAT QISHAS DALAM ISLAM

Luthfi Bashori

Qishas (bahasa arab: قصاص) adalah istilah dalam hukum Islam yang berarti pembalasan (memberi hukuman yang setimpal), mirip dengan istilah "hutang nyawa dibayar nyawa".

Dalam kasus pembunuhan, hukum qishas memberikan hak kepada keluarga korban untuk meminta hukuman mati kepada pembunuh.

Hikmah qishas adalah untuk kelangsungan hidup manusia secara makro. Sebagaimana disitir oleh Alquran yang artinya, “Dan dalam qishas itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagi kalian, hai orang-orang (manusia) yang berakal, agar kalian bertakwa" (QS. Al-Baqarah:179).

Dalam ayat lain yang artinya, “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu (melaksanakana) qishas (balasan yang sama dengan perbuatan) berkenaan dengan orang yang dibunuh. Orang merdeka dengan orang merdeka, hamba sahaya dengan hamba sahaya, wanita dengan wanita.” (QS. Al-Baqarah: 178).

Allah adalah Dzat yang Maha Bijaksana, Allah yang menciptakan manusia maka Allah sangat tahu apa yang menjadi kemashlahatan bagi kalangan manusia. Dengan tindakan tegas seperti disyariatkan Qishas ini, akan dapat meminimalisir kejahatan pembunuhan yang dilakukan oleh seseorang terhadap nyawa orang lain.

Sy. Abdullah bin Mas’ud RA mengungkapkan, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Perkara pertama yang akan diputuskan  antara manusia pada hari Qiamat adalah masalah darah (pembunuhan).” (HR. Muttafaqun ‘Alaih)

Karena besarnya penghargaan Allah terhadap nyawa manusia, maka Allah menerapkan ketegasan sanksi hukum bagi siapa saja yang melakukan pembunuhan terhadap orang lain, bahkan hukuman itu di samping dilaksanakan qishas di dunia, maka di pengadilan akhirat pun ternyata ikut diperketat khusus untuk urusan yang satu ini.

Sa’d ibnu Abu Waqqas pernah bertanya kepada Nabi Muhammad SAW, “Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu jika aku masuk ke dalam rumahku, lalu ada orang yang menggerakkan tangannya untuk membunuhku?”

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Jadilah kamu seperti anak Adam yang mengatakan, ‘Sungguh, jika kamu menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku sekali-kali tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu.”(HR. Abu Dawud).

Jadi, kehati-hatian setiap orang itu tetap harus ditingkatkan, namun bukan berarti harus menyerahkan nyawa kepada para pembunuh. Sebaliknya tidak boleh juga mudah membunuh nyawa orang lain dengan alasan untuk membela diri, kecuali dalam situasi darurat seperti hanya berniat menghalau penjahat, namun tanpa sengaja ternyata si penjahat itu malah terbunuh. Atau tidak ada jalan lain untuk membela diri kecuali hanya dengan cara membunuh si penjahat, maka untuk kejadian seperti ini tidak berlaku hukum qishas. Tentang kasus pembelaan diri dengan membunuh si penjahat ini ada pembahasan yang terinci di kalangan para ulama.
       

   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
 
Kembali Ke atas | Kembali Ke Index Karya Ilmiah
 
 
 
  Situs © 2009-2019 Oleh Pejuang Islam