URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV ONLINE
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [6/10/2019]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [6/10/2019]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [6/10/2019]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [6/10/2019]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [6/10/2019]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Rabu, 16 Oktober 2019
Pukul:  
Online Sekarang: 8 users
Total Hari Ini: 591 users
Total Pengunjung: 4633200 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - KARYA ILMIAH USTADZ LUTHFI BASHORI
 
 
ISLAM HARUS LEBIH DICINTAI DARI APAPUN DI DUNIA INI 
Penulis: Pejuang Islam [ 26/6/2019 ]
 
ISLAM HARUS LEBIH DICINTAI DARI APAPUN DI DUNIA INI

Luthfi Bashori

Sy. Anas bin Malik RA menceritakan bahwa pernah ada seorang laki-laki meminta kambing kepada Rasulullah SAW sebanyak di antara dua gunung, dan beliau SAW memenuhinya. Setelah itu, laki-laki tersebut kembali kepada kaumnya, dan berseru, “Masuklah kalian semua ke dalam Islam. Sungguh Muhammad telah memberiku sesuatu yang amat banyak sekali, tanpa ia takut menjadi miskin.”

Lalu Sy. Anas RA berkomentar, “Jika seseorang masuk Islam hanya karena menginginkan dunia, maka bukan Islam namanya. Islam harus lebih dicintai daripada dunia dan isinya.” (HR. Muslim).

Jaman sekarang sudah banyak orang yang lebih mendahulukan mencari harta daripada mementingkan kelestarian ajaran agama Islam. Bahkan telah banyak dari kalangan umat Islam sendiri yang menjadikan identitas Islam untuk mencari dan meraup keuntungan duniawi semata.

Seperti adanya orang-orang yang sengaja menjual Islam untuk mencari kedudukan dan jabatan serta kekuasaan, atau sengaja menjual almamater keislaman untuk mencari kekayaan, entah itu dengan mengejar bangunan gedung-gedung bertingkat, mobil mewah, rumah megah, atau mengincar lahan basah hingga memudahkan dirinya menguasai harta yang bukan menjadi haknya. Maka apa yang diutarakan oleh Sy. Anas RA di atas, saat ini benar-benar telah terjadi di sekitar kita.

Padahal Allah telah memberikan kenikmatan bagi setiap orang, namun kebanyakan orang itu melupakannya dan tidak menyukurinya, sebagaimana dalam firman yang artinya, “Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan”. (QS. A- Isra’ : 70).

Andaikata setiap umat Islam menyadari bahwa urusan agama itu seharusnya dinomersatukan, tentu mereka akan mendapatkan kenikmatan hati jauh yang lebih baik daripada hanya sekedar mengejar kenikmatan duniawi.

Sy. Abu Bakar Al-Shiddiq berkata, “Orang yang telah mencicipi kesucian cinta kepada Allah, niscaya akan melalaikannya kehidupan duniawi dan membuatnya tidak nyaman bergaul dengan semua orang.”

Tentunya, yang dimaksud mencintai Allah SWT juga mencintai dan meneladani Rasulullah SAW. dengan cara mengikuti ajaran syariat yang telah beliau SAW ajarkan selama ini, sesuai firman Allah SWT yang artinya: “Katakanlah (kepada mereka, Hai Muhammad), Jika kalian (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosa kalian. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Ali Imran: 31)

Rasulullah SAW bersabda: “Tidaklah beriman (secara sempurna) salah seorang dari kalian sehingga aku lebih ia cintai daripada orangtuanya, anaknya dan segenap manusia.” (HR. Al-Bukhari).

Allah SWT memperkuatan pemahaman ini dengan firman yang artinya, “Katakanlah (kepada mereka Hai Muhammad), Jika bapak-bapak , anak-anak , saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluarga kalian, harta kekayaan yang kalian usahakan, perniagaan yang kalian khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kalian sukai, adalah lebih kalain cintai dari Allah dan Rasul-Nya serta dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya, dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.” (QS. At-Taubah: 24).

Cintailah Islam itu secara ikhlas lebih dari segalanya, dari dirimu, orang tuamu, anak-anakmu, keluargamu, kawan-kawanmu, karirmu, almamatermu, organisasimu, dan segala macam milikmu.


   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
 
Kembali Ke atas | Kembali Ke Index Karya Ilmiah
 
 
 
  Situs © 2009-2019 Oleh Pejuang Islam