URL: www.pejuangislam.com
Email: editor@pejuangislam.com
 
Halaman Depan >>
 
 
Pengasuh Ribath Almurtadla Al-islami
Ustadz H. Luthfi Bashori
 Lihat Biografi
 Profil Pejuang Kaya Ide
 Imam Abad 21
 Info Asshofwah
Karya Tulis Pejuang


 
Ribath Almurtadla
Al-islami
 Pengasuh Ribath
 Amunisi Dari Tumapel
 Aktifitas Pengasuh
 Perjuangan Pengasuh
 Kalender Ribath
Pesantren Ilmu al-Quran (PIQ)
 Sekilas Profil
 Program Pendidikan
 Pelayanan Masyarakat
 Struktur Organisasi
 Pengasuh PIQ
 
Navigasi Web
Karya Tulis Santri
MP3 Ceramah
Bingkai Aktifitas
Galeri Sastra
Curhat Pengunjung
Media Global
Link Website
TV ONLINE
Kontak Kami
 
 
 Arsip Teriakan Pejuang
 
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [19/7/2019]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [19/7/2019]
   
DAKWAH YOUTUBE 
  Penulis: Pejuang Islam  [19/7/2019]
   
TAAT PERINTAH RASULULLAH SAW ITU, DAPAT MENDATANGKAN REZEKI 
  Penulis: Pejuang Islam  [18/7/2019]
   
PERHATIAN RASULULLAH SAW TERHADAP KEBAIKAN UMAT 
  Penulis: Pejuang Islam  [18/7/2019]
   
 
 Book Collection
 (Klik: Karya Tulis Pejuang)
Pengarang: H. Luthfi B dan Sy. Almaliki
Musuh Besar Umat Islam
Konsep NU dan Krisis Penegakan Syariat
Dialog Tokoh-tokoh Islam
Carut Marut Wajah Kota Santri
Tanggapan Ilmiah Liberalisme
Islam vs Syiah
Paham-paham Yang Harus Diluruskan
Doa Bersama, Bahayakah?
 
 WEB STATISTIK
 
Hari ini: Rabu, 24 Juli 2019
Pukul:  
Online Sekarang: 9 users
Total Hari Ini: 211 users
Total Pengunjung: 4499084 users
 
 
Untitled Document
 PEJUANG ISLAM - KARYA ILMIAH USTADZ LUTHFI BASHORI
 
 
AQAD NIKAH YANG SAH TAPI BERDOSA 
Penulis: Pejuang Islam [ 5/5/2019 ]
 
AQAD NIKAH YANG SAH TAPI BERDOSA

Luthfi Bashori

Dalam melaksanakan sebuah pernikahan, maka hendaklah setiap muslim itu memenuhi aturan syariat sebagaimana yang telah diterangkan oleh para ulama.

Tujuannya agar pelaksanaan pernikahan tersebut tetap sah, sakral dan membawa dampak positif bagi kehidupan rumah tangganya, baik saat dijalani di dunia terlebih kelak di akhirat.

Karena itu, dalam sebuah pernikahan haruslah memenuhi rukun dan syaratnya. Di antara rukun aqad nikah yang dihukumi sah adalah:

- Pertama: Ada pengantin pria.

- Kedua: Ada pengantin wanita.

- Ketiga: Ada wali nikah bagi wanita

- Keempat: Ada saksi nikah bagi pria dua orang laki-laki

- Kelima: Ada ijab dan qabul.

Sedangkan syarat nikah yang dihukumi sah adalah:

- Pertama: Beragama Islam bagi pengantin pria. Untuk pihak wanita adalah beragama Islam, namun diperbolehkan pula dari Ahli kitab yang asli (bukan karena murtad).

- Kedua: Mempelai pria bukan mahram bagi calon istri.

- Ketiga: Sepengetahuan wali dari pihak wanita.

- Keempat: Tidak sedang melaksanakan ibadah Haji

- Kelima: Tidak karena terpaksa.

Jika pelaksanaan pernikahan itu telah memenuhi rukun dan syarat sebagaimana yang tertera di atas, maka sahlah pernikahan tersebut menurut hukum Islam.

Namun dewasa ini ada beberapa peristiwa pelaksanaan pernikahan yang sering terjadi di tengah masyarakat, jika ditinjau menurut hukum fiqih hukum pernikahannya sudah sah, tapi tetap haram dan berdosa menurut tinjauan Syariat.

Misalnya, di saat pelaksanaan pernikahan itu, kedua calon mempelai yang belum diaqad secara sah, ternyata didudukkan bersandingan dan berdempetan di depan penghulu.

Duduk berdampingan calon kemanten lelaki dan wanita sebelum diaqad itu hukumnya berdosa. Walaupun saat dinikahkan dalam kondisi seperti itu, pernikahannya itu tetap sah jika telah memenuhi rukun dan syaratnya.

Contoh lain, biasanya setelah diadakan aqad nikah atau ijab qabul, ada pula pihak-pihak yang datang dan mengucapkan selamat sambil menyalami kedua mempelai, semisal tetamu lelaki bersalaman menjabat tangan kemanten wanita, atau tetamu wanita bersalaman menjabat tangan kemanten lelaki.

Kemanten yang berjabat tangan dengan para tetamu yang bukan mahramnya, hukumnya adalah haram dan berdosa.

Ada pula di antara masyarakat yang dalam melaksanakan resepsi pernikahan, ternyata mengundang hiburan yang bertentangan dengan aturan syariat, maka walaupun pernikahannya sah tetapi tetap berdosa menurut Syariat.

Demikian pula, banyak pelaksanaan pernikahan yang mengikuti tradisi salah satu suku yang ada di tengah masyarakat.

Di antara banyaknya ragam adat tradisi pernikahan itu, tentu ada tradisi yang tidak bertentangan dengan aturan syariat, maka bolehlah untuk dilaksanakan, tapi ada pula adat tradisi yang bertentangan dengan aturan syariat, maka jika dilaksanakan akan mendapat dosa, walaupun pernikahannya dihukumi sah, jika sesuai dengan rukun dan syaratnya.
   
 Isikan Komentar Anda
   
Nama 
Email 
Kota 
Pesan/Komentar 
 
 
 
 
 
Kembali Ke atas | Kembali Ke Index Karya Ilmiah
 
 
 
  Situs © 2009-2019 Oleh Pejuang Islam